LOVE ME [ CHAPTER 1 ]

24 Nov

love me

Judul/Title : LOVE ME  

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it😉

Length : 1 of ………

Genre : Romance, Sad, Family.

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* bawa fanfiction yang lain lagi nih hehehe tapi sebelumnya pernah di share dengan cast yang berbeda oleh teman saya😉

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

 

 

 

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

 

 

Seohyun selalu berharap suaminya menikahinya karena memang mencintainya. Bukan untuk mengembalikan kejayaan perusahaanya.

 

 

LOVE ME

.

.

.

 

Ia baru saja selesai dengan pekerjaannya malam itu. Sudah seperempat jam ia menunggu seseorang untuk menggantikan tugas jaganya di rumah sakit., namun orang itu sepertinya belum menampakkan batang hidungnya. Dengan helaan napas lelah, ia menata berkas-berkas medis yang berserakan di meja kerjanya.

Hari iini pasiennya lumayan banyak, dan itu juga berarti bahwa ia juga harus menggunakan tenaganya lebih banyak juga. Saat hendak menggantung jas medisnya, suara seperti seseorang membuka pintu membuatnya menoleh ke arah datangnya suara.

“Annyeong, Seohyun.” Sapa seorang Yeoja dengan ceria yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Seohyun menghela napas pelan. “Kau terlambat, Sooyoung.”

“Kkkk, mianhaeyo. Tadi Chagmin sedang tak ingin di tinggal”

“Nde? Apa maksudmu?” tanya Seohyun dengan mengangkat sebelah alisnya.

“Aah, kau ini. Kalau kau sudah menikah, kau pasti akan mengerti.” Jawab Sooyoung dengan senyum jahilnya.

Seohyun mengibaskan tangannya pelan sebagai tanda bahwa ia tidak tertarik dengan apapun yang dikatakan Sooyoung. Dan itu memang benar. Ia sama sekali tidak tertarik dengan cerita Sooyoung-setidaknya untuk saat ini- tubuhnya terlalu letih, belum lagi suara perutnya yang meraung-raung minta diisi.

“Kau terlihat sangat lelah, Seohyun.” Sooyoung berjalan ke arah Seohyun dengan wajah khawatir, “Kau sakit? Apa kau yakin kuat untuk berjalan pulang?”

Seohyun hanya memandang Sooyoung yang ada di sebelahnya. “Kau mengejek ku, eoh?”

“Yak!, aku mengkhawatirkan mu babo!” sergah Sooyoung jengkel seraya mendorong tubuh Seohyun.

Seohyun hanya terkekeh geli melihat reaksi Sooyoung, “Yak! Yak!, Sooyoung. Kau ini galak sekali. Aku hanya bercanda.”

Sooyoung hanya terdiam saja melihat ulah Seohyun. Sebenarnya ia sedikit jengkel juga dengan apa yang dilakukan Dokter berambut coklat ikal itu.

“Baiklah, aku pulang sekarang.” Ucap Seohyun seraya berjalan menuju pintu. “Sampai bertemu besok, Nyonya Galak.”

Sooyoung sedikit tercengang mendengar nama panggilan barunya dari Seohyun untuknya, “Dasar!” umpatnya seraya melempar gulungan kertas kosong ke arah Seohyun yang baru saja menghilang di balik pintu-yang tentu saja di sambut dengan tawa geli oleh Seohyun.

*****************

Seohyun melangkahkan kakinya menuju pintu utama Seoul Hospital. Sapaan dari beberapa Dokter sesama profesi dan beberapa perawat yang berpapasan dengannya tidak terlalu ia tanggapi dengan semangat. Hanya sebuah senyum serta anggukan sopan yang menandakan bahwa ia membalas sapaan mereka.

Yang terlintas dalam pikirannya saat itu hanyalah makanan. Ia benar-benar lapar karena tidak memakan apapun sejak siang, dan dua operasi yang di lakukannya tadi sore semakin membuat tubuhnya lemas.

Langkah kakinya membawanya ke sebuah kedai kimchi yang cukup sering ia kunjungi bersama teman-temannya maupun ia sendiri. Namu saat ingin memasuki kedai itu, suara yang sangat ia kenal terdeengar oleh indra pendengarannya

Minho? Jadi dia juga ada di dalam

 

Rasa letih yang ia rasakan tadi dengan sekejap hilang begitu saja, digantikan oleh rasa semangat yang tiba-tiba datang. Minho ada di dalam, dan itu berarti ia tidak akan makan malam sendiri. Dengan semangat Seohyun menyibakkan penutup kedai dan masuk kedalamnya.

“Minho~ah. Kau ada di sini ju-“ perkataanya terhenti saat melihat sosok berambut coklat ikal sama sepertinya yang berada disebelah Minho

“Aah, Seohyun~ya! Lama tak bertemu. Bogoshipo” sahut Minho antusias seraya menghampiri dan memeluk tubuh Seohyun dari samping. “Wah kebetulan sekali kau datang”

Namu Seohyun tidak menggubrisnya, matanya tengah menatap sepasang mata hitam yang menatapnya datar.

“Seohyun~ya.” Panggil Minho setelah ia menyadari bahwa orang yang ia peluk tidak meresponnya.

Sekali lagi Seohyun tidak menanggapi perilakuan Minho. Entah kenapa saat ini ia seperti terhipnotis oleh sepasang bola mata yang sudah hampir satu tahun tidakk ia temui.

“Seohyuuuuuuuuuuun.” Panggil Minho lagi, dan kali ini diiringi kibasan tangan Minho di depan wajah Seohyun.

Seohyun mengerjap kaget, dengan cepat ia tolehkan kepalanya ke arah Minho yang berdiri di sampingnya. “Aah, M-Minho! Mianhe!”

Minho hanya menatap Seohyun bingung, mata coklatnya beralih ke arah dimana Seohyun tengah menatap seseorang yang sedari tadi diam saja, “Apa kau sedang memperhatikan Kyuhyun, Seohyun~ya?”

Pertanyaan Minho sedikit membuat Seohyun gugup.

“Aniyo, aku hanya merasa terkejut melihat kau disini bersama Kyuhyun~ah, Minho. Ini seperti kebetulan.”

“Ah, benar juga ya? Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini. Ayo duduk Seohyun~ya!” ajak Minho seraya menarik pergelangan tangan Seohyun.

Kegugupan kembali menyelimuti Seohyun saat ia duduk tepat di sebelah Kyuhyun. Dari sudut matanya, ia memperhatikan Kyuhyun yang sedari tadi diam dan menggenggam gelas Soju dengan satu tangan.

Wajahnya yang tepat di bawah lampu kedai  membuat Seohyun bisa menatap garis tegas rahangnya yang sudah mulai tampak jelas. Namun itu semua tak mengurangi pesonanya, bahkan dapat menambah pesona seorang Cho Kyuhyun dimata Seohyun saat itu juga.

“Hari ini Kyuhyun sedang merayakan keberhasilan perusahaannya.” Ujar Minho yang sontak membuat Seohyun berhenti memuja pesona seorang Cho Kyuhyun dan memutar kepalanya ke arah lain yang terdapat Minho.

“Maka dari itu sekarang dia meneraktirku, Seohyun~ya kkkk.” Minho menambahkan cengiran khasnya seperti biasa.

“Wah, jinja? Chukkae Kyuhyun~ah!” ucap Seohyun

“Hm. Gomawo.”

Ternyata masih seperti dulu-Seohyun tersenyum di dalam hati.

“Oh ya, Kyuhyun. Bagaimana dengan Seohyun~ya? Apa kau juga akan mentraktirnya?.” Tanya Miinho

“Kau ini apa-apaan, Minho~ah” sergah Seohyun cepat.

“Sudahlah Seohyun~ya, Kyuhyun sedang banyak uang malam ini. Bukan begitu Kyuhyun~ah?.” Tanya Minho.

“Ahjussi, satu mangkuk lagi untuk Seohyun~ya” kali ini Minho berseru semangat ke pemilik kimchi tersebut.

Sang pemilik kedai pun tak kalah semangat menanggapi Minho, “Segera datang.”

Kyuhyun hanya menanggapi Minho dengan keheningan. Ia tidakk berkomentar apapun, melainkan hanya menatap datar lelaki jangkung itu.

“Lihat saja isi dompetnya! Kau pasti akan ternganga dengan jumlah uangnya Seohyun~ya.” Tambah Minho masih dengan cengiran khasnya.

“Kau tau? Penghasilan Kyuhyun sekarang sudah mencukupi untuk bekal dia berkeluarga.”

Seohyun yang mendengar perkataan Minho hanya menggigit bagian dalam bibirnya karena menahan tawa. “Benarakah?”

“Hmm..” Minho menganggukkan kepalanya antusias. “Semua Yeoja yang akan menjadi istrinya pasti akan bahagia.”

Sebuah lemparan sumpit mendarat tepat di kepala Minho diiringi dengan suara kesakitan yang terdengar dari mulutnya.

“Kau ini apa-apaan huh Kyuhyun~ah ?” Minho menggerut seraya mengusap-usap kepalanya yang terkena lemparan sumpit dari Kyuhyun tadi.

“Mengajari mu sopan santun.” Jawab Kyuhyun singkat

“Yak! Apa aku salah jika menga-“

“Sudah berhenti, kalian berdua!” Seohyun dengan cepat memotong perkataan Minho. Ia sadar jika ia tidak menghentikan Minho, masalah yang kecil seperti akan menjadi masalah yang runyam.

“Kau juga Minho~ah, jangan mengatakan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan orang lain!”

“Haaaah, Seohyun~ya. Seperti biasa, kau selalu membela Kyuhyun.” Ucap Minho yang entah mengapa membuat pipi Seohyun memanas.

Kecanggungan yang tak nyaman pun terjadi diantara Seohyun dan Kyuhyun-atau mungkin hanya Seohyun saja yang merasakan hal itu karena sedari tadi Kyuhyun diam dan tidak menanggapi perkataan Minho.

“Kimchi spesial dari kedai Woojon sudah datang.” Seru pemilik kedai itu memecahkan keheningan. “Dan ini untuk mu, Minho. Kimchi spesial dengan porsi besar.”

“Waaaaah, ini pasti sangat enak.” Ucap Minho seraya mempersiapkan sumpit makannya.

Seohyun melirik Kyuhyun yang juga mulai mengambil sumpit untuk makan. Gelas Soju yang sedari tadi di pegangnya sudah kosong, namun Seohyun tidak melihat Namja sekelam malam itu menunjukkan tanda-tanda mabuk.

Jantungnya berpacu kencang saat mata itu menatapnya. Dengan cepat Seohyun memalingkan mukanya dan mengeluarkan uap panas. Dengan gerap gugup ia mulai menyumpit Kimchinya.

Sial! Kenapa kau gugup seperti ini, Seo Joohyun? Babo!

Ingatan Seohyun melayang saat detik-detik Kyuhyun kembali ke Seoul saat perjalanannya dengan Minho dari Mokpo. Sebuah insiden kecelakaan yang menyambut kedua sahabtnya itu setibanya mereka di Seoul.

Minho mengalami luka yang parah. Hampir di semua bagian tubuhnya terdapat luka yang mengerikan, di tambah lagi dengan beberapa tulangnya yang patah. Sedangkan Kyuhyun sempat mengalami kebutaan di kedua matanya, beberapa tulang rusuknya patah, dan dua organ vital di dalam tubuhnya juga mengalami kerusakan yang cukup serius. Seohyun setengah mati menahan air matanya karena tak kuasa melihat dua sahabatnya yang berada di ujung kematian itu ketika mengobati keduanya.

“Tambah!” seru Minho semangat seraya mengangsurkan mangkuk ke arah pemilik kedai kimchi itu.

Seohyun dan Kyuhyun sontak menghentikan kegiatan makannya, dan menatap kaget ke arah Minho.

“kkkkk…aku lapar, guys” lanjutnya seakan ia bisa membaca pikiran kedua orang sahabatnya.

“Aneh” kali ini Kyuhyun memilih menanggapi Minho. “Bagaimana Krystal itu bisa bertahan denganmu yang seperti ini, Minho?”

Minho mengangkat sebelah alisnya saat Kyuhyun mulai menyinggung Yeoja yang dicintainya.

“Maksudmu?”

“Dasar Babo!” bisik Kyuhyun pelan, namun baik Minho dan Seohyun dapat mendengar dengan jelas.

Melihat suasana yangn sangat ia kenali mulai terjadi, Seohyun segera menyela Minho yang akan membuka mulutnya untuk membalas ejekan Kyuhyun.

“Ya, Minho~ah. Bagaimana keadaan Krystal ? sudah lama aku tak bertemu dengannya.”

Dengan cepat Minho mengalihkan perhatiannya ke arah Seohyun. “Baik. Kudengar dari Amber, dia sedikit gugup akhir-akhir ini.” Jelasnya dengan sedikit semangat.

“Gugup ? apa dia gugup dengan pernikahan kalian yang semakin dekat ?”

Kali ini Seohyun melihat perubahan warna di pipi Minho. “Umm….itu-aku tidak tahu Seohyun~ah”

“Tidak tahu ?” goda Seohyun dengan nada yang dibuat-buat. “Bagaimana dengan mu ? apa kau juga gugup, hm? Atau kau malah sebaliknya, merasa sangat bersemangat, Minho~ah?”

“A-aku…Aahh, sudahlah Seohyun~ah! Tidak usah dibahas lagi!” jawabnya dengan cepat seraya menyumpit Kimchi yang baru saja datang dihadapannya.

“Arghh, PANAAASS!”

Seohyun tak menahan gelak tawanya lagi, ia sungguh di buat tertawa oleh kelakuan Minho dalam menghindari pertanyaan yang ia berikan. Begitu pula dengan Kyuhyun, walaupun si bungsu keluarga Cho itu tidak tertawa keras seperti Seohyun, tetapi ia menyunggingkan senyum geli yang dapat terlihat jelas oleh siapa pun.

“Kau ini pelan-pelan kalau makan.” Ucap Seohyun sekuat tenaga menahan tawanya karena melihat wajah serta bibir Minho yang memerah. “Apa kau jarang bertemu dengan Krystal, Minho?”

“Kenapa?”

“Pekerjaanku menyita banyak waktuku, jadi kesempatan kami untuk bertemu sangatlah sedikit.” Jawab Minho dengan nada yang muram.

Seaakan ingin menghibur temannya, Seohyun kembali menggoda Minho. “Ya, kenapa kau sedih? Sebentar lagi kalian akan menikah, jadi kalian tidak akan seperti ini lagi. Kau bisa bebas melepas rindu kapanpun kau mau dengan Krystal”

“Kau berkata seperti kau sendiri sudah menikah saja Seohyun~ah” ucap Minho datar

Senyum jahil yang tadi terdapat di wajah Seohyun, lenyap begitu saja digantikan wajah yang luar biasa jengkel.

“Padahal kekasihpun kau belum punya, kan?” tambah Minho seraya memakan Kimchinya.

Sebuah pukulan mendarat di kepala Minho diiringi dengan seruan dari sang pemilik pukulan. “Dasar babo! Berani sekali kau mengatakan hal itu, hah?”

“Aduh, Seohyun~ah! Neomu Appo!” pekik Minho menahan sakit. “Kau kenapa sih? Kenapa tiba-tiba berubah menjadi seperti Kyuhyun yang suka memukul kepalaku?”

“Untuk mengajarimu sopan santun” jawab Seohyun tenang seraya mulai menyumpit sisa Kimchinya.

“Huh, dasar! Harusnya kalian berdua menikah saja sana!”

Perkataan terakhir Minho membuat Seohyun hampir saja tersedak, disambarnya sebuah gelas minum yang ada di hadapannya, dan meneguknya habis.

Minho babo!-umpatnya dalam hati

Sekilas dari sudut matanya, Seohyun dapat melihat Kyuhyun tengah menatapmya tanpa arti. Namun Seohyun tak berani untuk menatap balik sepasang mata itu, melainkan terus saja melanjutkan makannya.

Kyuhyun memang sudah kembali ke Seoul lebih dari delapan tahun setelah melanjutkan studynya di Tokyo, Jepang. Namun Seohyun masih belum bisa mengenal lebih jauh sahabat sejak dia dan juga Minho berada di sekolah menengah pertama itu.

Seohyun masih belum bisa mengenal arti dari tatapan dan perilakunya. Bahkan lebih buruk, Seohyun seperti belum mengenalnya sama sekali. Kyuhyun memang sudah berubah dari seorang Cho Kyuhyun yang dulu Seohyun kenal sebagai Namja yang sangat dipujinya, dan Namja yang menjadi teman satu kelasnya bersama Minho yang memiliki ambisi yang sangat besar untuk mewujudkan semua impiannya.

Dimata Seohyun sekarang, Cho Kyuhyun yang sekarang adalah seorang Namja yang sangat berbeda. Ia merasa seperti orang lain saat bertemu dengan Kyuhyun-terlepas dari kenyataan bahwa dulu ia adalah Yeoja yang memiliki hubungan dekat dengan Kyuhyun. Dan Seohyun tidak tahu mengapa hal itu terjadi. Hanya perasaannya saja, ataukah semua yang dirasakannya itu benar.

Seohyun menghela napas frustasi memikirkan hal yang menyesakkan tersebut. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan segala pemikiran tentang Kyuhyun dari kepalanya. Ia sedikit terkejut saat ia mendengar suara berat dan dingin Kyuhyun bertanya padanya.

“Kau kenapa?”

“A-ah, Aniyo. A-aku tidak apa-apa.” Jawab Seohyun dengan nada gugup yang tidak sanggup ia sembunyikan.

“Kau sakit, Seohyun~ya?” kali ini Minho yang bertanya kepadanya-dan Seohyun bersyukur karena pertanyaan Minho dapat membuatnya memalingkan muka dari Kyuhyun. “Kau pusing?”

“Aniyo Minho~ah, aku tidak apa-apa. Aku hanya memikirkan tugas di tugas di rumah sakit.” Dusta Seohyun.

“Hmm…baguslah. kukira kau sakit”

Seohyun hanya tersenyum menanggapi kekhawatiran Minho. Dari dulu selalu begitu, Minho selau baik kepadanya. Itulah mengapa Seohyun menganggap Minho sebagai saudaranya sendiri.

“Apa makan malam anda sudah selesai, Tuan Presdir?” sebuah suara yang terdengar di belakang mereka, membuat tiga orang sahabat itu menolah ke arah datangnya suara.

Minho menghela napas pelan menanggapi Sekertaris yang saat ini berdiri di depan kedai itu. “Ya baru saja selesai. Ada apa?”

“Mianhe Tuan Presdir, tapi pekerjaan yang harus anda selesaikan masih menumpuk.” Ucap Sekertaris dengan jas hitam yang melekat di tubuhnya.

“Ya ya ya, aku akan segera kembali.” Sahut Minho malas. “Kyuhyun, kau bayar semuanya ya?” seru Minho kembali seraya pergi meninggalkan Kyuhyun dan Seohyun di kedai itu. “Annyeong Seohyun~ya”

“Annyeong…..” Sahut Seohyun

Keheningan yang tak nyaman kembali menyelimuti Seohyun ketika Minho mengikuti sekertaris tadi untuk kembali ke kantornya. Ia bergerak gelisah di tempat duduknya, sedangkan Kyuhyun lebih memilih untuk diam dan memperhatikan gelas Soju yang sudah terisi kembali yang berada di tangannya.

Seohyun ingin sekali memecah keheningan ini dengan berbasi-basi dengan Kyuhyun, tapi ia bingung harus memulai dari mana. Selalu saja seperti ini. Entah mengapa ia merasa takut jika harus mengajak Kyuhyun berbica berdua. Atau-bagian lain dari hatinya berpikir-aku takut karena dulu Kyuhyun pernah mencoba membunuhku? Karena aku terus mengajaknya berbicara saat hatinya sedang tidak ingin di ganggu dengan mengacukan sebuah pisau di hadapan ku

 

Ani! Ani! Jangan berpikir yang bukan-bukan, Seohyun!-tubuhnya bergetar saat pikiran itu terlintas dalam pikirannya. Ia merasa bahwa Kyuhyun benar-benar membencinya dan sama seklai tidak menganggapnya teman.

“Kau sudah selesai dengan makanmu?” tanya Kyuhyun yang melihat Seohyun yang sendari tadi diam.

Lagi-lagi Seohyun hampir saja terlonjak kaget saat Kyuhyun bertanya kepadanya. Namun kali ini Seohyun dapat mengatasinya, dan menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan lebih tenang

“Ya, aku sudah selesai Kyuhyun~ah. Kau sendiri?”

“Aku juga sudah selesai” jawab Kyuhyun datar. “Kita pulang sekarang?”

Seohyun menganggukkan kepalanya. “Kau tunggulah aku di luar” ucapnya seraya keluar dari kedai Kimci tersebut.

Seohyun menghirup udara di luar kedai dengan sedikit kesulitan. Kegugupannya masih belum sepenuhnya hilang. Ia pun memilih untuk menatap langit malam yang bertabur bintang sembari menunggu Kyuhyun membayar semua makanan yang mereka pesan tadi.

“Apa yang sedang kau perhatikan?” tanya Kyuhyun saat keluar dari kedai itu.

Seohyun menolehkan kepalanya, ia tersenyum manis kepada Kyuhyun. Entah apa yang membuatnya seperti itu. “Melihat bintang” jawabnya sedikit antusias. “Mereka semua sangat indah, bukan. Kyuhyun~ah?”

Namun Kyuhyun lebih memilih untuk diam, Namja itu sama sekali tak menanggapi perkataan Seohyun dan hanya menatapnya dengan pandang yang sama sekali tak dapat Seohyun artikan. Dan Seohyun menyadari itu, senyuman yang tadi ia tampakan lenyap.

“Mau pulang sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Eh-“ Seohyun mengerjapkan kaget saat Kyuhyun bertanya seperti itu, ia baru sadar saat Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju arah Apartemen milik Seohyun yang kebetulan tak jauh dari kedai itu.

“Kajja” ajak Kyuhyun seraya terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya.

“N-Ne” seru Seohyun menyamai langkah panjang Kyuhyun.

Saat berjalan disamping Kyuhyun, Seohyun kembali memperhatikan Kyuhyun dari sudut matanya. Namja itu terus  saja berjalan dengan tatapan lurus ke depan. Seohyun sangat senang jika melihat wajah Kyuhyun dengan jarak sedekat ini.

Tunggu, apa yang baru saja kupikirkan?

Seohyun memalingkan wajahnya karena tidak ingin Wajahnya memerah terlihat oleh Kyuhyun. Ia terus saja memperhatikan sisi jalan sebelum ia menyadari bahwa yang ia lakukan saat ini malah akan terlihat bodoh.

“Bagaimana kabarmu, Kyuhyun~ah?” tanya Seohyun dengan keberanian yang sudah ia kumpulkan sebanyak mungkin.

“Baik, seperti yang kau lihat” jawab Kyuhyun tanpa memandangnya

Babo! Kenapa bertanya pertanyaan yang tidak penting seperti itu, Seohyun? Kau benar-benar babo!-runtuk Seohyun dalam hati

“Bagaiman dengan pekerjaan mu?” tanya Seohyun lagi untuk menutupi pertanyaannya –yang menurutnya bodoh-yang pertama

Kyuhyun tak terlalu menanggapinya lagi, Namja itu hanya menarik ujung bibirnya sedikit untuk menunjukkan bahwa ia merespon perkataan Seohyun.

Sepanjang perjalanan, mereka tak banyak saling berbicara. Hanya pertanyaan-pertanyaan kecil yang ditanyakan Seohyun untuk memecahkan keheningan di antara mereka. Dan Kyuhyun-pun sepertinya juga tidak ingin membuka mulutnya untuk membuka perbincangan seperti apa yang di lakukan Seohyun sampai mereka tiba di depan apartemen Seohyun.

“Sudah sampai” ujar Seohyun. “Gomawo atas Kimchinya, Kyuhyun~ah”

“Hmm”

“Jaljayo…”

Seohyun baru saja akan meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya, sebelum Kyuhyun memanggil namanya, membuatnya menoleh kembali.

“Waeyo, Kyuhyun~ah?” tanya Seohyun heran.

Namun Kyuhyun memilih diam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Seohyun. Dilihat dari raut wajahnya, Seohyun dapat memastikan kalau Kyuhyun sedang memikirkan sesuatu yang sulit untuk di ucapkan.

“Ada sesuatu yang mengganggumu Kyuhyun~ah?” tanya Seohyun lagi

“Menikahlah denganku” ucap Kyuhyun datar

Mata bulat Seohyun melebar seketika, bibirnya sedikit terbuka saat Kyuhyun mengatakan itu. Ia tidak percaya-bukan, ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang Kyuhyun ucapkan. Terlebih la sangat jarang bertemu dengan Kyuhyun, pertemuan terakhir dengan Kyuhyun terjadi hampir satu tahun yang lalu saat mereka bertemu di acara pertunangan Minho dan Krystal. Dan sekali bertemu, Kyuhyun dengan tiba-tiba mengatakan hal yang sama sekali tidak Seohyun duga.

“K-kau bercanda Kyuhyun~ah?” tanya Seohyun seolah ingin memastikan perkataan Kyuhyun yang baru saja ia dengar

“Aniyo” Jawab Kyuhyun singkat

Seohyun merutuki pertanyaannya yang bodoh. Kyuhyun jelas-jelas tidak akan pernah bercanda. Tapi untuk apa Kyuhyun mengatakan hal itu?

“Kau melamarku?”

“Hmm”

“Ta-tapi…” Seohyun menghentikan perkataannya untuk mengambil napas yang entah mengapa terasa sangat sulit. “Tapi kenapa, Kyuhyun~ah ? ke-kenapa kau kau melamarku secara tiba seperti ini?”

Kyuhyun mengambil waktu untuk berpikir lagi sebelum menjawab pertanyaan Seohyun. “Aku ingin ada yang meneruskan perusahaan ku kelak”

Seohyun merasa seperti sebuah pukulan yang terasa sangat nyata di bagian bahwa perutnya, dan membuatnya tersadar seketika.

Jadi…untuk perusahaan

 

Dengan susah payah mengumpulkan keberanian untuk mengambil resiko, Seohyun kembali bertanya. “Apa kau… mencintaiku, Kyuhyun~ah?”

Seohyun dapat melihat perubahan raut wajah Kyuhyun yang tadi tenang, menjadi sedikit terkejut. Seohyun sendiri tidak tahu mengapa ia bisa bertanya seperti itu. Memastikan sesuatu? Entahlah, mungkin benar. Seohyun ingin memastikan kalau Kyuhyun melamarnya bukan karena Namja itu hanya ingin membangun Perusahaan-nya saja, tetapi juga memiliki perasaan yang lebih terhadap Seohyun sendiri.

“Aku hanya ingin ada yang meneruskan perusahaan ku kelak. Hanya itu.”

Jawaban yang diberikan Kyuhyun jelas bukanlah jawaban yang diinginkan Seohyun. Namun dengan jawaban itu, Seohyun dapat mengerti apa yang Kyuhyun pikirkan tentang dia.

Dia benar-benar tidak mencintaiku−batin Seohyun miris.

“Kenapa kau memilihku?” tanya Seohyun mencoba untuk memastikan lagi benar atau tidaknya apa yang baru saja ia pikirkan. “Masih banyak Yeoja lain, bukan?”

“Kau adalah orang yang paling tepat, dan kau adalah satu-satunya wanita yang memiliki hubungan paling dekat denganku,” jelas Kyuhyun masih dengan nada datar yang tidak beubah. Ia berbicara seolah ini adalah topik yang sering ia bicarakan dengan siapapun.

Seohyun dapat merasakan kedua lututnya bergetar. Ia ingin menangis saat itu juga. Hatinya terasa sakit karena mengetahui niat Kyuhyun melamarnya. Bukan karena Namja itu mencintainya, melainkan karena Namja itu hanya ingin ada yang meneruskan perusahaannya kelak. Dan hatinya terasa lebih sakit lagi saat mengetahui pria itu tidak pernah menyadari perasaan cintanya yang terus berkembang sampai saat ini.

“Pikirkan baik-baik, Seohyun,” ucap Kyuhyun seraya membalikkan tubuhnya. “Jika kau tidak mau juga tidak apa-apa. “

Bayangan Kyuhyun perlahan-lahan hilang di keremangan malam, disusul dengan menetesnya cairan hangat dari kedua mata Seohyun yang sedari tadi ia tahan. Seohyun tidak tahu harus senang ataukah sedih saat ini. Ia senang karena Kyuhyun mempercayainya, dengan begitu ia bisa meraih apa yang paling ia inginkan untuk hidupnya selama ini. Namun sebagian besar dari hatinya terasa hancur mendengar penuturan Kyuhyun. Ia bingung dengan perasaannya sendiri, dan yang membuatnya lebih bingung lagi adalah jawaban apa yang akan ia katakan terhadap Kyuhyun atas lamarannya yang dilakukan Namja itu secara tiba-tiba.

Aku mencintaimu, Kyuhyun~ah. Sangat mencintaimu. Tapi mengapa kau tak pernah memahaminya sedikitpun?

 

[TBC]

355 Tanggapan to “LOVE ME [ CHAPTER 1 ]”

  1. Sakina A F Oktober 18, 2016 pada 3:41 pm #

    anyeong… readers baru nih… baru nemu ff ini maksudnya hihihihi ijin lanjut baca ya thor….. SEMANGAT buat bikin cerita² menarik lainnya….

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: