LOVE ME [ CHAPTER 4 ]

27 Nov

love me

Judul/Title : Love Me 

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it😉

Length : 1 of …………….

Genre : Romance, Sad, Family.

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* aku bawa ff lanjutan Love Me lagi nih

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

 

 

 

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

 

 

 

Seohyun selalu berharap suaminya menikahinya karena memang mencintainya. Bukan hanya untuk perusahaan-nya.

.

.

LOVE ME

CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3

.

.

.

Kamar itu masih sama heningnya seperti saat Seohyun pertama kali memasukinya beberapa jam yang lalu. Sinar rembulan yang lembut secara langsung menyinari tubuhnya yang sedang duduk di sofa melalui jendela kaca besar yang sengaja dibiarkannya terbuka. Sedari tadi ia hanya duduk seraya menyisir pelan rambut panjangnya. Sedangkan mata bulatnya hanya menatap kosong ke arah langit malam yang bertaburan dengan bintang.

Ia melamun.

Hembusan angin malam yang masuk melalui jendela itu membuat Seohyun tersadar dari lamunannya. Dengan sedikit merapatkan baju tidurnya karena kedinginan, wanita itu berdiri untuk menggeser jendela besar yang juga berfungsi sebagai pintu untuk menuju balkon kamar itu.

Kamar dimana Seohyun berada sekarang adalah kamar yang akan ditempatinya dengan Kyuhyun sebagai sepasang suami istri. Sebuah kamar yang cukup luas yang berada di lantai atas kediaman Kyuhyun. Jika dilihat dari semua barang serta perkakas yang ada di sana, Seohyun dapat menyimpulkan kalau kamar itu adalah kamar Kyuhyun sendiri di rumah itu.

Seohyun menghela napas pelan, malam ini adalah malam pengantinnya dengan Kyuhyun. Malam dimana ia menyerahkan mahkota termahalnya untuk suaminya. Namun saat ini ia tidak mau berharap lebih akan sentuhan suaminya. Segala yang terjadi saat acara pernikahannya tadi, membuat hatinya menciut.

Seohyun menolehkan kepalanya untuk mencari letak jam dinding yang sedari tadi berdetak. Sudah tengah malam, pikirnya. Acara pernikahannya memang sudah berakhir pada siang hari, namun beberapa orang terdekatnya dengan Kyuhyun seperti Minho, Changmin, serta Yesung, lebih memilih untuk tetap tinggal lebih lama dan membuat pesta untuk mereka sendiri. Tapi sudah lebih dari dua jam yang lalu Seohyun tidak mendengar suara apapun dari lantai bawah rumah itu. Seharusnya semua tamunya sudah pulang, bukan? Tapi mengapa suaminya masih belum menunjukkan batang hidungnya sampai saat ini? Berbagai pertanyaan yang muncul dalam benaknya saat ini semakin membuat Seohyun tertekan dengan berbagai spekulasi yang ia buat sendiri.

Kyuhyun tidak akan mencintaimu, Seohyun. Tidak sampai kapan pun.’

Kalimat itu seperti terngiang-ngiang dalam otak Seohyun. Dengan perlahan namun pasti, kalimat itu dapat meruntuhkan segala tekad Seohyun untuk membuat Kyuhyun mencintainya. Meruntuhkan segala tekad Seohyun untuk mencari kebahagiaan dari seorang suami yang sangat dicintainya.

Tak ingin semakin tenggelam dari pemikiran menyesakkan tentang suaminya, Seohyun beranjak dari pintu balkon kamarnya, dan berjalan menuju ranjang tempat tidur. Wanita itu mendudukkan dirinya di salah satu sisi ranjang. Tangannya mengusap pelan sisi lain dari ranjang itu. Sisi di mana seharusnya suaminya tidur satu ranjang bersamanya sekarang.

Rasa kantuk dan lelah yang sedari tadi dirasakan Seohyun seperti tidak dapat dipertahankan lagi olehnya. Ia pun beranjak naik ke tempat tidur, membaringkan tubuhnya, dan menarik selimut setinggi dadanya. Dalam hati ia berpikir jika memang bukan malam ini waktunya, tak apa. Seohyun tidak akan menangis sebagaimana yang ia lakukan tadi siang.

.

.

Sinar matahari pagi yang masuk melalui jendela kaca di kamar itu membuat salah seorang yang tengah bergelung di bawah selimut sedikit menggeliat karena terganggu. Matanya yang sedari tadi menutup, dengan perlahan terbuka dan menampakkan sepasang bola mata berwarna Hitam pekat. Dengan menggumamkan sesuatu yang tidak jelas, Seohyun kembali menutup matanya dan menghadap ke sisi ranjang di sampingnya. Wanita itu berniat menghindari sinar matahari yang mengganggu tidurnya dan melanjutkan tidurnya. Namun sebelum matanya benar-benar kembali menutup, Seohyun dikejutkan dengan sosok yang berada di sampingnya. Sosok itu adalah suaminya.

Kyuhyun tidur dengan posisi terlentang. Rambut coklatnyanya terlihat sedikit berantakan. Wajahnya terarah ke sisi lain yang tidak bisa Seohyun lihat, sehingga Seohyun hanya bisa melihat garis rahang dan lehernya dengan jelas. Entah mengapa melihat suaminya seperti ini membuat Seohyun tidak bisa menahan dirinya untuk menyentuh dan mengusap garis rahang suaminya. Seohyun mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Kyuhyun. Namun sebelum telapak tangannya benar-benar menyentuh kulit suaminya, sesuatu menahannya dan mengurungkan niatnya. Sebagai gantinya, Seohyun mencengkeram bagian dadanya. Hatinya mencelos saat merasakan baju tidurnya masih terpasang di tubuhnya.

Jadi… semalam Kyuhyun tidak menyentuhku?

Seohyun menghela napas pelan, pandangannya kini kembali teralih pada suaminya yang tengah terbuai dalam alam mimpi. Sebisa mungkin Seohyun mencari tahu apa yang sedang direncanakan suaminya saat ini.

Apa yang sebenarnya kau inginkan, Kyuhyun~ah? Kau mengingkan perusahaan-mu, bukan? Tapi mengapa saat ini kau menjadi sangat membingungkan?

Dengan kembali menghela napas pelan, Seohyun beranjak dari tempat tidur dan bergegas untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Ia tidak mau berlama-lama berpikir yang bukan-bukan. Ia dan suaminya masihlah seorang pasangan suami isrti yang baru saja menikah, dan ia tidak mau jika rumah tangganya goyang karena masalah waktu. Benar. Ini semua adalah masalah waktu sampai suaminya benar-benar mencintainya dan mendatanginya sebagaimana tugas seorang suami yang sesungguhnya, pikirnya positif.

.

Setelah membersihkan diri, Seohyun segera bergegas turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya dan untuk dirinya sendiri. Ini adalah kesempatan awalnya untuk menunjukkan bahwa ia juga seorang istri yang bisa diandalkan. Maka dari itu, sebisa mungkin Seohyun menyiapkan yang terbaik untuk sang suami pada kesempatan awal ini.

Seohyun hanya memasak dengan bahan seadanya saja, mengingat memang tidak banyak bahan makanan yang tersedia dalam kotak penyimpanan bahan makanan di rumah itu. Ia sadar selama ini suaminya hanya hidup sendiri, jadi wajar jika tidak banyak bahan makanan yang tersedia di rumah itu. Dan sepertinya nanti ia harus berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga. Lagipula hari ini ia masih libur kerja, pikir Seohyun.

Suara seperti orang yang menuruni tangga terdengar tepat saat Seohyun menghidangkan masakan terakhirnya di meja. Sedikit rasa gugup melandanya. Ia takut kalau masakannya tidak sesuai dengan harapannya. Walaupun ia sudah banyak belajar tentang memasak, tetap saja ia merasa gugup jika dalam kondisi seperti ini. Dan ketika mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, kegugupan Seohyun semakin menjadi-jadi. Ia memutuskan untuk membalikkan tubuhnya menghadap ke ke tempat pencucian piring, dan kembali mencuci mangkuk yang tadi sudah ia cuci.

Bodoh!− rutuknya dalam hati.

Annyeong.”

Sapaan dari Kyuhyun hampir saja membuat Seohyun  menjatuhkan mangkuk yang ia pegang. Ia pun meletakkan mangkuk yang ia pegang, dan berbalik untuk membalas sapaan suaminya.

Annyeong−

Ucapan Seohyun terhenti begitu saja saat ia melihat sosok suaminya yang tengah duduk di depan meja makan rendah di dapur itu. Kyuhyun kini mengenakan Jas, kemaja dan apapun yang biasanya di kenakan orang yang hendak pergi ke kantor.

“Apa hari ini kau akan bekerja, Kyuhyun~ah?”

“Hmm,” sahut Kyuhyun datar.

Seohyun merasakan hampa dalam hatinya secara tiba-tiba ketika mendengar jawaban Kyuhyun. Ia dan Kyuhyun adalah pasangan suami istri yang baru saja menikah, apakah sahabatnya yang sekarang menjadi Presdir itu tidak mengerti keadaannya sekarang sehingga tetap menyuruhnya bekerja mengurus kerja sama mereka di kantor pada saat sehari setelah mereka menikah?

“Pekerjaan ini sudah aku terima sejak lama, jadi bagaimana pun juga aku harus menjalankannya,” jawab Kyuhyun seakan ia dapat membaca pikiran istrinya.

Seohyun menganggukkan kepalanya kaku mendengar penjelasan Kyuhyun. Seberat apapun ia menerima pernyataan itu, ia tidak bisa menghalangi kewajiban suaminya sebagai seorang Presdir di kantornya. Dengan perlahan, Seohyun duduk tepat di depan Kyuhyun.

“Apa setelah ini kau akan ke rumah sakit?” tanya Kyuhyun seraya mulai mengambil nasi ke dalam mangkuknya.

Dengan perlahan, Seohyun meraih mangkuk yang berada di tangan Kyuhyun. “Biar aku yang ambilkan,” ucapnya dengan sebuah senyum tulus yang tergambar jelas di bibirnya. “Hari ini aku masih libur, jadi aku tidak akan ke rumah sakit. Mungkin hari ini aku akan ke apartemen untuk mengambil sisa barang dan pakaianku yang masih ada di sana.”

Kyuhyun hanya terdiam memandangi perlakuan istrinya. Tatapan mata pria itu tidak beralih sedikit pun dari sosok istrinya yang kini tengah menyiapkan makanan untuknya.

“Ini, Kyuhyun~ah.” Seohyun meletakkan mangkuk Kyuhyun yang kini telah terisi makanan tepat di depan Kyuhyun. “Bahan makanan yang tersedia di dalam kotak penyimpanan hanya ada ini semua, jadi aku tidak bisa memasakkan yang lebih untukmu hari ini.”

“Gwenchanayo.”

Mendengar jawaban singkat Kyuhyun tidak lantas menyiutkan hati Seohyun, wanita itu malah menampakkan senyum cerianya. “Tapi aku berjanji akan memasakkan mu lebih dari ini lain kali,” ucapnya seraya menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.

Kyuhyun kembali terdiam beberapa saat untuk memandang Seohyun, sebelum ia mulai memakan makanannya. “Hmm. Selamat makan.”

Selamat makan,” sahut Seohyun tak kalah ceria dari sebelumnya.

Mereka berdua pun melewati sarapan pagi pertama mereka sebagai sepasang suami istri dalam kesederhanaan. Walaupun tak banyak yang mereka bicarakan, tapi Seohyun benar-benar menikmati peran barunya menjadi istri Kyuhyun.

Mmm, Kyuhyun~ah?” ucap Seohyun di tengah sarapan mereka.

“Hmm?”

“Kapan kau pulang dari bisnis mu ini?”

Kyuhyun mengambil waktu sejenak untuk minum sebelum menjawab pertanyaan Seohyun. “Aku tidak tahu pasti. Mungkin paling cepat satu minggu.”

Seohyun terdiam mendengar jawaban suaminya. Ia kemudian menundukkan kepalanya kembali untuk melanjutkan makannya.

Kenapa seminggu? Lama sekali.

“Seminggu ya?” gumam Seohyun pelan kepada dirinya sendiri.

“Waeyo?”

Pertanyaan Kyuhyun dengan telak membuat Seohyun mengangkat kepalanya untuk kembali memandang suaminya.

“An−Aniyo, Kyuhyun~ah. Gwenchanayo,” jawab Seohyun gelapan.

Seohyun jelas berdusta dengan perkataannya. Tidak ada yang ‘tidak apa-apa’ dalam hatinya. Malah sebaliknya, ia merasa akan sangat kesepian jika harus ditinggal Kyuhyun di rumah ini sendirian selama seminggu. Membayangkannya sekarang saja rasanya sudah membuat dada Seohyun sesak.

Kyuhyun sudah menyelesaikan sarapannya. Namun ia tidak lantas langsung pergi menjalankan tugasnya, pria itu hanya duduk diam seraya terus memandangi sosok istrinya yang sedang menghabiskan sarapannya. Seohyun jelas tahu bahwa suaminya kini tengah memandanginya, namun ia bersikeras untuk tidak menatap balik suaminya. Entah karena apa.

Seohyun menghentikan kegiatannya saat merasakan sesuatu menyentuh salah satu tangannya di meja makan. Mata bulatnya segera beralih ke arah suaminya duduk.

“Apa ini?”

“Gunakan itu untuk membeli semua keperluan rumah tangga kita.”

Tanpa diberitahu apa isinya pun, kini Seohyun sudah menyadari apa yang diberikan oleh suaminya saat ini.

“Ne.” Seohyun meraih amplop itu dengan senyum yang terpancar di wajahnya.

“Baiklah, aku berangkat.”

Kyuhyun bangkit dari duduknya, dan meraih Jas-nya yang sedari tadi tergeletak di meja makan. Pria itu berjalan tanpa menoleh lagi ke arah istrinya yang tengah bingung harus berbuat apa.

Yang selama ini Seohyun tahu dari sahabatnya,−Sooyoung− jika Changmin akan berangkat bekerja, Sooyoung selalu mengantarkan Changmin sampai di depan rumah mereka seraya terus menggelayut manja di lengan Changmin. Bahkan Seohyun pernah melihat pasangan suami istri itu berciuman mesra sebelum Changmin benar-benar pergi. Tapi hal yang dialami Seohyun sekarang benar-benar berbeda dari Sooyoung. Seohyun ingin sekali melakukan hal seperti yang dilakukan Sooyoung. Sangat ingin. Namun sebuah halangan yang sangat besar membuat hatinya menciut untuk melakukan hal-hal yang mesra dengan suaminya.

Seohyun masih saja bergelut dengan pikirannya ketika Kyuhyun mulai duduk dan memasang alas kaki di depan pintu rumah. Dengan segenap keberanian yang ia kumpulkan, Seohyun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju arah Kyuhyun yang baru saja selesai dengan kegiatannya. Ia bertekad akan melakukan hal ini walau dengan konsekuensi Kyuhyun menolaknya, memarahinya karena kurang ajar dengan tiba-tiba menciumnya, ataupun mengacuhkannya begitu saja.

“Kyuhyun~ah?” panggil Seohyun ragu.

Kyuhyun menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya ke arah sang istri yang berjalan mendatanginya. Pria itu tidak menyahuti panggilan Seohyun, namun mata hitamnya menunjukkan sekali kalu ia merespon panggilan istrinya dan menunggu apa yang akan dilakukan istrinya setelah ini.

Seohyun semakin mendekati Kyuhyun sampai ia berdiri tepat di depan suaminya. Kakinya masih menapak di lantai kayu rumah, sehingga tingginya sekarang sepadan dengan suaminya.

Ayo, Seohyun! Lakukan sekarang!

Hal inilah yang paling ditakuti Seohyun. Keberaniannya yang ia kumpulkan banyak-banyak tadi hilang begitu saja saat menatap kedua bola mata Kyuhyun yang tepat berada di depan matanya. Entah mengapa Seohyun menjadi lemah jika mentap kedua bola mata hitam Kyuhyun. Ia selalu merasa luluh dan terhipnotis oleh tatapan mata suaminya itu.

“Ada apa?”

Pertanyaan Kyuhyun membuat Seohyun tersadar dari pemikirannya sendiri. Dengan sedikit gelapan, Seohyun menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“A−aku… Hanya…” Perkataan Seohyun menggantung di bibirnya. Ia tidak tahu harus berkata apa sekarang. Maka ia pun memilih untuk tidak melanjutkan kalimatnya karena ia berpikir pasti Kyuhyun juga akan tidak terlalu menggubris kalimatnya. “Sudahlah, itu tidak penting.”

“Hanya apa?”

Seohyun merasa semakin bingung sekarang. Di satu sisi ia bingung harus mengatakan apa, namun di satu sisi ia lebih bingung dengan sikap Kyuhyun. Tidak biasanya Kyuhyun mendesaknya seperti ini. Menurutnya selama ini Kyuhyun adalah orang yang benar-benar tidak peduli dengan sesuatu yang menurutnya tidak penting.

“…berhati-hatilah.” Akhirnya hanya kata itu yang bisa Seohyun ucapkan kepada suaminya. Dalam hati, Seohyun benar-benar mengutuk dirinya yang sangat pengecut dalam hal ini.

Kyuhyun tidak langsung menanggapi ucapan istrinya. Ia terdiam untuk beberapa saat sebelum sebuah kata yang tidak Seohyun bayangkan keluar dari bibirnya. “Ya. Kau juga jaga dirimu baik-baik.”

Kali ini adalah giliran Seohyun yang terdiam. Wanita itu terus saja terdiam seraya memandangi punggung suaminya yang mulai keluar dari pintu rumah.

“Aku berangkat, Seohyun.” Kalimat terakhir Kyuhyun hilang bersama sosoknya.

Seohyun benar-benar tertegun. Sikap Kyuhyun pagi ini menunjukkan kejanggalan walaupun tidak terlalu besar. Namun Seohyun merasa ada sedikit harapan lagi yang mengisi hatinya untuk membuat Kyuhyun mencintainya setelah ia hampir berputus asa. Ia harus bisa, dan memang pasti bisa membuat Kyuhyun mencintainya, pikirnya.

.

.

.

Pagi ini adalah hari ke-empat Seohyun menjadi istri dari seorang Cho Kyuhyun. Dan pagi ini pula adalah hari ke-empat Kyuhyun meninggalkannya sendirian di rumah untuk menjalankan misi.

Saat ini Seohyun sedang berada di pusat perbelanjaan Seoul. Hari ini adalah hari terkahir liburnya sebagai seorang Dokter di Seoul Hospital. Maka dari itu, Seohyun ingin memanfaatkannya dengan berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangganya.

Sebuah tepukan di bahunya membuatnya menoleh saat ia berada di sebuah toko ikan. Seohyun pun membalikkan tubuhnya, dan terkejut melihat sosok wanita bercepol yang memamerkan senyum cerianya.

“Taeyeon~ah?” seru Seohyun riang.

“Hai, Seohyun,” sahut Taeyeon seraya memeluk Seohyun. “Apa kabar?”

Seohyun membalas pelukan Taeyeon dengan erat. “Baik. Bagaimana denganmu? Sudah lama kita tidak bertemu.”

“Aku juga baik.” Taeyeon mengarahkan pandangannya ke arah keranjang belanja yang berada dalam genggaman Seohyun. “Kau sibuk, ya?”

“Tidak juga. Aku sudah selesai dengan belanjaku.”

“Bagaimana kalau kita minum teh bersama? Sudah lama aku tidak mengobrol denganmu, Seohyun.”

Seohyun terkekeh pelan mendengar ajakan Taeyeon. “Tentu.”

“Kajja.”

Taeyeon segera menarik lengan Seohyun untuk keluar dari toko ikan itu. Mereka berjalan bersama menyusuri pusat perbelanjaan Seoul di pagi hari yang cerah itu dengan berbagai obrolan kecil. Langkah kaki mereka menuju sebuah kedai teh yang tidak jauh dari letak toko ikan dimana mereka tadi bertemu.

“Kau baru pulang dari tugas mu merawat di Mokpo, ya?” tanya Seohyun membuka pembicaraan seraya duduk di salah satu bangku yang berada di pojok kedai teh itu.

Taeyeon menganggukkan kepalanya. Air mukanya yang tadi selalu terlihat ceria, tiba-tiba menjadi terlihat sedikit murung. “Seohyun, Mianhe”

Kedua alis Seohyun terpaut mendengar permintaan maaf Taeyeon secara tiba-tiba. “Untuk apa meminta maaf, Taeyeon~ah?”

“Aku tidak bisa hadir pada hari pernikahanmu.”

“Kenapa minta maaf?” Seohyun tersenyum geli melihat Taeyeon menundukkan kepalanya. “Aku sudah tahu semuanya dari Tiffany~ah”

“Tiffany sudah memberitahumu?”

Seohyun menganggukan kepalanya.

“Ya. Saat itu aku harus mengobati beberapa orang yang terserang virus aneh di Mokpo, dan baru pulang kemarin sore.”

“Sepertinya kau masih menikmati peranmu sebagai seorang Perawat walaupun sudah menjadi seorang istri.”

Taeyeon hanya menanggapi perkataan Seohyun dengan sebuah senyuman simpul. Seketika itu pula, datang seorang pelayan dengan membawa nampan yang berisi dua gelas yang masih mengepulkan uap hangat, dan dua buah piring yang berisi teh hijau.

“Gomawo,” ucap Seohyun kepada pelayan itu sebelum pelayan itu pergi dari bangku tempat ia dan Taeyeon duduk.

“Bagaimana denganmu, Seohyun?”

“Hm?”

“Apa kau masih menikmati peranmu sebagai seorang Dokter? Atau kau malah berniat untuk menjadi sorang ibu rumah tangga sepenuhnya?”

Seohyun meminum sedikit mminumannya sebelum menjawab pertanyaan Taeyeon. “Aku rasa aku akan tetap menjadi seorang Dokter sampai peranku sebagai ibu rumah tangga benar-benar harus dilakukan.”

Taeyeon memasukkan satu buah anggur ke dalam mulutnya sebelum kembali bertanya kepada Seohyun. “Sepertinya kau sangat jatuh cinta kepada pekerjaanmu, eh?”

“Memang.”

“Yah, teruslah menjadi seorang Dokter, Seohyum. Dengan begitu aku tidak akan repot-repot mencari Dokter ketika aku sedang sakit.” Taeyeon mengambil napas sebelum kembali melanjutkan perkataannya. “Lagipula jika berobat denganmu tidak perlu membayar ongkos perawatan, kan?”

“Ya! Kau juga seorang Perawat mengapa tak mengobati diri mu sendiri eoh”

Kedua wanita itu pun tertawa bersama.

“Oh, ya Seohyun. Sebentar lagi ujian medis akan segera diadakan, maukah kau mengajari medis dasar kepada salah satu muridku? Kukira hal itu akan berguna.”

“Tentu saja, Taeyeon~ah. Siapa dia? Gadis dari keluarga Jung, kah?”

Taeyeon menganggukkan kepalanya. “Walaupun aku tidak yakin dia memiliki bakat dalam hal medis, tapi setidaknya aku ingin dia memahaminya.”

Seohyun mengambil satu anggur dan menggigitnya. “Ngomong-ngomong, dimana ujian medis -nya diadakan?”

“Di sini. Dan akan dilaksanakan setelah pernikahan Minho.”

Seohyun menganggukkan kepalanya paham. Berarti ujian medis akan dilaksanakan dalam waktu dekat, mengingat pernikahan Minho dan Krystal yang hanya menghitung beberapa hari.

“Apa peserta ujian medis kali ini sangat banyak?” tanya Seohyun.

“Sepertinya begitu. Karena ujian medis kali ini tidak membatasi jumlah peserta yang akan diikutkan. Dan Busan adalah desa dengan peserta terbanyak dalam ujian medis kali ini. Kudengar Yoona sampai ikut turun tangan.”

“Berarti Yoona akan datang ke Seoul?”

Seohyun kembali menganggukkan kepalanya. “Ya, dan mungkin dia akan datang beberapa hari lagi.”

Seohyun paham mengapa Yoona memilih untuk datang lebih cepat. Alasannya tidak lain adalah untuk menghadiri pernikahan Minho yang juga adalah sahabatnya.

“Tidak terasa, ya? Regenerasi berlangsung begitu cepat,” ucap Taeyeon.

Seohyun menganggukkan kepalanya setuju mendengar ucapan Taeyeon

“Rasanya baru kemarin Kau, aku, Yoona, Tiffany, dan Sooyoung mengikuti ujian medis”

.

.

.

.

Petang itu Seohyun sedang berkutat di dapur rumahnya. Pekerjaannya hari ini di rumah sakit tidak terlalu banyak sehingga ia bisa pulang dari rumah sakit lebih cepat. Maka dari itu, ia memilih untuk mencoba resep baru yang baru saja ia dapatkan dari Krystal, dan sekaligus melatih kemampuannya dalam hal memasak untuk mengisi waktu senggang.

Seohyun yang terlalu sibuk dalam kegiatannya menyiapkan makan malam sama sekali tidak menyadari jika suaminya tengah memperhatikannya dari belakang. Pria itu hanya berdiam diri memandangi kegiatan Seohyun yang bolak-balik melangkahkan kakinya untuk mengambil bahan makanan. Tak ada niat sedikit pun yang terlintas di dalam otaknya untuk mengusik kesibukan istrinya yang entah mengapa sedikit menarik perhatiannya.

“Baik, setelah ini hanya tinggal memasaknya beberapa menit,” ucap Seohyun seraya mengusapkan kedua telapak tangannya pada apron yang ia kenakan. Seohyun menghela napas lega melihat masakannya hampir selesai. Wanita itu berniat untuk menyiapkan berbagai mangkuk dan piring, sebelum kemudian mata bulat itu menyadari sosok yang ia rindukan lebih dari seminggu ini tengah berdiri tepat di pintu dapur dan memandanginya. “Kyuhyun?”

Kyuhyun yang sedari tadi diam memandangi Seohyun, kali ini membalasnya dengan sebuah senyuman yang sangat tipis.

Seohyun segera mendekati Kyuhyun tanpa perlu melepaskan apron-nya terlebih dahulu. “Kapan kau datang? Kenapa aku tidak menyadarinya?”

“Baru saja.”

Seohyun menghela napas pelan. Ia berpikir mungkin suaminya masih tidak terbiasa untuk mengucap salam ketika pulang karena memang sebelum menikah, suaminya hanya tinggal seorang diri.

“Lain kali kau harus mengucap salam sebelum masuk ke rumah, Kyuhyun~ah. Supaya aku bisa tahu kedatanganmu.”

Kyuhyun memilih untuk tidak menanggapi ucapan Seohyun. Mata hitamnya mengarah ke berbagai bahan maupun peralatan masak yang masih tergeletak begitu saja di atas konter. “Kau masak besar, eh?”

“Hng?” Seohyun membalikkan badannya dan mengikuti arah pandang Kyuhyun. “Ah, tidak. Aku hanya ingin memasak resep baru.”

“Kelihatannya menarik,” ucap Kyuhyun seraya melipat kedua lengannya di depan dada.

Seohyun mendongakkan kepalanya ke arah Kyuhyun. Entah mengapa ia merasa ada sebuah sensasi menyenangkan di dalam hatinya saat ia mendengarkan kalimat Kyuhyun yang terakhir. Dengan sedikit berdeham untuk meminimalisir rasa gugup yang tiba-tiba datang menghampirinya, Seohyun menyentuh lengan Kyuhyun yang masih terlipat. “Kalau begitu kau harus membersihkan tubuhmu dulu. Setelah itu kita makan malam bersama,” ucapnya seraya menyunggingkan senyuman.

Keheningan secara tiba-tiba menyelimuti Kyuhyun dan Seohyun. Kyuhyun bergeming dalam tempatnya, ia menundukkan kepalanya dan mengamati letak telapak tangan Seohyun yang saat ini berada di atas salah satu lengannya. Sedangkan Seohyun yang menyadari kondisi ini, dengan cepat menarik tangannya dan meremasnya dengan gugup di depan perutnya. Wanita itu memilih untuk memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan suaminya, walaupun ia sangat sadar jika hal ini adalah hal yang paling bodoh untuk dilakukan.

“Ya.”

Satu kata yang terlontar dari bibir Kyuhyun membuat Seohyun kembali berani menatap sosok suaminya yang baru saja berlalu dari hadapannya.

Kenapa… perasaanku tidak menentu seperti ini?– batinnya seraya masih memperhatikan suaminya yang kini tengah menaiki tangga. Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyingkirkan semua pemikiran yang menyesakkan hatinya. Ia pun kembali menyiapkan masakan untuk makan malamnya yang tadi sempat tertunda.

Dengan cekatan, Seohyun menempatkan makanannya dengan wadah terpisah pada setiap jenis masakannya. Menjadi istri selama beberapa hari mau tidak mau membuatnya harus menjadi seseorang wanita yang bisa melaksanakan pekerjaan rumah tangga dengan cepat dan tanggap. Ia sudah tidak hidup sendirian sekarang, dan ia harus melayani suaminya dengan sebaik mungkin jika tidak ingin mengecewakan seorang suami yang sudah menikahinya.

Segala perlengkapan makan maupun masakan yang tadi Seohyun masak sudah tersedia dan tertata di atas meja. Ia baru saja akan mengambil gelas ketika ia mendengar suara langkah kaki yang beradu dengan lantai kayu tengah datang dari arah pintu dapur. Seohyun menolehkan kepalanya dan melihat Kyuhyun berjalan mendekati meja makan, dan duduk di salah satu sisi meja itu.

Berusaha menetralisir kecanggungan yang beberapa saat lalu terjadi antara ia dan suaminya, kali ini Seohyun memberanikan diri mendekati suaminya dan memberikan gelas yang sudah terisi dengan air. “Ini minummu, Kyuhyun~ah.”

“Gomawo.”

Seohyun segera beranjak dari sisi Kyuhyun dan mendudukkan dirinya tepat di depan Kyuhyun.

“Bagaimana pekerjaan mu?” tanya Seohyun membuka topik disela kegiatan makan mereka. “Apa ada bagian tubuhmu ada yang terasa lelah?”

“Tidak,” sahut Kyuhyun datar tanpa memandang istrinya.

“Pekerjaan yang sulit, kah?”

“Tidak juga.”

Seohyun mengangguk paham. Ia pun kembali melanjutkan makannya tanpa berbasa-basi lagi dengan suaminya setelah itu. Tanggapan dingin dari suaminya membuat hatinya menciut. Setelah makan pun, Seohyun tidak lagi membuka mulutnya untuk berbicara. Bahkan ketika ia sudah mencuci semua perlatan makan, hingga ia melihat suaminya tengah menulis sesuatu yang terlihat seperti laporan kerja di meja makan.

Kyuhyun terlihat serius dengan apa yang ia kerjakan. Dahinya sedikit berkerut dan mata hitamnya menyusuri setiap tulisan dengan tatapannya yang tajam. Seohyun tersenyum geli memperhatikan suaminya terlihat begitu serius seperti ini. Ia merasa suaminya memandangi selembar kertas seperti memandangi seorang musuh.

Setelah melepas apron yang ia pakai, Seohyun kembali menyalakan kompor untuk memasak air. Melihat suaminya yang begitu serius dengan pekerjaannya, membuatnya memiliki ide untuk membuatkannya segelas teh hangat.

Seohyun meletakkan teh yang ia buat tepat di depan Kyuhyun. “Kuharap ini bisa menemanimu,” ucapnya dengan tersenyum.

Kyuhyun hanya diam dan memandangi istrinya untuk beberapa saat. Tampak sekilas pada raut wajahnya menunjukkan sedikit keterkejutan, sebelum kembali tenang seperti biasa.

Gomawo,” sahut Kyuhyun singkat.

“Ne.” Masih dengan senyuman yang tergambar di wajahnya, Seohyun beranjak dari dapur dan meninggalkan Kyuhyun yang masih memandanginya.

Seohyun melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya. Tak ada yang bisa ia kerjakan setelah ini, dan ia pun memilih untuk tidur daripada harus berdiam diri. Sejujurnya, ia masih ingin menemani Kyuhyun menulis laporan kerjanya. Hanya saja… ia masih merasa canggung atas kejadian tadi saat ia menyentuh lengan Kyuhyun. Jantungnya selalu terasa berdetak lebih cepat dari biasanya saat kulitnya bersentuhan dengan suaminya.

Berusaha tidak terlalu memikirkan hal tersebut, Seohyun segera beranjak naik ke tempat tidur dan menarik selimutnya setinggi lehernya. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya matanya menyerah untuk terus terbuka, dan ia pun terlelap dalam tdurnya.

.

Suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras di pintu rumahnya, membuat Seohyun terganggu dalam buaian mimpinya. Ini masih tengah malam, dan siapa orang yang dengan beraninya mengetuk pintu rumahnya sekeras ini sehingga membuat tidurnya terganggu? Dengan menggerutu pelan, Seohyun membuka matanya yang masih terasa berat. Seohyun menahan napasnya pelan saat matanya sepenuhnya terbuka. Yang terlihat di hadapannya adalah sosok suaminya yang tidur terlentang dengan posisi kepala tepat mengahadap ke arahnya. Begitu dekat hingga Seohyun dapat merasakan hembusan napas hangat suaminya yang menerpa wajahnya.

Suara ketukan yang kembali terdengar dari lantai bawah membuat Seohyun tersadar dan segera beranjak dari posisinya. Ketika ia sudah berdiri dan mengikat rambutnya seadanya, sebuah lengan menahan langkahnya dari belakang.

Kyuhyun juga tengah berdiri di belakangnya. Matanya yang masih terbebani kantuk, serta rambut coklatnya yang terlihat berantakan. “Ada apa?” tanyanya kemudian kepada istrinya yang masih terperangah atas dirinya yang ikut terbangun.

“Aku tidak tahu.” Seohyun sedikit gugup saat menyadari tangan suaminya masih menahan lengannya. “Dari tadi aku mendengar ketukan pintu dari lantai bawah. Sepertinya sangat penting.”

Kyuhyun hanya diam mendengar penjelasan istrinya. Ia lalu mengambil langkah di depan Seohyun, dan menyuruh Seohyun berjalan di belakangnya. Seohyun pun menuruti perkataan suaminya, dan berjalan tepat di belakang punggung Kyuhyun. Mereka berjalan bersama menuruni tangga, dan ketika sampai tepat di depan pintu, kyuhyun mengulurkan tangannya untuk membukanya.

“Selamat malam, Kyuhyun~ah.” Seorang Perawat lengkap dengan topi putih di kepalanya berdiri tepat di depan Kyuhyun dan Seohyun. “Maaf karena telah mengganggu istirahat anda pada malam ini.”

“Ada apa?” tanya Kyuhyun tenang.

“Tiffany~ah meminta saya untuk menjemput istri anda untuk pergi ke rumah sakit saat ini juga.”

“Malam-malam begini?”

Entah hanya perasaan Seohyun saja atau bagaimana, tapi ia merasa nada pertanyaan terakhir yang dilontarkan suaminya terdengar sedikit meninggi dari biasanya.

“Ne, Kyuhyun~ah.”

“Untuk apa?” Kali ini Seohyun yang membuka mulutnya untuk bertanya.

“Rombongan ujian medis mendapat serangan dari para perampok saat mereka melakukan perjalanan ke Seoul. Dan menurut Tiffany, anda lah orang yang tepat untuk mengobati mereka.”

Seohyun menghela napas pelan. Ia sedikit kesal atas perintah sahabatnya yang mengganggu tidurnya. Apa tidak ada satu pun perawat atau dokter di rumah sakit Seoul yang bisa menangani rombongan Medis itu, sehingga sahabatnya itu harus memanggil dirinya tengah malam seperti ini?

“Baiklah, tunggu sebentar,” ucap Seohyun seraya berbalik menuju kamarnya untuk berganti baju.

Setelah Seohyun baru saja keluar dari kamar mandi, ia menemukan suaminya tengah berdiri menatapnya di pintu kamar mereka. Kedua lengannya terletak di depan dadanya seperti biasa.

“Kau akan pergi?” tanya Kyuhyun saat melihat Seohyun menyisir rambutnya di depan cermin.

“Ya. Mereka membutuhkanku.” Setelah selesai menyisir dan mengikat rambutnya dengan rapi, Seohyun berjalan mendekati Kyuhyun. “Lagi pula ini sudah menjadi tugasku, bukan?” ucapnya seraya tersenyum kecil.

Kyuhyun hanya diam untuk beberapa saat sebelum ia mengeluarkan pertanyaan yang membuat Seohyun berbalik lagi ke arahnya. “Mau kuantar?”

Seohyun merasakan wajahnya sedikit menghangat. Ia pun tersenyum untuk mereda warna wajahnya yang mungkin sekarang telah mengalami sedikit perubahan. “Aniyo. Kau istirahat saja, Kyuhyun~ah. Aku akan berangkat bersama Perawat yang berada di bawah.”

Setelah melihat Kyuhyun menganggukkan kepalanya, Seohyun kembali bergegas untuk turun dan menemui seorang Perawat utusan Tiffany yang telah menunggunya di depan pintu. “Aku sudah siap. Kita berangkat sekarang.”

“Baik,” sahut Perawat itu singkat.

.

.

.

[TBC]

282 Tanggapan to “LOVE ME [ CHAPTER 4 ]”

  1. Sakina A F Oktober 19, 2016 pada 11:22 am #

    Yay.. yay…. si kyu udah mulai berubah….. walau terkadang dinginnya ituloh gk ketulungan… SEMANGAT buat seo yg mau bikin hati kyu berubah….

  2. kyuniewiress18 Agustus 10, 2016 pada 1:29 pm #

    Kayaknya udah suka deh kyuhyun ya.. Cieh

  3. bya2518 April 24, 2016 pada 12:46 am #

    Kyuhyun keknya mlai ada perasaan nih sdkt demi sdkt ke seohyunn ^^

  4. Fanny A Januari 1, 2016 pada 2:46 pm #

    Kyu mulai khawatir seo, senengnyaaaaa. penasaran sama kelanjutannya

  5. Fanny A Januari 1, 2016 pada 2:42 pm #

    Sebenernya aku baca ff dr chap 1 sampe 4 dari semalem saking pengen tau kelanjutannya sampe gakeluar malem taun baru *karenagaadaygajakjuga plakk haha :’) ffnya seru bingittts minn :*

  6. asrielf rahmawati Desember 31, 2015 pada 2:40 am #

    ciee kyuhyun berubah dikit,ciee seohyun gk tersiksa lg

  7. MyminSarisna Desember 23, 2015 pada 12:16 am #

    rela begadang demi baca ff ini pokoknya daebak ga da bosennya…

  8. HildAce Desember 15, 2015 pada 3:24 am #

    Seohyun sabar banget yaa, hadapin sifat kyuhyun yg dingin gitu…
    Aahhh, makin nda sabar baca part berijutnya…

  9. gaemgyu_13 Desember 2, 2015 pada 5:01 pm #

    Kyu oppa mulai punya rasa sama seo unnie^^
    Daebak thor | Benerbener suka sama alur ceritanya

  10. Amelia November 27, 2015 pada 2:52 am #

    Cieee mulai ada rasa gimana gtu :p oppa kawatir kah? Haha

  11. sulistiowati_06 Oktober 30, 2015 pada 10:55 pm #

    gelagatnya kyuhyun bener2 ga bisa dimengerti. seneng banget pasangan couplenya MinStal sama SeoKyu, mudah2an Yoona sama Donghae

  12. iraseokyu Oktober 11, 2015 pada 8:05 am #

    Ffnya makin seru aja nihhh, suka skmnya pas makan malam sama ada yg ketuk2 tengah malam hihihihi….
    Udah gak sabar nunggu mereka ngungkapin perasaan mereka masing2…
    Lanjut baca yah eonni

  13. ain Oktober 7, 2015 pada 8:16 am #

    wahhhhh sepertinya kyuhyun oppa sudah mulai mnyukai seohyun eonni hihihi aku suka aku suka…seohyun eonni seharusnya kau lbih berani utk mlkukan kiss pengantar suami kerja…..siapa tau kyuhyun oppa bs lebih semangat dan cepet cpet mlesaikan pkerjaannya demi melihatmu🙂 aku suka moment seokyu pas d ruang makan dan pas ada tamu mlam mlam itu…..manis..seharusnya kau mmaksa seohyun eonni oppa utk mau kau antar….hehehe keren chingu ceritanya tambah seru…yonghwanya blum nongol…jd pnasaran konfliknya……

  14. jessiejee September 10, 2015 pada 10:28 am #

    Kayanya dari part 1 banyak sudut pandang dari seohyun yaa. Hmms gpp lah wkwkwk
    aku lanjut baca yaaa

  15. Suzy Seokyu Agustus 9, 2015 pada 1:04 pm #

    Sebenarnya sih kyu it suka sama seo tapi gengsi gtu buat ngungkapin perasaan’nya :v :3
    makin keren ff’nya thor

  16. lindaputri Agustus 3, 2015 pada 5:24 pm #

    lumayan sikap kyuhyun mulai ada perkembangan kalo dikira2 sepertinya kyuhyun ada perasaan deh ke seohyun

  17. angela agatha Juli 8, 2015 pada 11:42 am #

    Kenapa kyuhyun disini cool banget??? 😱😱😱keren banget parahh *garuk tembok*

  18. kyumaelf Juni 28, 2015 pada 8:02 am #

    harusnya kyu kawatir klo kyu suka ma seo

  19. YytEkwt_ April 26, 2015 pada 12:12 am #

    Kok aku yakin 1000 persen kyuhyun minta seo nikah bukan karena soal perusahaan tok, itu dari hati, dia kilih seohyun karena hatinya yg mau dan dia tau cuma seohyun yang cocok jadi ibu dari anak anaknya *pewarisChocorp #eciyeee xD cuma yaaitu muka kyuhyun abis kena formalin jadi kaku hhhhh
    uhuk disaat kyu mulai perhatian, datanglah yonghwa hahaha :p

  20. Andi April 23, 2015 pada 3:46 am #

    Kyuhyun mulai berubahkah?
    Daebak thor. Next part.

  21. forseokyu April 5, 2015 pada 4:57 pm #

    Syukurlah kyu udh ga seberapa dingin lg ke seo.. Mudah*an kyu bisa mencintai seo, amin😀

  22. nae_lee April 1, 2015 pada 5:03 pm #

    jjur,, aku nangis lhooh k’😦
    nyesek bgt siih jd Seo, sungguh aku menghayati peran nya dsni😥😥
    \\Tonjok KyuHyun//

  23. nadud Februari 25, 2015 pada 3:32 am #

    kyu oppa kq tetap dingin aj sama seo eonni

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: