OUR LOVE [ CHAPTER 1 ]

27 Nov

Judul/Title : Our Love 

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it😉

Length : 1 of ……

Genre : Romance, Sad, Family.

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* aku bawa ff baru lagi nih

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

 

 

 

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

 

Kelahiran seorang anak dalam bahtera rumah tangga akan menjadi salah satu pembawa kebahagiaan tersendiri bagi anggotanya. Bahkan mungkin kelahiran anak itu juga akan membawa kebahagiaan bagi orang lain. Setiap kelahiran anak akan disambut dengan suka cita. Apapun jenis kelaminnya, warna rambutnya, dan apapun keadaannya.

.

.

.

Suara langkah kaki terus bergema di lorong rumah sakit tengah malam itu. Seorang pria dengan mata hitam pekat yang menciptakan suara itu terlihat harap-harap cemas menanti. Ia adalah seorang Presdir sebuah perusahaan terlihat jelas dari pakaian yang dikenakannya. Namun kabar dari seorang Perawat yang mengatakan bahwa istrinya sedang terkapar kesakitan di rumah sakit, membuyarkan konsentrasi kerjanya dan memaksanya untuk meninggalkan pekerjaannya untuk menemani sang istri di rumah sakit.

Pria itu sadar betul tentang keadaan sang istri yang tengah hamil tua. Akhir-akhir ini pun ia sudah mempersiapkan diri baik fisik maupun mental untuk menghadapi situasi seperti ini. Namun sebesar apapun ia mempersiapkan diri, ia tetap tidak bisa menghadapinya. Padahal ini adalah kali kedua ia mengalami hal semacam ini setelah kelahiran anak pertamanya empat tahun yang lalu.

“Kyuhyun~ah,” panggil seorang Wanita di ujung lorong yang sedang menggandeng anak laki-laki.

Kyuhyun sangat mengenal siapa Wanita itu. Ia adalah kakaknya-Cho Ahra-. Namun yang membuatnya bertanya-tanya bukanlah kedatangan Wanita itu, melainkan sosok kecil yang ada disebelahnya.

“Donghyun?” ucap Kyuhyun seraya menghampiri Wanita yang memanggilnya tadi. “Kenapa belum tidur?”

“Aku kangen Eomma.”

Dengan menghela napas pelan, Kyuhyun membungkukkan badannya untuk menyamai tinggi sang anak. “Eomma sedang berjuang sekarang. Kau tidak boleh mengganggunya.”

“Tapi aku kangen Eomma,” ulang anak lelaki itu seraya memeluk leher sang ayah. Donghyun- nama anak lelaki itu- terisak dalam dekapan ayahnya. Tangan Kyuhyun terulur untuk membelai rambut coklat anaknya itu. Dengan sekali gerakan, ia menggendong tubuh anaknya dan berdiri untuk menatap Ahra.

“Apa tadi dia terbangun secara tiba-tiba?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Aku sudah mencoba untuk menenangkannya, tapi dia terus saja menangis dan memanggilmu,” jawab Ahra tenang. “Bagaimana dengan Seohyun~ah?”

“Aku tidak tahu. Dari tadi Yoona belum keluar dari ruangan.”

Tepat setelah Kyuhyun mengatakan kalimat terakhirnya, terdengar pintu ruangan yang sedang dibuka. Kyuhyun secara reflek memutar tubuhnya ke arah datangnya suara.

“Kyuhyun, anakmu selamat,” seru wanita yang baru saja keluar dari ruangan itu yang tidak lain adalah sahabat Kyuhyun sendiri.

kyuhyun segera menghampiri Yoona yang masih berdiri di depan pintu ruangan persalinan. Walaupun peluh membasahi wajah serta leher wanita berambut hitam itu, mata coklat serta senyum yang masih mengambang di bibirnya menandakan sekali kalau ia sangat bahagia atas kelahiran anak ke dua dari sahabatnya.

“Benarkah? Bagaimana dengan Seohyun? Apa dia juga selamat?” Kyuhyun tak sanggup untuk menyembunyikan segala rasa khawatir yang ia rasakan sebelumnya.

“Lebih baik kau melihat keadaannya sendiri,” ucap Yoona riang seraya menarik tangan Kyuhyun untuk masuk ke dalam ruangan persalinan. “Kau juga harus melihat keponakan barumu, Ahra Eonni.”

Ahra segera menyusul Kyuhyun untuk masuk ke dalam ruangan persalinan. Walaupun wajahnya terlihat datar seperti biasanya, mata hitam milik Ahra menunjukkan sekali kalau ia juga turut bahagia atas kehadiran anggota baru dalam rumah tangga adiknya.

“Yeobo,” panggil Kyuhyun lirih seraya menggenggam tangan istrinya yang terkulai lemas.

Secara perlahan, Seohyun membuka matanya. Matanya yang sewarna dengan Yoona hanya terbuka setengah. Terlihat sekali jika wanita itu sangat kelelahan. “Kyuhyun~ah…,” sahutnya tak kalah lirih dari Kyuhyun. Matanya segera beralih ke anak sulungnya yang masih dalam gendongan suaminya. “Donghyun. Kenapa kesini, sayang?”

Donghyun yang sedari tadi terisak di pelukan ayahnya, langsung menghambur ke ibunya yang masih tergolek lemas begitu ibunya memanggil namanya.

“Dia mengkhawatirkanmu, Seohyun.”

Seohyun hanya tersenyum. Dibelainya dengan sayang rambut anak sulungnya. “Adikmu mirip denganmu, Donghyun.”

Kyuhyun seperti tersentak mendengar perkataan Seohyun. “Bagaimana dengan anak kita, Seohyun?”

Masih dengan senyum lemah yang mengambang di bibir mungilnya, Seohyun berbalik menatap suaminya. “Anak kita laki-laki. Lagi-lagi rambut anak kita mirip denganmu, Kyuhyun~ah.”

“Benarkah?”

“Harusnya kau melihatnya sendiri, Kyu.” Kali ini Ahra yang menyahuti pertanyaan Kyuhyun.

Kyuhyun dengan segera memandang Ahra, namun mata hitam wanita itu memandang arah lain. Dan tanpa aba-aba lagi, Kyuhyun mengikuti arah pandang Ahra.

Tepat berdiri di sana, Yoona berjalan mendekat seraya menggendong seorang bayi yang dibalut dengan selimut tebal berwarna biru. Bayi dengan rambut coklat yang menyembul dari balik selimut itu terlihat damai dalam tidurnya.

“Rambutnya memang sama denganmu, Kyu.” Yoona meletakkan makhluk kecil itu dengan sangat hati-hati di samping ibunya. “Tapi wajahnya lebih mirip Seohyun.”

Seohyun tersenyum memperhatikan buah hatinya yang masih terlelap. Tangannya yang masih terasa lemas membelai pelan pipi gembul anak bungsunya. Disampingnya, Kyuhyun juga tak berusaha untuk menutupi rasa bahagianya dengan senyuman yang berkembang lebar di bibirnya.

“Siapa namanya?” tanya Kyuhyun seraya meremas pelan tangan istrinya.

Sebutir air mata jatuh dari mata perak Seohyun. Ia sungguh bahagia saat ini. Segala rasa lelah dan sakit yang tadi ia rasakan terasa sirna ketika melihat wajah damai buah hati keduanya.”Jonghyun. Cho Jonghyun,” ucap Seohyun lirih.

“Hai, Jonghyun,” ucap Donghyun lugu seolah ingin menyambut kelahiran adik laki-lakinya. Tangan mungilnya mengusap pipi adiknya dengan sedikit kasar hingga membuat mata bayi laki-laki yang sedari tadi terpejam, menjadi terbuka dan menampakkan warna bola mata yang mirip dengan sang ayah.

Tidak perlu menunggu waktu lama lagi sampai terdengar suara tangisan yang pecah dari bibir mungil bayi laki-laki itu. Donghyun yang merasa menjadi pelaku utama penyebab adiknya menangis, dengan segera menarik telapak tangannya yang menempel di pipi adiknya. Mata coklat dengan bingung menatap kedua orang tuanya secara bergantian, mencoba memberi penjelasan bahwa ia sama sekali tidak sengaja membangunkan adiknya. Namun hal yang terjadi selanjutnya lebih membuatnya bingung. Karena hal yang terjadi berikutnya adalah kekehan geli yang keluar dari mulut orang dewasa yang ada di sana.

OUR SON

.

.

.

Waktu yang terus berputar, tanpa terasa telah mengubah segalanya. Kehidupan yang terus berlangsung, mau tidak mau telah mengubah pertumbuhan fisik maupun pola pikir semua orang. Setiap manusia yang bertambah tumbuh, pastilah harus berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dari sebelumnya.

Tak terkecuali Seohyuh dan Kyuhyun. Berlalunya waktu yang terasa begitu singkat membuat pasangan suami istri itu harus berpikir lebih dewasa lagi untuk mendidik serta membesarkan kedua Cho’s kecil yang selama ini menghiasi hari-hari mereka sebagai orang tua.

Sebagai seorang ibu, Seohyun selalu memberikan kasih sayang untuk kedua anaknya dengan sama rata. Keduanya adalah buah hatinya, dan ia sangat menyayangi kedua jagoan kecilnya. Sama hal nya dengan Seohyun, peran Kyuhyun sebagai ayah pun juga memberi dampak kepada kedua buah hatinya. Terutama untuk anak sulungnya, Donghyun. Lambat laun, tingkah laku serta pola pikir bocah tampan itu berkembang mirip dengan sang ayah. Bocah itu tumbuh menjadi bocah yang riang, serta memiliki pemikiran yang evil seperti ayahnya. Namun sebagian tutur kata serta kestabilan emosinya lebih condong ke ibunya, sehingga bisa dibilang Donghyun adalah sosok kecil Kyuhyun dengan hati seperti Seohyun.

Dan bagaimana dengan Jonghyun?

Usianya yang masih menginjak satu tahun membuat setiap orang sedikit kesulitan untuk menentukan bagaimana ia tumbuh nanti. Tak terkecuali bagi Seohyun sendiri.

Seohyun mengakui kalau merawat Jonghyun adalah anugerah terindah kedua dari Tuhan yang diberikan kepadanya ketika menjadi seorang ibu. Ia selalu bahagia merawat Jonghyun setiap harinya. Memandikannya, menyuapinya, memberinya susu, mengganti popok, bahkan menidurkannya, Seohyun sangat menikmati itu semua. Namun, sebagian hati kecilnya merasa janggal atas tumbuh kembang anak bungsunya itu.

Setahu Seohyun, seorang bayi akan mulai mengoceh pada saat umurnya mencapai empat atau enam bulan sejak dilahirkan. Pada umur yang sama, seorang bayi juga akan menunjukkan kepekaannya terhadap lingkungan di sekitarnya, seperti berteriak, berguling-guling, bertepuk tangan, dan lain sebaginya. Tak hanya satu atau dua bayi saja yang Seohyun ketahui telah berperilaku seperti itu, tapi semua bayi yang pernah ia temui. Bahkan anak sulungnya pun mulai menunjukkan kepekaannya terhadap lingkungannya sebelum genap berusia empat bulan.

Tapi… Jonghyun berbeda.

Usianya sudah lebih dari satu tahun, namun semua perilaku yang ia tunjukkan tidak lebih seperti seorang bayi yang baru saja lahir. Jonghyun memang sudah mulai bisa berjalan dengan tertatih, namun Jonghyun seperti tidak ingin berinteraksi dengan siapapun. Bahkan dengan Seohyun sendiri.

Jonghyun tumbuh menjadi seorang bayi yang pendiam dan pasif. Tak ada tawa ataupun ocehan saat semua anggota keluarganya mengajaknya berinteraksi. Tak ada reksi sedikit pun. Hanya sekedar menolehkan kepalanya saja, Jonghyun tidak pernah. Bayi itu seperti menutup diri dari lingkungannya.

Seohyun pernah mencoba membicarakan hal ini kepada Kyuhyun. Membicarakan tentang tumbuh kembang anaknya yang beda dari tumbuh kembang bayi lain. Namun suaminya merasa jika ia terlalu takut, sehingga berpikiran yang tidak-tidak. Suaminya beranggapan bahwa anak bungsunya hanya sedikit terlambat dalam hal berinteraksi, dan bukan seperti yang Seohyun pikirkan.

Awalnya Seohyun memang bisa lebih tenang saat suaminya berpendapat seperti itu. Jonghyun hanya sedikit terlambat. Namun nuraninya sebagai ibu, tidak bisa membohonginya. Seohyun terus saja resah. Resah dan takut jika apa yang ia takutkan benar-benar terjadi menimpa anak bungsunya, malaikat keduanya bersama Kyuhyun.

Aku pulang.

Seohyun segera menghapus air matanya saat mendengar suara berat itu mengucap salam. Cepat-cepat ia beranjak dari kamar anak bungsunya, dan segera melesat untuk menyambut suaminya.

“Kyuhyun~ah, selamat datang.”

Seohyun menghampiri Kyuhyun yang masih melepas alas kakinya. Wanita itu melakukan tugasnya sebagai seorang istri, meraih alas kaki suaminya, dan meletakkannya di rak sesuai dengan tempatnya.

“Kenapa belum tidur, Yeobo? Ini sudah tengah malam.”

“Aku menunggumu,” ucap Seohyun seraya menegakkan punggunya, sehingga saat ini ia berdiri tepat di depan suaminya.

Seohyun memang mengucapkan alasannya menunggu kepulangan Kyuhyun dengan senyuman lembutnya, namun Kyuhyun menangkap sesuatu yang tidak beres dari istrinya. Tangan pria itu pun terulur untuk menghapus jejak air mata yang masih tersisa di wajah wanitanya. “Kau menangis?”

“A−aku… A−aniyo, Kyuhyun~ah.”

Kyuhyun tidak berkomentar sedikit pun mendengar bantahan istrinya. Rahangnya terkatup rapat, mata hitamnya menatap penuh tanda tanya kepada istrinya.

“Kau sudah makan?” Seohyun  meraih lengan suaminya, dan mulai sedikit menarik suaminya untuk berjalan. “Kalau belum, aku akan buatkan makanan untukmu.”

“Apa karena Jonghyun?”

Seketika itu pula Seohyun menghentikan langkahnya. Mata coklatnya yang menatap suaminya, dengan perlahan tapi pasti kembali digenangi oleh air mata. Namun sebelum air matanya terjatuh, Kyuhyun mengulurkan lengannya untuk memeluknya dengan lembut.

“Kyuhyun~ah. A−aku−”

“Sudahlah, Yeobo,” potong Kyuhyun pelan.

Tak butuh waktu lama hingga ruang tamu yang hening di rumah itu mulai terisi dengan isak tangis Seohyun yang sedikit teredam di dada Kyuhyun. Bahunya yang bergetar menandakan sekali kalau wanita itu tengah dalam gejolak emosi yang membuncah.

“Mian… Mianhae.” ucap Seohyun lirih.

Dengan menghela napas pelan, Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan membawa Seohyun menuju ke dapur. Kyuhyun sedikit mendorong tubuh Seohyun untuk duduk di salah satu kursi di depan meja makan.

“Ada apa, Seohyun?” tanya Kyuhyun seraya menarik salah satu kursi dan duduk tepat di sebelah Seohyun. “Ceritakan padaku.”

Kali ini Seohyun terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Tangannya mengusap air mata yang masih mengalir di pipinya. “Ta−tadi…” ucapannya menggantung karena air matanya kembali menggenang di matanya, dan bersiap untuk ditumpahkan.

“Pelan-pelan saja, Yeobo.”

Seohyun menarik napas panjang sebelum membuka bibirnya. “Tadi sore… saat Jonghyun sedang berlatih berjalan dengan Donghyun di halaman, ia terjatuh dengan cukup keras. Bahkan salah satu lututnya mengeluarkan darah.” Seohyun kembali menarik napas sebelum melanjutkan perkataannya. “Tapi ia sama sekali tidak menangis.”

Kyuhyun terdiam. Pria itu mendengarkan penuturan istrinya tanpa ingin menyelanya sedikit pun.

“Ia tidak menangis, Kyuhyun~ah. Sama sekali tidak menangis. Bahkan merintih karena kesakitan pun, tidak. Jonghyun… dia−” Perkataan Seohyun terhenti karena Kyuhyun kembali memeluknya. “… dia berbeda,” imbuhnya lirih.

“Jangan berpikir negatif sebelum semuanya terlihat jelas, Yeobo.”

“Aku tahu itu. Hanya saja… a−aku Eommanya, dan aku… aku…”

Tangis Seohyun kembali pecah pada malam itu. Segala emosi yang ia pendam sendiri selama ini, tertuang begitu saja dengan tangisan pilu yang menyayat hati setiap orang yang mendengarnya. Tak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain hanya menenangkan istrinya dengan sebuah dekapan hangat.

Lama Seohyun menangis di dada suaminya. Napasnya yang sedari tadi tersengal-sengal, sekarang sudah sirna. Air matanya juga sudah mengering di kedua mata coklatnya. Dengan perlahan, Kyuhyun melepas pelukannya, dan menatap Seohyun dengan seksama.

“Lalu apa yang ingin kau perbuat?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin membawa Jonghyun ke Yoonaa. Aku ingin menanyakan semuanya kepada dia. Secepatnya. Bila perlu besok.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Baiklah jika itu yang kau inginkan, Yeobo. Besok aku akan mengantarkan kalian.”

Untuk pertama kalinya sejak Seohyun menangis, sebuah senyuman terpatri di wajahnya setelah mendengar kalimat suaminya. “Gomawo, Kyuhyun~ah,” ucapnya seraya meremas pelan tangan suaminya.

“Ya. Sekarang tidurlah, Seohyun. Kau kelelahan.”

Seohyun  menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, aku akan membuatkanmu makan malam dulu.”

“Tidak usah. Aku tidak lapar.”

Tatapan Seohyun berubah begitu saja mendengar pekataan Kyuhyun.

“Yak, jangan menatapku seperti itu, Yeobo~ya!” Kyuhyun mengalungkan lengannya ke pundak Seohyun, dan menuntunnya untuk berdiri. “Saat ini aku hanya lelah, dan aku hanya ingin tidur.”

“Memangnya kau makan malam dimana?” Pertanyaan Seohyun kali ini terdengar lebih ketus dari nada bicaranya yang sebelumnya.

“Kenapa? Kau cemburu ya?”

Seohyun memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah yang saat ini menghiasi pipinya.

“Hahahaha, jangan berpikir yang bukan-bukan, sayang!” Kyuhyun terkekeh seraya mulai menuntun istrinya berjalan. “Masakanmu adalah masakan paling enak yang pernah aku rasakan. Mana mungkin aku dapat melewatkan masakanmu dengan begitu mudahnya?”

“Pembohong!”

“Ya, aku berkata yang sebenarnya. Kau tahu alasan mengapa masakanmu terasa sangat enak?”

Seohyun menghentikan langkahnya dan memandang suaminya dengan seksama.

“Karena kau selalu membuatkannya dengan penuh cinta,” sambung Kyuhyun seraya mengecup pelan pipi Seohyun.

“KYUHYUN!…” ucap Seohyun malu.

Kyuhyun kembali terkekeh melihat reaksi istrinya. Pemimpin Perusahaan Cho Corporation itu pun kembali mengajak istrinya untuk berjalan menuju kamar mereka. Hatinya sudah mulai lega karena melihat istrinya lebih ceria sekarang. Selama ini, ia selalu tidak tahan jika melihat ekspresi tersiksa terlintas di wajah istrinya, apalagi jika melihat istrinya menangis seperti beberapa saat yang lalu.

Seohyun pun juga berpikir demikian, hatinya terasa lebih ringan sekarang, dan semua itu berkat dukungan serta hiburan dari suami yang sangat dicintainya. Namun ia juga tidak dapat memungkiri jika apa yang terjadi besok akan membuatnya jauh lebih terpukul dari malam ini.

.

.

.

[TBC]

42 Tanggapan to “OUR LOVE [ CHAPTER 1 ]”

  1. kimhaera Februari 23, 2015 pada 7:41 pm #

    jonghyunnya mengalami ketrrlambatan tumbuh kembang ya? gapapa, cuma terlambat. semangat seo umma dan kyu appa ^^

  2. Iyank EternalMagnae Januari 13, 2015 pada 9:14 am #

    jonghyun ny knp??
    jonghyun brbeda apnya??
    ampe seo nangis kyk gtu!!
    mdah2an bkn sesuatu yg bruk!!

  3. Femkim Desember 6, 2014 pada 9:53 pm #

    Aduh ada apa dgn anak kedua mereka….

  4. Melli Mei 23, 2014 pada 4:00 am #

    Kekekeke
    kyuhyun suka sekali yah menggoda,,

    apa yang terjadi pada jonghyun

  5. Ira siwon April 1, 2014 pada 1:46 pm #

    Jonghyun knapa smpe seo kyak gtu

  6. jeje0294 November 25, 2013 pada 1:53 am #

    Apa anak seokyu jonghyun ada penyakit kelainan semoga aja ada cara utk penyembuhannya dan paling utama ke kesetiaan dan cinta yg tulus dari seokyu utk merawat buah hati mereka. Feel jg dapat good ff😀 izin baca chap selanjutnya ya author ^^

  7. shasa46 November 18, 2013 pada 3:27 am #

    sedih :’-( Ceitanya bagus, feel dan emosinya dapet waktu baca. Aku jg suka kata2 nya. Gmn perasaan Seohyun sbg seorang ibu mendapati keadaan anaknya yg berbeda dr anak2 yg lain. Oke next..

  8. songhyunie November 8, 2013 pada 3:26 am #

    baru baca part pertama aja aku udah sedih gitu._. Seohyun sedih anaknya berbeda, tp untungnya punya suami yg pengertian dan bisa menghibur :”)

  9. hyeminyong November 6, 2013 pada 3:08 pm #

    kereeeen…
    mau langsung baca next part nya. jonghyun kenapa? dia sakit ya?
    semoga sakit nya ga parah, cuman lebih lambat aja dlm hal perkembangan kek pikiran kyu ^^

  10. lentitutwow Oktober 30, 2013 pada 9:09 pm #

    kaihan jonghyun hua semoga keluarga seokyu bahagia

  11. try Oktober 3, 2013 pada 4:31 am #

    daebak. kluarga cho bertmbah lg.
    suka ma kehdupan seokyu yg harmonis.
    ad ap dgn baby jonghyun.
    moga g trjadi ap2.

    next.🙂

  12. Ratih Kusuma September 25, 2013 pada 2:37 am #

    Daebak jangan sampai terjadi apa apa dengan jonghyunnya..

  13. rista giana September 17, 2013 pada 6:03 pm #

    ternyata part 1ny aku ga baca pantesan z ga ngerti alur ceritanya hehe
    kebahagian jbrena mendapat anggota baru ternyata harus dibayar kesedihan dan mungkin kenyataan yg pahit kasihan seo.smg seokyu kuat memmghadapi cobaan ini

  14. alifia Juni 19, 2013 pada 10:05 am #

    kenapa jonghyun berbeda dari anak yang lain?, kasian seo harus nahan rasa sedih nya setiap hari

  15. lovekyu April 2, 2013 pada 12:23 pm #

    Anak bungsunya gg bs bcra atw apa😦 oh nooooo,ksian seohyun😦

  16. hwang mary Maret 12, 2013 pada 5:45 am #

    Kykny emang ada yg aneh dr jonghyun, muungkin yoona lbh tau apa sbnerny yg mnyebabkan keanehan itu, krna yoona yg mnangani proses kelahiran jonghyun… Buat seokyu sbar yaa.. Buat author smangat bkin kelanjutanny!!!🙂

  17. agathabumsso Februari 8, 2013 pada 5:26 am #

    kasian jonghyun…

  18. ninninnin Februari 6, 2013 pada 2:01 am #

    jong knpa??

  19. Naengmyun Februari 5, 2013 pada 9:13 pm #

    Wowwwww
    aku suka deh cerita dengan isi begini
    punya anak
    kenapa aku jadi was-was
    jangan2 jonghyun……

  20. Believe_SeoKyu Januari 13, 2013 pada 6:36 am #

    Maksudnya Jonghyun balita kan? Bukan bayi? Kan udah bisa berjalan. Ga tau, tp romance nya ga ada ya. Hahh kasihan Jonghyun

  21. desti kawaii Januari 12, 2013 pada 10:35 am #

    wah chingu cerita’a bgus bnget dan seru,,
    ya ampun seo dan kyu oppa bersukur bnget krena anak kedua mereka telah lahir,,
    apalgi seo yg menikmati menjdi seorang ibu,,,
    wah knpa jonghyun ank bungsu seokyu mengalami keanehan,,
    knpa dia sma sekali gak nagis sat terjatuh,,,
    semoga ja gak terjadi apa2 dngan jonghyun,,
    chingu di tunggu part slnjut’a,,

  22. Diah Januari 11, 2013 pada 10:09 am #

    lho jonghyun kenapa? perkembangan tumbuhnya lambat ya? aigoo.. aku deg-deg an. aku baru pertama kali ketemu ff yang model nya kayak gini loh eonni ~ u.u
    ini ikatan batin antara orang tua sama anak. terlebih antara ibu dan anak.

  23. Seojin Januari 11, 2013 pada 9:08 am #

    JUNGHYUN KENAPA???
    JANGAN BUAT UNNIE GUE KHAWATIR!!!

  24. Ladykyu Januari 11, 2013 pada 12:25 am #

    Masa aq baru tau ni ff.
    Kepo banget yak.

    Aigo. . .
    Terharu bacanya,ikut nangis.
    Moga2 jonghyun ga ada kelainan apa”.

  25. Dhita Desember 17, 2012 pada 7:43 am #

    Mudah”an jonghyun gak kenapa-Napa..

  26. wileyy Desember 12, 2012 pada 3:01 pm #

    tu jonghyun knp?!
    padahal dy jatuh tp g nangis..
    jgn donk chingu…
    jngan smp ada hal buruk yang seo dpt dr yoona..

  27. IstiEnWe Desember 10, 2012 pada 1:54 pm #

    Kenapa harus ada sebuah pbedaan jika nantix akan ada yg menangs. *assekK*
    wait for the next chap.🙂

  28. devani Desember 10, 2012 pada 12:07 am #

    eeehh itu si jonghyun knp? masa iya sm ibunya sendiri juga dia gamau ngomong? trus itu dia kthn jln sm oppanya gmn? eh tp aku baru nemu loh model ff kyk gini

  29. merry Desember 9, 2012 pada 11:10 am #

    Jika aku diposisi seo mungkin aku jga akan seperti dia.. Ini benar’ menggugah bgt dri segi ceritanya membawa pesan yg bermanfaat bgt

  30. Choihami Desember 4, 2012 pada 11:43 am #

    huaa ffnya bda dari yg laennya…daebakkkk

  31. dFam Desember 2, 2012 pada 11:06 am #

    Ff nya keren !! Daebakk 0_0

  32. kyulovely Desember 1, 2012 pada 4:26 am #

    aku nangis pas baca part awal Seohyun baru melahirkan. Langsung kebayang real life-nya bakalan semanis itu.

  33. Nilam ღ November 30, 2012 pada 5:29 pm #

    Bagus… Pertama kalinya aku baca ff seokyu yang cerita bayinya.. Beda. Emosinya lebih di ibu-anak. Pasti indah❤

  34. Jung sti hyun November 29, 2012 pada 11:47 pm #

    Yaampun jonghyun kenapa kasian
    lanjut

  35. aulia November 27, 2012 pada 4:10 pm #

    jonghyun kenapa kasian banget ?
    next partnya ditunggu chingu🙂

  36. Kim So In November 27, 2012 pada 3:30 pm #

    ya ampun kasihan bgt Jonghyun,,dy sakit ya?
    Kan msh baby…

  37. fianchia November 27, 2012 pada 3:20 pm #

    lho?emangnya kenapa si jonghyun nya?hmm..dia nggak cacat kan?authornim,ini kok banyak yang typo sih,,mulai dr ”love me”seohyun namanya jadi sakira,eh ini jd hinata,bingung nih

    • Seokyu Fanfiction Wires November 27, 2012 pada 10:26 pm #

      huaaa nanti aku re-edit lagi chingu😦 mianhe soalnya ini kan dulu ff temen ku sama aku tapi castnya bukan seokyu jadi aku ganti2 ganti nama mereka satu2

Trackbacks/Pingbacks

  1. OUR LOVE [CHAPTER 3] | SEOKYU Fanfiction WIRES - September 9, 2013

    […] CHAPTER 1 | CHAPTER 2 […]

  2. OUR LOVE [ CHAPTER 2 ] « SEOKYU Fanfiction WIRES - November 29, 2012

    […] CHAPTER 1 […]

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: