GOOD NAMPYEON [ ONESHOOT ]

3 Des

seokyu-8

Judul/Title : Good Nampyeon

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it😉

Length : ONESHOOT

Genre : Romance, Sad, Family.

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* aku bawa ff oneshot lagi nih, fanfiction ini pernah aku buat lomba MCLS hhehe tapi aku share disini juga deh

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

 

 

 

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

Cinta, apa kalian percaya pada cinta ? Lima huruf yang memiliki banyak arti.

 

Aku sangat percaya pada cinta. Karena cinta yang memperkenalkan ku padanya, membiarkan ku mengenalnya dan bahkan membuat ku hidup bersamanya hingga waktunya telah habis untuk menghirup udara yang ada di bumi ini.

 

Nama ku Seo JooHyun, tidak ada yang istimewa dari ku. Aku hanyalah wanita biasa yang hidup berkecukupan bersama keluarga ku dan Jihyun seorang Bidadari kecil yang tuhan berikan pada ku. Bidadari kecil yang berhasil membuat hari-hari ku berwarna tanpanya.

 

Setiap kali menatap Jihyun, menatap kedua bola mata mungil itu rasa rindu yang sangat besar padanya selalu menyelimuti ku. Apa kau juga merindukan ku ? merindukan ku sama seperti aku merindukan mu ?

 

Ini hanya sepenggal kisah hidup ku, kisah yang bisa dikatakan indah bahkan terlebih indah dari yang ku idam-idamkan.

 

Ini terjadi lebih dari 2 tahun yang lalu. Dimana masih terasa dengan jelas Sentuhan, tatapan, dan deru nafasnya dalam kehidupanku. Tangan yang selalu ia gunakan untuk melindungiku

 

*****************

 

“Oppa, sebentar lagi Appartemen ini akan ramai!!”

 

Ucapku sembari setegah berlari ke arahnya, kulihat ia masih sibuk memperhatikan layar laptop itu. Aku sedikit merengut karena ia tak sedikitpun menghiraukan ku.

 

“Oppa, aku HAMIL” ucapku lagi dengan nada penekanan

 

Seketika perhatiannya yang sejak tadi ia berikan pada layar laptop itu beralih memperhatikan ku. Tapi mengapa ia diam saja ? tak ada sedikit-pun reaksi senang yang terpancar dari raut wajahnya. Bukan kah ini yang selalu di idamkannya ? memiliki seorang anak ?

 

“Kalau Oppa tak percaya, coba Oppa liat ini” Dengan segera aku menyodorkan sebuah benda putih pipih panjang yang tadi ku gunakan untuk memeriksa apakah aku hamil atau tidak.

 

Ia langsung membekapku dalam pelukannya yang sangat hangat dan kali ini berbeda dari pelukan yang biasanya ia berikan padaku.

 

“Gomawo Yeobo, Jeongmal Gomawo”

 

“Oppa kau bisa membunuhku” ucapku yang langsung sedikit mendorong tubuhnya menjauh dari badan ku.

 

“Mianhe Chagi aku terlalu bahagia, ku kira tadi kau akan mengatakan jika Eomma, Appa atau Ahra Noona yang akan berkunjung kemari dan meramaikan rumah”

 

Ternyata itu yang membuatnya tak menghiraukan ucapanku tadi. Sekarang terlihat ia mulai mendekatkan wajahnya padaku, dengan perlahan di angkatnya sedikit dagu ku. Kini kedua mata kami saling bertatapan. Aku mengerti dengan maksut Namja yang sudah menjadi suami ku selamat setahun belakangan ini.

 

Dengan segera aku menutup kedua bola mataku seraya sedikit tersenyum tipis padanya. Dengan lembut aku merasakan kecupan bibirnya yang sangat manis itu.Aku membalas ciumannya, entah siapa yang memulai tapi ciuman lembut dan hangat itu berubah menjadi sebuah lumatan ringan.

 

Ia melepas ciuman kami dan kemudian membelai perut rataku. Mencium perutku dan mensejejerkan tubuhnya dengan perutku.

 

“Aegi~ya, kapan kau keluar dari situ. Appa sudah tidak sabar ingin melihatmu dan Appa juga tidak sabar ingin bermain dengan mu”

 

Aku mengelus lembut rambutnya dan tersenyum bahagia. Terimakasih tuhan kau mengabulkan permintaan ku yang telah lama ku nanti bersamanya.

 

“Seohyun~ah  Jeongmal saranghaeyo” bisiknya sembari kembali mencium bibir ku singkat

 

“Nado Oppa”

 

“Apa kau sudah mengabari Eommanim dan Appanim ?”

 

“Belum Oppa, aku ingin memberitahukan mu terlebih dahulu baru setelah itu aku akan mengabari mereka”

 

Ia hanya membalas ucapanku dengan sebuah senyuman yang sangat ku suka darinya.

 

 

**************************

 

 

Perutku semakin hari semakin membesar dan ini sudah menginjak bulan kehamilan ku yang ke 5. Perhatian Kyuhyun Oppa padaku semakin haripun semakin membesar seperti perutku ini.

 

“Chagiya apa kau sudah makan ? sudah meminum vitamin mu ? dan jangan lupa besok kita pergi memeriksa Aegi”

 

“Oppa, kau selalu memperhatikan ku dan Aegi tapi kau malah tak mempedulikan kesehatan mu sendiri”

 

Ia memalingkan wajahnya pada ku yang menatapnya sendu. Kyuhyun Oppa tersenyum seraya mengusap pelan rambut ku.

 

“Melihatmu dan Aegi kita sehat itu sudah lebih membuat tubuhku ber energi Chagiya, jadi berhentilah menghawatirkan ku”

 

Aku sangat merasa beruntung menjadi istrinya, istri dari seorang pengusaha muda Cho Kyuhyun yang begitu menyayangiku. Memperlakukan ku bagaikan putri kerajaan yang sering di gambarkan di dalam cerita dongeng anak-anak. Begitupula sengan kedua orang tuannya dan Ahra Eonni yang juga sangat menyayangiku.

 

Entah mengapa hari ini aku sangat ingin bermanja-manjaan pada Kyuhyun Oppa, apa ini akibat keinginan sebuah nyawa yang ada di dalam perutku ? ataukah memang aku yang menginginkannya ?

 

“Oppa…apa aku boleh meminta sesuatu pada mu ?” ucapku sembari memainkan tangan kanannya yang mengelus lembut perutku dalam keadaan kepalaku menyandar di dada bidangnya.

 

“Apapun itu akan ku kabulkan Chagi” jawabnya yang di ikut sertakan senyuman yang selalu merekah di bibirnya itu.

 

“Aku ingin makan sushi Oppa, tapi yang benar-benar berasal dari jepang. Jebal Oppa aku ingin itu malam ini”

 

Ucapan ku sepertinya berhasil membuat Kyuhyun Oppa melongo(?) bahkan langsung bangkit dari posisi kami dengan raut wajah yang furstasi.

 

“Seohyun, apa kau tidak mengidam yang lainnya saja ?”

 

“Aniyo!”

 

“Apa boleh di tunda besok saja ? aku baru saja selesai dengan pekerjaan kantor dan aku sangat lelah”

 

Aku memperlihatkan wajah sedihku yang ku pastikan ia pasti luluh jika melihatku seperti ini.

 

“Oh baiklah” ucapnya sembari mengelus lembut rambutku. Apa ini terdengar Egois ? tapi memang itu yang aku inginkan sekarang! Sushi!!

 

Kulihat ia mulai menekan beberapa tombol di layar datar benda persegi panjang yang berada di genggaman tangan kanannya.

 

“Kalau begitu tunggu aku sebentar, aku pergi dulu.”

 

Kecupan hangat Kyuhyun Oppa mendarat mulus di keningku. Dan sedetik kemudian ia benar-benar menghilang dari balik pintu Appartemen kami.

**

 

Sekarang aku terdiam setelah sudah lebih 4 jam Kyuhyun Oppa pergi meninggalkan ku membeli Sushi di Jepang hanya untuk memenuhi hasrat mengidam ku. Rasanya aku sedikit kejam padanya.

 

Karena merasa Kyuhyun Oppa terlalu lama akhirnya kuputuskan untuk membuat beberapa Sushi sendiri dengan resep yang pernah Eommanim ajarkan padaku. Dengan wajah yang gembira aku mulai memotong beberapa bahan-bahan dan tentu saja nasi hangat yang ku butuhkan.

 

Mungkin sudah 30 menit aku berkutik dengan kegiatan masak memasak tersebut dan BINGO! Sushi buatan ku selesai dan baunya yang sudah mulai menggoda ku untuk segera mencicipinya.

 

 

KREEEEK

 

 

“Yeobo aku pulang…”

 

“Oppa” ucapku dengan mulut yang masih terisi penuh Sushi itu.

 

“Yak! Kau membuat sushi sendiri ?! lalu untuk apa kau menyuruhku membeli sushi jauh-jauh di  Jepang huh ?!”

 

“Oppa kau terlalu lama, jadi kuputuskan untuk memasaknya sendiri saja” ucapku enteng

 

Kulihat ia mulai menarik nafas dalam sembari memejamkan matanya. Kurasa ia menahan emosi padaku. Apa aku salah ?

 

                                                                                        “Oppa ka…”

 

“Aku lelah! Aku ingin tidur…” potongnya yang langsung meletakan, bukan itu bukan meletakan tapi membanting sushi yang di bawanya di atas meja makan dan langsung berlalu meninggalkan ku menuju kamar tidur kami.

 

Apa ia marah padaku ? Yak Seo Joohyun! Apa yang kau lakukan padanya babo! Ia sudah susah-susah membelikan mu sushi sesuai permintaan mu dan kau membuatnya geram dengan memasak sushi sendiri. Apa itu ucapan terima kasih mu ?

 

Kurasa Krystal bening mulai menyapu landang pipi Chubby ku. Kuputuskan untuk segera menyusulnya di dalam kamar dan meminta maaf.

 

Kulihat ia sudah berada di atas kasur lengkap dengan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Matanya pun terpejam yang menandakan bahwa ia sudah berada di dalam mimpi.

 

Kaki jenjangku terus melangkah mendekatinya dan membawa tubuhku untuk duduk di sampingnya memandang wajah lelahnya seraya membelai lembut rambutnya. Krystal bening itu mulai menetes kembali perlahan tapi pasti dan ikut membasahi pipinya karena aku menangis tepat di atas tubuhnya.

 

“Oppa, apa kau marah pada ku ? Mianhae, Jeongmal mianahe aku bukan istri yang baik untuk mu. Aku selalu merepotkan mu, membuat mu marah, menyusahkan mu, mem…….”

 

Ucapanku terhenti saat kurasa seseorang menyekap ku dalam pelukannya. Memeluk ku hangat sembari beberapa kali mengecup keningku.

 

“Berhenti berbicara seperti itu, siapa bilang kau bukan istri yang baik untuk ku ? kau bukan hanya yang terbaik tapi kau Sangat sempurna untuk ku. Jadi jangan pernah berbica seperti itu lagi atau aku akan memberi mu hukuman”

 

Entah mengapa setiap sentuhan yang ia berikan padaku semakin membuat ku mencintainya.

 

“Oppa mianhae aku tak bisa membahagiakan mu, ak…”

 

 

CHU~

 

 

Ucapanku kembali terhenti ketika ia mengaitkan bibirnya pada bibirku.

 

“Itu hukumannya jika kau kembali mengucapkan mianhae padaku” Kubalas ucapanya dengan sebuah pelukan hangat yang sangat erat.

 

“Oppa, bolehkah aku meminta sesuatu lagi ?”

 

Terlihat ia mulai melepaskan pelukan ku dan menatap kedua bola mataku lekat. “Tentu saja asalkan bukan permintaan yang aneh-aneh lagi seperti tadi”

 

Aku hanya tersenyum mendengar ucapnnya

 

“Suapi aku, aku ingin kau menyuapi ku memakan sushi itu Oppa”

 

“Mengapa istriku menjadi manja seperti ini”

 

“Kajja suapi aku Oppa” ucapku sembari memperlihatkan puppy eyes ku yang juga merupakan senjata ampuh yang mampu membuatnya luluh dan menuruti ucapanku.

 

 

***************

 

 

Tak terasa hanya tinggal menghitung hari lagi sebelum Aegi yang ada di dalam perutku ini keluar dan menghirup udara yang sama seperti yang ku hirup sekarang.

 

Disini aku sekarang, menatap sungai yang tak jauh dari Appartemen ku dan Kyuhyun Oppa. Aku tak sendirian ada Ahra Eonni yang menemaniku karena tak mungkin Kyuhyun Oppa mengijinkan ku keluar jika tak ada seorang pun yang menemani ku.

 

“Kau berharap Namja atau Yeoja yang keluar nanti Seohyun~ya ?” ucap Ahra Eonni sembari mengelus perut besarku, sama seperti Kyuhyun Oppa lakukan padaku.

 

“Molla Eonni, yang terpenting untuk ku dia lahir dengan sehat dan selamat. Masalah Namja atau Yeoja aku tak begitu mempedulikannya”

 

“Aku tak sabar menantinya Seohyun~ya, karena ini keponakan pertama ku dan sangat spesial.” Ahra Eonni tersenyum menatap ku sembari tangan kanannya menggenggam tangan ku. Aku membalas tatapannya dan tersenyum hangat padanya.

 

“Jadi kapan dia akan lahir ?”

 

“Prediksi dokter sekitar 3 hari lagi Eonni, tapi entah itu bisa terjadi lebih cepat ataupun sebaliknya”

 

 

Dalkomhan ne geu mal nal jugineun ne geu mal

Gamanhi kkaemulmyeon sseudisseun geu mal geumanhae

Miwohaji motae saranghajido motae

Gyeolguk domangchyeobeorindan geu mal jebal geuman geumanhae

 

 

Terdengar Sebuah alunan music merdu yang berasal dari dalam tasku, ku raih benda persegi panjang berwarna putih itu dan menekan sebuah tombol sebelum menempelkan benda itu di telinga kanan ku.

 

“Yoboseo”

 

“Yeobo, kau dimana sekarang ? apa sudah makan ? jangan lupa untuk meminum vitamin mu”

 

“Oppa berhentilah mengkhwatirkan ku seperti itu. Aku bersama Ahra Eonni sekarang dan kami sedang berada di danau dekat Appartemen Oppa, wae ?”

 

“Ah Gwenchana, aku hanya memastikan jika kau dalam keadaan baik-baik saja Yeobo~ya”

 

“Aku baik-baik saja Oppa tenanglah”

 

“Baguslah”

 

“Oppa”

 

“Heemm”

 

“Aku merindukan Eomma dan Appa, bisakah kau pulang dan mengantarkan ku bertemu mereka di Mokpo sekarang ?”

 

“Mianhae Yeobo sekarang pekerjaan kantorku sangat banyak, bagaimana jika besok saja ?”

 

“Jebal Oppa. Sepertinya kau sudah tak menyayangiku lagi. Kau lebih menyayangi kertas bertumpuk itu”

 

“Ah baiklah, aku akan segera pulang. Kau bersiap-siaplah”

 

“Gomawo Oppa! Saranghaeyo”

 

“Nado Yeobo”

 

 

Kuputuskan sambungan telpon itu dan segera meminta Ahra Eonni untuk mengantarku pulang dan bersiap-siap sebelum Kyuhyun Oppa tiba di Appartemen kami.

 

Beberapa potong pakaian sudah ku siapkan untuk kunjungan ku nanti. Dan kurasa semuanya sudah siap hanya tinggal menanti Kyuhyun Oppa datang dan menjemput ku.

 

 

DREEEET

 

 

Kembali I-phone ku bergetar dan kali ini sebuah pesan masuk yang terpampang di layar datar tersebut. Dengan segera kubuka pesan tersebut.

 

 

From : My Nampyeon

Yeobo, turunlah. Aku sudah berada di depan Appartemen. Tak usah terburu-buru! Pelan-pelan saat berjalan dan berhati-hatilah

 

 

Seutas senyum kembali merekah di bibirku. Ini yang sangat kusuka darinya, selalu mengkhawatirkanku kapan saja meskipun hanya berjalan beberapa langkah menuju tempatnya. Tak ingin membuatnya menunggu terlalu lama dengan segera aku beranjak dari dudukku dan menyambar tas yang sudah terisi penuh perlengkapan kami dan berjalan meninggalkan Appartemen kami.

 

“Oppa mianhae membuat mu menunggu”

 

 

CHU~

 

 

Sebuah ciuman mendarat bebas di bibirku

 

“Sudah ku katakan berhentilah mengucapkan kata Mianhae padaku dan itu hukuman mu”

 

Aku hanya memutar kedua bola mataku memperhatikan tingkah suami ku yang semakin hari semakin membuat ku gemas saja.

 

“Oppa” panggil ku

 

“Hemm” jawabnya yang masih fokus menghadap depan

 

“Gomawo”

 

“Cheonma Yeobo, sebaiknya kau tidur saja ini akan memakan waktu yang lama”

 

“Ne..”

 

Kupejamkan kedua bolamataku dan berusaha untuk beristirahat sejenak sesuai permintaanya.

 

**

 

Mungkin sudah 30 menit lamanya kedua bolamata ini tertutup. Dengan mata yang masih belum bisa terbuka sempurna aku mulai menatap Namja yang masih fokus dengan kemudinya itu.

 

“Yeobo, kau sudah bangun ? bagaiman tidur mu ? apa terasa sakit tidur seperti itu ?”

 

“Oppa mengapa mendung sekali ?” Tanya ku kembali tanpa menjawab pertanyaannya yang membuat ku ingin memukulnya karena terus saja mengkhawatirkan ku.

 

“Ne..dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, mm apa kau lapar Yeobo ?”

 

“Ani Oppa, aku masih kenyang”

 

“Makanlah sedikit kasihan Aegi dia pasti lapar di sana” ucapnya sembari menatap dan mengelus perut ku dengan tangan kananya.

 

“OPPAAAAAAAAAA!!!” teriak ku saat melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dari arah depan kanan kami yang kupastikan hal itu akan menghantamku terlebih dahulu mengingat posisiku yang berada tepat dengan jalur yang di lwati mobil itu, dan hal yang pertama kulakukan adalah memejamkan mataku sembari menggenggam lengan Kyuhyun Oppa erat.

 

 

Gelap. Kenapa disini terasa gelap dan dingin. Oppa apa itu kau ? seseorang berjalan di hadapanku dengan cahaya yang mengelilingi tubuhnya perlahan tapi pasti semakin mendekat padaku dan yang ku yakin itu pasti Kyuhyun Oppa. Tunggu dulu, apa yang berada dalam pelukannya itu ? seperti seorang bayi mungil

 

“Oppa.. siapa dia” ucapku sembari menunjuk bayi yang berada dalam dekapannya. Ia hanya tersenyum manis padaku

 

“Ini anak kita Seohyun~ya dia cantik bukan ? sama seperti mu. Tapi kedua bolamatnya menduplikat mataku lihatlah”

 

Aku tak percaya dengan ucapannya, sedetik kemudian aku menatap perutku dan mengelusnya ‘RATA’ itu yang kurasakan. Apa itu benar-benar anak kami ?

 

“Aku ingin memberi ia nama, Cho Jihyun. Bagaimana menurut mu ?”

 

“Cho Jihyun, nama yang bagus Oppa”

 

“Berjanjilah kau akan menjaganya dengan baik. Aku akan terus memantau kalian dari sana”

 

“Ap..apa yang kau katakan Oppa ?”

 

“Waktu ku sudah habis menemani kalian, saranghaeyo” ucapnya yang memeluk tubuhku dan perlahan berjalan menjauhiku.

 

**

 

“Opp – oppa….”

 

“Seohyun, chagi”

 

“Eomma….apa aku dan Kyuhyun Oppa sudah berada di rumah mu ?”

 

Eomma tak menjawab ucapanku melainkan menangis dan memeluk Appa. Terlihat juga Eommanim dan Appanim yang meneteskan airmata mereka sama seperti yang di lakukan Eomma. Sebuah tangan lembut mengelus pipiku.

 

Ahra Eonni, membelai pipiku lembut sembari menggenggam tangan kananku. Memberikan ku bayi mungil yang berada di dalam pelukannya.

 

“Ini bayi mu Seohyun, dia cantik seperti mu. Dokter melakukan operasi sesar karena..”

 

“Apa Kyuhyun Oppa sudah melihatanya ? dimana Kyuhyun Oppa ?” potongku pada Ucapan Ahra Eonni.

 

“Seohyun, kumohon kau bisa menerima ini semua. Kyuhyun…Kyuhyun sudah pergi meninggalkan kita. Kecelakaan yang baru saja kau alami bersamanya berhasil merenggut nyawanya. Sesuai pemeriksaan mobil yang kau tumpangi dengannya terhantam keras dengan beton jalan yang berada di sisi kiri jalan”

 

“Kyuhyun membanting stir ke arah kiri dan membiarkan tubuhnya membentur keras pembatas jalan itu dan membiarkan mu dan anak ini selamat dari maut tersebut. Itu pilihan yang sangat bijaksana menurutku, dia sangat menyayangimu dan anak ini Seohyun. Dia merelakan nyawanya hanya untuk membiarkan mu tetap hidup dan membesarkan anak ini”

 

Saat itu juga. Detik itu juga tubuhku kaku. Saraf otakku berhenti memerintahkan sel saraf tubuhku untuk bergerak. Ternyata tidak hanya gerak tubuhku saja yang bermasalah, tapi juga sistem pernafasanku. Hidungku seolah tersumba, tak lagi mau memperbolehkan ku untuk menghirup udara bebas.

 

Krystal bening sempurna membasahi pipiku dan tentu saja genggamanku pada bayi yang berada dalam dekapan ku ini melemah. Dengan sigap Ahra Eonni kembali mengambilnya dari lengan ku.

 

Apa tadi pesan terakhir Kyuhyun Oppa ? Oppa rasanya aku ingin marah padamu! Mengapa kau tak mengajak ku pergi bersama mu. Tapi aku tau kau melakukan itu karena kau ingin anak kita dapat merasakan dunia yang indah ini. Gomawo Oppa, kau sudah memberikan nyawamu untuk melindungi kami.

 

 

 

Two Years Latter…

 

“Eomma, mengapa kau melamu terus. Dan mengapa kau menangis Eomma ? apa Jihyun berbuat nakal ?” ucap Seorang gadis mungil seraya membelai lembut pipi ku.

“Ah Gwenchana chagi. Apa kau sudah makan ?” tanya ku kembali sembari menyeka air mata yang membasahi kedua pipiku.

“Sudah Eomma”

“Eomma, kajja! Bukan kah hari ini Eomma berjanji padaku menemui Appa. Aku sangat merindukan Appa, Eomma”

Ku anggukan kepalaku sembari mengelus lembut rambutnya dan tentu saja dengan senyuman yang ku paksakan keluar dari bibirku.

Kami segera melakukan perjalanan menuju pemakaman Kyuhyun Oppa, tak lupa membawakan beberapa tangkai bunga sebagai hadiah kedatangan kami.

Disinilah kami sekarang, di sebuah makam yang bertuliskan nama Cho Kyuhyun.

“Annyeong Appa..Jihyun merindukan mu. Apa Appa merindukan Jihyun ? Jihyun dan Eomma sangat menyayangimu Appa, walaupun Jihyun belum pernah sekalipun bertemu bahkan menyentuhmu tapi Jihyun yakin kau juga sangat menyayangi Jihyun dan Eomma. Appa sekarang Jihyun sudah bisa membaca. Bukan kah itu hebat ? oh iya Jihyun membawakan Appa hadiah. Ini mawar putih Appa, baunya harum. Jihyun harap Appa menyukainya. Saranghayeo Appa”

Lagi dan Lagi Krystal bening kembali membasahi permukaan pipiku. Mendengar ucapannya membuat hati ku merasa miris.

Oppa mianhae memaksa mu waktu itu mengantarkan ku bertemu Eomma dan Appa di Mokpo. Andai saja saat itu aku tak memaksa mu mungkin sekarang kau dan Jihyun sedang bermain bersama.

Mianhae Oppa, hahaha mana ciuman mu yang selalu kau berikan padaku sebagai hukuman karena aku selalu mengatakan mianhae padamu ? aku merinduakan mu Oppa sangat merindukan mu

Kyuhyun Oppa, tunggu aku. Entah kapan itu yang pasti aku akan menyusulmu di sana. Dan Gomawo untuk semuanya. Kau memang suami yang sangat baik bahkan kau sempurna dimataku.

 

[END]

107 Tanggapan to “GOOD NAMPYEON [ ONESHOOT ]”

  1. milladia Juli 9, 2015 pada 8:18 am #

    ff nya keren..
    ceritanya nyentuh hati banget… :’)
    daebak!

  2. kimhaera Februari 23, 2015 pada 8:58 pm #

    ini nyentuh banget ceritanya. Kyu kenapa baik banget sih kan jadi sedih T_T

  3. Iyank EternalMagnae Januari 15, 2015 pada 8:04 am #

    huwaaaaaaa……sdh kyuppa ny mninggal!!
    jihyunnya ksian tdak dpt mrasakan ksih syang seorang appa!!

  4. Mimi Januari 2, 2015 pada 8:30 am #

    Aigoo😥 Ceritanya nyentuh bgt, ksh sayangnya kyu ke seo itu lhooo :’3 Walau aku bacanya telat *pake’ bgt malah. Tp aku tetep komen kok🙂 Daebak author!!!

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: