QUE ME QUIERES [ ONESHOOT ]

3 Des

SeoKyu moment

Judul/Title : QUE ME QUIERES 

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it😉

Length : ONESHOOT

Genre : Romance, Sad, Family. Little Bit NC

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* aku bawa ff oneshot lagi nih

TAPI ini ada sedikit unsur Ncnya HANYA SEDIKIT jadi engga aku Protect tapi kalau belum waktunya baca begituan mending jangan deh ya J tapi kalau masih ajah baca dosa di tanggung sendiri deh heheh

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

 

 

 

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

Rintikan hujan yang juga membawa hawa dingin pada malam hari pastilah membuat kebanyakan orang lebih memilih untuk meringkuk di dalam selimut daripada harus melakukan kegiatan yang lain. Setiap tetesan hujan yang menghipnotis dengan cara membuat suara berisik di atap rumah akan semakin membuat penghuninya terlelap, begitu pula dengan wanita berambut coklat ikal yang kini tengah tidur di atas sebuah ranjang besar. Sepasang mata bulat-nya tersembunyi di balik kelopak matanya yang terpejam.

Suara gemuruh awan yang tidak terlalu keras membuatnya terbangun. Perlahan, matabulat itu menampakkan wujudnya saat kelopak yang sedari tadi menutupinya terbuka. Kali ini, gemuruh awan yang terdengar lebih keras dari sebelumnya, membuat pemilik mata itu menolehkan kepalanya ke sisi samping ranjang.

“Kyu?”

Hening. Tak ada yang menyahuti panggilannya. Senyuman hambar tergambar di bibirnya ketika mendapati sosok yang ia inginkan tak ada di tempatnya. Sebelah tangannya yang tersembunyi di balik selimut, terulur untuk untuk menyentuh sisi ranjang yang sangat ia rindukan. Mengusap bantal, hingga turun ke seprai dan meremas pelan kain itu untuk merasakan suhu tubuh seseorang yang masih tersisa di sana.

“Padahal kau baru istirahat sebentar,” gumamnya lirih.

Selalu seperti ini. Padahal baru beberapa jam yang lalu pria yang ia rindukan itu menginjakkan kakinya di rumah ini. Datang seraya tersenyum seperti biasa walaupun raut lelah terukir jelas di wajah pucatnya. Dengan menghela napas pelan, wanita itu menyingkapkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya, ia berjalan keluar menuju tempat yang ia yakini bisa menemukan sosok pria yang telah membuat tidurnya tidak tenang.

Que Me Quieres

.

.

“Sampai kapan kau akan di situ, Kyu?”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan itu. Mata hitamnya terpaku pada kanvas berukuran besar yang ada di hadapannya. Kedua alisnya yang bertaut membuat Seohyun sedikit ragu untuk mendekatinya. Tapi Seohyun tidak peduli, hampir tiap malam ketika Kyuhyun baru saja datang dari kunjungannya di berbagai kota maupun negara, pria itu terus saja memaksakan dirinya untuk menyelesaikan lukisan-lukisannya tanpa sedikit pun menaruh perhatian terhadap kesehatannya sendiri.

Tanpa menutup pintu ruangan itu, Seohyun berjalan mendekati Kyuhyun seraya menyanggul rendah rambut ikalnya. “Apa kau tidak bosan selalu berada di sini?”

“Aku harus menyelesaikan ini, Seohyun.”

“Aku tahu, tapi kau juga harus beristirahat, Yeobo.”

Kyuhyun terdiam. Tangannya yang sedari tadi menari indah di atas kanvas terhenti seketika. “Aku payah,” gumam pria itu penuh keputus asaan. “Benar-benar payah.” Seohyun hampir saja terlonjak ketika tiba-tiba Kyuhyun melempar kuasnya, dan menjatuhkan kanvas yang ada di depannya dengan kasar.

“Kyu.” Seohyun memeluk punggung Kyuhyun untuk meredakan emosi suaminya. Seumur-umur ia mengenal Kyuhyun, ia tidak pernah melihat pria ini terlihat begitu menyerah, apalagi karena melukis. Sungguh suatu kemustahilan jika Kyuhyun seperti ini karena dunia seni yang sangat ia cintai. “Kau tidak payah. Kau seniman hebat.”

“Dengan kegagalan melukis sebuah masterpiece?” Suara Kyuhyun terdengar begitu gusar di telinga Seohyun.

“Kau tidak gagal. Lagipula semua karyamu adalah yang terbaik.”

Kyuhyun melepaskan lengan Seohyun yang melingkari bahu dan tubuhnya. “Tidurlah lagi, Seohyun. Aku akan menyelesaikan ini semua.”

“Tidak.” Kali ini Seohyun yang gusar. “Cobalah untuk beristirahat sejenak, Kyu. Tubuhmu membutuhkannya.”

“Mana mungkin aku bisa beristirahat dengan tenang? Besok adalah pameran perdanaku, Seohyun.”

Seohyun terdiam, bagaimana ia bisa lupa tentang hari penting itu?

“Tidurlah lagi,” ucap Kyuhyun seraya meremas pelan tangan Seohyun. “Aku janji akan tidur jika semuanya sudah selesai.”

Walaupun Kyuhyun berkata dengan senyuman yang terpatri di wajahnya, Seohyun tetap tidak bisa menganggap semuanya baik-baik saja. “Jika belum selesai?”

“Aku akan menyelesaikannya.”

“Bagaimana jika kau tidak berhasil menyelesaikannya?” tanya Seohyun jelas tidak puas dengan jawaban Kyuhyun.

“Jika seperti itu… aku rasa aku sudah tidak pantas menjadi seorang seniman lagi.” Raut wajah Kyuhyun yang berubah sendu segera membuat Seohyun tersadar dengan apa yang baru saja ia katakan.

“Kyu…” Seohyun kembali memeluk tubuh Kyuhyun dari samping. “Maaf, aku tidak bermak−”

“Tak apa, Chagi. Ini sudah menjadi keputusanku.”

Seohyun benci jika melihat Kyuhyun seperti ini. Kyuhyun yang selalu bertekad kuat dan pantang menyerah, kini sudah tidak memiliki semangat apa pun. Mata hitamnya yang selalu memancarkan cahaya cerah di setiap tatapannya, kini seolah lenyap dan semakin menggelap seiring warna matanya. “Jangan berpikir seperti itu, Kyu. Kau masih bisa menunda pamerannya, kan?”

“Kurasa membatalkannya lebih baik jika harus menundanya.”

“Kau tidak boleh membatalkannya! Ini mimpimu, Kyu!” Seohyun semakin gusar dengan keputus asaan yang terlontar dari mulut Kyuhyun. “Tanpa masterpiece pun kau bisa mengadakan pameranmu.”

“Aku sudah menyiapkan ini selama hampir sembilan bulan, Seohyun. Pameran lukisan tanpa sebuah masterpiece sama dengan menunjukkan kepada para kolektor maupun seniman lain kalau aku tak pantas disebut seniman.”

Keheningan yang sungguh tidak nyaman menyapu benak Seohyun. Kyuhyun yang menurutnya selalu gampang dibujuk, kini menjadi Kyuhyun yang sangat keras kepala dan menjengkelkan.

Kyuhyun kembali meraih tangan Seohyun dan meremasnya pelan. Senyumannya yang tidak sampai mata mengambang di wajahnya. “Jika aku sudah tidak menjadi seniman lagi, aku akan menemanimu merawat semua bungamu. Bila perlu, kita bisa membuka sebuah toko bunga yang indah. Atau… kau ingin kembali menjadi model seperti dulu, dan−”

“Cukup, Kyu! Hentikan omong kosongmu!” Seohyun menyentakkan tangannya sehingga Kyuhyun melepaskan genggamannya. Batas kesabarannya benar-benar habis sekarang. “Kau tidak akan pernah berhenti menjadi seniman karena itu adalah bakat alamimu!”

“Seo−”

“Dan jangan pernah menyuruhku untuk menjadi model lagi, Kyu! Aku sudah berjanji di hadapan Tuhan untuk menjadi seorang istri yang baik bagimu. Menyambut kepulanganmu, menyiapkan segala kebutuhanmu, dan menemanimu dalam keadaan apa pun. Ini semua adalah jalan hidup yang kupilih, Kyu. Aku menikmatinya tanpa sedikit pun ingin meninggalkannya.” Seohyun mengakhiri semua perkataannya dengan sedikit terengah. Emosinya yang meluap-luap hampir saja tumpah jika ia tidak sadar bahwa memarahi Kyuhyun malah akan membuat suaminya itu merasa tertekan.

Kali ini adalah giliran Kyuhyun yang terperangah mendengar semua ucapan Seohyun. Pria itu hanya terdiam tanpa menunjukkan gelagat membuka mulutnya sehingga membuat Seohyun semakin putus asa menyemangatinya.

“Kau lihat ini, Kyu?” tanya Seohyun seraya mengangkat dan menunjukkan kanvas yang tadi dijatuhkan Kyuhyun. “Menurutku ini adalah sebuah karya yang mengagumkan.”

Sebelah alis Kyuhyun terangkat karena heran dengan pernyataan Seohyun. “Hal mengagumkan apa yang kau dapat dari kanvas yang hanya berisi coretan tinta hitam seperti itu, Seohyun?”

Seohyun bisa merasakan kedua pipinya panas mendengar pertanyaan Kyuhyun. Sepayah-payahnya ia tentang selera sebuah lukisan, ia tidak seharusnya mengatakan lukisan yang ia pegang sekarang adalah sebuah lukisan yang mengagumkan. Sebuah lukisan yang hanya berisi coretan tinta hitam dengan berbagai garis yang melintang tidak beraturan. Astaga, anak kecil pun tahu kalau itu bukanlah suatu benda yang layak disebut lukisan.

Kyuhyun meletakkan telapak tangannya di pipi Seohyun dan mengusapnya pelan dengan ibu jarinya. “Kau tak perlu menghiburku sedemikian rupa, Seohyun,” ucapnya seraya tersenyum simpul. “Tidurlah lagi. Kau pasti lelah setelah seharian menunggu kepulanganku.”

“Ini bukan sebuah coretan tinta hitam yang tidak berguna, Kyuhyun. Ini akan menjadi lukisan abstrak yang mengagumkan jika kau bisa menyelesaikannya dengan baik.” Seohyun sadar bahwa saat ini ia tidak hanya menyemangati Kyuhyun, melainkan juga untuk mengikis rasa malunya di depan suaminya. Ia bahkan tidak yakin dengan apa yang baru saja ia katakan karena ia sendiri tidak begitu paham dengan sebuah lukisan yang disebut abstrak. “Kau hanya perlu memberi berbagai warna cerah di setiap celah yang dibentuk oleh garis hitam. Kau juga bisa memperbanyak garis hitam maupun warna cerahnya untuk memenuhi kanvas ini. Atau… k−kau bisa memberi aksen gradasi warna cerah untuk menggantikan garis hitam yang kau anggap tidak begitu bagus.”

“Kau yakin dengan apa yang kau katakan?”

Oh baiklah, Seohyun menyerah. Tawa geli yang keluar dari mulut Kyuhyun semakin membuatnya terpojok dalam perkataan konyol yang ia buat sendiri. “Apa? Kenapa menertawakanku seperti itu? Berhentilah tertawa dan buktikan kalau perkataanku memang benar!” ucap Seohyun dengan kepercayaan diri yang tersisa di benaknya.

Wajah Kyuhyun yang tertawa lepas sangat kontras dengan wajahnya yang murung beberapa saat yang lalu. Pria itu mengakhiri tawanya setelah menghembuskan napas keras berkali-kali, dan menatap Seohyun dengan seksama. “Kau mencintaiku, Seohyun.”

Seohyun terdiam mendengar ucapan Kyuhyun. Kedua alisnya terangkat karena heran.

“Kau mencintaiku,” ulang Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun, jangan membuatku bingung dengan rayuanmu!”

“Baiklah Mrs.Cho, aku mengaku.” Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya di udara. “Sebenarnya masterpiece-ku sudah selesai kukerjakan beberapa menit sebelum kau datang. Kanvas yang kau pegang adalah lukisan gagal yang masih kusimpan hingga sekarang,” ucapnya seraya menarik sebuah kain yang menutupi kanvas super lebar yang berdiri tegak di sampingnya.

“I−ini…” ucapan Seohyun menggantung begitu saja melihat lukisan seorang gadis yang ada di depannya.

“Adalah kau.”

Seohyun tahu gadis yang ada di dalam lukisan itu adalah dirinya.

“Kau masih mengingatnya, Seohyun?”

Seohyun jelas mengingatnya karena Kyuhyun melukiskan semuanya dengan detil. Itu adalah lukisan dimana ia yang kala itu menunggu Kyuhyun untuk kencan pertama sebagai sepasang kekasih. Seorang gadis dengan mata berbinar yang duduk di bangku taman saat musim salju. Semua yang ada di sekelilingnya tertutup salju putih sehingga membuat mantelnya yang berwarna ungu terang terlihat begitu mencolok. Senyuman bahagianya seolah dapat menghangatkan suhu disekelilingnya yang terlihat sangat dingin. Ah, Seohyun tidak yakin gadis cantik yang ada di dalam lukisan itu adalah dirinya.

Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Seohyun yang terperangah. Pria itu mengambil langkah untuk mendekati Seohyun. “Saat itu adalah sebuah masterpiece yang dibuat Tuhan dalam hidupku.”

“Mengapa kau tidak memberitahuku dari awal kalau kau sudah menyelesaikan masterpiece-mu?” Seohyun tak percaya bahwa suaminya sendiri mempermainkannya.

“Karena aku tahu kau akan mendatangiku dan bersikap konyol seperti tadi,” jawab Kyuhyun dengan menahan tawanya.

Seohyun membanting kanvas yang ia pegang dan menatap Kyuhyun galak. “Ini tidak lucu, Kyu. Aku membencimu.”

“Tidak. Kau mencintaiku, Seohyun.”

“Hentikan!” Seohyun semakin geram mendengar ucapan Kyuhyun yang membuatnya marah dan malu secara bersamaan. “Aku membencimu, Kyuhyun. Camkan itu!”

“Kau mau kemana?” Kyuhyun menahan lengan Seohyun saat wanita itu membalikkan badannya untuk pergi.

“Tidur,” jawab Seohyun ketus. “Lepaskan aku! Terserah kau mau tidur atau tidak, aku tidak akan memintamu lagi. Aku benar-benar membencimu.”

Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya dan menempelkan tubuhnya ke punggung Seohyun. Kedua lengan pria itu terulur untuk memeluk istrinya dari belakang dengan erat. “Aku tidak percaya dengan ucapanmu,” bisik Kyuhyun tepat di telinga Seohyun sehingga membuat wanita itu sedikit bergidik geli. “Tetaplah disini, hm?” Kyuhyun mendaratkan kecupan lembut di kulit leher Seohyun yang tidak tertutup piyama tidur.

“Tidak mau.” Seohyun sedikit kesulitan untuk bernapas karena kecupan Kyuhyun yang dirasanya semakin membuatnya terlena.

“Kau tidak merindukanku?”

“Tidak.”

“Benarkah?” Kyuhyun memutar tubuh Seohyun menghadap ke arahnya.

“Ya.” Bohong jika Seohyun mengatakan ia tidak merindukan suaminya. Intensitas waktunya yang dihabiskan dengan Kyuhyun sebagai sepasang suami istri dapat dibilang minim karena profesi Kyuhyun yang mengharuskan pria itu sering berpergian jauh.

Jemari Kyuhyun terselip di belakang telinga Seohyun untuk menarik kepala wanita itu mendekat. “Kau yakin?” bisiknya lirih sebelum mengecup lama bibir bawah Seohyun.

Tubuh Seohyun menegang sesaat ketika merasakan bibir Kyuhyun menekan lembut bibirnya. Betapa ia sangat merindukan ciuman suaminya hingga membuat seluruh syaraf tubuhnya lemas hanya karena sentuhan kecil yang diberikan pria itu. Perlahan, Seohyun membuka bibirnya dan menyambut Kyuhyun dalam sentuhan lembut yang memabukkan. Begitu mesra, begitu dalam, dan… begitu indah.

“Padahal aku merindukanmu,” bisik Kyuhyun ditengah ciumannya yang terus mengecap bibir Seohyun. “−sangat.”

Seohyun menjauhkan kepalanya hingga membuat bibirnya terlepas dari kuluman bibir Kyuhyun. “Kau bohong.”

“Kenapa kau berpikir seperti itu?” Suara Kyuhyun terdengar sedikit meninggi, bahkan di telinganya sendiri.

“Kau lebih mencintai lukisanmu.” Seohyun memalingkan wajahnya sehingga bibirnya yang sengaja ia manyunkan terlihat jelas oleh Kyuhyun. Seohyun tahu ini sungguh kekanak-kanakan, tapi ia tidak peduli. Kapan lagi ia bisa sedikit bermain dan manja dengan suaminya sendiri seperti saat ini?

Kyuhyun mengeluarkan tawa kecil sebelum kembali meraih kepala Seohyun dan mengecup singkat bibir wanita itu. “Baiklah, aku minta maaf.”

“Semudah itu?”

“Lalu kau mau apa?”

Seohyun mengulurkan kedua tangannya untuk meremas rambut belakang Kyuhyun sebelum menurunkan tangannya untuk membelai kulit leher suaminya. “Buktikan kalau kau merindukanku, Yeobo,” ucapnya sebelum mencium Kyuhyun.

Ciuman pasangan suami istri itu berlangsung lama. Gerakan bibir keduanya mengisyaratkan hasrat serta kerinduan yang sama besarnya. Sepanjang sembilan bulan mereka menikah, momen seperti ini sangat jarang dihabiskan oleh keduanya. Keduanya sungguh menginginkan kehangatan yang tercipta seperti ini, terlebih untuk Seohyun. Walaupun tak pernah menyatakan secara gamblang bahwa ia selalu merasa kesepian jika tidak ada Kyuhyun di dekatnya, wanita itu tak dapat memungkiri jika tubuh dan hatinya merespon bahagia atas ini semua.

Kyuhyun menurunkan bibirnya untuk menciumi leher Seohyun hingga berhenti di tulang belikat wanita berambut coklat itu. “Maaf, setelah ini aku berjanji akan melaksanakan bulan madu kita yang tertunda.”

“Ja−janjih?”

“Ya.” Tangan Kyuhyun semakin erat memeluk punggung wanitanya seraya sesekali meremas pelan pinggangnya. “Setelah pameran perdanaku selesai, kita akan berbulan madu. Kemana pun kau mau, Seohyun.”

Betapa Seohyun sangat bahagia atas perkataan yang baru saja dilontarkan suaminya. Selama ini, ia tidak pernah sekali pun membicarakan perihal bulan madu dengan Kyuhyun. Ia takut jika Kyuhyun akan merasa berat hati jika harus meninggalkannya sendirian untuk berpergian jauh. Seohyun benar-benar tak ingin ia jadi penghalang atas profesi suaminya sendiri.

“Nnhh− Kyu?” Seohyun sedikit mendorong tubuh Kyuhyun saat ia merasakan punggungnya menyentuh meja.

“Hm?” gumam Kyuhyun seraya terus mendaratkan sapuan bibirnya di sekitar dada Seohyun. Tangannya baru saja akan menarik tali piyama tidur istrinya ketika ia merasakan jemari lentik wanita itu menahannya.

“Ja−jangan disinih.”

Kyuhyun terdiam sejenak memandangi kedua mata Seohyun sebelum tersenyum simpul dan mengecup bibir istrinya singkat. “Sesuai permintaanmu, Mrs.Cho.” Dalam sekali gerakan, Kyuhyun menggendong tubuh Seohyun dengan menyelipkan kedua tangannya di punggung dan lipatan kaki wanita itu. Dengan santai, ia berjalan melewati beberapa kanvas yang telah ia siapkan untuk pameran perdananya besok.

“Kita akan kemana?” tanya Seohyun ketika langkah Kyuhyun baru saja keluar dari studio lukis itu. Jemarinya memainkan anak rambut Kyuhyun yang berada di sekitar telinga pria itu.

“Surga dunia,” jawab Kyuhyun enteng.

Kekehan geli Seohyun mengiringi langkah kaki Kyuhyun yang menggendongnya menuju kamar mereka. Kamar yang sekali lagi akan menjadi saksi cinta mereka sebagai sepasang suami istri.

.

[END]

.

.

.

Masterpiece = Karya Hebat / Karya terbaik

99 Tanggapan to “QUE ME QUIERES [ ONESHOOT ]”

  1. annisyafrasticaa Mei 20, 2016 pada 4:20 am #

    Wahhh dapet feel nya,kerennn,sampe ikut senyum senyum ahaha

  2. yoonjunghae11 Januari 24, 2016 pada 2:01 pm #

    Rrrrrr… aku udh tegang2 bacanya,kirain bakal ada adegan berantem2an malah udh serius lagi,eh ternyata kyu cuma ngejailin seo doang,aishhh emg bener2 evil cho kyuhyun… 😁😁😈😈😈,good job thor aku suka ff nya 👏💓👍

  3. huldamaknae25 Desember 30, 2015 pada 2:36 am #

    ahh so sweet…kyu ngerjain seo ya…nice ^_^

  4. iraseokyu Oktober 9, 2015 pada 12:20 pm #

    Aigoooo uri seokyu so sweeeetttt banget sihhh *bacanya jdi senyum2 sendiri *kekkkkk
    Eonnniii ffnya keren banget, bahasa yg digunakan juga aku suka banget…

  5. kimhaera Februari 23, 2015 pada 7:58 pm #

    ampun kaaaaak, aku senyum-senyum bacanyaaaaaa><

  6. Iyank EternalMagnae Januari 15, 2015 pada 8:22 am #

    aigooooo.so sweet!!
    awalnya q kira kyuppa bnran ptus asa!!
    ech trnta cm akting aj bwat ngerjain seo!!
    dsr evil!!

  7. Park Sari Desember 8, 2014 pada 12:40 pm #

    Aigooo,,,sweet Banget Sih Seokyu Ini…..
    Jdi Greget Gimna Gitu Mbacanya….

  8. Aan's L-hope Oktober 17, 2014 pada 2:40 am #

    Seohyun tertipu nih…🙂

  9. rosepink Oktober 5, 2014 pada 5:06 am #

    Tertipu nih -_- kirain bakal berantem hebat ternyata….
    Manis bgt seokyu >< bikin senyum" hehe

  10. linaseokyu Agustus 1, 2014 pada 3:14 am #

    aisshhhhh manisnyaaaaaaaaa ;;)
    sukaaaaa🙂 kukira td bakal ada konflik yg hebat eh ternyata kyu cuma boongin seo hihihi appa bandel nih kekekek ^^
    bagus eon…. mereka sweet bgt sih semoga cepet diberi baby cho yah hihi lanjut baca sequelnyaaaa😀

  11. wulanwires Juni 19, 2014 pada 2:03 am #

    aigoo sweet bgt ceritany walaupun diawal seo dikerjain

  12. Min Rin Rin Juni 11, 2014 pada 7:26 am #

    DAEBaaKKKKK ,romancenya pas banget ketawa ketiwi bacanya thor nice ff🙂

  13. Melli Mei 22, 2014 pada 2:33 am #

    Kekekeke

    sepertinya keevilan kyuhyun tdak berubah,

  14. clara April 26, 2014 pada 4:31 am #

    Hwaaaaaa…hahahahaha…lucuuu, manisss

  15. Made Yunii utamii putrii April 23, 2014 pada 7:12 am #

    Ўªªά̲̣̣̣̥ά̲̣̣̣̥ªª ampun kyknya senang b⌣ªª⌣ªª⌣ªªñgêt jadi seo,dijadiin masterpiecesnya kyuppa,, ∂ќʊ̈̇ kapan kyk gitu •·ιчä..(◦’⌣’◦)• ,,??

  16. qriaa April 10, 2014 pada 5:03 pm #

    hah cocwit😀

  17. vinafeli Januari 12, 2014 pada 6:20 pm #

    Kyu kok boongin seo? Tp endingnya sweet…^^

  18. Kim Lia S'SeoKyu Lovers Januari 5, 2014 pada 6:03 am #

    Oh my god, meleleh bacaY..
    Knp endingY ga di terusin sekalian??????
    Ahahaaa..

  19. Hyunnie407 Desember 9, 2013 pada 2:03 pm #

    uwaa daebakk…..🙂🙂🙂
    kangen bgt moment2 seokyu kya gini…. udah lama ga baca ff seokyu…😦

  20. alifia Desember 1, 2013 pada 1:50 am #

    seo malu banget tuh pasti dikerjain sama kyu hahaha .

  21. taemfallin November 5, 2013 pada 4:07 am #

    Ooooh maniss banget kyu disini
    Pasti malu seo dikerjain sama kyu
    ªkŮ juga Ъќ phm apa Ɣªήğ diomongin seo
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

  22. cloud September 30, 2013 pada 10:26 am #

    Tiba” wktu Kais di skolah tadi nih ff nimbrung di kpla, dn gwe lsg baca (lagi),lupa udh komen ato belom,sukakk bgt;*
    ff seokyu yg lainnya di tunggu^^

  23. sukma September 16, 2013 pada 4:08 am #

    Omo :O

  24. jeje0294 September 14, 2013 pada 2:02 am #

    Seokyu moemnt buat senang dan so sweet banget🙂 semoga cepatan dapat aegi, dan bisa” kyuppa ngerjai seo kalo karyanya belum selesai kekeke keren ff author daebak😀

  25. nor42 Juli 5, 2013 pada 8:48 am #

    aaaaaaaaaaa so sweeeeeeeeeeetttt!!!!!!!!!!!!!
    bener2 hebat chingu dalam penulisan dan penggambaran cerita dan kaakternya hihi🙂

  26. Nanda Juni 25, 2013 pada 6:26 am #

    Daebakk…
    I love SeoKyu

  27. Ratih Kusuma Juni 2, 2013 pada 1:12 pm #

    Cukup satu kata DAEBAKK

  28. studylady09 April 30, 2013 pada 1:37 pm #

    wah, singkat tapi manis banget FFnya chingu ^^
    chemistry Seokyu dapet banget , hwaiting author-nim ^^

  29. aifa11 April 21, 2013 pada 10:36 am #

    Ini pernah dipost di fp Seokyu fanfiction wires ya? soalnya pernah baca disana..

  30. ratutashahenanza April 7, 2013 pada 5:29 am #

    wahh… akunya kehabisan komentar nihh … sumpah daebak ff !! ….

  31. Wire_nisa April 4, 2013 pada 6:53 am #

    lanjutin lagiii..!!!

  32. Seokyu shipper April 2, 2013 pada 1:10 pm #

    Kyaaa~ keren! Gak bisa ngomong apa2 lg deh pas udah baca ff ini ^^

  33. lovekyu April 2, 2013 pada 7:39 am #

    Whuuuaaahhhh,i love kyuhyuuuunnnn😀 so romantic thor,daebak!!😀

  34. KRY's twins . . . Maret 28, 2013 pada 1:36 pm #

    Awal’nya rada sad tapi akhir’nya so sweet . . .

  35. Nana kim Maret 26, 2013 pada 2:56 am #

    ,..hahaha. . . . . .
    Bagus eon. . .

    Banyak”in buat ff seokyu ne. . ,

  36. lee natashima Maret 25, 2013 pada 8:58 am #

    Kayaknya ff ini pernah dipublish di mcls?
    Daebak ceritanya eonni..

  37. sowonelmarhaebwa Maret 24, 2013 pada 3:36 pm #

    🙂 nice ff

  38. Nana kim Maret 18, 2013 pada 12:09 pm #

    ,.yaaa,.kirain masih lanjut,
    eh ternyata udah END adja. .hehe

    daebak eon

  39. hyunitha Maret 17, 2013 pada 6:27 pm #

    seruu

  40. najla rania.... Maret 16, 2013 pada 9:41 am #

    daebak ……. seru banget chingu

  41. AllikaLoveSeoKyu Maret 14, 2013 pada 1:59 pm #

    ffnya seru..daebak dehc..sequel ya..

  42. vaa steeva Maret 12, 2013 pada 7:03 am #

    seru .. d lnjut ia

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: