Another Love [ SEQUEL OF QUE ME QUIERES ]

4 Des

SeoKyu moment

Judul/Title : Another Love [ SEQUEL OF QUE ME QUIERES ]

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it😉

Length : ONESHOOT

Genre : Romance, Family.

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* Aku sudah membuat SEQUELnya Que me quieres😉

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

 

 

 

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

Terbenamnya matahari merupakan fenomena alam yang menandakan bahwa hari akan berganti malam. Sinar matahari yang panas dan terik, akan digantikan dengan sinar bulan yang yang berwarna lembut. Pergantian fenomena alam ini akan terasa lebih indah jika disaksikan pada waktu dan tempat yang tepat. Atau mungkin… bisa ditambah dengan kebahagiaan yang tepat pula.

.

.

.

SEQUEL OF QUE ME QUIERES

Another Love

.

.

.

“Aku senang kau sudah boleh pulang dari rumah sakit hari ini.” Kyuhyun terus saja menyetir dengan sesekali melirik sang istri yang duduk di sebelahnya. Ia tersenyum kecil menatap wajah sang istri sekarang. Walaupun lesu, raut pucat yang sempat terukir jelas di wajah sang istri selama beberapa hari sebelumnya kini sudah tidak tampak.

Seohyun menolehkan kepalanya ke arah jendela. Hamparan bibir pantai yang membentang luas di sana membuat ia penasaran, “Sebenarnya kau ingin membawaku ke mana?”

“Sabarlah, sebentar lagi sampai.”

Perkataan Kyuhyun benar. Tidak lama setelah ucapan terakhir yang ia katakan, kini pria dengan warna rambut dan iris mata yang senada itu menghentikan mobilnya di sisi kanan jalan. “Kita sudah sampai.”

“Di sini?”

“Ne, Seohyun.” Setelah mematikan mesin mobil dan melepaskan safety belt, ia segera turun dari mobilnya. “Bagaimana menurutmu?” tanyanya seraya membukakan pintu mobil untuk istrinya.

Untuk beberapa detik, Seohyun terhenyak dengan pemandangan alam yang ada di depannya. Sebuah pantai dengan pasir putih yang terlihat lembut untuk disentuh, ombak lautan yang bergelung sedang, serta beberapa burung yang saling berterbangan di atas langit. Oh, suasana seperti ini memang sangat cocok jika dipadukan dengan sinar keemasan matahari yang mulai terbenam di ufuk barat sana. “Jauh. Sangat sangat jauh lebih indah dari rumah sakit,” komentarnya tanpa melepaskan pandangan di depannya.

Kyuhyun tersenyum puas. Hadiah yang sekarang ia berikan pada sang istri karena baru saja keluar dari rumah sakit, ternyata jauh lebih baik dari hadiah yang berupa materi. “Kita duduk di sana yuk?” tawarnya seraya menunjuk salah satu dari beberapa deret bangku panjang yang terletak tidak jauh dari bibir pantai.

Seohyun menuruti dorongan pelan tangan Kyuhyun yang diletakkan di pinggangnya. “Padahal di sini sangat indah, tapi mengapa sangat sepi?”

“Di sini memang selalu sepi. Jika akhir pekan pun, mungkin hanya ada empat atau lima pengunjung yang datang untuk menikmati suasana alam di sini.”

“Berarti kau sering ke sini?”

“Ya, sudah sejak lama.”

“Sejak kapan?”

“Sejak aku masih SMA. Aku sering kesini dengan sahabat-sahabatku.”

“Sahabat-sahabat?” tanya Seohyun ingin tahu. Kini ia dan Kyuhyun duduk di bangku panjang yang tadi ditunjuk Kyuhyun.

“Ya, sahabat-sahabatku. Kenapa?”

Seohyun mengerutkan dahinya. “Aku kira kau hanya punya seorang sahabat saja ketika SMA.” Melihat Kyuhyun yang tidak menanggapinya, Seohyun kembali membuka mulut. “Waktu kita masih pacaran, kau pernah mengajakku pada pesta pernikahan sahabatmu. Saat itu kau bilang dia adalah sahabatmu dari SMA. Kalau tidak salah namanya… emm, siapa ya…”

“Sungmin.”

“Ah, benar! Sungmin.”

Kyuhyun menghela napas pelan seraya memalingkan wajahnya ke depan. “Sungmin memang sahabatku, tapi aku juga punya sahabat lain selain dia. Namanya Siwon dan Tiffany.”

“Kau punya sahabat wanita?” Nada bicara Seohyun terdengar aneh sekarang, namun tampaknya Kyuhyun tidak terlalu menyadarinya sehingga pria itu terus saja menatap gulungan ombak sambil menjawab enteng semua pertanyaan istrinya.

“Ya. Tiffany. Gadis cerewet yang selalu ceria, tapi terkadang dia selalu menyembunyikan kesedihannya dibalik sifatnya itu.”

Hati Seohyun sedikit memanas mendengar cerita Kyuhyun yang selalu bercerita tentang wanita lain, apalagi ketika raut wajah pria itu yang tiba-tiba berubah sendu. Walaupun Kyuhyun berkata hubungannya dengan wanita yang bernama Tiffany itu hanya sekedar sahabat, Seohyun tetap tidak senang.

“Kau tahu? Kau sudah pernah bertemu dengannya.”

“Hm?” Seohyun tak terlalu menanggapi Kyuhyun. Suasana hatinya sudah terlanjur buruk, dan ia merasa itu adalah hal yang wajar. Semua istri akan merasakan hal yang sama dengannya ketika mendengar sang suami yang dengan entengnya bercerita tentang wanita lain.

“Tiffany. Dia yang merawatmu ketika kau di rumah sakit.”

Kali ini Seohyun tidak bisa untuk tidak terlalu menanggapi suaminya. Ia memutar tubuhnya dengan cepat sehingga memposisikan dirinya untuk bisa berhadapan dengan Kyuhyun. “Apa kau bilang?”

Jadi dia lah wanita yang bernama Tiffany? Wanita cantik berambut merah dengan iris mata hitam yang indah? Wanita ramah yang juga seorang dokter itu?−Pertanyaan itu berputar cepat di dalam kepala Seohyun.

Kyuhyun menatap istrinya dengan sedikit heran. “Aku bilang, Tiffany adalah dokter yang merawatmu selama di rumah sakit, Seohyun.”

Pantas kau terlihat begitu dekat dengannya, Kyu−Seohyun membatin sedih. Mengingat Kyuhyun yang dengan gampangnya membelai puncak kepala wanita itu, membuat hati Seohyun terasa disayat sebuah pisau kecil yang tajam. Dari awal Seohyun tak mempermasalahkan hal ini, ia juga tidak ingin memikirkannya lebih lanjut. Alasannya, karena ia mempercayai suaminya. Sangat percaya hingga membuat pikiran itu lenyap begitu saja. Yang coba ia tanam paksakan dalam benaknya saat itu adalah pribadi Kyuhyun yang pandai bergaul dengan siapapun. Maka tak heran jika Kyuhyun langsung bisa akrab dengan dokter wanita itu.

Namun saat Kyuhyun baru saja mengatakan siapa wanita itu sesungguhnya, hati Seohyun terasa tercabik-cabik sesuatu yang tak kasat mata. Bisa saja kan wanita cantik itu pernah mengisi hati Kyuhyun di masa lampau? Dan bisa saja hati Kyuhyun kembali bergejolak saat bertemu dengannya. Jika sudah seperti itu, bagaimana jika Kyuhyun meninggalkannya?

Ya Tuhan.

Seohyun menghela napas pelan. Ia hanya bisa terdiam karena merasa kelu di setiap sisi lidahnya ketika akan berbicara. Ia juga merasa lelah secara tiba-tiba saat memikirkan hal ini. Ah, inilah yang dirasakan Seohyun selama beberapa hari terakhir. Tubuh serta pikirannya sering terasa cepat lelah ketika ia memikirkan suatu hal yang mengganggu benaknya. Penyebab ia harus dilarikan ke rumah sakit pun karena rasa lelahnya, saat ia pingsan karena tubuhnya yang tak kuat lagi menahan lelah ketika menyiram bunga-bunganya.

Suara dering ponsel milik Kyuhyun membuyarkan lamunan Seohyun. Ia memperhatikan suaminya itu ketika mengeluarkan benda mungil itu dari dalam saku, sebelum beranjak pergi dari sana.

“Tunggu sebentar, Seohyun.”

Jika tidak salah lihat, Seohyun tadi melihat sosok serta nama yang baru saja ia kenal tertera di layar ponsel Kyuhyun saat suaminya itu mengeluarkan ponselnya. Hatinya membeku saat itu juga. Ia tidak ingin membenarkan apa yang ia lihat, apalagi untuk saat ini.

“Tiffany?”

Suara Kyuhyun yang terdengar sayup-sayup di telinga Seohyun saat pria itu berjalan menjauhinya meruntuhkan itu semua. Seohyun tak pernah merasa sesesak ini sebelumnya. Seluruh udara di sekelilingnya terasa lenyap secara tiba-tiba. Ujung tenggrokkannya sakit. Ia tak mampu berbicara lagi. Bibirnya bergetar dan kedua matanya terasa buram. Setetes air mata yang jatuh di sana menunjukkan ketidakberdayaan Seohyun sekarang.

Kenapa harus seperti ini?

Butiran yang terus jatuh dari kedua mata Seohyun ia biarkan begitu saja tertiup angin hingga mengering dengan sendirinya. Pemandangan menakjubkan yang ada di depannya, seolah tak mampu mengobati keresahan hatinya. Saat ini, hal yang ia rasakan adalah ketakutan yang teramat besar. Ketakutan untuk kehilangan suami yang ia cintai.

“Seohyun? Kau menangis?”

Seohyun segera menghapus air mata yang tersisa di pipinya ketika mendengar suara itu tepat di telinganya. “Ti−tidak.” Susah payah Seohyun bersikap setenang mungkin. Berkali-kali ia mengambil napas panjang sebelum memantapkan diri memandang wajah suaminya yang kini sudah kembali berada di sampingnya. Bibirnya baru saja akan terbuka untuk membicarakan topik lain,−topik yang mungkin akan membuatnya melupakan segala ketakutan yang ia rasakan sekarang−ketika ia menangkap wajah tak tenang yang tergambar jelas di wajah suaminya. “Adakah sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku, Kyu?” ucapnya kemudian.

Kyuhyun tidak langsung menjawab pertanyaan Seohyun. Bahkan perlu beberapa detik sebelum pria itu menatap wajah istrinya. “Aku ingin bertanya sesuatu, Seohyun.”

“Apa?”

Setelah menarik napas dalam-dalam, Kyuhyun mengutarakan pertanyaannya secara perlahan. “Bagaimana menurutmu… jika aku memiliki cinta untuk orang lain?”

Bagaikan dihantam benda keras di dasar perutnya, Seohyun tergagap menanggapi pertanyaan suaminya. “A−apa m−maksudmu? Ke−kenapa bertanya seperti itu?”

“Jawab saja, Seohyun. Aku hanya ingin tahu apa yang akan kau lakukan jika aku memiliki cinta itu.”

Suara datar Kyuhyun, serta sorot mata hitam yang terkesan serius itu membuat Seohyun semakin takut. “Aku… aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Kyu. Aku tidak akan bisa hidup tenang tanpamu.”

“Kalau dia kubawa dalam kehidupan kita? Dengan begitu kita tidak akan terpisah, kan?”

Seohyun terperangah menatap Kyuhyun. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan suaminya. “Sebegitu besarkah kau mencintainya sehingga kau ingin mempermainkan pernikahan kita?”

“Bukan seperti, Seohyun. Aku sama sekali tidak ingin mempermainkan siapa pun. Aku mencintaimu.”

“Lalu kenapa bertanya pertanyaan konyol seperti ini? Kau ingin mengujiku?” Suara Seohyun meninggi dengan sendirinya. Bukan hanya takut yang ia rasakan kali ini, melainkan juga kemarahan yang teramat besar untuk suaminya.

“Karena…” Kyuhyun terlihat tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Pria itu menunduk sejenak sebelum kembali mengangkat kepalanya. “Karena aku memang memiliki cinta untuk orang lain, Seohyun.”

Jantung Seohyun terasa berhenti berdetak di tempatnya. Hal yang sangat ia takutkan kini benar-benar terjadi. Air matanya menetes begitu saja, dan nampaknya ia memang tidak ingin menahannya. “S−si… siapa?”

Kyuhyun mengatupkan bibirnya rapat. Tak ingin menjawab pertanyaan istrinya.

“J−jawab aku, Kyu. Siapa dia? Kenapa kau begitu mencin−” kata-kata Seohyun terhenti ketika ia tidak sanggup membayangkan bagaimana hancurnya perasaannya jika melanjutkan kalimat itu. “−begitu menginginkannya.”

“Karena aku harus mencintainya, Seohyun.”

“Melebihi rasa cintamu padaku?” suara Seohyun terdengar lebih lirih dari sebelumnya karena tenggelam oleh suara isak tangisnya sendiri.

“Aku tidak tahu. Hal itu bisa terjadi kapan saja. Lagipula…” Kyuhyun memandang Seohyun lekat-lekat seraya menyentuh pipi wanita itu dengan kedua telapak tangannya. “…masih ada waktu, Seohyun. Kita bisa mempersiapkan semuanya.”

Penyataan Kyuhyun terasa ambigu bagi Seohyun. Mempersiapkan semuanya? Apa yang pria itu maksud dengan mempersiapkan semuanya? Apakah Seohyun harus mempersiapkan hatinya untuk menyambut wanita itu di kehidupan rumah tangganya? Ya Tuhan, benarkah Kyuhyun serius bertindak seperti apa yang ia bayangkan sekarang?

“Kita pasti bahagia, Seohyun. Percayalah padaku.” Kali ini Kyuhyun meremas pelan kedua tangan Seohyun.

Bahagia? Oh, entah apakah Seohyun harus mempercayai suaminya lagi atau tidak. Wanita mana yang akan bahagia jika diperlakukan seperti ini?

“Kau percaya padaku, kan?” Kyuhyun mengulang kalimatnya.

“Tidak, Kyu.” Seohyun mencoba untuk menahan isakkannya. Wajah Kyuhyun yang berubah bingung semakin memantapkan hatinya dalam mengambil keputusan. “Kau harus memilih. Cintamu yang baru, atau… atau aku.”

“Mana mungkin aku bisa memilih salah satu di antara kalian?”

“Kau harus bisa! Kau tidak boleh egois, Kyu!” Seohyun sadar bahwa ia baru saja membentak suaminya, namun tampaknya ia tak peduli sama sekali. “Aku yakin bahwa wanitamu juga tak akan mau jika diperlakukan seperti ini olehmu.”

Perlahan, Kyuhyun menunjukkan senyumnya. Sebuah senyuman yang membuat Seohyun semakin terasa berat untuk melepasnya. “Dia tidak bisa hidup tanpamu, Seohyun. Cintaku yang baru akan selalu membutuhkanmu. Sekarang hingga selamanya.”

Seohyun menautkan kedua alisnya. “Apa maksudmu?”

Kyuhyun mengulurkan lengannya untuk merengkuh sang istri dalam dekapannya. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Seohyun yang menenangkan hatinya. “Sampai kapanpun ia akan selalu membutuhkanmu sebagai seorang ibu, Seohyun.”

Ibu? Kenapa harus−”Astaga.” Dengan cepat Seohyun melepas pelukan Kyuhyun dan memandang penuh harap pada suaminya. “Ya Tuhan. Apa itu benar, Kyu?”

Anggukan kepala serta senyum yang disampaikan Kyuhyun untuknya cukup untuk menjawab itu semua.

“Ya Tuhan− Oh, Tuhan terimakasih.” Seohyun menerjang tubuh Kyuhyun dan memeluk suaminya dengan erat. Air matanya yang kembali hadir membuat kemeja Kyuhyun sedikit basah di bagian dada. “Aku akan menjadi seorang ibu, Kyu. Kau tahu itu?”

Akhirnya, penantian Seohyun selama lebih dari setahun untuk menjadi istri yang sempurna bagi Cho Kyuhyun terwujud. Kebahagiaan yang pernah ia rasakan di dalam hidupnya tak pernah terasa sebesar ini. Semuanya terasa ingin meledak saat itu juga.

“Selamat, Yeobo.” Kyuhyun mengecup puncak kepala Seohyun yang ada di dadanya. Melihat istrinya bahagia seperti ini, membuatnya mau tak mau merasakan bahagia yang sama besarnya pula. Namun sebuah pukulan pelan yang ia rasakan di perutnya membuatnya mengaduh cukup keras. “Kenapa memukulku?” tanya Kyuhyun seraya memegangi bagian perutnya, tentunya ia sudah tidak memeluk Seohyun sekarang.

“Kenapa kau sering sekali mempermainkanku? Kau tahu betapa takutnya aku tadi?” Seohyun mengangkat kedua telapak tangan untuk menutupi wajahnya yang memerah. “Dan kenapa aku selalu terjebak dalam permainan konyolmu, sih?” Suara Seohyun yang lirih teredam dalam tangkupan tangannya sendiri.

Kyuhyun kembali tersenyum. Perlahan, ia menggenggam tangan Seohyun sebelum menariknya. “Karena kau mencintaiku,” ucapnya seraya mendekatkan bibirnya ke bibir Seohyun.

Pasangan suami istri itu saling memberikan sentuhan yang teramat lembut. Sentuhan keduanya mengisyaratkan kebahagiaan dan kasih sayang yang teramat besar. Sang Surya yang kembali ke peraduannya memang pas untuk menjadi latar belakang kehidupan mereka yang dipenuhi dengan cinta.

.

.

.

“Seohyun?”

Suasana jalanan malam yang sepi semakin mengeratkan pelukan Seohyun di leher Kyuhyun. “Hm?”

“Kau tidak malu dengan posisimu sekarang? Bagaimana jikaada orang yang melihat?”

“Tidak,” jawab Seohyun singkat, namun terkesan acuh bagi Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napas pelan. Ia menyerah dengan sikap keras kepala yang dimiliki istrinya. Bukan masalah moral yang ia pikirkan, melainkan konsentrasinya. Bagaimana ia bisa berkonsentrasi dengan baik jika istrinya duduk di atas pangkuannya saat menyetir seperti ini. Lagipula lengan kirinya juga mulai teras pegal karena harus menahan punggung istrinya.

“Kyuhyun?”

“Ada apa? Kau sudah lelah duduk seperti ini?” tanya Kyuhyun dengan penuh harap di lubuk hatinya.

Seohyun menggeleng pelan di bahu Kyuhyun. “Aku ingin bertanya sesuatu.”

Mengesampingkan rasa kecewanya, Kyuhyun menanggapi kalimat wanitanya. “Apa?”

Perlu jeda beberapa detik sebelum Seohyun membuka mulutnya dengan ragu. “Apakah… temanmu yang bernama Tiffany itu pernah menjadi kekasihmu?”

Kyuhyun menatap Seohyun sebelum terkekeh pelan. Ia mengurangi laju kecepatan mobilnya ketika melintasi sebuah jembatan. “Jika hal itu terjadi, bisa dipastikan leherku akan patah sejak dulu.”

“Kenapa seperti itu?”

“Karena Siwon adalah kekasih Tiffany sejak dulu hingga sekarang. Bahkan sebelum aku bertemu mereka di SMA, mereka sudah menjalin kasih dari SMP.”

“Benarkah?” Seohyun terperangah. Bisa-bisanya ia sempat berpikir hal lain tentang suaminya dan wanita bernama Tiffany itu? Astaga, Seohyun sekarang malu terhadap dirinya sendiri.

“Ya, dan yang kudengar dari Tiffany saat dia meneleponku tadi−selain kehamilanmu, tentu saja− dia dan Siwon baru saja memutuskan tanggal untuk pernikahan mereka dalam waktu dekat.”

Oh, baiklah. Seohyun sudah bersalah besar terhadap wanita itu.

“Tapi… kenapa kau menanyakan hal itu?” Suara Kyuhyun membuat Seohyun tersadar dari pemikirannya sendiri.

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya.” Tentu saja Seohyun bohong mengatakannya. Ia cemburu. Sangat cemburu terhadap sahabat wanita Kyuhyun itu. Namun kali ini ia lebih memilih untuk berbohong. Karena jika tidak, ia yakin suaminya itu akan mempermainkannya lagi. Hmm… mungkin sekali-kali Seohyun akan membalas perbuatan jahil suaminya.

“Kyuhyun?”

“Ya?”

Seohyun mengecup pipi suaminya sebelum berkata. “Aku sangat mencintaimu.”

Dan Kyuhyun pun menyeringai mendengar pernyataan istrinya. “Aku tahu.”

.

.

.

[END]

.

.

.

113 Tanggapan to “Another Love [ SEQUEL OF QUE ME QUIERES ]”

  1. annisyafrasticaa Mei 20, 2016 pada 4:39 am #

    Huaaaaaa romatisnyaaa yaampunn romantiss bangetttt-,-
    Sampe ikut melted haha,keren kerennnn

  2. yoonjunghae11 Januari 24, 2016 pada 2:18 pm #

    Kamvret kan gue kena lagi 😂😂,udh curiga sih awalnya tapi 😒😒😒,hwaaa chukkae seo eomma ^^ ,kyu emg daebak deh kalo ngerjain seohyun wkwkwwk…

  3. huldamaknae25 Desember 30, 2015 pada 2:51 am #

    sweet banget pasangan ini..ih kyu bikin jantungan aja deh.. nice story…. sequel lagi dong..baby cho belum lahir nih..

  4. iraseokyu Oktober 9, 2015 pada 7:26 pm #

    Aigoooo pas baca awalnya sumpah sesak banget bacanya, kirain kyu punya cinta baru untuk wanita lain…. Tapi ternyata cinta yg barunya untuk calon anaknya *jeongmal daebak….
    Hihihi so sweettt banget bagian akhirnya…..
    Fffnya jeonmal daebak eonni

  5. @inalifah15_ Mei 9, 2015 pada 6:59 am #

    Ngngg, manisnya^^ nice ff (y)

  6. Komozaku Maret 6, 2015 pada 8:48 am #

    It’s really really cuteeee ^_^
    seokyuuuu jjanggg \^^/
    sweet ceritanya, good job (y)
    aku suka FF yang kaka buat, terutama ‘Love Me’🙂
    fighting buat cerita selanjutnya😀

  7. kimhaera Februari 23, 2015 pada 8:14 pm #

    ADUH SEOKYU STOP BIKIN SAYA SENYAM-SENYUM! /.\

  8. Iyank EternalMagnae Januari 15, 2015 pada 8:38 am #

    aigooooool mreka it selalu sweet!!
    kyuppa bnr2 bkin org jntungan!!
    dah deg2an aj klo bnran kyuppa pnya yeoja lain!!
    trnyta yg d mksd kyuppa it clon byi mreka!!

  9. cookiessj November 21, 2014 pada 2:20 pm #

    sweet story aaa mereka bisa aja bikin iri ^^

  10. Anggun YoonAddict SY November 16, 2014 pada 5:21 am #

    Keren🙂🙂

  11. Femkim November 2, 2014 pada 7:11 am #

    Ketipu deh seo ama kyuppa….

  12. nulnul29 Agustus 19, 2014 pada 3:18 pm #

    Sweet bgt ya

  13. linaseokyu Agustus 1, 2014 pada 9:28 am #

    aishhhhhh manisnya merekaaaaa😉
    aku sempet ketipu pas kyu ngemainin seo hihi untung aja kyu ternyata bagi cintanya ke baby cho bukan ke yang lain hihihi😀
    sequel lagi boleh eonni? sampe baby cho lahirrrrr aja hihihi😀
    kalo boleh ditunggu ^^

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: