LOVE ME [CHAPTER 14]

3 Feb

love me

Judul/Title : Love Me

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it

Length : 1 of………..

Genre : Romance, Sad, Family. Little bit NC

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* aku bawa full part 14  LOVE ME nih hehehe

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

Seohyun selalu berharap suaminya menikahinya karena memang mencintainya. Bukan hanya untuk mengembalikan Perusahaan-nya.

.

.

.

LOVE ME

CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 | CHAPTER 5 | CHAPTER 6 | CHAPTER 7 | CHAPTER 8 | CHAPTER 9 | CHAPTER 10 | CHAPTER 11 | CHAPTER 12 | CHAPTER 13

.

.

“Seohyun!”

Kyuhyun segera melompat dari posisi duduknya ketika melihat Seohyun ambruk sesaat setelah mendengar suara gelas yang pecah. Pria itu meraih tubuh istrinya tanpa memperhatikan pecahan gelas yang tercecer di sekitar sana.

“Seohyun? Hei!” Kyuhyun meraih sebelah wajah Seohyun dan menepuk-nepuknya pelan. “Kau bisa mendengarku? Seohyun!”

Hanya lenguhan kecil yang keluar dari bibir Seohyun. Kedua mata wanita itu terpejam rapat. Dan jika dilihat dari dalamnya kerutan kedua alisnya, wanita itu terlihat seperti menahan sakit. Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun segera memindahkan tubuh Seohyun ke dalam kamar.

Seohyun berusaha membuka kedua matanya saat merasa punggungnya menyentuh ranjang. Walaupun hanya sedikit, setidaknya ia bisa melihat wajah sang suami yang kini tengah menatapnya khawatir. “Kyuhyun,” panggilnya lirih.

Kyuhyun lebih mendekatkan wajahnya lagi. “Kau kenapa? Kita pergi ke rumah sakit sekarang.”

Jeda beberapa detik sebelum Seohyun menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak perlu, tadi aku hanya pusing.”

“Kau perlu ke rumah sakit, Seohyun.”

“Aku hanya perlu beristirahat.”

Raut wajah Kyuhyun menunjukkan ketidakpercayaan. Pria itu baru saja akan mengangkat tubuh istrinya lagi sebelum tangan Seohyun menyentuh lengannya.

“Aku tak apa, Kyuhyun-ssi.” Kali ini Seohyun mengatakannya dengan seulas senyum tipis.

Helaan napas kesal keluar dari mulut Kyuhyun. Ia sendiri tidak mengerti mengapa akhir-akhir ini ia merasa tidak bisa melawan perkataan istrinya. Kyuhyun pun kembali mendudukkan tubuhnya di samping Seohyun. “Sekarang apa yang kau mau?” tanya Kyuhyun datar.

Seohyun kembali mengembangkan senyum tipisnya. “Aku ingin tidur.”

Kyuhyun hanya menatap Seohyun tanpa menanggapi perkataan wanita tersebut. Dari dulu ia sadar bahwa Seohyun memang wanita yang keras kepala.

“Kau bisa melanjutkan makan mal−”

“Aku akan menemanimu,” potong Kyuhyun cepat.

Walapun sedikit terkejut, Seohyun mampu menutupi perasaannya dengan sebuah senyuman manis. “Baiklah, aku sudah mengantuk. Yeobo,” ucap Seohyun sebelum memiringkan tubuh dan menutup matanya.

Hanya keheningan panjang yang tercipta setelahnya. Kyuhyun masih berada di tempatnya, mengamati sosok yang tengah bergelung tepat di sebelahnya. Beberapa menit yang berlalu tak membuatnya bosan untuk menatap wajah damai istrinya. Entah mengapa… ia merasakan ketenteraman di dalam hatinya.

Kyuhyun mengulurkan sebelah tangannya untuk menyibakkan helaian rambut yang menempel di leher Seohyun. Rambut coklat panjang itu mau tak mau membuat Kyuhyun teringat akan aroma khas yang menguar darinya. Aroma yang selalu ia rindukan, dan aroma yang selalu ingin ia miliki. Jika seperti ini, rasanya ia tidak rela jika harus kembali menemani Minho ke Mokpo pada esok pagi.

Bibir Kyuhyun membentuk sebuah garis lengkungan tipis saat pemikiran itu melintas di benaknya. Ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh Seohyun. Sorot matanya memperhatikan bibir Seohyun ketika ia selesai menyelimuti wanita itu. Dan sebelum pergi, ia memberikan sebuah kecupan panjang di sana.

.

.

Seohyun memperhatikan langit biru Seoul melalui jendela balkon kamarnya yang terbuka. Terkadang matanya terpejam ketika hembusan angin yang melewati jendela menerpa wajahnya. Hari ini belum terlalu siang, tapi tubuhnya sudah terasa sangat lemas. Kyuhyun melarang tegas dirinya untuk pergi ke rumah sakit setelah kejadian semalam. Apalagi ketika pria itu menemukannya tengah muntah-muntah tadi pagi, Seohyun sudah tidak memiliki kuasa untuk meluluhkan hati suaminya.

Seohyun kembali menyamankan posisi duduknya di sofa. Kedua kakinya ia angkat dan tekuk di atas sofa. Sekali-kali bersantai seperti ini memang menyenangkan, setidaknya ia bisa melupakan beban kerjanya. Tak akan ada masalah jika semuanya berjalan seperti apa yang ia inginkan. Tak ada panggilan mendadak, operasi mendadak, dan kunjungan mendadak seperti yang biasa ia lakukan jika ada orang yang membutuhkannya di luar rumah sakit. Sekali-kali seorang Dokter memang perlu memperhatikan kesehatannya sendiri.

Senyuman Seohyun mengembang lebar. Manik coklatnya yang menatap lembut perut datarnya, mengundang telapak tangannya untuk menyentuh bagian itu. Ia bahagia, namun bimbang di saat yang bersamaan. Senyuman yang semula terlihat sumringah itu, kini tampak memendam berbagai emosi di dalamanya.

Apakah hanya dia yang diinginkan suamiku, Yatuhan?

.

.

“Annyeong.”

Seohyun yang tengah mencuci sayur di konter segera menoleh saat suara besar itu mengusik indera pendengarnya. “Annyeong!” sahutnya ceria. “Kukira kau akan pulang besok.”

Kyuhyun meletakkan Jas-nya di meja makan sebelum berjalan mendekati Seohyun, dan memberi wanita itu sebuah bingkisan yang sedari tadi berada di tangannya. “Kukira ada yang menginginkan ini hari ini.”

“Ini?−” Seohyun mendongakkan wajahnya dan menatap Kyuhyun heran.

Tak ada jawaban dari Kyuhyun. Pria itu hanya berlalu melewati Seohyun seraya untuk mengambil gelas kosong dan mengisinya dengan air minum.

Seohyun menghembuskan napasnya lirih. Ia merasa bersalah sekarang. Ia tentu masih ingat rengekannya kemarin malam kepada Kyuhyun untuk dibelikan kari ayam yang sekarang ia pegang, namun setelah makanan itu berada di tangannya, entah mengapa ia merasa muak dan ingin melemparkannya ke segala arah. Bau kari ini sungguh membuatnya ingin muntah.

“Ada apa?”

Pertanyaan Kyuhyun kembali menyadarkan Seohyun. “Eh? Tidak ada.” Seohyun meletakkan kari yang ia pegang dan memperhatikan Kyuhyun yang tengah menenggak air minum di sampingnya. Apakah sekarang waktu yang tepat? “Mmm… Kyuhyun-ssi?”

“Hn?”

Seohyun sudah menyiapkan hal ini sebelumnya. Ia pasti bisa mengatasinya dengan baik. Wanita itu mengambil napas dalam sebelum memantapkan niatnya. “Aku hamil.”

Awalnya Seohyun mengira Kyuhyun tidak mendengarkannya karena pria itu terus saja menenggak sisa air yang ia minum. Namun hal yang sebenarnya terjadi adalah Kyuhyun membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna perkataan Seohyun dengan hati-hati. Apa yang dikatakan Seohyun terasa seperti hembusan angin yang melintas di depan wajahnya. Ringan, namun entah mengapa terasa menyejukkan. Secara perlahan, Kyuhyun menurunkan gelasnya dan menoleh ke arah Seohyun yang memandangnya ragu.

Takut-takut Seohyun menatap mata Kyuhyun secara langsung. Wanita itu tidak paham reaksi yang kini diberikan oleh suaminya. “Kyu−”

Perkataan Seohyun terputus saat Kyuhyun dengan cepat menyambar lengannya, dan menarik wanita itu ke dalam pelukan erat. Kedua lengan Kyuhyun begitu kuat memeluk Seohyun hingga membuat wanita itu sedikit kesusahan untuk menarik napas. Beruntung wanita bermata coklat itu refleks mengangkat kedua tangannya sesaat sebelum ia berada di rengkuhan suaminya, dengan begitu setidaknya ia bisa melonggarkan sedikit pelukan dari suaminya.

“Gomawo.”

Bisikkan lirih Kyuhyun di telinganya, membuat tubuh Seohyun menegang sesaat.

“Jeongmal… Gomawo,” sambung Kyuhyun lagi.

Semua terasa seperti mimpi di penglihatan Seohyun. Wanita itu mendongak dan menatap mata hitam Kyuhyun untuk memastikan semuanya. Mata hitam itu… yang selama ini terlihat tajam dan dingin, kini terlihat lembut dan menyentuh. Bahkan Seohyun merasa tersimpan banyak tawa jauh di balik kelamnya mata itu memandanganya. Kyuhyun terlihat sangat berbeda, begitu pula dengan raut wajahnya.

Pemandangan yang berbeda ini mau tak mau menyentuh relung hati Seohyun. Tak butuh beberapa detik lagi sebelum muncul genangan air di kedua bola mata coklat kristalnya, dan tak butuh sepesekian detik lagi sebelum terdengar isakan pelan yang keluar dari bibirnya. Seohyun mengalungkan kedua lengannya ke leher Kyuhyun, dan ganti memeluk pria itu dengan erat. Memang perlu berjinjit untuk mencapai pundak suaminya, namun lengan Kyuhyun yang memeluk punggung dan pingganya membuat Seohyun tanpa kesulitan melakukan itu semua.

Lengan Kyuhyun, serta hembusan nafas pria itu di lehernya… semakin menambah jumlah air mata Seohyun. Nampaknya selain tengah berbahagia, kegundahan hatinya memilih untuk hadir dan singgah di hatinya.

.

.

.

Seohyun menghembuskan napas panjang seraya menyandarkan punggung di kursi kerjanya. Ia lelah, dan sinar keemasan matahari yang menembus jendela ruangannya seolah mendukungnya untuk memejamkan mata sejenak.

Berjalan-jalan di pusat kota akan terasa menyenangkan saat ini.

Senyuman simpul Seohyun terukir walaupun kedua matanya tengah terpejam. Ia membayangkan memasuki tempat-tenpat menarik satu-persatu di sana, mencicipi makanan di beberapa kedai, dan berbelanja segala kebutuhan sekundernya. Mulai dari pakaian, hingga beberapa barang unik dan menarik yang bisa ia temukan di sana. Andai saja Sooyoung masih bekerja, ia pasti akan langsung mengajak sahabat tingginya itu untuk memuaskan hasrat berbelanjanya.

“Kalau mengantuk lebih baik cepat pulang.”

Seohyun langsung membuka mata dan menegakkan badannya ketika mendengar suara seorang pria mengusik indera pendengarnya. “Kyuhyun?”

Kyuhyun melepas Jas-nya sebelum melangkah masuk ke ruangan Seohyun. “Kau masih ada kerjaan?”

“Mmm…” gumam Seohyun seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. “Rapat kali ini sukses?”

“Hn.”

Seohyun memperhatikan lebih dalam lagi wajah Kyuhyun yang terbanjiri sinar matahari sore saat pria itu berdiri tepat di depan jendela. Wajah tampan itu terlihat sedikit berdebu, namun tak menunjukkan rasa lelah sedikitpun. Senyum simpul Seohyun terukir hanya untuk suaminya. “Kau lelah?”

Kyuhyun menoleh, dan memberi tatapan bertanya.

“Kalau kau mau, kita bisa ke pusat kota bersama,” sambung Seohyun.

“Untuk apa?”

“Sekali-kali mencari hiburan di sana tak masalah, bukan? Kau bisa menghilangkan penat di sana.”

“Hal apa yang menarik dari pusat kota?”

Seohyun terlihat mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan suaminya. “Banyak. Kau bisa menemukan berbagai macam makanan di sana, lalu kalau kau mau kau bisa berendam di salah satu pemandian air panas. Berbelanja, melihat barang-barang yang bagus… Atau mungkin hari ini kau bisa melihat pertunjukkan akrobat di sana,” terang Seohyun antusias dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.

Kyuhyun tak langsung menanggapi semua perkataan Seohyun. Pria itu hanya menatap istrinya sebelum mendekati wanita bermata coklat itu. “Kau ingin ke sana?”

Pertanyaan Kyuhyun seakan menyadarkan Seohyun. Mungkin ia terlalu menggebu-gebu saat menjelaskan tadi, hingga membuat Kyuhyun dengan mudah membaca apa yang ada di dalam pikirannya. Cengiran Seohyun terukir sebelum menjawab pertanyaan suaminya, “Iya.”

Tanpa menunda waktu lagi, Kyuhyun meraih tangan Seohyun yang saling bertautan di atas meja, dan menarik wanita itu untuk berjalan. “Tung−Tunggu, Kyuhyun-ssi!” seru Seohyun.

Ah… Kyuhyun bahkan tidak sadar bahwa ia tidak memberi waktu kepada Seohyun hanya untuk melepas jas medis-nya.

.

Raut ceria tak pernah lepas dari wajah Seohyun saat ia dan Kyuhyun berjalan beriringan melintasi beberapa penjual manik-manik. Mata coklatnya memandang antusias semua barang cantik yang tertata di sana. Bahkan tak jarang keluar pekikan kagum dari sepasang bibirnya. “Ah!” serunya pelan seraya berlari kecil menghampiri salah satu penjual pahatan kayu. “Indah,” desisnya kagum.

Kyuhyun menghela napas seraya membuang muka. Kenapa istrinya itu selalu bertindak sembarangan? Pria itu menyusul Seohyun dan berdiri tepat di sampingnya. “Tidak perlu berlari, bukan?” tanya Kyuhyun pelan, namun terkesan mengintimidasi.

Seohyun yang sedang sibuk mengamati ukiran pun menoleh. “Eh?”

“Ingat baik-baik kondisimu, Cho Seohyun.” Setelah mengatakan hal itu dengan datar, Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya menjauhi Seohyun.

Senyum manis Seohyun terukir. Ia tahu bahwa suaminya tengah khawatir.

Namun… untuk siapa?

.

“Selamat makan.”

Suara ceria Seohyun menggema di kedai makanan yang sepi itu. Segelintir orang yang ada di sana tak menolehnya sedikitpun, bahkan suaminya langsung saja menyumpit beberapa potong daging yang masih hangat.

“Ne, Kyuhyun-ssi? Bagaimana?”

“Hn?”

“Hari ini, Kyuhyun.” Seohyun memberi tekanan pada kata terakhirnya. “Apa kau senang?”

Kyuhyun menurunkan sumpitnya dan menatap Seohyun. “Belum,” jawabnya santai.

Seohyun menghela napas pelan. Membuat senang seseorang seperti Kyuhyun dalam satu hari tidaklah semudah membalikkan daging bakar yang ada di depannya saat ini. Ia bahkan tidak menyadari lirikkan singkat Kyuhyun untuknya. “Baiklah…” ucapnya lirih sebelum memulai makannya.

Makan malam sepasang suami istri di kedai tersebut berlangsung tenang. Keduanya menikmati makanan diiringi alunan lirih musik tradisional yang mengalun di kedai itu. Sesekali Seohyun bergumam pelan mengikuti alunan nada yang ia dengarkan. Namun itu tak berlangsung lama ketika ia menerima sepotong ikan salmon hangat di mangkuknya.

“Makanlah. Dari tadi kau tidak memakan itu.”

Seohyun mencoba memprotes. “Tapi−”

“Itu baik untukmu,” potong Kyuhyun cepat.

Oh, tidakkah Kyuhyun paham apa yang dirasakan Seohyun sekarang? Bau ikan saja sudah membuat Seohyun mual, apalagi jika memakannya? Pria memang tidak bisa memahami apa yang dirasakan wanita. “Aku tidak mau,” tolaknya lirih.

Pandangan datar yang diberikan Kyuhyun membuat nyali Seohyun menciut tiba-tiba. Apa suaminya itu marah atas penolakannya? Namun hal yang terjadi selanjutnya membuat Seohyun sedikit heran. Kyuhyun mengambil kembali sepotong ikan salmon yang ia berikan untuk Seohyun, dan meletakkannya di mangkuknya sendiri.

“Kau tidak marah?” tanya Seohyun ragu.

Kali ini giliran Kyuhyun yang memberi pandangan heran untuk istrinya. “Untuk apa? Aku tidak ingin memaksamu.”

Seohyun menghela napas lega. Ia merasa bodoh karena sempat berpikir yang tidak-tidak.

“Cepat habiskan makanmu. Kau bilang ingin melihat pertunjukkan akrobat setelah ini.”

“Ne,” sahut Seohyun semangat.

.

Senyum Seohyun yang sejak tadi terukir di bibirnya ketika keluar dari kedai, perlahan-lahan lenyap saat melangkah lebih dekat lagi menuju lapangan di pusat Kota. Pertunjukkan akrobat yang sudah ia bayang-bayangkan hanya tinggal harapan. Tak ada apapun di sana, bahkan tempat itu terkesan sepi. Lampu yang biasa menyala di sekekling lapangan itu juga dipadamkan. Alhasil selain sepi, lapangan itu juga terlihat gelap.

Dibelakangnya, Kyuhyun menghampiri Seohyun yang masih terpaku di tempatnya. “Kurasa hari ini tidak ada pertunjukkan apapun,” ucapnya datar.

Seohyun menoleh cepat. Wanita itu memaksakan senyumnya. “Ti-tidak. Biasanya ada, Kyuhyun-ssi.” Seohyun mengarahkan pandangannya menuju seorang pria yang tengah menyapu di tengah lapangan. “Tunggu di sini!”

Kyuhyun menuruti perkataan istrinya. Dari jauh ia memperhatikan istrinya yang tengah berbincang dengan petugas kebersihan lapangan itu. Seohyun terlihat begitu antusias, namun ketika pria itu menggelengkan kepalanya pelan, raut muka Seohyun terlihat kecewa. Wanita itu bahkan tak beranjak dari tempatnya ketika petugas taman sudah meninggalkannya. Dengan menghela napas pelan, Kyuhyun menghampiri istrinya.

“Ayo pulang.”

Seohyun tak menggubris ajakan Kyuhyun. Wanita itu semakin dalam menundukkan kepalanya. Tanpa menunggu tanggapan Seohyun, Kyuhyun meraih tangan wanita itu dan menariknya untuk berjalan.

.

.

“Kyuhyun-ssi?” panggil Seohyun. Di dalam hati, ia sangat berharap suaminya belum terlelap.

“Hn?”

Seohyun menghela napas lirih. Saat ini ia dan Kyuhyunsudah berada di kamarnya. Mata coklatnya hanya memandang kosong langit-langit kamarnya. Hari ini, hatinya kecewa.

“Mianhe ne?” bisik Seohyun lirih.

Kyuhyun yang memunggungi Seohyun pun mau tak mau menoleh wanita tersebut.

Helaan napas kembali keluar dari bibir Seohyun. Kali ini ia memandang selimut yang menutupi tuubuhnya. “Hari ini aku ingin membuatmu senang. Tapi aku rasa aku gagal melakukannya. Aku… juga tak pernah bisa.”

Tak ada tanggapan dari Kyuhyun, dan Seohyun memilih untuk melanjutkan kalimatnya. “Aku memang payah,” ucap Seohyun seraya menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun yang tengah menatapnya tanpa ekspresi. Tawa putus asanya meluncur lirih. “Kenapa susah sekali melakukannya?”

Gerakan yang dibuat Kyuhyun selanjutnya membungkam mulut Seohyun. Pria itu meraih wajah Seohyun dan mendekat untuk memberi kecupan panjang di bibir Seohyun. “Ini sudah malam, jangan bicara lagi,” ucapnya seraya menarik Seohyun dalam pelukannya. “Tidurlah.”

Seohyun tercengang dalam pelukan Kyuhyun. Bibirnya terbuka untuk mengatakan sesuatu, namun hal itu urung terjadi saat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Alhasil, ia hanya bisa terdiam merasakan kuatnya lengan Kyuhyun yang melingkari punggungnya. Pelukan itu begitu hangat, dan Seohyun juga merasakan ketenteraman darinya. Tak butuh waktu lama sampai ia benar-benar tertidur di pelukan suaminya.

Sedangkan Kyuhyun yang masih terjaga, terus memeluk Seohyun hingga merasakan kantuk yang menyerangnya tidak dapat ditahan lagi. “Ini semua sudah cukup membuatku bahagia, Seohyun,” bisik Kyuhyun sebelum terlelap dalam tidurnya.

.

.

.

.

.

Siang hari merupakan kegiatan yang lengang hampir di semua ruangan medis di rumah sakit Seoul. Namun hal itu tidak terjadi di kantin rumah sakit tersebut. Banyak perawat, Dokter, hingga kerabat dekat pasien yang berada di sana untuk istirahat makan siang. Hampir semua pekerja rumah sakit berada di kantin, dan Seohyun pun juga turut hadir di sana. Suasana riuh yang melatarbelakangi tempat tersebut sama sekali tak membuat Seohyun tertarik. Pemandangan beberapa pasien anak-anak yang berkumpul di taman rumah sakit jauh lebih menarik perhatiannya.

“Kau kelihatan sedikit pucat hari ini.”

Perkataan Tiffany membuat Seohyun mengalihkan perhatiannya sejenak. “Tiffany-ah?”

Tiffany tersenyum simpul sebelum menarik kursi dan duduk di depan Seohyun. “Kenapa tidak menyentuh makan siangmu?”

Seohyun seolah tersadar dengan perkataan Tiffany. Wanita bermata coklat itu tersenyum kecut. “Ah, aku… sedang tidak ingin makan apapun.”

“Hei, mana bisa begitu?” seru Tiffany serius. “Kau harus memperhatikan asupan makananmu, Seohyun. Kau ini seorang pekerja medis bukan?”

Kekehan lirih meluncur dari bibir Seohyun. Pandangan wanita itu beralih ke jendela besar yang ada di sampingnya. Beberapa pasien anak tadi kembali menarik perhatiannya. “Aku kira selama ini menjadi calon ibu itu mudah. Aku sering memarahi pasienku sendiri ketika mereka memliki kasus yang sama denganku. Karena belum pernah merasakannya, aku bisa dengan mudah memarahi mereka. Namun sekarang…” Seohyun tersenyum seraya kembali menatap Tiffany. “Aku rasa aku akan berdosa jika memarahi mereka lagi.”

Tiffany membalas senyuman Seohyun. “Jadi sekarang kau sudah memahaminya?”

“Hmm…” gumam Seohyun seraya menganggukkan kepalanya.

“Tanpa kau sadari, itu adalah hal terindah sebelum kau meraih keindahan yang lainnya.”

Seohyun melipat kedua lengannya dan serius mendengarkan perkataan Tiffany selanjutnya.

“Semua yang kau rasakan sekarang… itu semua tidak akan ada artinya ketika kau melihatnya tumbuh sehat di dalam rahimmu. Seiring berjalannya waktu, kau akan semakin tidak sabar untuk menanti kehadirannya. Kau juga akan sering membayangkan bagaimana nantinya dia berada dalam pelukanmu, seberapa kencangnya dia menangis, dan bagaimana dia akan membuatmu repot dengan segala tingkah lakunya.” Tiffany mengisi jeda kalimatnya dengan senyuman tulus. “Yang harus kau lakukan sekarang adalah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya dalam kondisi yang baik. Karena seorang ibu tak akan peduli dengan apapun yang akan menimpanya ketika harus melindungi buah hatinya.”

Perlahan, senyum Seohyun terukir sesaat setelah Tiffany mengakhiri kalimatnya. Tiffany benar, menjadi seorang ibu adalah hal yang paling membahagiakan bagi seorang wanita. Dan mulai sekarang, Seohyun bertekad akan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi bagi calon buah hatinya. “Gomawo, Tiffany-ah.”

.

.

“Jadi kau tidak langsung pulang hanya untuk mengatakan hal itu?”

Kyuhyun menatap sahabatnya malas. Ia tahu bahwa bercerita kepada Minho akan selalu berakhir seperti ini. Namun jika dipikir ulang, siapa lagi seseorang yang ingin ia ajak bicara selain Minho? Hanya pria berambut hitam itulah sahabat terdekatnya, dan Kyuhyun juga merasa bahwa Minho bisa membantu mengatasi masalahnya.

Minho menegakkan badannya setelah beberapa menit mendengarkan Kyuhyun seraya menumpukan kedua lengannya di atas meja. “Sebelumnya, terimakasih karena telah menemaniku di sini, Kyuhyun. Aku jadi tidak kesepian.” Cengiran Minho menjadi jeda untuk kalimatnya. “Untuk masalahmu, kukira itu hal yang wajar.”

tak ada tanggapan dari Kyuhyun. Pria itu juga tidak beranjak dari posisinya yang duduk di kusen jendela. Mata hitamnya mengawasi Minho yang mulai berjalan mendekatinya.

“Aku dulu juga pernah merasakannya. Pada awalnya, aku selalu bingung dan resah jika melihat Krystal sering berlari ke kamar mandi dan keluar dengan wajah pucat. Aku merasa… Krystal sangat tersiksa pada saat-saat itu. Kemanapun dia berada, aku jadi ingin selalu di sampingnya untuk menjaganya.” Minho menghela napas dan mengalihkan pandangannya keluar jendela. “Namun apa yang Krystal rasakan berbanding besar dengan apa yang aku rasakan. Dia begitu antusias dalam berbagai hal, dia juga terlihat lebih ceria, dan aku dapat merasakan aura seorang ibu yang kuat di dalam dirinya sejak ia mengandung.”

Dalam diamnya, Kyuhyun mengangguk setuju. Apa yang diceritakan Minho juga terjadi kepada Seohyun. Wanita yang sudah menjadi pendamping hidupnya selama tujuh bulan itu terlihat sangat bersemangat akhir-akhir ini, mulai dari membangunkannya di pagi hari, memasakkan makanan untuknya, hingga melakukan pekerjaan rumah yang lain. Seohyun bahkan lebih sering berlari kecil ketika menghampiri sesuatu. Wanita itu sama sekali tak menyadari bagaimana ketar-ketirnya hati Kyuhyun saat melihatnya melakukan hal itu.

“Ketika kutanya apakah dia merasa lelah karena mengandung, dia malah tersenyum. Krystal menyangkal hal itu dengan senyuman lembut. Dia memberitahuku bahwa selelah apapun seorang ibu, hal itu tak akan ada artinya dibandingkan kehadiran calon anaknya. Dan sejak saat itu pula, aku dapat sedikit merasakan bagaimana pengorbanan dan bahagianya Krystal,” terang Minho dengan senyuman simpul di akhir kalimatnya.

“Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Kurasa saat ini kau tidak perlu mencemaskan istrimu secara berlebihan. Hal seperti itu sering terjadi ketika wanita tengah hamil muda, lagipula Seohyun-ya masih dalam trimester pertama kehamilan bukan?”

Kyuhyun mengangguk. Kehamilan Seohyun sekarang memang baru menginjak usia sebelas minggu.

“Nah, kurasa itu adalah alasan yang cukup jelas. Apa kau lupa kalau istrimu adalah seorang Dokter, eh? Dia pasti tahu yang terbaik untuk bayinya, kawan.” Minho mendekatkan wajahnya dan memelankan suaranya. “Dan yang perlu kau lakukan sekarang adalah menjadi rekan istrimu dalam menjaga buah hati kalian. Lindungi keduanya, dan jangan sampai kehilangan salah satu dari mereka. Kau paham?”

.

Seohyun melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya dengan malas. Ia merasa lelah setelah memeriksa pasien terakhirnya. Lantai lorong rumah sakit serta alas kakinya yang beradu, menciptakan suara yang memecah keheningan yang ada di sana. Karena sudah malam, lorong yang biasanya dilalui perawat maupun pengunjung rumah sakit itu menjadi sepi.

Ketika baru saja membuka pintu ruangannya, Seohyun sedikit terkejut dengan keberadaan seseorang yang ada di sana. “Kyuhyun?”

Kyuhyun yang duduk membelakangi Seohyun pun menoleh. Pria itu masih mengenakan pakaian kantor-nya, dan itu berarti ia baru saja pulang dari kantor. “Aku sudah menunggumu.”

“Menungguku?” tanya Seohyun seraya berjalan mendekat. Wanita itu menyampirkan jas medis yang berada di tangannya di atas sandaran kursi dan menatap suaminya langsung. “Apa kau sudah menungguku dari tadi?”

“Hn,” jawab Kyuhyun singkat. “Kau sudah tidak ada pekerjaan, bukan?”

“Ya, aku baru saja selesai.”

“Kalau begitu ayo pulang.”

Seohyun berhasil menahan langkah Kyuhyun sebelum suaminya itu melewatinya. “Seharusnya kau tidak perlu menungguku di sini, Kyuhyun-ssi. Lebih baik langsung beristirahat di rumah ketika baru pulang dari kantor.”

Kyuhyun tak berucap. Mata hitamnya hanya memandang emerald istrinya yang menyiratkan kekhawatiran.

“Kau pasti kelelah−”

“Aku akan menjemputmu,” potong Kyuhyun cepat.

Kerutan samar tergambar di kedua alis Seohyun.

“Mulai saat ini aku akan menjemputmu jika sedang tidak ada rapat penting.”

Seohyun tercengang dengan perkataan Kyuhyun barusan. “U−untuk apa?”

Kyuhyun terlihat memikirkan sesuatu sebelum meraih tangan Seohyun untuk berjalan keluar ruangan. “Menemaniku pulang.”

Ah, Kyuhyun tahu bahwa sebenarnya ada jawaban yang jauh lebih masuk akal daripada itu.

.

.

.

[TBC]

253 Tanggapan to “LOVE ME [CHAPTER 14]”

  1. zakhiya19 April 30, 2016 pada 12:57 am #

    So sweet wkkwkwk.suka banget sam kyuhyun di part ini

  2. fannyap12 Januari 23, 2016 pada 2:54 pm #

    Kyu sweet bgt sih aaaaaaak 😍😍😍 dijaga ya seo unnie, jgn sakitin dia lg krn dinginnya sikap kamu kyu 😊😊

  3. asrielf rahmawati Januari 1, 2016 pada 2:54 am #

    seohyun hamil🙂

  4. Amelia November 27, 2015 pada 6:05 am #

    Kyuhyun Mulai belajar dari suami dan appa yg baik😀

  5. sulistiowati_06 Oktober 31, 2015 pada 1:04 am #

    mulai deh kyuhyun overprotektifnya. akhirnya seohyun hamil, mudah2an kyuhyun bisa ngerubah perasaannya ke seohyun

  6. kyumaelf Juni 28, 2015 pada 3:47 pm #

    kyuhyun hwaiting

  7. nae_lee April 4, 2015 pada 6:25 am #

    akhirnya~~~~~ yg d tunggu dtg jg😀
    chukae Seomma :*
    Kyu udh mulai perhatian lg sama Seo,, tp smoga mrk saling terbuka antara 1 sama lain, biar gda lg kesalah pahaman -_-

  8. nadud Februari 25, 2015 pada 7:55 am #

    akhirmya seo eonni hamil juga😀
    senang lihat cara kyu oppa melindungi seo eonni .. unik ^,^

  9. kimhaera Februari 20, 2015 pada 10:04 am #

    so sweet mamaaaaaa T_T

  10. Iyank EternalMagnae Januari 19, 2015 pada 2:59 am #

    sejak seo hmil kyuppa mlai prhatian nich ma seo!!
    mdah2an sterusnya kyuppa bkln prhtian trz!!

  11. seokyu111209 Desember 28, 2014 pada 5:05 am #

    kyuppa mulai perhatian nih😉
    jangan pasang wajah datar dong

  12. aista Desember 14, 2014 pada 3:12 pm #

    wah kyuppa knpa ga’ blang terus tramg ja k seoni, klau ia cinta juga.

    Ahh jdi gmes sndri

  13. loveseokyu Desember 5, 2014 pada 7:17 am #

    Jadi seomma hamill …. alhamdulillah..😀

    Kyupaaaa…jangan dingin terusssss
    Jaga dua2nya yeee oppa…biar gak nyesel ntarrr

    Oya…knpa mereka manggilnya malah formal gtuuuu..??

  14. Nona November 12, 2014 pada 9:11 am #

    Semoga Seo cepet sadar deh kalo kyu itu perhatian sama dia bukan karna dia lagi hamil aja, tapi karna kyu juga sayang sama dia.

  15. Ji Hye November 4, 2014 pada 11:17 pm #

    Kyu oppa udah mulai perhatian ama.seo eonni
    Jaga seo eonni dan calon baby cho ya oppa…

  16. sooyeon_choi November 2, 2014 pada 5:32 am #

    Kenapa di sini panggilan SeOnnie Kyu Opps lebih formal dibandingkan part-part sebelumnya???
    Jaga keduanya yea Oppa??? Jangan sampe Oppa kehilangan salah satu dari mereka. #kataMinho

  17. cookiessj Oktober 23, 2014 pada 8:17 pm #

    manisnya jangan salah paham dulu ya seo ^^

  18. elfishy Oktober 16, 2014 pada 6:10 pm #

    sumpah nihh ff walopun udah aku baca bekali kali tetep ajah kaga bosenn2 .
    author kenpa gak pernah posting ff lagi di blog ini .

  19. Aan's L-hope Oktober 16, 2014 pada 3:09 pm #

    Manisss nya Kyu kalo lagi khawatir gni🙂

  20. Agustin Dinda Oktober 14, 2014 pada 1:31 pm #

    kyuhyun oppaaaaaa kyeoptaaa…..uhuuuuuu

  21. RukaChan Oktober 7, 2014 pada 7:53 am #

    kyuhyun makin manis dgn sikapnya yg skrng🙂

  22. rosepink Oktober 5, 2014 pada 1:32 am #

    Aigo~ makin sweet nih seokyu ><

  23. Leli Kiminoz Oktober 3, 2014 pada 10:32 pm #

    Asyiiik… Kyuhyun udah perhatian banget sma seohyun.. Thanks minho n tiffani atas petuahnya utk seokyu😀

  24. Priska September 23, 2014 pada 8:15 pm #

    Wah kyu udah mulai gak dingin lagi

  25. retno seokyu wires Agustus 7, 2014 pada 7:30 am #

    meskipun udah baca sampai akhir
    tetep aja gg pernah bosen
    berharap ada sequelnya

  26. laybaeklove Juni 26, 2014 pada 7:13 pm #

    aaakkkkk sweettnyaaaaaaa ^^

  27. lyma choseo Juni 25, 2014 pada 11:18 am #

    kyuhyun perhatian banget sama seohyun,

  28. layli Mei 29, 2014 pada 2:18 pm #

    uuuhhh…
    udah mulai romantis nie kyu oppa.. hahaha

  29. Alfiana tri wulandari Mei 24, 2014 pada 3:01 pm #

    seonni jaga kesehatan ya jaga calon adekku😀

  30. linaseokyu Mei 20, 2014 pada 7:51 am #

    mestinya kyu bilang karena aku mengkhawatirkanmu!! aigoo appa kau ini buat eomma ku tambah gundah ajaaa -.-
    lanjuuuuttt bacaaa

  31. Made Yunii utamii putrii April 21, 2014 pada 7:38 am #

    Ўªªά̲̣̣̣̥ά̲̣̣̣̥ªª ampun kyuppa jujur ajjάª˚°ºâĥ ℳäƱ susah b⌣ªª⌣ªª⌣ªªñgêt sih,,
    Knpa “Ϟƍαќ bilang Ÿ̲̣̣̣̥ªϞģ sejujurnya??kan jdnya seo dapat tau prasaan kyuppa ♈åñģ sebenarnya,,.
    (˘_˘)ck! (˘_˘)ck! (˘_˘)ck

  32. mitha wires Maret 30, 2014 pada 3:39 pm #

    Yeeyy kyu oppa smkin hri smkin prhtian sm Seo eonnie .. ♡

  33. septiana123e Februari 27, 2014 pada 9:30 am #

    ciyeeeeeee…
    seo udahhh hamill…
    chukkae

  34. nurfauziah Februari 24, 2014 pada 2:42 pm #

    cieeee kyu jadiii perhatiiiann hahaha

  35. shi kyung Januari 30, 2014 pada 11:28 pm #

    wah cukhae seo eonni kyu oppa untuk kehamilan anak kalian, cie kyu oppa perhatian banget sih ya walau pun suka gengsi sih hehe

  36. abel Januari 6, 2014 pada 2:11 pm #

    cuake seohyun hamil, smga slmt smpe lhr bayinya jgn ampe trjd apa2

  37. Kim Jihyun Januari 3, 2014 pada 10:40 am #

    kok skrg seohyun manggil kyuhyun pake embel2 ~ssi ya?

  38. milasill Desember 3, 2013 pada 4:57 pm #

    ahhhhh kyu , kau begitu manisssss :-*
    moga gak ada pengganggu lagi ya , dan jagalah seohyun dan calon little cho😀

  39. Dhilongg (@fadhila_zakiah) Desember 1, 2013 pada 6:03 pm #

    yeaaay,seo eomma hamil,udah ga ada younghwakn?,yeeay!!!!!!!!!!!1

  40. Sriutami_evil_innocent^^ Desember 1, 2013 pada 3:05 pm #

    huaaaa…ademmmm…suasana nya masih ademmm…tapi ngk tau kedepannya akan seperti apa,ku harap selalu baik”saja,tapi itu tidak mungkin juga,pasti ada kerikil yg akan hadir di perjalanan uri seokyu..
    dan semoga kerikil itu tidak terlalu banyak.
    huftt…tapi persaan saya mulai tidak tenang,entah lah…sepertinya seokyu akan di uji lagi…

    lanjuttt…
    gomawo..

  41. hezy azizah November 28, 2013 pada 11:37 pm #

    perhatian sekali sih oppa, semangatny oppaaa🙂

  42. faraa November 23, 2013 pada 2:11 am #

    Ciee kyu appa😀

  43. chyka November 14, 2013 pada 12:32 pm #

    bagus oppa kau memang harus menjaga istri dan kandungan istrimu iar tidak kenapa-kenapa….

  44. asyahashifah November 8, 2013 pada 6:57 am #

    ROMANTIIIIIISSSSS!! ;””D ah, suka sekali sama perhatian” yg kyuhyun kasih ke seohyun<3

  45. sonelf shipper November 6, 2013 pada 12:38 pm #

    aaaakkkkk soo sweeetttttttt😥

  46. taemfallin November 5, 2013 pada 10:16 am #

    Geregetan sama kyu!!!
    Kalo suka Ɣää bilang jaaaa
    Nanti jα̲̅ϑΐ batu sandungan buat bersama seo

  47. ishme94 Oktober 31, 2013 pada 4:04 am #

    Waaahhh . . Akhirnya seohyun hamil jg😀

  48. lentitutwow Oktober 27, 2013 pada 12:24 pm #

    hua so sweet moment seokyu banyak keren🙂
    aduh kyuhyun jadi protective sama seo cieee🙂
    daebak author

  49. Meymey Oktober 26, 2013 pada 11:40 am #

    Ciee upil modus haha

    next

  50. Krsmonica Oktober 14, 2013 pada 11:21 am #

    Aw. So sweet so sweet so sweet banget❤

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: