Become [1 of 3]

17 Mar

Judul/Title : Become

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it

Length : 1 of………..

Genre : Romance, Sad, Family. Little bit NC

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* lama tak jumpa heheh

aku sedang sibuk-sibuknya kuliah nih, kebetulan banget fanfiction ini cuman jadi selingan sambil nunggu love me dapet feel juga. kebetulan aku sama temen ku lagi sibuk tugas kuliah jadinya susah banget buat lanjut love me😦

oh ya fanfiction ini asli murni pikiran aku sendiri😉 sedikit ter-inspirasi dari film china, aku juga lupa judulnya apa haha

ada beberapa kata juga yang terinspirasi dari fanfiction-fanfiction

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

“Semuanya sudah selesai” seru seorang pria berperawakan tinggi itu yang tiba-tiba saja sudah mendudukkan dirinya di samping sosok seorang gadis.

Gadis itu seketika menoleh, memindahkan pusat penglihatannya. Ia tatap ‘kakak’ laki-lakinya itu dengan satu senyuman sebelum mengangguk dengan ringan. “Apa sudah waktunya?”

“Hn. Terkadang aku merasa heran terhadap mu Seohyunnie”, pria itu menggerutu. Ia putar pandangannya yang semula terfokus pada arah depan menuju Seohyun, sebelum melanjutkan. “Bukan kah disini sangatlah nyaman? Tapi kau terus memaksa ku untuk mengabulkan permintaan mu itu”

Seohyun -nama gadis itu- terkekeh pelan. Di bawa lengan kanannya menyentuh pipi ‘Kakak’ laki-lakinya itu. “Ini hal yang sangat menyenangkan Oppa. Kau juga harus mencobanya suatu saat nanti” , ucap Seohyun. “Apa aku sudah bisa pergi sekarang? Di mana tempat mereka berada?”

Pria itu menghela napasnya sebelum menjawab. “Ya kau bisa pergi sekarang. Dan tentang hal itu, aku sudah bersusah payah untuk mengabulkan permintaan mu ini. Jadi, setelah ini berusahalah sendiri”

Seohyun tersenyum singkat dan kemudian bangkit dari sofa yang ia duduki bersama ‘kakak’-nya tersebut. “Baiklah kalau begitu. Aku pergi sekarang. Ah— aku akan sangat merindukan mu Oppa” kedua lengannya seketika melingkar, memeluk pinggang milik ‘Kakak’-nya itu sebelum membawanya untuk makin mendekat. “Aku juga akan sangat merindukan mu Seohyunnie”

“Aku hampir saja lupa tentang ini. Kau hanya di beri waktu Seminggu untuk menemukan mereka Seohyunnie”

.

.

.

Become

.

.

.

Sebagian biru dan kelabu mengusir kabut hitam dari tempatnya, membawa serta guratan putih yang bersiap menyebarkan cahaya yang tak sabar keluar.

Seorang laki-laki tampak sangat berantakan di atas kasurnya. Rambut yang acak-acakan, selimut yang sudah terjatuh dari porosnya, dan tak lupa bantal yang juga sudah menyatu bersama lantai kamarnya. Laki-laki itu terlihat begitu damai dalam tidurnya. Ia sama sekali tak terusik dengan beberapa titik sinar matahari yang berhasil menembus jendela kamarnya, bahkan sinar sang surya itupun tengah menyinari sekujur wajahnya. “Kyuhyun-ah, ireona”

Suara lembut khas wanita paruh baya itu terdengar dari balik pintu kamar laki-laki tersebut. Karena tak kunjung menerima respon dari sang pemilik kamar, Wanita paruh baya itu berjalan memasuki kamar dengan aksen soft serta beberapa coretan coklat muda di setiap sisinya. “Kyu-ah ireona Chagiya—,” sebelah tangannya ia gunakan untuk membelai lembut rambut Laki-laki yang masih damai dalam tidurnya itu.

“Eom–ma,” suara paruh keluar dari bibir Laki-laki tersebut. “Aku masih sangat mengantuk, lima menit lagi— ” ucapnya lagi. Wanita paruh baya itu tersenyum tipis. Di sentuhnya kembali rambut coklat ikal milik putranya tersebut. “Ini sudah pukul enam Kyu, apa ka— “

Belum sempat Wanita itu menyelesaikan ucapannya, suara pekikan Kyuhyun sudah lebih dahulu menghentikan. “Aisss, kenapa tak membangunkan ku lebih pagi lagi Eomma? Aku pasti sudah sangat terlambat.” Kyuhyun, beranjak dari kasurnya. Ia segera menuju kamar mandi tentu dengan langkah sempoyongan.

“Anak itu akan selamanya seperti itu— “

.

 “Yah, Cho Kyuhyun!”, lengkingan keras sekaligus bunyi gebrakan meja akhirnya mampu mengembalikan Kyuhyun dari alam bawa sadarnya. Laki-laki itu spontan terkesiap. Ia tutup sekilas kedua matanya sembari menggeleng-geleng kecil sebelum akhirnya ia tatap satu persatu orang-orang yang saat ini tengah berada di dalam ruangan luas ini bersamanya.

“Ne?”

“Aissh, apa sedari tadi kau tak mendengar satupun ucapan kami?” terdengar gerutuan dari salah seorang Laki-laki yang berada di hadapannya.

Kyuhyun mencoba berkilah. “Tentu saja aku mendengarkannya”

“Bisakah kau mengulanginya lagi? Mengulangi setiap ucapan Eunhyuk-ah tadi, Cho Kyuhyun?” tantangan itu berasal dari ucapan seorang laki-laki jangkung yang duduknya tak jauh darinya.

Kedua mata Kyuhyun seketika melebar. Di dalam hati ia rutuki ketidak jujuran yang baru saja ia lakukan. “Haah”, Kyuhyun menghela napasnya dengan kasar. Ia usap wajahnya dengan dua telapak tangan. “Kalian lanjutkan saja diskusi ini. Aku ingin keluar dahulu. Percuma saja aku berada disini dengan keadaan mengantuk seperti ini”.

Laki-laki itu kemudian beranjak dari posisi duduknya. Ia langkahkan kedua kaki panjangnya ke arah pintu. “Yah, Gwenchana?” tanya laki-laki jangkung itu lagi -Changmin-

Kyuhyun berhenti melangkah. Di baliknya tubuhnya menghadap Changmin dan tentu beberapa orang lainnya yang juga berada di dalam ruangan tersebut. “Ne, aku baik-baik saja. Tak perlu khawatir” setelah mengatakan kalimat itu, ia buka pintu tinggi yang tepat berada di hadapannya.

Langkah kakinya menggema menelusuri setiap sudut-sudut koridor Universitas Kyunghee. Hingga langkah tersebut terhenti tepat di sebuah mobil berwarna hitam pekat. Kyuhyun menggerakkan tangannya, meraih pembuka pintu mobil tersebut. Dengan segera ia membawa mobil itu menjauh dari pekarangan sekolahnya.

.

Gadis itu berdiri tegak disana. Dihadapan sebuah laut biru yang beriak tenang. Gulungan ombak menyapa kedua telapak kaki polosnya, mengajaknya untuk lebih menapaki percikan air yang tersedia. Udara yang bergerak menyapanya, memainkan helaian rambut panjangnya yang tergerai indah.

Gadis itu terhanyut. Ia tutup kedua matanya setelah sebelumnya sempat ia nikmati pemandangan menakjubkan dari sang penguasa siang yang menampilkan kilauan cahaya jingganya ke peraduan. Kilasan-kilasan memori membawanya kembali. Meneliti satu persatu kejadian yag baru saja ia lalui.

Namun ketenangan yang ia rasakan, sedikit terusik dengan beberapa bunyi percikan air. Ia buka kembali kedua matanya. Bunyi itu berasal dari seorang laki-laki yang tengah melempar beberapa bebatuan kecil. “Apa yang sedang ia lakukan”. Ia langkahkan kakinya untuk mendekat sembari ia suguhkan sebuah senyum manis pada bibirnya.

“Sebenarnya apa yang ia lakukan—“ gadis itu terus saja memandang wajah laki-laki yang tengah berusaha melempar bebatuan yang berada di genggaman tangannya. “Membosankan—“ seru laki-laki tersebut.

“Hai—“ ucapan itulah yang keluar dari mulut gadis tersebut. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menepuk pelan pundak laki-laki itu.

Raut terkejut jelas tergambar pada wajah laki-laki itu. Ia merasa bahwa hanya dirinya-lah yang berada di pantai ini. Bagaimana bisa gadis ini tiba-tiba ada dan berada di sebelahnya? Bahkan ia tak merasakan tanda-tanda bahwa seseorang akan tiba. “Hai—“ sebuah jawaban yang terdengar sangat kikuk itupun menjadi pilihannya.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Hanya menjernihkan pikiran”

Gadis itu tersenyum tipis. Sebenarnya ini bukan gayanya— bagaimanapun ia harus melakukan hal ini. Jika ia benar-benar menginginkan mereka. “Ah, Seohyun imnida”. Seohyun membungkukkan tubuhnya –memberikan hormat-. Laki-laki itu kembali menghela napasnya. Ia alihkan pandangan kedua matanya. “Kyuhyun, Cho Kyuhyun”

“Oh iya”, Seohyun teringat akan sesuatu. “Bisakah kau membantuku? Apa kau mengenal tuan Lee Donghae?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ia merasa ada yang tidak beres dengan gadis yang berada di sebelahnya ini. Lihat saja dari gaya pakaiannya dan juga gaya berbicaranya, sungguh kuno. “Nona, Korea penuh dengan nama Lee Donghae yang kau maksudkan tadi”

Seohyun tertunduk lemas. Ada guratan kecewa yang terpancar dari sana. “Ah begitu ya, sayang sekali” ucapnya lemah. “Apa kau orang baru disini? Anio— maksudku apa kau baru saja kembali ke Korea? Bukankah kau orang Korea. Bahasamu sunggu lancar” Tanya Kyuhyun.

“Tentang itu— bisakah kita berbicara di tempat lain? Mungkin sambil makan siang? Tenang saja aku akan mentraktir mu Kyuhyun-ssi” Mendengar tawaran yang cukup menggiyurkan itu, Kyuhyun segera menganggukkan kepalanya. Kebetulan sekali gadis ini mengajaknya makan di saat ia tengah kelaparan seperti ini.

Siapapun dirimu aku tak peduli, makan siang gratis! Aku datang sayang!

 

 

 

.

“Kau tak memesan apapun huh?”

“Anio— aku masih sangat kenyang Kyuhyun-ssi”

“Lalu? Mengapa kau mengajak ku makan siang?” tanyanya. “Bukankah tadi ku bilang akan menceritakan sesuatu padamu Kyuhyun-ssi?”

“Baiklah. Pelayan!” serunya seraya sebelah tangannya di gunakan untuk melambai –memanggil serorang pelayan. “Bulgogi, ah— tapi ku harap kau singkirkan seluruh sayur yang berada di dalamnya. Dan segelas jus melon saja”

“Kau tak menyukai sayur Kyuhyun-ssi? Setahuku itu sangat baik untuk tubuh” Kyuhyun tergelak. Ia alihkan sesaat tatapannya pada Seohyun yang sedang tersenyum dengan polosnya. Kyuhyun terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab dengan pelan. “Rumput-rumput itu mengganggu nafsu makan ku”

“Apa tuan mengatakan sesuatu?” ucap pelayan yang sejak tadi berada di hadapannya. Kyuhyun menatap pelayan itu heran. Apa ada masalah dengan pendengarannya? Bukankah jelas ia sedang berbincang dengan Seohyun saat ini. Mengapa pelayan itu ikut ambil andil dalam ucapannya. “Anio— aku sedang tak berbicara dengan mu”

“Kalau begitu saya permisi”

Seohyun tersenyum simpul menatap Kyuhyun. “Kau bilang ada yang ingin kau ceritakan bukan? Ceritakan saja sekarang—”

“Tidak sekarang Kyuhyun-ssi.lebih baik kau habiskan saja dulu makanan mu. Setelah itu aku akan langsung menceritakannya”

“Haruskah seperti itu? Tidak bisakah kau mengatakannya sekarang? Hei nona, disini kau yang membutuhkan pertolongan ku—” Kyuhyun menatap kesal ke arah Seohyun. Gadis itu sungguh mebuatnya merasa mulai gila. Ia memanglah cantik dan semua orang pasti mengatakan hal serupa. Hanya saja— cara berpakaiannya sungguh sangat kuno. Apa gadis ini terlahir pada jaman peperangan?

.

Kyuhyun sudah tenggelam dengan aktifitas yang baru beberapa menit ini ia lakukan. Memasukan beribu-ribu butir nasi itu kedalam mulutnya. Menghancurkan seluruhnya dengan kedua gigi taringnya. “Kau yakin tidak lapar?”

Hanya sebuah anggukan kecil yang di buat Seohyun. “Jadi?” ucap Kyuhyun. Seohyun memandangnya dengan tatapan bingung. “Bercerita— Meminta tolong?” Kyuhyun mencoba mengingatkan Seohyun kembali. “Ah tentang itu—”

“Aku membutuhkan sedikit bantuan mu Kyuhyun-ssi. Apa kau bisa membantuku mencari tuan Lee Donghae?” Kyuhyun menghentikan aktifitasnya itu. Pandangannya seketika beralih menatap Seohyun, seolah berkata ‘yang benar saja’. “Seohyun-ssi. Bukankah sudah ku katakan tadi bahwa ada begitu banyak orang yang bermarga Lee dan bernama Donghae itu? Apa kau belum mengerti juga—”

Seohyun menatap Kyuhyun dengan bola mata yang sudah tampak berkaca-kaca, mungkin sudah siap meluncurkan berjuta-juta cairan bening tersebut. “Hei— jangan menangis Seohyun-ssi. Kau ingin melihat orang-orang menilaiku buruk?”

Seohyun menyeka setitik cairan bening yang berada di pipinya. Wajah sendunya ia perlihatkan pada Kyuhyun — berharap laki-laki yang berada di hadapannya ini luluh. “Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Lee Donghae orang yang kau maksud itu? Apa dia kekasih mu? Atau mungkin Appa mu? Oppa? Saudara jauh?”

“Tidak, ia tidak memiliki hubungan apapun dengan ku. Aku bahkan sama sekali belum mengenalnya, bertemu saja tidak. Hanya namanya saja yang aku tahu— wajahnya pun aku sama sekali belum mengetahuinya” jawabnya. Kyuhyun tampak semakin bingung dengan ucapan Gadis yang berada di hadapannya tersebut. Bagaimana mungkin mencari seseorang yang benar-benar tak ada sangkut pautnya dengan kehidupnya.

“Lalu untuk apa kau mencarinya?”

“Ah itu— itu—”

“Jangan bilang kau juga tak memiliki alasan tentang hal ini Seohyun-ssi? Sungguh baru kali ini aku bertemu dengan gadis yang unik seperti mu— bahkan lebih dari kata unik. Cara bicara dan dandanan mu nampak seperi seseorang yang hidup di jaman Yunani Kuno, Nona” Kyuhyun melontarkan seluruh perkataan yang sejak tadi terus berputar-putar tak tentu di pikirannya. Gadis itu tampak termenung. Ada raut Khawatir dan juga bingung di wajahnya.

Merasa lelah memikirkan masalahnya, Seohyun memutuskan untuk mengambil jedah waktu sejenak. “Sebenarnya— akan sulit bagimu untuk mengerti setiap ucapanku Kyuhyun-ssi. Ada sesuatu yang kau pun tidak akan percaya dan Mungkin setelah itu kau akan mengatakan ku tidak waras”

Hei bagaimana bisa gadis ini mengambil kesimpulan aneh seperti itu? Bukankah itu lebih terdengar seperti sebuah sindiran halus? IQ seorang Cho Kyuhyun itu berada di level atas, jadi tidak mungkin ia tak cepat tanggap dalam ucapan seseorang. Lagipula bukan-kah gadis ini yang meminta bantuannya? Mengapa sekarang terdegar ragu meminta pertolongannya? “Bisakah kau berbicara langsung pada intinya Seohyun-ssi?”

Seohyun terlihat menghela napas panjang seraya memainkan jemari-jemarinya di bawah meja restaurant tersebut. Baru saja akan membuka mulutnya untuk menjawab, seorang pelayan ternyata terlebih dahulu memotong ucapannya. “Permisi tuan—”

Kyuhyun memutar kepalanya menghadap pelayan yang baru saja tiba itu. “Ada apa?” tanyanya. “Apa tuan ada masalah?” Kyuhyun mempertajam pendengarannya.

 

“Apa yang kau Maksud dengan masalah?” Kyuhyun kembali bertanya. Terdengar sedikit nada jengkel dari ucapannya. Mengapa pelayan disini begitu lancang? Sampai mereka dengan beraninya bertanya yang tidak-tidak pada para pelanggannya. Apa atasan mereka mengajari akan hal ini?

“Mianhe tuan. Tapi— sejak tadi saya bersama teman saya terus memperhatikan anda tuan. Dan dari yang kami lihat, anda terus berbicara seorang diri. Maka dari itu, saya hanya memastikan bahwa anda baik-baik saja tuan”

Apalagi ini? Apa seluruh pelayan disini begitu menyebalkan. Ah— Kyuhyun mulai menyesal karena telah memilih tempat ini untuk mengisi perutnya yang lapar. Sungguh ia tak habis pikir, restaurant dengan aksen yang terlihat mewah ini memiliki pelayanan yang sangat buruk! Apa pelayan ini tak menganggap Seohyun? Apa mereka tidak sedikit-pun menganggapnya? Apa ia terlihat begitu aneh dan hina? Apa pakaiannya itu membuat ia tak perlu di perhatikan?

Kyuhyun sudah berada di titik teratas emosinya. Ia sudah siap dengan rentetan kalimat cercaan yang siap diluncurkan. Namun sayang, rentetan kalimat tersebut belum sempat ia lontarkan saat di rasakannya sebuah kulit lembut yang menyentuh bagian punggung tangannya. Seohyun tersenyum seolah memberikan arti bahwa ‘aku baik-baik saja’.

Kyuhyun dengan gerakan cepat mengeluarkan benda coklat berkulit sapi tersebut, seraya mengeluarkan beberapa won dari dalamnya. “Ini untuk makananya! Dan terima kasih untuk pelayanan terburuk yang pernah ku lihat!” Kyuhyun meraih pergelangan tangan Seohyun dan menariknya keluar

.

Seohyun dan Kyuhyun sampai pada sebuah kursi taman berwarna coklat pekat. Menikmati pemandangan dari bukit ini bukanlah pilihan buruk. Mengingat kejadian tadi membuat Kyuhyun sedikit merasa terjadi hal aneh disini. Bukan karena ia gagal mendapatkan makan secara cuma-cuma melainkan bagaimana bisa ia melakukan hal itu hanya untuk membela gadis di sampingnya ini? Bahkan gadis inipun belum 1×24 jam di kenalnya. Ah— semua orang akan melakukan hal yang sama jika berada di posisinya, setidaknya itu yang berada di fikiran laki-laki berambut coklat ini.

“Seharusnya kau tak perlu melakukan hal itu Kyuhyun-ssi—”

“Apa kau punya alasan yang tepat tentang hal itu? Tidak bisa-kah hanya dengan mengucapkan terima kasih saja padaku?” terdengar nada jengah dan sinis dari ucapan Kyuhyun. Itu bukanlah ucapan yang tepat pada orang yang sudah menolongnya. Setidaknya menolong dari ucapan pelayan yang penuh dengan ke-sok tahunya itu. “Bagaimana jika apa yang di ucapkan pelayan itu benar adanya?”

“Kau mengatakan ku tidak waras? Jelas-jelas aku berbicara padamu Seohyun-ssi”

“Tidak, bukan begitu—”

“Lalu apa yang kau maksud dengan ‘benar adanya’ disini?!” tanya Kyuhyun. Kali ini terdengar begitu dingin. Bahkan jika ada orang lain di sekitar mereka yang sekedar berjalan melewati mereka ataupun mendengarkan ucapan mereka, pasti orang-orang itu akan berpikir bahwa ‘sepasang kekasih’ ini sedang bertengkar hebat. “A— aku, aku—”

“Ah— sudahlah! Sepertinya hanya membuang waktuku percuma. Lagipula aku baru saja mengenal mu Seohyun-ssi. Dan maaf, aku harus segera pulang. Tentang permintaan tolongmu tadi kurasa kau cari saja sendiri. Aku tak peduli” Kyuhyun bangkit dari kursi coklat itu. Langkah kakinya membawa tubuhnya untuk segera menjauh dari Seohyun.

“Tunggu—”

“Apa lagi?”

“Aku memang bukanlah manusia sepertimu. Dan yang di ucapkan pelayan itu benar. Hanya kau— hanya dirimulah yang bisa melihat wujud sempurna ku. Ada banyak hal yang tak kau ketahui disini Kyuhyun-ssi. Aku benar-benar menyesal tentang hal ini. Sungguh aku tak membuat sebuah penipuan ataupun pengakuan palsu disini. Apalagi mengada-ada cerita hayal belaka. Aku seorang malaikat. Ada tujuan penting yang harus ku selesaikan disini.

“Cobalah kau berpikir sejenak Kyuhyun-ssi. Mengapa saat di restaurant tadi aku tak memesan apapun, bahkan minuman pun tidak—? Akan sangat aneh melihat seorang pria sedang menyantap makan malamnya bersama sendok dan sedotan yang bisa bergerak sendiri. Mengapa pakaian ku terlihat begitu kuno di mata mu? Bahasa ku? Bahkan kemunculanku yang secara tiba-tiba di hadapan mu? Apa itu kurang menjelaskan bahwa aku bukanlah manusia yang kodratnya sama seperti mu?”

Kyuhyun termenung. Ia tak begitu yakin dengan ucapan wanita yang berada di hadapannya ini. Itu bahkan terdengar menggelikan di telinganya. “Kau pasti tak percaya tetang hal ini. Sudah ku katakan sejak awal , ini akan susah untuk kau mengerti Kyuhun-ssi” lanjutnya.

“Ba—bagaimana bisa seperti itu? Kenapa hanya aku? Kenapa hanya diriku-lah yang bisa melihat mu?” Seohyun tersenyum. Sedari tadi jemari-jemarinya ia mainkan halus di atas lututnya. “Pertama kali melihatmu kurasa kau seseorang yang baik Kyuhyun-ssi. Kau terlihat seperti seseorang yang penyabar— maka dari itu , aku memilihmu. Memilihmu untuk membantu ku.”

“Jadi kau bersedia membantu ku?—”

.

Kyuhyun baru saja tiba di rumahnya. Melempar ransel berwarna abu-abu itu sesukanya. Menghempaskan tubuh jagkungnya di sebuah kasur king size. Di bawanya sebelah tangan miliknya untuk memijat pelan pelepisnya. Ia tak habis mengerti dengan keadaannya hari ini. Dan ia rasa semalam sama-sekali dirinya tak bermimpi buruk sekalipun. “Kyuhyun-ssi—”

“Ya Seohyun-ssi! Bisakah kau lebih sopan saat meperlihatkan wujudmu? Kau mengejutkan ku” Seohyun menatap teduh kearah laki-laki yang terbaring itu. Ia langkahkan kakinya mendekat pada ranjang tersebut. “Jadi aku akan tidur di mana Kyuhyun-ssi?”

“Apa? Tidur?— apa malaikat seperti mu juga perlu melakukan rutinitas yang selalu di lakukan manusia ini? Bahkan kau saja tak memakan apapun. Itu artinya kau-pun tak akan terlelap dan merasa lelah bukan?”

“Tentu, tapi sepertinya tidak lagi. Perlahan seluruh kebiasaan malaikat akan hilang dari tubuhku. Dan sekarang aku merasa sangat lelah Kyuhyun-ssi.” ucap Seohyun. Sejenak ruangan dengan aksen biru itu berubah menjadi senyap. Antara keduanya tak ada yang memulai untuk berbicara. “Baiklah— kau bisa memakai ranjangku Seohyun-ssi. Dan aku akan tidur di sana. Bagaimanapun kau tetap seorang gadis, meski bentuk dan rupamu sangat kasat mata” jari tulunjuk miliknya mengarah pada sebuah sofa berwarna putih tulang tersebut.

“Sepertinya aku terlihat merepotkan mu Kyuhyun-ssi” Seohyun menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tidak enak hati. Kyuhyun tesenyum simpul— jika ia bisa mengatakan hal yang sebenarnya, Seohyun bukanlah seorang yang merepotkan melainkan sangat menyebalkan. Kyuhyun mengerti betapa rapuhnya hati seorang wanita apabila ia mengatakkan semuanya. Meskipun Seohyun seorang malaikat, bukan berarti ia tak memiliki hati yang mudah tersingung.

“Apa malikat perlu untuk mandi juga?”

“Tentu, kau akan menolak membantu ku jika bau aneh berada di sekeliling tubuhku bukan?” Kyuhyun terkekeh pelan. Apa kehidupan di sana tak beda jauh dengan semua  yang berada disini?. “Seohyun-ssi” panggilnya.

“Ne?”

“Apa kehidupan mu di atas sana sangat menyenangkan? Apa­— disana juga terlihat seperti bumi?” bibir Seohyun tertarik beberapa centi ke samping. Mendengar pertanyaan Kyuhyun membuatnya tak bisa menahan diri untuk tersenyum. “Kau ingin tahu? Benar-benar ingin tahu?” Kyuhyun menganggukan kepalanya. “Kalau begitu aku akan memanggil teman ku untuk mencabut nyawamu terlebih dahulu, setelah itu kau akan melihat semuanya secara langsung. Bagaimana?”

Kyuhyun mengerutkan alisnya. Apa gadis yang berada di hadapnnya ini gila? Sejak kapan seseorang akan menjawab ‘Iya’ jika nyawanya akan di ambil. Bahkan dirinya belum merasakan bagaimana indahnya masa menjalin kasih, menikah, bekerja, merawat putra-putrinya kelak, dan tentu menghabiskan waktu tua miliknya bersama sang istri tercinta. “Tidak, tidak terima kasih”

Seohyun tertawa cukup keras. Sungguh wajah aneh Kyuhyun bias membuatnya mati karena terus tertawa. “Yang perlu kau tahu adalah, semua yang berada di sana sangatlah indah. Mungkin sepuluh kali lipat keindahannya”

.

“Kau sudah bangun rupannya— Eomma baru saja ingin membangunkan mu Kyunnie-ya”ucap Eomma Kyuhyun yang terkejut akan kelakuan anak semata wayangnya pagi hari ini. Tidak biasanya Kyuhyun siap sepagi ini – tanpa ia harus turun tangan. “Eomma. Ah, hari ini ada beberapa tugas yang harus ku selesaikan. Anatomi yang kulakukan kemarin bersama yang lain tampaknya belum sepenuhnya selesai”

Yang benar saja, seorang Cho Kyuhyun peduli akan tugasnya?

“Begitu ya. Jika sudah begitu segeralah turun. Eomma sudah menyiapkan mu sarapan— Appa juga sudah berada di bawah”

“Appa?—”

Senyuman lembut merekah pada wajah wanita paruh baya itu. “Appa baru saja pulang semalam.” Kyuhyun menganggukan kepalanya. Ada rasa rindu pada pria yang ia sebut dengan ‘Appa’ tersebut. Sedikit bercerita tentang keluarga kecil Cho. Kyuhyun adalah anak tunggal di keluarga ini. Setelah Eommanya melahirkan Kyuhyun, ia di vonis sang dokter tidak akan bisa mengandung dan berbuah lagi. Apabila di paksakan, itu semua akan berujung dengan kematian.

Eomma Kyuhyun hanya seorang ibu rumah tangga yang menyerahkan seluruh hidupnya ,untuk mengabdi pada sang suami. Sedangkan Appa Kyuhyun adalah seorang Presdir pada perusahan miliknya sendiri. Hal itula yang membuatnya sibuk hingga harus menghabiskan waktunya dari negara ke negara lainnya.

Kyuhyun. Ia bukan laki-laki yang mudah di atur ataupun di perintah. Sang Appa sudah berulang kali meminta, bahkan memohon agar dirinya mau meneruskan perusahaan yang sudah di rintis Appanya lebih dari 32 tahun tersebut. Namun seorang Cho Kyuhyun tak akan pernah mengindahkan ucapan seseorang yang terdengar memerintahnya, sekalipun itu orang tuanya—

Universitas Kyunghee, menjadi saksi bisu untuk menggapai cita-cita calon Dokter muda Cho Kyuhyun. Sejak kecil Kyuhyun sudah sangat mendambakan dirinya menjadi seorang medis yang profesional. Seseorang yang selalu berbalut pakaian dan jas putih, juga tentu saja tetoskop dan beberapa alat lainnya.

.

“kita akan memulai mencari dari mana Seohyun-ssi?” Kyuhyun dan tentu saja Seohyun, kini tengah berada di keramaian pusat kota Seoul. Setelah menghabiskan sarapan paginya bersama sang Appa dan Eomma, Kyuhyun segera berlenggang pergi membantu seseorang yang sudah sangat merepotkannya ini. “Kau bertanya padaku? Kalau seperti itu, untuk apa aku meminta bantuan mu?— Lee Donghae, hanya orang itu yang kubutuhkan.”

“Akhh— apa kau tak mengetahui sedikit saja tentang dirinya? Hanya sedikit informasi, mungkin kita bisa lebih cepat menemukannya?” Kyuhyun berusaha mengontrol setiap katanya dengan nada yang setenang mungkin. “Begini, aku tak tahu sama sekali tentang Lee Donghae itu. Yang ku tahu, ia memiliki seorang putri bernama Joo Hyun. Saat ini putrinya sedang dalam masa kritis dan seminggu lagi ia akan bertemu dengan ajalnya. Dan saat itulah aku akan mengganti hidupnya. Ia juga sedang dalam koma dan itu sudah terhitung dua tahun yang lalu. Dengan begitu saat aku menggantikan dirinya semua ingatan ku akan hilang secara keseluruhan. Dan akan menjadi Joo Hyun yang baru”

“Benarkah? Apa kehilangan nyawanya adalah rencana mu?”

“Tidak, itu semua tuhan yang menentukan. Hanya saja, Oppa meminta sedikit keringanan dengan mengganti nyawaku padanya. Oppaku sungguh sangat kasihan pada hidup Lee Donghae, dan juga ini semua keinginan ku yang terus memintanya agar aku bisa hidup seperti manusia lainnya”

Kyuhyun menatap Seohyun dengan sebuah senyum simpul. Sebenarnya ia belum begitu mengerti akan tujuan malaikat satu ini. “Baiklah”

[TBC]

niat buat oneshot nih cerita. Berhubung kepanjangan jadinya di buat three shot deh. Hehe aku bakal lanjutin tapi mau liat respon kalian dulu heheh

udah kelar kok ff ini aku buatnya 🙂

 

211 Tanggapan to “Become [1 of 3]”

  1. hoir Mei 16, 2016 pada 11:10 am #

    Seo eonnie malaikatya ternyata. Oastes aja pelayan itu bilang ke kyu kayak gitu.
    Suka banget sama jalan ceritanya
    Nice

  2. chogingerlover Agustus 13, 2015 pada 2:03 am #

    wahh menarik banget, seonya malaikat ya? aku lanjut ne..

  3. kimhaera Februari 18, 2015 pada 3:10 pm #

    aaaaah ceritanya aku suka deh. gatau kenapa aku tuh suka cerita yang fantasy fantasy romantis gitu/?
    keep writing author ^^

  4. Iyank EternalMagnae Januari 19, 2015 pada 9:43 am #

    wuaaaach seo dsni jdi mlaikat!!
    jdi it tjuan seo sbnrnya nyri lee donghae!!
    seo mw gntiin anknya lee donghae yg bntr lgi mninggal!!
    kra2 kyuppa bsa g y bntuin seo!!

  5. hyun seo cho Desember 30, 2014 pada 5:21 am #

    jdi ceritax berawal kaya gini toh….
    keren q suka😉

  6. loveseokyu Desember 29, 2014 pada 3:26 pm #

    dari awal cerita penasaran bnget sama lee donghae itu siapa? dan apa hubungannya sama seomma.. akhirnya., cukup tau juga..
    trus gmna kelanjutannya? kyupa jatuh cinta sama joohyun kah?
    seru saeng… km jago bnget nulisss…
    pesan di twitter bales ya..🙂

  7. dewi pratiwi Desember 27, 2014 pada 10:28 am #

    Ceritanya bagus thoorr
    Seruuu , si kyu ngebantuin si seo buat nyari “lee donghae”

  8. aista Desember 16, 2014 pada 9:07 am #

    wah crita nya seohyun jdi malaikat ya,
    kirain da hubungan pa seo ma hae..🙂

  9. cha-cha November 27, 2014 pada 11:10 am #

    menarik ceritanya,,,,mau lanjut baca lagi

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: