Become [2 of 3]

22 Mar

Judul/Title : Become

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it

Length : 1 of………..

Genre : Romance, Sad, Family. Little bit NC

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* i’am back hahah

nih aku bawain become 2

semoga kalian suka ne😉

Bisa juga kalian temukan beribu-ribu(lebay) Typos yang merajalela di sepanjang ff

Udah deh cekidot sajaaa…..jangan lupa comment ya eheheh Gomawo thanKyu :*

PLEASE DON’T BE A PLAGIATOR!

Seorang Laki-laki dengan peluh keringat yang membanjiri seluruh dahinya, berjalan menulusuri jalanan Seoul sore hari itu. Sesekali terdengar desahan pelan yang beberapa kali lolos dari bibirnya. Hanya dengan energy yang sedikit ia tak mampu berkonsentrasi dengan baik. Dia terus saja menghela nafas dan sedikit mengutuk dalam hati. Merasa pekerjaan yang ia lakukan sia-sia ia mencoba mencari orang yang tengah ia cari sepanjang jalan yang ia lewati.

“Kita sudah hampir seharian berkeliling, dan ini sudah rumah sakit yang ke sembilan untuk hari ini Seohyun-ssi.” Kyuhyun meberikan tatapan yang cukup dingin saat ekor matanya menatap Seohyun yang tengah asik memainkan jemari-jemarinya. Sesuai janjinya yang akan membantu Seohyun mencari seseorang. Dan ini sudah merupakan hari kedua mereka mencari. Mungkin sudah puluhan rumah sakit menjadi persinggahan mereka. Tentu mencari putri Lee Donghae yang terbaring lemah. “Waktumu hanya tinggal lima hari lagi. Dan selam dua hari ini tidak menghasilkan apa-apa.”

Sama halnya dengan Kyuhyun. Seohyun juga sudah merasakan frustasi tingkat akut. Ia bahkan merasa lelah jika harus terus mencari sesuatu yang sama sekali tidak ia ketahui. Segala cara telah ia lakukan, bahkan kembali merayu Siwon –kakak laki-lakinya yang berada di sana- untuk setidaknya memberikan ia sedikit informasi yang lebih jelas lagi. Namun Siwon hanya menjawabnya dengan senyuman kecil. Tidakah itu tindakkan yang sangat menyebalkan. “Akupun lelah Kyuhyun-ssi. Sepertinya akan terasa sangat sia-sia jika terus seperti ini.”

Kyuhyun meneguk sebuah air mineral yang berada di genggamannya hingga habis. Hari sudah tampak semakin gelap, dan sebentar lagi penguasa malam akan segera muncul menyinari dunia dengan cahayanya. “Lebih baik kita pulang sekarang Seohyun-ssi. Kita bisa melanjutkannya besok.”

.

.

.

.

BECOME

 

CHAPTER 1

.

.

.

“Bagaimana?” tanya Seohyun. Hanya sebuah gelengan lemah yang di tunjukan Kyuhyun sebagai jawabannya. “Percuma saja”

“Jangan seperti itu. Kita belum mencoba rumah sakit yang lainnya. Baru begini saja kau sudah menyerah!” ucap Kyuhyun. Walaupun ucapannya terdengar menyemangati akan tetapi, tubuh dan otaknya pun lelah akan hal ini. Setiap harinya harus menjajakan kaki dari rumah sakit lain ke lainnya. Ia bahkan tampak seperti seorang pengangguran bodoh. Kuliahnya pun akhir-akhir ini sangat berantakan. Jadwal praktek oprasi dan lain sebagainya ia titipkan pada sahabatnya -Changmin- dengan alasan ‘Neneknya sakit’ dan sepertinya ia tak akan masuk selama satu minggu. Alasan yang sangat bodoh menurutnya—

Tanpa terasa langkah kaki keduanya sudah berada di dalam rumah sakit tua, ah sebenarnya tidak terlalu tua. Hanya saja rumah sakit ini terlihat jarang ter-urus dan ada beberapa debu di bagian depannya. “Annyeong—”

“Ada yang bisa saya bantu tuan?”

“Apa disini ada pasien beranama Joo Hyun? Ia sudah koma selama dua tahun”

“Tunggu sebentar— akan saya coba carikan datanya tuan”

Kyuhyun terus menatap cemas pada perawat tersebut. Sungguh ia berharap banyak pada wanita dengan balutan kemaja putih ini. “Ah— maafkan saya tuan. Tapi disini tidak ada pasien bernama Joo Hyun”

“Begitu ya— terimakasih” ada nada kecewa yang terdengar jelas dari mulut Kyuhyun. Sekuat apapun mereka mencari, itu akan sangat terasa sulit. Seoul memiliki puluhan rumah sakit. Jadi, tidak mungkin bukan mereka harus mengelilinginya satu persatu. Seohyun sudah hafal betul dengan bahasa tubuh Kyuhyun. Ia langkahkan kakinya untuk lebih mendekat. Meraih telapak tangan Kyuhyun dan meremasnya pelan. “Terimakasih sudah berusaha membantu ku—”

.

“Aku sudah mencatat beberapa nama rumah sakit yang bisa kita kunjungi besok Hyun-ya” Seohyun mengerutkan alisnya. Ia semakin mempertajam pendengarannya. Apa? Apa tadi Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan ‘Hyun’ ? “Hyun? Nama mu juga memiliki kata Hyun di belakangnya, Kyuhyun-ssi”

“Ah— bukankah kita sudah akrab? Itu berarti aku akan memanggil mu dengan sebutan Hyun, Hyunnie, dan apapun itu. Dan satu lagi— ku rasa sosok Joo Hyun yang akan kau gantikan itu, ber-umur lebih muda dari ku. Jadi kesimpulannya, kau harus memanggil ku OPPA! Arraso?” ucap Kyuhyun girang. Ia benar-benar tak menyadari perubahan raut wajah Seohyun. “Waktu mu hanya tinggal empat hari lagi Hyunnie-ya. Setidaknya besok kita harus mecari beberapa rumah sakit dengan cepat.” Seohyun menganggukan kepalanya.

Kyuhyun sudah berencana untuk meminta bantuan Changmin dan beberapa sahabatnya. Hanya saja, ia bisa dianggap gila oleh teman-temannya bila menceritakan hal ini. Bahkan bisa saja Eomma dan Appanya, akan meninggalkannya dan mengirimnya ke rumah sakit jiwa. “Istirahatlah” suara Kyuhyun terdengar begitu lembut. Entahlah itu baru pernah terjadi—

“Ne Kyuh-“

“Oppa!—” sergah Kyuhyun cepat, sebelum Seohyun melanjutkan ucapannya. “Baiklah— Oppa

.

Pagi sudah kembali menyinari bumi. Guratan warna cerah itu pun sudah sangat terlihat jelas. Kyuhyun. Namja itu masih enggan untuk bangun dari tidur lelapnya. Mengingat kembali segala usahanya untuk membantu malaikat merepotkan -menurutnya- sudah cukup menguras seluruh energi serta otaknya. “Oppa—”

Suara lembut milik Seohyun terdengar jelas oleh Kyuhyun. Hanya saja ia sangat malas untuk menanggapinya. Rasa lelah dan kantuknya lebih memaksanya untuk tetap terlelap— meskipun indra pendengarannya sudah kembali ke alam sadar. Dan karena tak kunjung menerima respon dengan baik, Seohyun mencoba menggerakan pelan lengan kanan Kyuhyun. “Oppa bangunlah. Bukankah hari ini kau akan kembali menemaniku? Kajja—”

“Hyunnie, bisakah beberapa menit lagi? Aku sangat lelah sekarang”  pinta Kyuhyun. Seohyun tersenyum singkat sebelum kembali membuka mulut-nya. “Kau selalu menunda sesuatu yang baik Oppa—“

“Kau tau tidak- melakukan aktivitas di pagi hari dengan semangat, maka seluruh usaha mu hari ini akan terkabul” Seohyun melanjutkan ucapannya. “Benarkah? Sepertinya sudah tiga hari ini aku selalu bangun pagi hanya untuk membantu mu. Apa kita sudah menemukan yang kita cari? Bahkan sedikitpun tidak—“

“Itu karena Oppa sama sekali tidak bersemangat melakukannya”

“Hah?! Apa kau bilang?! Tidak bersemangat?! Yak— kau sudah gila atau apa eoh?! Kau bilang aku tak bersemangat?! Lalu untuk apa selama tiga hari ini aku selalu membantu mu mencari hah?!”

“Karena Oppa hanya kasihan padaku, jika memang Oppa bersemangat membantuku mungkin hanya dua hari saja kita sudah menemukan mereka.” Senyuman mengejek terlihat di wajah malaikat milik Seohyun. “Apa kau benar-benar malaikat?! Aku mulai meragukannya sekarang!”

“Jadi Oppa me—“

“Baiklah-baiklah! Aku akan siap-siap terlebih dahulu” Kyuhyun segera beranjak dari ranjangnya. Menurutnya percuma saja berdebat dengan ‘Malaikat’ itu. Pada akhirnya ialah yang akan menyerah dan mengalah.

 

Menyusahkan

 

 

Seohyun tersenyum senang. Lagi-lagi ia menang saat berdebat dengan Kyuhyun. Ini merupakan kesenangan tersendiri untuknya. “Berhasil haha—“ ucapnya.

.

Sudah setengah hari mereka mencari di berbagai rumah sakit, dan hasilnya masih sama seperti sebelum-sebelumnya -Tidak ada pasien bernama Joohyun yang koma selama dua tahun-. “Oppa? Bagaimana kalau mengisi perut terlebih dahulu?”

“Kau lapar? Baiklah, sebentar lagi kita akan melewati makanan siap saji.” Kyuhyun menyahut, namun pandangan serta konsentrasinya masih terpusat penuh pada kemudinya. “Baiklah— kali ini kita akan menghabiskan makanan ini di mana oppa?” tanya Seohyun.

Yah Kyuhyun memang selalu mengajak Seohyun memakan makanan mereka di tempat yang sedikit pegunjung. Seperti pantai saat pertama kali mereka bertemu, atau bukit yang terletak cukup jauh dari pusat perkotaan. Bukan tanpa alasan Kyuhyun melakukan itu semua. Ia hanya tak ingin orang-orang mulai menganggapnya gila saat makan dengan sebuah makanan yang melayang atau semacamnya.

“Kau lihat saja nanti—”

Akhirnya, mereka tiba di sebuah Restaurant siap saji sesuai dengan ucapan Kyuhyun tadi. Memesan dua burger dan dua buah minuman dingin dirasa sudah cukup. Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya menuju tempat yang sudah ia pikirkan sebelumnya.

Tak butuh waktu lama. Mereka sudah berhenti di sebuah danau, danau yang hanya terlihat beberapa orang di sana. Pohon-pohon yang rindang serta beberapa bunga teratai berhasil menambah kesan asri untuk pilihan Kyuhyun kali ini. “Neomu Yeppo—” pekik Seohyun. “Kau suka? Ini termaksud dalam daftar tempat rahasiaku. Dan aku hanya memberitahukannya pada orang-orang spesial saja”

“Apa aku termaksud orang yang spesial?” Tanya Seohyun seraya mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. “Ah— tentu saja. Kau termaksud dalam orang yang spesial untuk ku. Spesial menghancurkan hari-hariku lebih tepatnya”

Seohyun terkekeh pelan. “Aku tahu Oppa berbohong—”

“Berhentilah seolah kau mengetahui segalanya Hyunnie-ya”

“Ya, aku memang mengetahui segalanya”

“Apa kau masih ingin makan?! Atau kita kembali pulang?!” ucap Kyuhyun yang mulai kesal. Seohyun terkekeh pelan. Lagi-lagi dirinyalah yang menang. Mereka melanjutkan makan siang kali ini tanpa percakapan atau senda gurau seperti biasanya. “Oppa—”

“Hmm-“

“Gomawo—”

“Apa kau sedang tidak enak badan Hyunnie-ya? Tidak biasanya kau mengucapkan terimakasih pada ku?” sindir Kyuhyun. Seohyun kembali tersenyum. “Tidak. Aku hanya ingin berterimakasih untuk segalanya. Bukankah sebentar lagi aku akan melupakan semuanya? Jika tubuhku sudah menyatu dengan Joohyun itu berarti segala ingatan ku akan menghilang”

Tak ada jawaban yang di lontarkan Kyuhyun. Entah apa yang terjadi, rasanya bibirnya benar-benar sulit untuk berbicara. “Tapi jika kita tak menemukannya— aku akan kembali pada Oppa-ku. Dan mungkin itupun akhir pertemuan kita” lirih Seohyun, namun tetap di iringi dengan senyuman kecil. Kyuhyun masih dengan aksi diamnya. Entah mengapa ada rasa tidak rela dengan akhir kalimat yang di kontarkan Seohyun. Apa ia mulai mencintai malaikat ini?

Setidaknya lebih baik jika Seohyun melupakan semuannya ketika ia mulai menggantikan tubuh Joohyun. Dengan begitu Kyuhyun hanya terpisah dengannya beberapa saat, tidak untuk selamanya bukan. “Apa kau sudah selesai makan? Kajja, masih ada waktu untuk mencari beberapa rumah sakit lagi”

.

Kyuhyun tengah menjulurkan kedua kaki jenjangnya, sesekali terdengar desahan lemah dari bibirnya. Peluh keringat yang membanjiri pelepisnya menunjukan bahwa dirinya benar-benar lelah. “Oppa—”

Suara lembut yang sudah beberapa hari ini mengganggu telinga serta pikirannya itu, mencoba memanggilnya. “Aku tau kau lelah, sebaiknya kau ber-istirahatlah saja. Sudalah. Kau tak perlu mencarinya lagi untuk ku Oppa” ucap Seohyun seraya tersenyum tipis. “Waktuku tinggal-lah dua hari lagi— akan lebih baik kita gunakan untuk sekedar menghabiskan waktu di tempat-tempat yang indah, sebelum aku benar-benar kembali” lanjutnya.

“Bisakah kau berhenti mengatakan hal bodoh seperti itu Seohyun-ah!” suara Kyuhyun terdengar meninggi. Entah apa alasannya, namun raut wajahnya terlihat begitu merah. Seolah ia sedang benar-benar menahan amarah yang siap keluar. “Berhentilah mengatakan kau akan pergi! Kau akan kembali! Atau apapun itu! Kumohon—” lanjut Kyuhyun. Kali ini, suaranya terdengar lirih. Bahkan terdengar begitu memohon pada Gadis yang berada di hadapannya.

Dengan kesadaran penuh Kyuhyun menarik tubuh mungil Seohyun kedalam dekapannya. Seolah-olah ia ingin berbagi sesuatu yang bahkan tak bisa ia ungkapkan. “Oppa—”

“Kumohon— berhentilah berbicara seperti itu. Kita tidak akan pernah berpisah. Bukan aku ataupun kau yang akan pergi. Jadi kumohon berhentilah mengatakan hal yang bodoh itu”

“Kau sudah berhasil mengobrak-abrik seluruh hidupku! Mengacaukan seluruh jadwal kuliahku, menghancurkan sistem kerja otak ku, memerintah seluruh tubuhku untuk sebuah keinginan mu dan yang paling penting. Kau berhasil melelehkan es yang membeku disini” tangan mungil Seohyun kini berada tepat di dada Kyuhyun. Seohyun tak bergeming. Bibirnya begitu kelu walau hanya mengucapkan sepatah kata saja.

“Dan sekarang apa yang ku dapat? Kau berbicara seolah-olah kau akan meninggalkan ku! Apa itu tanggung jawab mu atas semua yang telah kau lakukan padaku?!”

“Oppa, ak—”

“Aku mencintai mu”

Kyuhyun menarik pelan pundak Seohyun agar menjauh dari tubuhnya. Ia tatap kedua bola mata yang sudah tampak mulai berair itu. Kyuhyun benar-benar tidak tahan jika terus menerus membohongi perasaannya. Disini ia memang merasa bahwa Seohyun adalah ‘Malaikat’ yang merepotkan. Namun disisi lain, ia bersyukur karena takdir mempertemukan mereka. Takdir yang seolah berpihak padanya.

Saat pertama kali pertemuannya bersama Seohyun, Kyuhyun memanglah masih di hantuin perasaan sakit yang teramat dalam di hatinya. Masih terngiang jelas saat Gadisnya -Choi Sooyoung- tengah bergelut manja pada seorang Pria yang tak lain adalah sahabat sekaligus sepupunya sendiri. Bahkan saat mereka menyadari kedatangan Kyuhyun disana, mereka tak sedikit pun menunjukan rasa bersalah padanya dan terus melanjutkan aktivitas mereka seperti sebelumnya.

Sejak saat itu, Cho Kyuhyun berubah menjadi pria yang dingin pada setiap Gadis yang mencoba mendekatinya. Ia seoalah menutupi dirinya. Bahkan Changmin merasa dirinya kehilagan sahabatnya yang begitu ceria. Namun kini semuanya seolah berubah. Kyuhyun kembali pada dirinya yang dulu, dirinya yang mana selalu tersenyum, jail atau apapun itu.

“Oppa aku tak tau harus mengatakan apapun padamu. Aku juga tak mungkin bisa berjanji pada mu untuk tidak pergi.”

“Kau tak mencintaiku?”

“Tidak, bukan itu yang ku maksud. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Bahkan sejak awal kita bertemu aku merasa ada sesuatu yang berbeda padamu Oppa. Hanya saja—”

“Hanya apa?”

“Bukankah sebentar lagi kita akan benar-benar terpisah?”

“Harus berapa kali ku katakan padamu bahwa kita tak akan pernah berpisah! Kau mengerti Seohyun?!” Seohyun kembali mendekap hangat tubuh Kyuhyun. Ia merasa begitu nyaman di pelukan Kyuhyun. “Aku berjanji akan menemukan mereka” lanjut Kyuhyun.

“Bagaimana kalau kita habiskan waktu kali ini dengan berjalan-jalan berdua, Oppa?” tanya Seohyun.

“Mmm— bukan ide yang buruk Chagiya”

“Cha- Chagiya?”

“Bukankah kita sudah resmi beberapa detik yang lalu? Kajja, sebelum malam datang—“ Kyuhyun menarik lembut pergelangan tangan milik Seohyun. “Oppa tunggu—“

“Wae?” Kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Seohyun menatap kain yang membungkus tubuhnya. Melihat itu, arah mata Kyuhyun-pun ikut menatap gaun kuno yang sudah hampir seminggu ini di kenakannya terus menerus. “Bukankah lebih baik kita membeli baju terlebih dahulu Oppa?” Kyuhyun megerutkan alisnya. Ada sedikit rasa heran yang menyelimuti pikirannya. “Baju? Untuk apa? Mereka-pun tak akan pernah bisa melihatmu bukan?”

“Yak, setidaknya aku ingin terlihat berbeda di hadapan mu Oppa— kau bukan tipikal orang yang romantis” Seohyun mencibir kesal.

Kyuhyun hanya menatap Gadisnya lembut sembari terkekeh pelan. Tidak ada salahnya bukan membelikan kakasihnya pakaian baru? “Baiklah, kajja kita cari baju untuk mu”

.

Mereka baru saja tiba di sebuah pusat perbelanjaan kota Seoul. Dengan tangan yang terus bertautan keduanya berjalan memasuki salah satu toko pakaian yang berada di dalam mall itu. “Permisi tuan- ada yang bisa saya bantu?” ucap Seorang penjaga toko tersebut.

“Ah— aku membutuhkan sebuah gaun untuk kekasih ku. Ia memiliki badan yang ideal, kakinya jenjang dan mungkin lingkar pinggulnya pas dengan rata-rata wanita pada umumnya. Apa kau bisa mencarikannya untuk ku? Aku ingin meberikannya sebagai hadiah” jawab Kyuhyun seraya tersenyum. Tangan kanannya masih enggan untuk melepas tautan jemarinya bersama Seohyun. Ia tak begitu peduli dengan pelayan yang berada di hadapannya, toh bukankah ia tak bisa melihat gadisnya.

“Mmm— apa gadis yang tuan maksud kekasih itu, wanita yang berada di samping mu itu tuan? Bagaimana kalau kekasih anda langsung saja mencoba baju yang saya pilihkan untuknya?”

“Apa?! Kau bisa melihatnya? Kau bisa melihat gadis di sebelah ku ini?” nada terkejut jelas terdengar dari bibir Kyuhyun. Bukankah Seohyun tak kasat mata? Bagaimana bisa pelayan ini melihatnya? Kyuhyun mengalihkan pandangannya menatap Seohyun. Seolah meminta sesuatu untuk di perjelaskan. “Aku memang memperlihatkan wujudku sekarang Oppa— aku ingin kencan pertama kita berkesan” ucap Seohyun setengah berbisik seraya terkekeh pelan.

“Kau bilang, kau tak bisa memperlihatkan wujudmu pada semua orang?”

“Aku hanya mengatakan tidak bisa, tapi bukan berarti tidak boleh kan?”

“Lalu mengapa selama ini kau tak menunjukan saja wujudmu?!”

“Karena ini sangat menyita energi ku Oppa— dan kali ini aku rela memberikan sedikit energiku untuk kencan pertama kita” Kyuhyun tersenyum kecut menatap Seohyun. “Gadis bodoh— aku mencintai mu”

“Bagaimana Tuan? Apakah jadi memasan bajunya?” Seohyun maupun Kyuhyun mengalihkan pandangan yang semula saling bertatapan itu, menghadap pelayan berambut hitam pekat tersebut. “Ah tentu saja— carikan ia gaun yang terbaik di toko ini. Dan satu lagi- jangan terlalu terbuka. Kau megerti?”

“Baik tuan—”

.

“Lotte world?” Seohyun menatap kagum bangunan yang berada di hadapannya. “Ya— bagaimana menurutmu? Apa sudah cukup romantis untuk kencan pertama kita?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja ini akan sangat menyenangkan. Kajja Oppa—”

Tangan kanan Seohyun, sudah menarik lembut pergelagan tangan milik Kyuhyun untuk segera memasuki taman bermain yang begitu terkenal keindahannya di Korea.

Tak jarang jeritan dan lengkungan suara lirih keluar dari bibir Kyuhyun. Rasa mual dan pusing-pun tak luput melanda dirinya. Beberapa wahana yang berhasil mengocok serta mengobrak-abrik isi perutnya mampu melemahkan seorang Cho Kyuhyun. Yah, Kyuhyun memang paling tidak tahan dengan permainan mengerikan semacam ini. Ia bahkan merutuki ide bodohnya sendiri. Ide yang menjebaknya pada sebuah rutinitas yang tidak di sukainya.

Berbeda dengan Kyuhyun, Seohyun tampak lebih menikmati ‘Kencan’ pertama mereka. Kekehan serta tawa yang terus saja terdengar keluar dari bibirnya. “Oppa— apa kau sakit? Wajahmu terlihat pucat” lirih Seohyun saat mendapati ‘kekasih’ nya tengah terduduk lemas pada bangku coklat itu. “Gwenchana— apa kau senang hum?” tanya Kyuhyun seraya membelai lembut puncak kepala Seohyun. “Ini hari terindah yang paling berkesan Oppa” Seohyun membenamkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun. Tangan kanan dan kirinya semakin ia rekatkan pada perut milik kekasihnya itu. “Aku mencintaimu”

Sebuah kecupan hangat mendarat dengan mulus di kening Seohyun. Yah, Kyuhyun menciumnya dengan penuh rasa cinta. “Oppa—”

“Wae?”

“Aku juga mencintaimu” keduanya tersenyum senang. Mungkin hari ini merupakan hari yang ingin di ulang kembali oleh seorang  Cho Kyuhyun. Kini rasanya ia dapat kembali lagi merasakan kehangatan seperti saat dirinya bersama Sooyoung.

.

“Kita sudah sampai, bukalah matamu”

Seohyun membuka kedua kelopak matanya yang sendari tadi tertutup itu. “Indah—” Seohyun tersenyum penuh arti menatap pemandangan malam hari dari atas namsan tower ini. “Apa kau juga suka dengan ini?”

“Apapun yang kau pilih, aku akan selalu menyukainya Oppa” Kyuhyun tersenyum, manis. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menarik lembut pinggang kekasihnya. “Apa kau tidak ingin menulis sesuatu untuk kita gantung disana?” ucap Kyuhyun dengan jemari yang tertuju pada ribuan gembok yang berada di besi pembatas tersebut.

“Menulis? Apa yang harus kutulis Oppa?”

“Sebuah harapan, atau mungkin permohonan. Setiap pasangan selalu melakukan hal itu. Bagimana?”

“Baiklah—”

Kyuhyun memberikan sebuah gembok berwarna putih itu pada Seohyun, dan ia juga mulai menulis beberapa kata pada gembok miliknya.

Aku mencintainya, jangan pisahkan kami tuhan   –  Seohyun

 

Selalu bersama, apapun yang terjadi   –  Kyuhyun

“Apa yang kau tulis?” tanya Kyuhyun. Seohyun hanya tersenyum simpul seraya membenarkan gaun merah mudanya. “Itu rahasia”

“Menyebalkan—”

“Bagaimana jika kita ambil gambar berdua Oppa? Sebagai kenang-kenangan kencan pertama kita?”

“Bukan ide yang buruk, kajja—”

Mereka mengambil beberapa gambar bersama. Mereka bergaya bak sepasang kekasih yang sedang berlibur. Seohyun melingkarkan tangannya pada pinggang Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun memeluk pundak kekasihnya dengan gemas. “Bagaimana Oppa? Apa hasilnya bagus?”

“Tentu saja bagus. Semua foto yang di ambil bersama ku, akan terlihat bagus bagaimana pun itu.” Kyuhyun tertawa keras setelah selesai mengucapkan kata-katanya. “Percaya diri sekali—”

“Tapi kau tetap mencintaiku bukan?” goda Kyuhyun. Seohyun mendengus kesal seraya bergerak, akan meninggalkan Kyuhyun. “Hei, mau kemana hum?”

“Aku tidak ada waktu untuk berbicara dengan orang aneh seperti mu Oppa”

“Kau mencintai orang aneh”

“Tentu— ah makasudku tidak!”

“Ah mengaku saja nona” Kyuhyun semakin menambah kejailannya untuk menggoda Seohyun. “Oppa berhentilah meng—”

Ucapan Seohyun terhenti ketika bibir milik Kyuhyun mendarat tepat pada bibirnya. Ia begitu terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Kyuhyun tersebut.

“Aku mencintaimu”

.

“Istirahatlah— kau pasti sangat lelah bukan, setelah seharian berkencan” ucap Kyuhyun. Keduannya baru saja sampai di kamar milik Kyuhyun. “Yah, cukup lelah Oppa. Tapi sangat menyenangkan”

Kyuhyun membelai lembut pipi chubby milik kekasihnya itu. Bahkan ia berikan beberapa kecupan ringan pada pipi sang gadis. “Masih ada beberapa urusan yang harus ku tangani. Tak apa jika ku tinggal sendiri?”

“Oppa mau kemana? Bukankah kita baru saja pulang?” tanya Seohyun.

“Ada masalah kuliah yang harus ku tangani sendiri. Aku pergi ke rumah Changmin dulu, hanya beberapa jam saja. Kau harus tidur sekarang! Arraso?”

“Ne Oppa— jangan terlalu larut ne?”

“Ne—”

Kyuhyun segera melesat keluar. Berjalan, ah tidak itu bukan berjalan melainkan berlari menuju mobilnya. Menginjak pedal gas kencang hingga membuat decitan terdengar cukup keras. Sesuai ucapannya, ia memang benar-benar pergi menemui Changmin, dan beberapa sahabat lainnya.

Perjalanan yang cukup menguras waktu tigapuluh menit itu akhirnya sampai. Kyuhyun keluar dari mobilnya dan langsung berjalan menuju tempat di mana ia dan yang lain membuat janji tersebut.

“Oh Kyuhyun kita sudah datang rupanya— kau terlambat lima menit” Pria berbadan jangkung itu membuka mulutnya menyambut kedatang Cho Kyuhyun. “Mianhe, ada sedikit urusan”

“Bagaimana kabar nenek mu? Apa sudah semakin membaik” tanya Minho, salah satu dari empat teman Kyuhyun yang berada di sana.

“Ah— karena inilah aku meminta kalian untuk datang kemari. Nenek mengalami gangguan di ginjalnya. Dan itu semakin membuat tubuhnya tergulai lemah. Dokter bahkan menyarankan kami untuk selalu memberikannya apapun yang ia inginkan. Dan—”

“Waeyo Kyu?” Yesung. Pria itu menyaut antusias pada ucapan Kyuhyun yang seolah menggantung para pendengar setianya.

“Nenek meminta sesuatu padaku. Ia memintaku untuk membawakan Joohyun padanya” jawab Kyuhyun. Ia benar-benar tidak tega membohongi ke -empat sahabatnya ini, namun hanya dengan cara inilah ia bisa dengan cepat menemukan tubuh Joohyun yang akan segera di gantikan oleh kekasihnya. Bahkan ia merasa bersalah membawa nama Neneknya dalam masalah ini. Cerita yang baru saja Kyuhyun ucapkan, seolah-olah ia benar-benar menginginkan sang Nenek terbaring lemah di rumah sakit.

“Joohyun? Nugu?” kini giliran Eunhyuk yang membuka mulutnya. Entah mengapa ke-empat sahabat Kyuhyun itu baru saja mendengar nama Joohyun dalam kehidupan mereka.

“Dia kekasihku, aniyo maksudku mantan kekasih ku”

“Mwo?! Mantan kekasih mu?! Kau tak pernah menceritakannya pada kami Kyu?!” Changmin tersentak dengan ucapan yang Kyuhyun lontarkan tadi. Bahkan ia, Yesung, Minho, dan Eunhyuk yang sudah berteman sejak duduk di bangku dasar pun, tak pernah mengetahui jalinan kasih Kyuhyun dengan gadis bernama Joohyun tersebut.

“Itu sudah terjadi sekitar tiga tahun yang lalu, ia adalah tetangga baru ku. Karena rumah kami yang bersebelahan intensitas pertemuan kami sangatlah banyak, bahkan kedua orang tua kami bersahabat. Sejak saat itu aku mulai terbiasa dengan kehadirannya. Hingga hari di mana aku memintanya untuk menjadi kekasihku. Ia tak menolak. Jalinan hubungan kami saat itu sudah menginjang satu tahun pertama. Ia selalu mengunjungi rumah dan membawakan ku berbagai makanan.

Selalu menyambutku saat kepulangan sekolah dan sangat menyayangi nenek ku. Maka dari itu nenek benar-benar merasa Joohyun sudah seperti cucunya sendiri. Dan saat itupun tiba. Saat di mana Appanya di mutasi keluar Korea lebih tepatnya di Amerika. Mau tidak mau, kami harus melakukan hubungan jarak jauh. Itu sangat terasa sulit untuk ku. Hingga tiga bulan setelah kepindahannya, ia mengabariku bahwa Eommanya meninggal karena serangan penyakit ganas

Aku sangat ingin menenangkannya. Hanya saja sangat mustahil bagiku untuk pergi menemuinya. Sejak saat itupula hubunganku dengannya semakin merenggang. Ia tak pernah menghubungi ku selama dua tahun penuh, kami benar-benar lost contact” dusta Kyuhyun.

“Tunggu sebentar— bukankah sejak SMA kau sudah beerpacaran dengan Sooyoung, Kyu? Lalu bagaimana bias kau mengatakan menjalin kasih dengan Joohyun?” Eunhyuk kembali melepar pertanyaan pada Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam sejenak, ia benar-benar kehabisan kata untuk mengelabui ke empat sahabatnya ini. “Itu benar, sebenarnya aku hanya memanfaatkan Sooyoung agar kalian tidak terus-menerus mengejek ku yang tak punya kekasih”

“Kenapa kau tak memberitahu kami saja tentang Joohyun? Kenapa harus menggunakan Sooyoung?”

Skakmat! Kyuhyun mati kutu akan pertanyaan yang di berikan Eunhyuk kembali padanya. “It— itu, ah kalian pasti tidak akan mempercayaiku jika kalian tidak langsung melihat Joohyun bukan?”

“Kau benar juga—“ ada desahan lega yang keluar dari bibir Kyuhyun. “Lanjutkan cerita mu Kyu” tambah Changmin

“Baru-baru ini aku kembali mencari kabar tentang Joohyun. Setelah keputus-asaan ku selama dua tahun tak mendapat kabarnya, akhirnya aku menemukan sedikit titik terang. Yang terakhir kudengar ia mengalami kecelakaan hebat saat di Amerika. Tiga bulan setelah kematian Eommanya. Appanya membawa Joohyun kembali ke Seoul untuk pengobatan kesebuhannya. Bahkan ia sudah—“ Kyuhyun menghentikan ucapannya. Krystal bening sudah mengalir di kedua pipi putih miliknya. Changmin yang berada di sampingnya mencoba memberikan sedikit kekuatan dengan membelai lembut pundak Kyuhyun.

Kena kalianhahaha

 

 

Memberikan sedikit sentuhan drama melankolis bukanlah ide yang buruk. Beruntung sekali pria ini memiliki bakat dalam berakting

 

 

“Ia sudah koma hingga dua tahun ini. Kumohon bantu aku mencarinya. Sudah tiga hari ini aku tidak tidur hanya untuk menemukannya. Hampir setengah rumah sakit yang berada di Seoul sudah ku kunjungi. Jika kalian tak ingin membantu ku maka bantulah karena nenek ku. Bukankah kalian sangat menyayanginya? Ia selalu membutkan sarapan untuk kita ketika sekolah dasar bukan. kumohon—“

Kyuhyun mencoba kembali merayu ke-empat sahabatnya dengan membawa nama sang nenek kembali. “Baiklah, berikan informasi lengkap tentangnya”

“Gomawo”

[TBC]

215 Tanggapan to “Become [2 of 3]”

  1. hoir Mei 16, 2016 pada 1:49 pm #

    Ya ampun segitu cintanya yaa kyu ke seo eonnie. Sampai2 dia ngerelain bohongin para sahabatnya. Gimana kalau joohyun gak ketemu. Pastinya kyu gak bisa sama seohyun eonnie dong
    Nice

  2. ain September 26, 2015 pada 6:00 pm #

    hhhh dasar cho kyuhyun….senang sekali pas kyuhyun oppa mmbohongii teman temanya dg ceritanya spt itu….kkkk jahilnya g hilang hilang…..semoga joohyun cpt d temukan dan bs mmbuat sebuah takdir yg baik utk kyuhyun oppa🙂

  3. chogingerlover Agustus 13, 2015 pada 2:10 am #

    suka banget skm.nyaaaaa, aku juga suka kata2.nya! dapet feel bangett. daebak. mmm annyeong ne, aku reader baru. boleh minta pw part end??

  4. ratna sari April 4, 2015 pada 12:33 pm #

    sweet sweat sweat next thor:)

  5. nulnul29 Februari 26, 2015 pada 12:55 pm #

    Minta pw 3 nya gimana?

  6. Iyank EternalMagnae Januari 20, 2015 pada 2:15 am #

    jiaaaaaa……kyuppa pnter bgt boongnya!!
    ampe shbatnya pda prcya ma aktingnya kyuppa!!
    aigoooooo SKM ny so sweet!!
    smga kyuppa cpt nmuin joohyun!!
    jdi seo g prgi lgi!!

  7. hyun seo cho Desember 30, 2014 pada 5:17 am #

    q suka ceritax maaf q langsung baca part nih nanti q pasti aku baca deh part 1 nya

  8. loveseokyu Desember 29, 2014 pada 5:33 pm #

    saengie… suka bnget sama part ini..
    SKM nya banyak..heheh
    tapi kasian seomma yg mau pergii.. huhuhu jangan sampe pergi yaaa..
    semoga mreka mau bantu nyarii.. amiiinnn

  9. dewi pratiwi Desember 27, 2014 pada 10:39 am #

    So sweet dah ahhh🙂

  10. 91nai Desember 23, 2014 pada 2:33 am #

    huwaaaaaa
    terlalu banyak seokyu moments di sini
    aku gak sanggup *lambaikan tangan pada kamera haha*
    entah kyu terlalu jenius apa temen2nya yg terlalu babo sampe2 bisa dibohongin kayak gitu lol
    pliss lah kyu-joo jadian aja nanti, nikah sekalian sana😀

  11. aista Desember 16, 2014 pada 9:22 am #

    wah kyuppa cocok bnget jdi aktor deh, abis akting nya meyakin kan bnget, eon mnta pw part 3 nya dong..🙂

  12. Ji Hye Oktober 25, 2014 pada 2:58 pm #

    Wah..akting kyuppa emg daebak deh..hahahasemoga aja mereka berhasil nemuin joo hyun trus kyu ama seo bs bersatu selamanya..

  13. yumnacho Oktober 12, 2014 pada 7:59 am #

    Akting kyu memang hebat. Aku pengen baca cerita selanjutnya tolong kasih aku pw nya yaa..

  14. seobaby28 Oktober 11, 2014 pada 2:38 pm #

    Ahh lama amat sih nyari joohyun ga ketemu temu~ penasaran sama ending nya, kata nya three shot. Tp udah dua part belum ketemu juga joohyun nya😦

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: