LOVE ME [CHAPTER 18]

2 Nov

Judul/Title : Love Me

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it

Length : 1 of………..

Genre : Romance, Sad, Family. Little bit NC

Author Notes (A/N) : Annyeong wiresdeul *bow* aku bawa full part18 LOVE ME nih hehehe

Terimakasih semuanya ^^ ini adalah chapter terakhir…

 

.

 

.

 

Kyuhyun menggeliat di ambang sadarnya. Saat ini waktu sudah lewat dari waktu kebiasaannya untuk bangun, namun ia masih enggan membuka mata. Akhir-akhir ini ia tidak tahu mengapa ia merasa begitu lelah, padahal selama beberapa hari terakhir ini ia dibebastugaskan dari pekerjaan.

 

Tangan Kyuhyun meraba sisi samping ranjangnya, berharap bisa merasakan tubuh istrinya yang semalam suntuk ia peluk di sana. Namun nihil, dan itu memaksa Kyuhyun untuk membuka matanya. Pria itu segera bangun, entah kenapa benaknya terasa janggal.

 

“Seohyun?” panggil Kyuhyun saat menuruni tangga.

 

Tak ada sahutan. Sebelumnya pria itu juga memeriksa kamar mandi.

 

Kyuhyun menuju dapur, mungkin saja ia bisa menemukan wanitanya di sana. Namun tetap tak ada bayangan wanita bermata coklat tersebut. Sekelumit rasa cemas tiba-tiba menghampirinya. Kemana istrinya tersebut?

 

Dengan lengkah cepat, Kyuhyun menuju ke beranda belakang. Tak ada. Bahkan pintu kayu geser rumahnya masih terkunci dari dalam. Seohyun sama sekali tak menunjukkan keberadaannya di rumah itu. Tak butuh waktu lama lagi, rasa cemas itu merambat hingga ke ubun-ubunnya. Kyuhyun tak memungkiri rasa takutnya, rasa takut akan kehilangan istrinya.

 

“Seohyun!”

 

.

 

 

.

 

.

 

“Kyuhyun!” panggil Seohyun sebelum Kyuhyun melangkahkan kakinya lebih jauh dari sana.

 

Kyuhyun menoleh. Setelah beberapa saat hanya terpaku di sana, pria itu tiba-tiba berlari cepat dan menghambur memeluk tubuh Seohyun.

 

“Kau dari mana saja?”

 

Nada Kyuhyun yang menyiratkan kekhawatiran yang besar langsung membuat Seohyun yang berada di dekapan suaminya merasa heran. Kedua alis Seohyun pun berkerut dalam. “Aku dari gereja, Kyuhyun-ssi.”

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Sepasang mata hitamnya menelisik ke dalam sepasang mata coklat yang ada di depannya. Mata coklat itu… terlihat seperti sudah kembali lagi.

 

“Kau baru bangun?”

 

Tak ada jawaban dari Kyuhyun.

 

“Kalau begitu cepatlah mandi dan turun ke dapur,” ucap Seohyun seraya mulai berjalan ke halaman rumah. “Pagi ini aku ingin memasak sup kimchi.”

 

Kyuhyun bergeming. Ia hanya menatap Seohyun yang semakin menjauh seraya bergelut dengan segala pikirannya sendiri.

 

.

 

Seohyun mengaduk sup yang ia masak dengan sedikit kaku. Sesekali kepalanya menoleh ke pintu dapur dengan heran.

 

“Kenapa dari tadi hanya berdiri di sana?”

 

Kyuhyun tak menunjukkan gerakan sedikit pun. Kedua lengan pria itu yang terlipat di depan dadanya pun masih berada di sana sejak sepuluh menit yang lalu.

 

“Daripada berdiri lebih baik duduk, kan?”

 

Seohyun semakin merasa tersudut ketika Kyuhyun lagi-lagi tak menyahutinya, dan malah menatapnya intens. Sebenarnya apa yang dipikirkan suaminya itu? Beberapa saat yang lalu, pria itu memeluknya secara tiba-tiba di depan halaman rumah. Pria itu terlihat khawatir, entah karena apa. Namun setelah Seohyun menyuruhnya untuk membersihkan diri, pria itu malah menatapnya memasak sambil berdiam diri. Sekelumit rasa khawatir dan takut menghampiri Seohyun.

 

“Apa kau sakit, Kyuhyun-ssi?” tanya Seohyun seraya mengusapkan telapak tangannya ke pelipis hingga sisi wajah Kyuhyun.

 

Jujur saja, Seohyun tak membaca adanya ketidaksehatan dari diri suaminya. Namun Seohyun merasa pagi ini Kyuhyun sungguh berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kyuhyun memang pendiam, namun tatapan mata sekelam malam itu selalu memiliki daya tersendiri. Terkadang terlihat tajam dan acuh, namun juga terlihat sedikit lembut. Dan kini, apa yang dilihat Seohyun adalah sepasang mata sendu Kyuhyun yang menyiratkan ketidakbaikan hatinya.

 

Seohyun memundurkan langkahnya saat tangan Kyuhyun terangkat untuk membelai belakang kepalanya. Belaian tangan besar itu pun juga terasa janggal.

 

“Kau…” Perkataan Kyuhyun seakan menguap bersama udara. Pria itu kembali memilih untuk diam.

 

“Kenapa? Ada apa denganku?” Seohyun merasa semakin khawatir. Sebagian pikirannya mulai tak bisa berpikir jernih. Apakah Kyuhyun seperti ini karena dirinya?

 

Kyuhyun tak langsung membuka mulutnya, melainkan masih menatap dalam istrinya. “Apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun pada akhirnya.

 

Pertanyaan itu menjawab semua pertanyaan Seohyun, namun juga meninggalkan perasaan bersalah. Wanita itu kembali mendekat, dan memberikan sebuah senyuman tulus yang membuat Kyuhyun sedikit terlihat tak percaya. “Maafkan aku.”

 

Kyuhyun bingung dalam diamnya.

 

“Aku pasti sudah membuatmu sangat repot akhir-akhir ini,” ucap Seohyun seraya memandang lantai kayu yang ada di bawah kakinya. Wanita itu kembali menatap sang suami dan menarik lebar kedua ujung bibirnya. “Aku berjanji, aku tidak akan seperti itu lagi.”

 

Sepasang mata hitam Kyuhyun yang pada awalnya terlihat mendung, kini seolah baru saja terhiasi sebuah sinar baru. Sebuah sinar harapan yang mampu menghangatkan hatinya. Senyum tipis itu pun tercipta, dan bersamaan dengan itu, Kyuhyun mengulurkan kembali tangannya untuk mengusap wajah Seohyun.

 

Seohyun yang mendapat sentuhan itu sempat merasa kalau degup jantung berdetak tidak biasa. Entah kenapa sentuhan suaminya kali ini terasa berbeda. Jika dibandingkan dengan sentuhan-sentuhan sebelumnya saat ia masih terpuruk dalam kesedihan dan kekecewaan, sentuhan inilah yang paling bisa ia rasakan. Setiap senti kulit tangan itu menyentuh kulitnya, seakan menambah sering perasaan tergelitik di bawah perutnya pula. Dengan senyum tertahan, Seohyun mendekatkan tubuhnya untuk melingkari pinggang Kyuhyun dengan kedua lengannya. Kepalanya yang menempel di dada pria itu bahkan sanggup mendengar detak jantung suaminya yang berdegup beda dari miliknya. Ah… Kyuhyun selalu tenang seperti biasa.

 

Mereka berpelukan dalam keheningan, saling membagi perasaan rindu di setiap usapan tangan. Kyuhyun yang tak sabar menanti senyum istrinya, merasakan kelegaan yang luar biasa saat ia berhasil melihatnya. Segala kesedihan itu telah teratasi, semua air mata itu telah kering, dan semua musibah itu telah terlewati.

 

“Kyuhyun-ssi?” gumam Seohyun ditengah pelukan itu.

 

“Hm?”

 

“Aku ingin ke rumah Sooyoung siang nanti.”

 

Kyuhyun melepas pelukannya dan mencari tahu alasan istrinya dari sepasang mata coklat tersebut.

 

“Kudengar dia baru saja melahirkan tiga hari yang lalu.” Seohyun lagi-lagi menampilkan senyumnya. “Aku ingin menjenguknya, boleh kan?”

 

“Tentu saja.”

 

.

 

.

 

Kyuhyun memutuskan untuk mengantar Seohyun ke rumah Sooyoung siang harinya. Seohyun tentu menerima dengan senang hati keputusan suaminya, apalagi tujuan Kyuhyun siang ini searah dengan tujuannya. Sepanjang perjalanan, Kyuhyun tak banyak berbicara. Ia lebih menikmati celotehan Seohyun yang tidak seberapa ia mengerti daripada harus berjalan berdampingan namun dalam keadaan hening. Sejujurnya, ia sudah merindukan celotehan ini sejak lama.

 

“Annyeong,” sapa Seohyun lantang saat ia dan suaminya sudah sampai di depan pintu kediaman sahabatnya.

 

Tak butuh waktu lama sampai pintu itu terbuka, dan menampakkan sosok wanita berambut hitam yang tak lain adalah Sooyoung. “Seohyun?” Sooyoung nampak terkejut dengan kedatangan sahabatnya, terlebih ketika wanita berambut merah muda itu memeluknya erat.

 

“Sooyoung,” ucap Seohyun riang seraya menggoyang-goyangkan tubuh Sooyoung.

 

“Hei pelan-pelan, aku baru saja melahirkan, bodoh,” sergah Sooyoung. Wanita hitam itu melepaskan pelukannya dan menatap Seohyun bahagia. “Aigo, akhirnya kau kembali seperti dulu, Seohyun. Syukurlah.”

 

Seohyun menahan senyum malunya. Di belakangnya, Kyuhyun hanya bisa tersenyum samar.

 

“Kalian berdua masuklah. Changmin sedang menemani Chanyeol tidur,” ucap Sooyoung seraya memberi celah bagi kedua tamunya untuk masuk.

 

“Jadi namanya Chanyeol?” pekik Seohyun girang.

 

Sooyoung mengangguk seraya tersenyum. Di depannya, Kyuhyun berjalan mendekati Seohyun.

 

“Aku harus pergi sekarang,” ucap Kyuhyun pada Seohyun.

 

“Eeh, kenapa? Kau tak ingin masuk dulu, Kyuhyun?” tanya Sooyoung menyela jawaban Seohyun.

 

“Ada rapat penting yang harus kuhadiri.”

 

Sooyoung terlihat sedikit kecewa, namun pada akhirnya wanita itu mengangguk paham. “Ooh, begitu?”

 

“Hm. Lain kali aku akan berkunjung lagi.”

 

Suara tangis bayi yang terdengar menyadarkan ketiganya, terutama Sooyoung. “Ya ampun, Changmin pasti membangunkannya lagi,” ucap Sooyoung seraya berjalan memasuki rumahnya. “Kutunggu di dalam, Seohyun.”

 

Kyuhyun kembali mengarahkan pandangan ke arah Seohyun. “Pukul berapa kau pulang?”

 

Seohyun menggeleng lemah. “Aku tidak tahu. Aku masih ingin berlama-lama di sini.”

 

“Kau yakin?”

 

Seohyun terkekeh pelan. “Kau ini kenapa sih? Aku hanya ingin berlama-lama di sini karena menjenguk Sooyoung dan anaknya, kenapa harus butuh keyakinan?”

 

Kyuhyun seakan baru saja tersadar. Apa yang diucapkan Seohyun ada benarnya, namun pria itu tak menampik jika sebagian hatinya masih merasa khawatir dengan keadaan istrinya.

 

“Tapi aku janji akan pulang sebelum makan malam, Kyuhyun-ssi.”

 

“Hmm. Sebaiknya begitu.” Kyuhyun bersiap mengambil langkah menjauh sebelum pria itu kembali menoleh istrinya. “Sampaikan maafku pada Sooyoung dan Changmin.”

 

“Pasti,” sahut Seohyun sumringah.

 

.

 

.

 

“Woaaah, anak kalian tampan.”

 

Sooyoung dan Changmin yang berada di dapur hanya bertukar pandang seraya tersenyum geli. “Hei apa kau tak melihat bagaimana orang tuanya?” tanya Sooyoung yang langsung disambut anggukan kepala cepat oleh Changmin.

 

Seohyun yang kini menatap lekat-lekat mata biru gelap Chanyeol itu kini kembali berdecak kagum. Bayi laki-laki yang juga membalas tatapannya itu terlihat begitu menggemaskan. “Semoga hanya matamu saja yang mirip dengan Ibumu, Chanyeol.”

 

“Apa-apaan maksud perkataanmu itu?” Sooyoung berjalan mendekati Seohyun yang duduk di samping alas tidur Chanyeol.

 

“Aku benar bukan?” kata Seohyun seraya menerima segelas teh dari sahabat coklatnya. “Coba bayangkan bagaimana jika anakmu yang tampan ini cerewet seperti dirimu!”

 

Sooyoung tertawa lepas.

 

“Aku setuju dengan Seohyun.” Dari jauh, Changmin mengucapkan hal itu seraya berjalan menjauh dari ruang tengah itu.

 

“Changmin.” Suara Sooyoung yang melengking hanya disambut senyum geli dari suaminya sebelum pria itu benar-benar berlalu dari sana. “Baiklah tak apa. Tapi yang penting, kuharap dia mewarisi sifat manis ayahnya.” Dan Sooyoung mengakhiri kalimatnya dengan tawa yang sekali lagi terdengar lepas.

 

“Dasar.” Seohyun benar-benar tak habis pikir dengan sahabatnya.

 

Tawa Sooyoung perlahan mengecil. Wanita coklat itu menggantinya dengan sebuah senyuman manis. “Kudo’akan kelak anak kalian membawa kebahagiaan yang lebih besar, terutama untuk dirimu.”

 

Seohyun terdiam, namun hanya sejenak sebelum ia turut menyunggingkan senyumnya. “Gomawo.”

 

Sooyoung menggenggam lembut tangan Seohyun. Senyumnya kini sedikit ternoda dengan genangan air mata saat memori menyedihkan itu kembali hadir di pikirannya. “Kau membuat kami semua sangat khawatir, Seohyun.”

 

Tak ada sahutan dari Seohyun. Mata coklatnya hanya menatap Sooyoung penuh arti.

 

“Semua hal yang terjadi pada hidupmu… kau harus bisa menguraikan maknanya satu per satu. Percayalah, pasti ada alasan mengapa tuhan memberikan garis hidup seperti ini padamu.”

 

Seohyun mengerjap pelan. Benarkah?

 

Benarkah ada maksud lain dari ini semua?

 

.

 

.

 

Gerakan Sooyoung yang begitu cekatan saat memandikan anaknya mengingatkan Seohyun pada saat dimana sahabatnya itu masih bekerja di rumah sakit. Walaupun tidak khusus menangani pasien melahirkan, Sooyoung selalu menyempatkan diri untuk terlibat di sana. Wanita coklat itu selalu memperhatikan dengan seksama bagaimana proses penanganan seorang bayi yang barus saja dilahirkan. Ketika ditanya mengapa, Sooyoung memiliki alasan tersendiri. Katanya supaya kelak saat ia memiliki anak sendiri, ia tidak ingin merepotkan orang lain untuk membantu merawat anaknya.

 

Dan kejadian itu memang terjadi juga.

 

“Bukankah kau bilang pada suamimu akan pulang sebelum makan malam? Ini sudah sore lho.” Kali ini Sooyoung tengah mengeringkan tubuh anaknya dengan handuk tebal yang halus.

 

“Kau menguping ya?”

 

Sooyoung terkikik. “Maaf. Aku tadi sedikit tertarik dengan pembicaraan kalian.”

 

Seohyun tak begitu memperhatikan perkataan sahabatnya. Melihat bagaimana Sooyoung merawat Chanyeol jauh lebih menarik perhatiannya. Sebagian hatinya terasa sejuk saat melihat itu. Entah kenapa, ia kembali berani untuk berandai-andai. Andaikan saja dirinya yang melakukan hal itu, pasti akan sangat menyenangkan. Tak pelak, senyum manisnya terukir tanpa sadar.

 

“Suamimu adalah pria yang baik.”

 

Perhatian Seohyun teralih seketika.

 

“Bagaimanapun keadaanmu, dia selalu ada di sampingmu.”

 

Seohyun menghela napas pelan, tak tahu harus menyahut seperti apa. Namun disebelahnya, Sooyoung dapat menyadarinya.

 

“Jangan bilang kau masih ragu dengan hatimu.”

 

“Tidak,” jawab Seohyun cepat, walau sebagian hatinya menyetujui tuduhan Sooyoung. “Tapi…” Gumaman Seohyun meguap begitu saja ketika wanita itu memperhatikan pemanangan di luar jendela. Yahh, seharusnya ia tak boleh ragu lagi. Semua sikap dan sikap Kyuhyun jelas-jelas menunjukkan bahwa pria itu menginginkan dirinya. Kyuhyun tak ingin kehilangan dirinya, dan Seohyun paham sekali itu. Namun… entah mengapa itu semua belumlah cukup. Ia hanya butuh penegasan, hanya itu.

 

Apakah begitu sulit mengucapkannya?

 

“Tapi kau masih ragu.”

 

Benar, keraguan itu masih tersisa. Perlahan, Seohyun kembali menatap sahabatnya tanpa mengucap satu patah kata.

 

“Jelas sekali.” Kali ini Sooyoung memakaikan baju anaknya tanpa memandang Seohyun. “Apa lagi yang kau ragukan?”

 

Seohyun tak menjawab, melainkan menundukkan kepalanya.

 

“Jika kubilang suamimu hampir gila ketika kau sekarat apa kau percaya?”

 

Pertanyaan Sooyoung dengan segera membuat kepala Seohyun kembali terangkat.

 

“Seumur-umur, aku tak pernah melihatnya sekacau itu.” Sooyoung menatap sahabatnya lekat. “Cho Kyuhyun yang kukenal tak akan seperti itu jika bukan karena seseorang yang sangat berarti baginya.”

 

Dada Seohyun terasa sesak seketika. Dan air matanya pun tak terasa jatuh kala Sooyoung melanjutkan untaian cerita demi cerita tentang suaminya.

 

yatuhan… benarkah itu semua?

 

.

 

.

 

Kertas yang ia buka beberapa saat yang lalu, kembali ia masukan ke dalam amplop seperti semula. Di tengah hembusan angin malam di balkon itu, Seohyun menghela napas berat. Wanita itu memilih untuk mendongak. Memandang bintang mungkin dapat sedikit menjernihkan masalahnya.

 

Surat yang baru saja Seohyun baca adalah surat dari Yonghwa. Entah darimana pria itu tahu, di dalam suratnya Yonghwa menuliskan sebaris kalimat duka cita atas kesedihan yang menimpa Seohyun. Seohyun tersenyum kala membaca kalimat itu, namun ketika ia menangkap kalimat yang persis diucapkan Yonghwa sebelum pria itu meninggalkan Seoul beberapa hari yang lalu, ia tak tahu harus tersenyum bagaimana.

 

‘Aku akan selalu mengharap kehadiranmu, Seohyun’

 

Seohyun tak tahu bagaimana meluruskan pola pikir Yonghwa. Padahal pria itu adalah Dokter, pasti banyak sekali wanita yang mengelilinginya, dan Yonghwa hanya tinggal memilih mana yang tepat bagi hidupnya. Besok pagi Seohyun akan membalas surat pria itu. Selain ucapan terimakasih, mungkin juga akan ada saran darinya untuk Yonghwa tentang bagaimana memilih pendamping hidup. Nampaknya asistennya yang bernama Luna juga wanita yang baik. Seohyun tak akan lupa menuliskan nama wanita berambut coklat itu dalam suratnya besok. Daripada harus terus menunggu dirinya yang telah menjadi milik Kyuhyun, Yonghwa harus mulai menemukan pelabuhan hatinya mulai saat ini.

 

Kyuhyun…

 

Angin yang berhembus di sana terasa semakin kencang. Seohyun merapatkan baju tidurnya untuk menghalau hawa dingin yang seolah-olah membelai kulitnya. Entah mengapa, tiba-tiba ia teringat perkataan Sooyoung untuk memastikan perasaannya.

 

‘Lebih baik kau tanyakan saja langsung pada suamimu jika kau merasa masih ragu.’

 

Sooyoung mengatakan hal itu dengan serius sesaat sebelum ia meninggalkan rumah wanita coklat itu tadi sore. Di dalam hati, Seohyun tersenyum kecut. Memang semudah itu melakukannya? Apalagi jika berada di posisi Seohyun.

 

Menghirup udara malam untuk yang terakhir kalinya, Seohyun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Saat wanita itu berjalan menuju meja rias dan bermaksud menyimpan suratnya, terlihat sosok Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil di bahunya.

 

“Sudah selesai, Kyuhyun-ssi?”

 

“Hmm.” Kyuhyun memandangnya sekilas, sebelum berjalan menuju lemari. “Surat dari Yonghwa?”

 

Bagaikan tersentak dari kesadarannya, Seohyun reflek meremas amplop yang berada ia pegang dengan kedua tangannya. “I−iya.”

 

Yatuhan, mengapa Kyuhyun bisa langsung tahu? Ah… Seohyun ingat, bukankah pria itu tiba di rumah dulu sebelum dirinya? Apakah suaminya itu juga membaca isi suratnya? Dengan gugup, Seohyun tetap berjalan menuju meja rias dan menyimpan surat tersebut di salah satu laci. Kepalanya menoleh menuju Kyuhyun yang tengah mengenakan baju. Setelah menelan ludah, ia memberanikan diri untuk membuka mulutnya. “Ha−hanya surat penyampaian duka cita.”

 

Kyuhyun mengangguk samar. Pria itu tak bersuara, dan memilih duduk berselonjor di ranjangnya dengan punggung yang menyandar pada sandaran ranjang. Sepasang mata hitamnya terlihat serius membaca barisan kalimat pada buku yang ada di pangkuannya.

 

Seohyun harus menyelesaikan kesalahpahaman ini. Kesalahpahaman inilah yang membawa duka di dalam rumah tangganya. Bagaimanapun, Seohyun harus bisa meluruskannya sebelum muncul banyak duka yang lainnya.

 

Perlahan, Seohyun mendekat ke arah Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi?” ucapnya seraya duduk tepat di depan pria itu.

 

Sepasang mata Kyuhyun terarah kepada istrinya.

 

“Jika kau berpikir ada sesuatu diantara aku dan Yonghwa-ssi, kau salah.” Tatapan datar Kyuhyun membuat Seohyun semakin susah untuk melanjutkan kalimatnya. “Tak ada hubungan apapun, Oppa. Aku bersumpah.”

 

Kyuhyun tak langsung menyahut, namun sepasang mata hitam Kyuhyun menatap lekat mata Seohyun. “Adakah yang ingin kau tanyakan padaku?” tanya Kyuhyun pada akhirnya.

 

Seohyun mengeryit. “Maksudmu?”

 

Kyuhyun lebih mendekatkan kepalanya lagi. “Sesuatu yang mungkin ingin sekali kau ketahui selama ini.”

 

Perlahan, Seohyun semakin dalam mengernyitkan alisnya. Apa yang sedang dibicarakan suaminya ini? Kenapa tiba-tiba melenceng dari arah pembicaraannya?

 

“Mungkin sesuatu yang mengganjal hatimu, dan menciptakan sebuah tembok di antara kita?” tanya Kyuhyun lirih, namun dengan cepat menyadarkan Seohyun.

 

Seohyun tak tahu harus memulai dengan bagaimana. Ia paham arah pembicaraan suaminya. Sangat. Namun entah mengapa sulit untuk mengeluarkan semua yang ada di dalam kepalanya. Keinginannya untuk mengutarakan semua isi hatinya yang belum tersampai, serta bagaimana caranya untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun membuat pikirannya tak fokus. Tak pelak, hanya sebuah gumaman tak berarti yang bisa keluar dari mulutnya. Namun Kyuhyun menunggu. Dengan sabar pria itu menanti kalimat yang diucapkan istrinya walaupun detik jam telah banyak berlalu.

 

Mengambil napas sebanyak mungkin, Seohyun kembali menyiapkan dirinya. Sooyoung benar, ia harus mencari tahu semua keraguannya, dan inilah saat yang tepat. “Kita tahu bahwa pernikahan kita tidak didasari sepenuhnya dengan cinta. Dengan menikah denganmu, aku berharap suatu saat kita akan memiliki perasaan yang sama.” Seohyun kembali menelan ludahnya, inilah bagian yang paling sulit. “Setelah semua yang kita lewati, lebih dari delapan bulan lamanya… Apakah cinta itu sudah ada?”

 

Kyuhyun menatap serius Seohyun tanpa berucap. Hal itu membuat hati Seohyun menciut seketika. Dirinya takut jika Kyuhyun mengatakan ‘tidak’, nyalinya terlalu pengecut untuk menerima kenyataan yang mungkin saja akan terasa pahit. Tetap masih tak ada jawaban dari Kyuhyun sampai ketika pria itu meraih tengkuk Seohyun untuk lebih mendekatkan wanita itu dengannya.

 

Sentuhan bibir itu terjadi. Dengan segenap hati Kyuhyun mengecup apa yang menjadi miliknya. Bibirnya bergerak memagut untuk menggambarkan betapa ia selalu menginginkan miliknya. Lumatan yang terjadi menggambarkan betapa ia membutuhkan miliknya. Dan sebelah tangannya yang sedikit menekan menggambarkan betapa ia tak akan melepas miliknya.

 

Miliknya… Wanitanya… Seohyun…

 

Seohyun membuka matanya saat sentuhan itu berakhir. Dengan ragu, ia membalas tatapan pria yang kini tengah memandangangnya sendu.

 

“Apa itu bisa menjawabnya?”

 

Dada Seohyun bergejolak hebat. Ia ingin mengangguk, namun ia sendiri tak mendapatkan jawabannya. Tanpa perkataan, ciuman Kyuhyun sama saja dengan ambigu. Berusaha membuka mulutnya untuk meminta penjelasan, Kyuhyun menyelanya cepat.

 

“Aku mencintaimu dan aku tak ingin kehilangan dirimu bersama pria lain.” Sebelah tangan Kyuhyun yang berada di tengkuk Seohyun perlahan turun. “Termasuk Yonghwa.”

 

Seohyun membelalak. “Tapi memang tidak ada apapun diantara kami.”

 

“Lalu apa? Kenapa dia bersikeras untuk memilikimu?”

 

“Itu−” Seohyun menundukkan kepalanya saat merasa air mata perlahan menggenangi sepasang matanya. “Yonghwa-ssi meyakinkanku untuk hidup bersamanya karena− karena dia bilang dia mencintaiku.”

 

“Kau menerimanya?”

 

Seohyun mengangkat kepalanya cepat. “Mana bisa begitu? Aku sudah bersamamu, mana bisa aku pergi begitu saja?” Sepasang mata Seohyun kini terlihat berkaca-kaca. “Lagipula aku tidak mencintainya.”

 

Kyuhyun tak bersuara sedikit pun. Hal yang selama ini menjadi momok baginya hilang sudah. Apa yang ia takutkan ternyata tidaklah terjadi. Seohyun yang selama ini ia kira akan lepas darinya, pada dasarnya lebih memilihnya daripada orang lain yang jelas-jelas menginginkannya.

 

“Kau kejam, Kyuhyun-ssi. Mengapa selama ini kau membuatku menunggu dan ragu?”

 

Sedetik setelahnya, Kyuhyun meraih tubuh Seohyun dan mendekapnya erat. Kepalanya yang terletak pada bahu dan punggung istrinya memberinya ruang untuk menyesap dalam-dalam aroma wanita itu. “Mian,” bisiknya pelan. “Mianhe.”

 

Air mata Seohyun tumpah sejadi-jadinya. Bahunya bergetar hebat, sedangkan nafasnya tersengal-sengal karena luapan emosi yang begitu besar ia keluarkan. Kedua tangannya yang memeluk Kyuhyun pun melingkari tubuh pria itu dengan kuat. Air mata ini, bukanlah air mata sedih yang biasa ia tumpahkan. Air mata ini adalah penggambaran kebahagiaan hatinya yang meluap-luap.

 

“Kita mulai semuanya dari awal.” ucap Kyuhyun seraya membelai lembut kepala istrinya. “Kita bangun kehidupan keluarga yang sebenarnya. Ya? Kau mau kan, Seohyun?”

 

Walaupun kalimat Kyuhyun terkesan memaksa, Seohyun toh menganggukkan kepalanya juga karena tak dapat ia bohongi, ia pun juga menginginkan hal itu.

 

Yatuhan… telah lama ia menanti ini. Sebuah kalimat yang ia dambakan sepanjang kehidupan pernikahannya akhirnya terucap juga dari pria yang selama ini menguasai hati dan pikirannya. Semuanya terasa indah sekarang. Tangis itu… Seohyun percaya bahwa ia tak akan merasakannya lagi. Rasa sakit, amarah, semuanya… semuanya yang pernah membuatnya begitu rapuh dalam menjalani kehidupan sebagai seorang istri.

 

Apakah ini maksud-Mu setelah memberi kami cobaan itu, Yatuhan?

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Seohyun duduk di sana, di ruangan tempat dimana wanita itu melakukan tugas profesinya sebagai Dokter. Jemarinya dengan luwes menuliskan deretan huruf yang membentuk kalimat-kalimat yang akan ia berikan kepada atasannya.

 

Sebuah map yang tak sengaja ia jatuhkan membuatnya menunda pekerjaan. Menghela napas lelah, Seohyun menunduk untuk mengambilnya. Sejenak, mata coklatnya melirik jarum jam yang menunjukkan angka lebih dari kebiasannya pulang. Seakan teringat sesuatu, wanita itu buru-buru menutup pekerjannya dan segera pergi dari sana setelah menutup gorden jendela dan mematikan lampu.

 

Langkah Seohyun yang menciptakan suara khas terdengar pelan saat ia menapaki jalan setapak yang akan membawanya ke rumah. Baru beberapa meter dari pintu rumah sakit, senyumnya terpancar saat mata coklatnya menangkap sosok yang tengah berdiri di bawah pohon rindang tak jauh dari darinya. Mempercepat langkahnya lagi, Seohyun turut merasakan degupan bahagia saat melihat sosok yang tengah bersandar di pohon itu juga memandangnya.

 

“Menunggu dari tadi, Kyuhyun-ssi?” tanya Seohyun.

 

Kyuhyun menggumam pelan sebagai jawaban. “Hm.”

 

“Kalau begitu kenapa tidak masuk saja? Aku hampir lupa waktu jika saja aku tak melihat jam.”

 

“Jika aku masuk, kau pasti manfaatkan sebagai pengingat waktumu.”

 

Seohyun tertawa lepas. Diraihnya salah satu lengan suaminya dan mendekapnya erat. “mianhe, ne? Ayo pulang.”

 

Keduanya melangkah beriringan menyusuri jalanan gelap Seoul. Hanya keheningan yang ada, karena keduanya terlampau terlena menikmati keheningan yang menenangkan ini.

 

“Kita makan malam di luar saja yah?”

 

Kyuhyun menoleh Seohyun yang lebih pendek darinya. “Kenapa?”

 

“Malam ini rasanya aku malas memasak. Lagipula…” Seohyun balas menatap suaminya ceria. “Ada tempat baru yang ingin aku kunjungi.”

 

Kyuhyun tak berkomentar. Sedikit aneh mendengar istrinya malas memasak.

 

“Oh ya, nanti mampir beli patbingsu yah?”

 

Untuk yang kesekian kalinya, Kyuhyun memandang Seohyun. “Tumben kau ingin beli?”

 

“Hanya tiba-tiba ingin makan saja,” jawab Seohyun seraya mengangkat bahunya. “Atau bisa saja karena keinginan orang lain.”

 

“Maksudmu?”

 

“Orang lain.” Senyum Seohyun terlihat misterius. Wanita itu mengambil langkah menghadap Kyuhyun, dan berjalan mundur. “Orang lain di dalam perutku.”

 

Seketika itu juga Kyuhyun menghentikan langkahnya, sedangkan matanya menatap tajam Seohyun yang masih berjalan mundur dengan senyum misteriusnya. “Kau?”

 

Seohyun tertawa lepas melihat ekspresi suaminya. Wanita itu membalikkan membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih diam. “Selamat, Kyuhyun-ssi,” teriaknya ceria seraya melambai-lambaikan tangannya ke udara.

 

Wajah Kyuhyun perlahan melembut. Seringai tipisnya terukir kala melihat wanitanya terus berjalan menjauhinya.

 

Dasar!

 

.

 

.

 

.

 

.

 

END

200 Tanggapan to “LOVE ME [CHAPTER 18]”

  1. utami astria putri Agustus 18, 2016 pada 9:06 am #

    Akhirnya yang di tunggu2 hadir juga, sequel dong sampai baby cho lahir”!

  2. niasparkmates Mei 4, 2016 pada 3:26 am #

    Yeay happy endini, akhirnya baby cho hadir lagi setelah melewati masa2 sulit, maaf ya komennya cuma di part akhir aja,, sequel dong sampe baby cho lahir..

  3. Yuliana April 10, 2016 pada 6:15 am #

    maaf author aq reader baru.. yg prtama nmu harus pusing obrak2 abrik blok amu krna pnasran buat nyari part dr awal.. sumpah aq smpe nglembur bacanya hnya krna g kuat d buat pnsaran sama jlan critanya.. cerita super duper kereereeeeen ah mungkin aq reader telat buat bacanya hah tp biarlah aq tetep salut sma ini cerita..sumpah aq nahan skuat hati buat tdk mewek tiap bca ceritanya hhh tp d part akhir ni sumpah aq kagak kuat akhirnya netes juga ni air mata. hemmm mskipun sdkit ngganjal krna bbrp part di pswod n aq g tau crnya mnta pswod d mana…. n maaf baru skli ni komen itupun d part akhir maaf ya thor tp smpah aq menyakinkan driku sndri ni agar tdk jd silent reader dgn ni fanfic yg superr waah felnya dpet bgt.. aq bkan pngikut fanfic sih inipun g sngaja nemu n trnyata keereeeen banget apalgi aq memang ska ama seohyun n kyuhyun shngga makin nnmbah seru buat bacanya..ah aq rasa cukup aq trlalu bnyak ngomong mian thor. oh y trmaksih dngn kryanya setidaknya itu kebaikan dr author yg tdk sya knal dgn mmberikan bacaan gratis + keren pula… terimakasih…. ( ^∇^)

  4. Anya Februari 22, 2016 pada 2:20 pm #

    Mau sequell🙆

  5. fannyap12 Januari 24, 2016 pada 2:00 am #

    Gila ini ff keren bgt, menyentuh, dibikin baper bgt 😂😂😂 happy ending bgt deh ya ampun thor daebak lah pkoknya😊😊

  6. AmaliaKR Januari 3, 2016 pada 3:59 am #

    Wahh selesai jg akhirnya bacanyaa!! Ceritanya daebakk^^ Mian sebelumnya aku readers baru^^ Kalau diliat-liat dr cerita awal sampai akhir kok ada yg mengganjalkan yaa… krn ada yg sama dari fanfic sebelah, yg castnya bukan kyuhyun oppa & seohyun unni, tp sasuke & sakura. Kalau dibaca lebih teliti lg, kalau gasalah ada beberapa kalimat yg mungkin blm diganti di fanfic sekyu love me ini. Msh ada kata “sakura”, “rambut pink”(?), “klan”(?), “distrik”(??). Maaf sebelumnya ini dr author yg sama / gmn?? Thks^^

    • Annisa Rizki Yuendra Januari 15, 2016 pada 12:31 pm #

      Maaf, aku cuma mau bantu kak rivana buat jawab heheh. Kak rivana sama author sasusaku temenan. Mereka buatnya bareng bareng dlm cast yg berbeda. Sebelumnya kak rivana udah ngejelasin kok lewat post nya disini. Cek aja chingu, aada kok heheheh

  7. asrielf rahmawati Januari 1, 2016 pada 3:40 am #

    happy end🙂

  8. huldamaknae25 Desember 30, 2015 pada 3:09 am #

    yeay happy ending…uhh chukkae buat seokyu….sequel dong…

  9. Amelia November 27, 2015 pada 9:30 am #

    Happy ending😀 terima kasih untuk author yang udah nulis ff seokyu yg keren banget, feel nya dapet banget bikin yg baca ikut larut kedalam kisah di ff T.T daebak!

  10. Syugaaa.r November 8, 2015 pada 7:32 am #

    Nice ending wlaupun kurang gregett wkwk. Feelnya dapet kok. Nice thor. Keep writing

  11. Tuti wahyu September 21, 2015 pada 10:31 am #

    Ok chingu ff.a

  12. PRASTITI SEOMATES September 17, 2015 pada 9:19 am #

    Uuu …
    Akhirnya mereka bahagia … 😉
    seneng deh bacanya … :*

  13. retno seokyu wires Juli 15, 2015 pada 5:32 am #

    udah baca berkali kali gak ada bosen2nya ,
    berharap banget ini ada sequelnya ,,
    soalnya di ff ini part terakhir mereka baru mengungkapkan rasa cintanya ,
    jadi penasaran bagaimana kehidupan rumah tangga mereka setelah mengungkapkan rasa cintanya dan nunggu baby cho ,,
    semangat nunggu sequel

  14. angela agatha Juli 9, 2015 pada 5:05 pm #

    Eonni….suka banget ffnya 😂😂 kalo dilanjutin sampe punya anak pasti seru…aku nggak tidur untuk baca dari chapter 7 sampe abis…ditunggu sequelnya ya 😙😙 gomawo

  15. seobias Juni 22, 2015 pada 5:38 pm #

    Uwaaaaaa aku suka banget ffmu chinguuuuuuu aku sampe begadang loh ini untuk nyelesain baca ffmu.. sayang ku gak bisa baca part 7 dan 11 nya huhuhu

    Keep write chinguuuu
    Gwaiting

  16. nae_lee April 5, 2015 pada 3:44 am #

    \\mewek kejjer//
    hueeee,,, aku sangat trharu😥😥
    perjuangan mu dr SMP tdk sia” Seomma ;(
    akhirnya SeoKyu saling memiliki
    \\peluk Yonghwa//

    dr awal saling trbuka kek, kn sneng liatnya :3 #kecup

    menurut Qhu SKM nya kurang😦
    krn aku pngen~~ yg manis2? dr SeoKyu😀
    tp overall KEREN ff nya :* :*
    btuh SEQUEL siihh sbnernya :3 :3
    next yaach😉

  17. anastasyamanihuruk Maret 21, 2015 pada 8:16 am #

    tidak adakh sequelnya, author?????
    next,,,,

  18. nadud Februari 25, 2015 pada 9:01 am #

    akhirnya seo eonni dan kyu oppa jadi sepasang suami istri yg sebenarnya😀
    seo eonni hamil lagi >,<
    ff nya daebak thor🙂

  19. dewi lucia Februari 3, 2015 pada 6:29 pm #

    happy ending.

  20. bernicke Januari 30, 2015 pada 6:04 am #

    thor, caranya dapetin passwordnya part 7 gimana? aku udah sms tapi gak bisa..ada lewat cara lain? kayak fb? aku bener2 pengen baca ff itu, tolong jawab ya thor, gomawo🙂

  21. Iyank EternalMagnae Januari 21, 2015 pada 2:16 am #

    yeeeeeeee…….happy ending!!
    akhirnya kyuppa ngungkapin jg prasaannya ma seo!!
    jdi seo g kn rgu lgi ma kyuppa!!
    wuaaaaaach seo ny hmil lg!!
    sngnya!!

  22. hapsarirena Desember 30, 2014 pada 2:15 am #

    akhirnya bahagia ..

  23. seokyu111209 Desember 28, 2014 pada 5:05 am #

    ih akhirnya🙂
    hihi lucunya tingkah seonni pas endingnya

  24. seokyusonelf Desember 21, 2014 pada 10:33 am #

    Oh myyy~ happy ending~ finally..
    Seneeeeenngg banget kalo happy ending..
    I wish it can be true in real life…
    I mean they will be married and happy together AAMIIN
    Thanks author.. endingnya kenaa banget

  25. aista Desember 15, 2014 pada 2:30 pm #

    wahh akhirnya happy ending juga, kyuppa jdi calon ayah lgi ni..
    eon da sequel nya gak ?

  26. ainn Desember 14, 2014 pada 8:20 am #

    kyaaaa >< so sweet banget endingnyaaa !!
    butuh sequel

  27. loveseokyu Desember 5, 2014 pada 9:44 am #

    Akhirnya kesabaran seomma berbuah jugaaa..
    aaaaaa…akhir yg manis..mereka bakal punya baby cho… kyupa..trus perhatikan mereka yaaa…
    Ada sequel gak thor..pengen tau kehodupan mereka stelah ada baby cho..😉😀

  28. loveseokyu Desember 3, 2014 pada 12:09 pm #

    kerennn…jadi penasaran baca fullnya..heheheh

    aaahhhh..mereka bakalan punya aegy..❤

  29. Nona November 12, 2014 pada 10:33 am #

    Aaaaa akhir yang manis buat SEOKYU COUPLE :)) selamaattt…

  30. Ji Hye November 5, 2014 pada 12:27 am #

    Akhirnya kyu ngungkapin perasaannya juga ke seo…..
    Thor ff nya daebak bgt deh..buatin sequelnya donk..yaya..ya
    Pengen tau gimana rumah tangga seokyu dengan kehadiran baby cho..

  31. sooyeon_choi November 2, 2014 pada 4:30 pm #

    Akhir yang manis atas kesabaran SeOnnie selama ini,,, selanjutnya,,, akan menjadi kehidupan yang baru untuk mereka… Dan semoga,,, akan jadi kehidupan yang membahagiakan untuk mereka….
    SeoKyu Jjang ♥♥♥

  32. Dewi lucia November 1, 2014 pada 8:20 am #

    Seokyu happy ending. Aku bca ffmu yg lain ya. Gomawo

  33. Dewi lucia November 1, 2014 pada 8:19 am #

    Seokyu happy ending

  34. Aan's L-hope Oktober 17, 2014 pada 2:23 am #

    Yeyyyyyyy…. akhir nya happy ending🙂
    2 Jempol buat ff nya Daebakkk

  35. qieseo Oktober 16, 2014 pada 6:59 am #

    yuhuuuuuu seokyu akhirnya hdup bhagiaaaa \^^/

  36. RukaChan Oktober 7, 2014 pada 9:36 am #

    yeaaaaay happy ending..
    seneng bingit akhirnya seokyu bersatu dengan sempurna hihi , ditunggu karya2 mu yg lain unn^^

  37. rosepink Oktober 5, 2014 pada 2:18 am #

    Happy ending!!!^^
    Keren bgt!!!! Terharu T.T
    Daebak!!! Keep writing thor🙂

  38. Leli Kiminoz Oktober 4, 2014 pada 11:58 am #

    Huft akhirnya happy ending juga🙂 lega rasanya..
    Pada akhirnya seokyu memulai kehidupa baru dari awal yg berlandaskan cinta🙂 Tuhan akan memberikan pelangi setelah badai besar🙂

  39. Priska September 24, 2014 pada 4:52 am #

    Wah ceritanya keren akhirnya happy ending ,sequel

  40. Ajeng (@am_kyu) Juli 13, 2014 pada 9:50 am #

    hai author aku suka banget sama fanfic ini😀 pls make a sequel for this story^^

  41. kedonn Juli 8, 2014 pada 7:49 pm #

    Permisi, sori sebelumnya, cuma mau nanya, kenapa cerita ini bisa sama persis kaya fanfiction yang saya baca di fandom SasuSaku (Naruto) yah? Karena saya pernah baca ff serupa dengan judul sama di https://m.fanfiction.net/s/7959137/1/Love-Me yang sudah tamat tahun lalu. Mungkin hanya nama pemeran dan pekerjaannya saja yang diganti, tapi sisanya sama.

    Ini authornya yang samaan atau gimana?

    Saya baca cerita ini memang baru part 18nya aja, tapi saya langsung mengenali kata-kata yang ada di fanfic tsb, karna saya sangat suka ceritanya. Saya cuma kaget ketika menemukan beberapa hal yang sama (mulai dari judul, kalimat, bahkan tanda baca).

    Kalo authornya sama, yaudah ga papa. Tapi kalo engga, udah minta izin sama author aslinya belom? Karena jika mau menggunakan cerita yang sama dgn fandom berbeda, lebih baik minta izin dulu. Karena saya juga author, dan saya tau rasanya jika ada orang yang menggunakan cerita kita dgn fandom lain.

    Maaf kalo ternyata kamu pernah nyantumin disclaimer author aslinya di chapter2 sebelum ini, tapi saya kasih saran, lebih baik beri disclaimer ditiap chapter. Setidaknya sebagai bentuk penghargaan kepada author asli.

    Tanpa maksud menyinggung sama sekali,
    Kedonn.

    Ps. Be better and keep your own story. Hwaiting!

    • alfiana Juli 16, 2014 pada 11:33 am #

      silahkan baca a/n author di chapter 1

  42. lyma choseo Juni 27, 2014 pada 9:16 am #

    yeee seohyun hamil lagi. seokyu udh tau sama perasaannya masing-masing. ff sumpah keren banget. endingnya juga happy end

  43. Vennisa Juni 24, 2014 pada 1:31 pm #

    Anyeong nae reader baru salam kenal n izin baca ffnya ne🙂

  44. alysa Juni 19, 2014 pada 10:10 am #

    Akhirnya happy semuanya….overall…bagus ceritanya…

  45. Riwoon Juni 12, 2014 pada 12:21 am #

    Lega beribu2 lega endingnya….memang selalu ada yg tuhan rencanakan untuk kita dibalik musibah yg dia berikan dan itu pasti lebih INDAH dri yg kita bayangkang…

  46. sayazakiyah Juni 6, 2014 pada 1:01 pm #

    Aishhh,, baru kali ini saya membacaa FF sebagus iniii.. daebakkkk eonniiiiiiiiiii :*
    membaca FF ini membuat air mata saya keluar teruss eonniii…!!!!!
    minta nmor HPnya blehh eonn?? pleasee..!! sumpahh aku nge fans banget amaa CERITANYAA..!!
    please eonni, aku minta nmor HP eonni … !!!!! please eon
    pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeee eonn😥

  47. layli Mei 29, 2014 pada 3:09 pm #

    huaaaaa…
    udah end yaa…
    happy endong,tapi aku masih penasaran sama chapter yg. di pw.. huuh

  48. Alfiana tri wulandari Mei 24, 2014 pada 3:10 pm #

    aww aww aww aku punya calon adek lagi ^^

    gomawo eonni🙂

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: