BLACK ROSE [CHAPTER 4]

6 Jun

Title : Black Rose

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it 

Length : 1 of ………

Rate : M (Mature/17+)

Genre : Romance/Angst/and little bit action

 “BLACK ROSE”

 “Oke, semua sudah siap. Bangunkan suamimu, Seohyun.”

Seohyun melepas apronnya sambil tersenyum patuh. Di depannya, Taeyeon hanya mengamatinya sambil tertawa kecil.

“Ada apa, Bu?”

Taeyeon menggeleng. “Hanya merasa senang bisa sarapan bersama dengan keluarga.”

Senyum Seohyun kian mengembang. Wanita itu berjalan menuju tangga sebelum meletakkan apronnya di atas meja.

Pagi ini adalah salah satu pagi yang indah bagi Seohyun sejak ia menjadi anggota ‘palsu’ keluarga Cho. Bagaimana tidak? Seumur-umur ia tak pernah merasakan memasak sarapan bersama sosok yang bisa ia panggil Ibu. Dan sekarang, Taeyeon mewujudkan itu semua. Perhatian, kasih sayang, dan tuntunan Taeyeon sekali lagi menghembuskan angin sejuk di benak Seohyun. Inilah salah satu alasan penguat Seohyun dalam menjalani idenitas barunya di keluarga Cho, yaitu kasih sayang Taeyeon.

Langkah Seohyun terhenti di depan pintu kamarnya dan Kyuhyun. Selama beberapa saat Seohyun hanya terpaku di sana, memikirkan apa yang harus ia lakukan sebentar lagi. Ah… jika saja kejadian kemarin malam tidak terjadi, mungkin Seohyun tak akan secanggung ini.

Semalam ketika Kyuhyun menciumnya, tak dapat Seohyun pungkiri bahwa ia merasa ada yang menjanggal di dalam dirinya. Mencium dan dicium pria bukanlah hal pertama maupun kedua kalinya bagi Seohyun. Lebih dari itu, ia terbiasa untuk menyerahkan diri serta tubuhnya terhadap pria-pria yang menyewa jasanya. Namun entah mengapa ciuman Kyuhyun semalam terasa begitu beda. Ia seolah terbawa oleh perlakuan Kyuhyun yang notabennya adalah pria yang ia benci. Tak ada perlawanan sedikitpun yang dilakukan Seohyun. Ia hanya menurut, namun tak menuntut.

Mengesampingkan itu semua, Seohyun menggelengkan kepalanya sebelum memutar kenop pintu. Di sana, tepat di depan pintu kamar mandi, Kyuhyun baru saja keluar dengan bertelanjang dada dan sebuah handuk kecil di pundaknya. “Segera turunlah. Ibu menunggumu untuk sarapan,” ucap Seohyun.

Kyuhyun tak langsung menyahut, melainkan berjalan menuju lemari pakaian. Tak mau berdiam diri sia-sia, Seohyun bergerak untuk menata beberapa bantal dan merapikan ranjang tidurnya.

“Simpan itu.”

Seohyun memperhatikan sebuah map merah yang baru saja dilemparkan Kyuhyun di atas ranjang. “Apa ini?” tanya Seohyun meminta penjelasan.

“Dokumen pernikahan,” jawab Kyuhyun tanpa menoleh Seohyun.

Alis Seohyun berkerut dalam. Dokumen apa? Pernikahan ini hanya pura-pura, apa yang harus didokumenkan? Kepala Seohyun kembali tertuju kepada Kyuhyun yang kini sedang mengenakan baju. “Bagaimana kau membuat ini semua?”

“Tak usah menanyakan hal yang tak penting,” jawab Kyuhyun saat membalikkan badan. “Yang harus kau tahu adalah benda itu merupakan identitas kita di hadapan semua orang, termasuk Ibu.”

Usai mengatakan itu, Kyuhyun segera berlalu dari sana. Meninggalkan Seohyun yang semakin merasa resah akan bagaimana hidupnya.

.

.

Dokumen tersebut tidak main-main. Tertera dengan jelas nama Kyuhyun dan Seohyun di sana sebagai pasangan suami istri, dan itu sah hingga di mata hukum. Kali ini bukanlah hal bagaimana caranya Kyuhyun bisa membuat dokumen itu yang mengganjal benak Seohyun, melainkan bagaimana kehidupannya mendatang. Pernikahan mereka sekarang tidak lagi hanya sekedar status cincin di jari manis keduanya, melainkan terdapat dokumen sah yang mendasarinya. Seohyun tentu juga ingin menikah dan membangun sebuah keluarga sebagaimana wanita normal lainnya, namun tidak seperti ini caranya.

“Seohyun.”

Seohyun mengangkat kepala mendengar Taeyeon memanggilnya. Makanannya sama sekali tak tersentuh. Pikirannya terlalu sibuk memikirkan segala hal yang mengganjal benaknya sepanjang pagi ini. “Ya, Bu?”

“Apa yang kau pikirkan?”

“Tidak,” jawab Seohyun sambil menggelengkan kepala. “Tidak ada.”

“Kau yakin?” Kali ini Kyuhyun yang turut menanyainya. Pandangan pria itu terlihat sedikit khawatir. Ah… jika saja Seohyun tidak paham sifat asli Kyuhyun, mungkin ia akan terbawa suasana dengan pandangan pria itu.

“Ya.” Seohyun menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga sebelum memberikan senyuman kepada Kyuhyun. Secara kasat mata, mereka terlihat sebagai pasangan suami istri muda yang saling menaruh perhatian dan mencintai. “Sama sekali tidak ada yang kupikirkan.”

Kyuhyun hanya tersenyum kecil, sedangkan sebelah tangannya bergerak untuk mengusap singkat rambut Seohyun.

“Um… ngomong-ngomong nanti siang Ibu akan pergi ke Mokpo,” ucap Taeyeon membuka topik baru.

“Untuk apa?” tanya Kyuhyun.

“Pesta ulang tahun keempat cucu teman arisan Ibu.”

“Perlu kuantar?”

“Tidak usah, itu jauh sekali. Ibu berangkat dengan teman-teman arisan Ibu yang lainnya.” Taeyeon menenggak minumnya sedikit sabelum melanjutkan kalimatnya. “Mungkin baru bisa pulang lusa malam.”

Tak ada pertanyaan lagi dari Kyuhyun. Di sampingnya, Seohyun pun hanya memakan sarapannya dalam diam.

“Ya Tuhan.”

Kali ini baik Kyuhyun dan seohyun sama-sama mengangkat kepalanya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun memastikan bahwa Ibunya baik-baik saja.

Taeyeon yang sedang memegang kepala terlihat begitu cemas. “Ibu lupa belum membeli hadiah.”

Kyuhyun menghela napas. “Biar aku dan Seohyun yang beli, Ibu cukup istirahat di rumah untuk nanti siang.”

Seohyun yang merasa namanya disebut, menoleh sebentar ke arah Kyuhyun sebelum menatap Taeyeon.

“Tapi  ̶”

“Sebutkan saja hadiah apa yang ingin Ibu beri. Perjalanan ke Mokpo tidaklah sebentar, Ibu tidak boleh terlalu lelah.”

Diam-diam Seohyun mencuri pandang ke arah Kyuhyun. Sedikit tidak percaya bahwa ada seorang pembunuh yang begitu menyayangi ibunya. Seohyun kira hal-hal seperti itu hanya ada di film action saja.

Sedangkan Taeyeon hanya bisa diam begitu mendapat skakmat dari putranya. Pandangannya berubah iba begitu melihat menantunya. “Tapi sepertinya Seohyun sedang tidak sehat.”

Seohyun menoleh cepat, lalu tersenyum simpul. “Tidak, aku baik-baik saja, Bu. Nanti biar kubantu Kyuhyun mencarikan hadiahnya.”

Senyum lega Taeyeon mengembang. Jika melihat keluarganya seperti saat sarapan pagi ini, keinginannya untuk dikaruniai anggota keluarga baru terasa semakin besar.

.

.

.

Ponsel di tangan Seohyun kembali bergetar, dan nama Kim Kibum pun tertera di atas gambar amplop di layar ponsel tersebut.

‘Baguslah. Hm… ngomong-ngomong kau sedang apa?’

Seohyun berpikir sejenak. Tidak mungkin kan ia mengatakan hal yang sebenarnya? Sebaris kalimat dusta pun ia ciptakan di layar ponselnya.

‘Mencari mesin penyedot debu. Pagi ini aku ingin sekali membersihkan rumah.’

Setelah mengirimkan pesan tersebut, Seohyun menyandarkan kepalanya di kursi mobil seraya menghembuskan nafas panjang. Pagi ini, ia menambah daftar orang yang ia bohongi setelah ibu mertuanya, yaitu Kibum. Sebuah pesan pertama yang ia terima dari pria itu setelah ia mencuci piring tadi telah membawa angin segar baginya pagi ini. Padahal hanya sapaan singkat selamat pagi, namun rasanya seperti dihujani jutaan embun di pagi hari.

Suara pintu mobil yang dibuka sedikit mengalihkan perhatian Seohyun. Di sampingnya, Kyuhyun telah duduk di kursi kemudi. Pria itu datang dan duduk dengan diam, tak ada percakapan sedikit pun di antara keduanya. Suasana mobil itu seolah-olah hanya diisi oleh satu orang saja.

Lima menit perjalanan, tetap tak ada suara yang keluar dari keduanya. Setelah memeriksa bahwa belum ada balasan pesan dari Kibum, Seohyun memasukkan ponsel ke dalam tasnya, dan memberanikan diri menatap Kyuhyun. “Kita akan membeli hadiah di mana?” tanya Seohyun membuka percakapan.

“Sebentar lagi sampai.”

Seohyun menggigit bibir dalamnya mendengar jawaban singkat tersebut. “Lalu hadiah apa yang dipesan Ibu?”

“Ibu menyuruhmu memilihnya sendiri.”

“Aku?”

Tak ada jawaban dari Kyuhyun. Pria itu hanya menoleh Seohyun sejenak sebelum kembali berkonsentrasi dengan jalan raya di depannya.

.

“Kau cari sendiri hadiahnya.” Kyuhyun berkata tersebut sambil menyerahkan sebuah kartu kredit kepada Seohyun. “Seluruh lantai dua adalah area barang elektronik, jadi kau langsung ke lantai tiga atau empat saja.”

Seohyun menatap kartu di tangannya sebelum beralih ke Kyuhyun. “Kau tidak ikut?”

“Kutunggu kau di lantai satu. Jangan lama-lama.”

Mendengar jawaban tersebut, Seohyun paham bahwa Kyuhyun tidak mau jika harus mencari hadiah bersamanya. Sialan! Padahal pria itu mengatakan kepada Taeyeon bahwa ia juga akan mencarikan hadiahnya.

Seohyun turun dari mobil. Sejenak ia sedikit ragu untuk masuk ke dalam gedung besar yang ada di depannya. Ia sama sekali tidak tahu seluk beluk gedung tersebut. Saat ia menolehkan kepala ke belakang, tampak Kyuhyun yang mulai menghidupkan mesin mobil. Dengan menghela napas keras, Seohyun mulai melangkah masuk.

.

Bangunan itu begitu luas dan tinggi. Dari lantai satu, Seohyun bisa melihat enam lantai di atasnya. Setahu Seohyun, bangunan yang ia pijaki sekarang adalah sebuah toko serba ada, namun yang ia rasakan justru seperti berada di dalam sebuah mall.

Seohyun mulai mencari escalator untuk naik. Menurutnya, escalator lebih mudah daripada tangga dan lebih menyenangkan daripada lift. Seorang wanita yang sedang menggandeng seorang gadis kecil menjadi pusat perhatiannya saat escalator mulai membawanya ke atas. Seohyun tersenyum tipis. Jalan-jalan keluar rumah seperti ini sedikit membuat batinnya terasa lebih baik.

Setelah berada di lantai tiga, Seohyun mulai mengelilingi rak demi rak di lantai itu. Di sana, terdapat banyak sekali boneka yang berjejer dari segala macam jenis dan ukuran. Mulai dari sebesar batu, hingga sebesar manusia pun ada di sana. Seohyun membatin, jika dirinya masihlah seorang gadis kecil seperti gadis yang ia lihat tadi, ia pasti akan merengek minta dibelikan salah satu dari boneka-boneka tersebut. Atau kalau tidak, jika ia memiliki anak perempuan, ia pasti akan membelikan anaknya sebuah boneka jika ke sini.

Tidak tidak!

Seohyun menggelengkan kepalanya cepat. Ia tidak boleh terlalu banyak berpikir yang tidak berguna. Jika ia terlalu lama, Kyuhyun pasti akan memarahinya. Tanpa berpikir lagi, Seohyun segera berjalan ke rak boneka barbie. Taeyeon bilang, cucu temannya adalah perempuan. Barbie pasti sudah pantas jika dimainkan gadis perempuan berumur empat tahun. Ya, itu pasti.

Setelah mengambil sebuah kotak barbie besar, Seohyun segera menghampiri kasir dan berniat untuk membayarnya.

“Apa ini untuk hadiah, Nyonya?”

Seohyun yang sedang mencari kartu kredit milik Kyuhyun pun menoleh ke arah kasir. “Ya,” jawab Seohyun singkat.

“Tidak ingin dibungkus sekalian?” Kasir itu kembali bertanya dengan senyuman yang belum pudar dari wajahnya.

Satu detik, dua detik. Tak perlu detik ketiga bagi Seohyun untuk menyetujui penawaran kasir tersebut. “Boleh.”

“Pakai pita?”

“Ya.”

“Kartu ucapan?”

Alis Seohyun sedikit berkerut. Kasir di depannya ini nampaknya tengah memerasnya secara halus. “Kumbil satu, tapi tidak usah dimasukkan ke dalam bungkusan.”

Kasir tersebut mengangguk. Ia segera mengemas kotak barbie itu dan menjadikannya secantik mungkin. Selama dikemas, Seohyun memperhatikan wajah boneka barbie di dalam kotak tersebut. Ia bertanya-tanya, apa bisa senyum boneka tersebut sirna? Oke, ini memang terdengar aneh. Namun terkadang Seohyun muak melihat senyum boneka tersebut.

“Ini, Nyonya.”

“Terimakasih,” ucap Seohyun seraya menerima bingkisan hadiah dan kartu kredit dari kasir yang ada di depannya. Setelah memasukkan kartu kredit ke dalam tas nya, Seohyun bergerak mencari escalator lagi untuk turun.

Tiba di lantai dua, Seohyun tergoda untuk melihat-lihat sejenak barang-barang elektronik yang dijual di sana. Setelah berkeliling sebentar, Seohyun menghentikan langkahnya di deret rak headset. Jika Seohyun membeli satu buah headset dengan kartu Kyuhyun, pria itu pasti tidak akan marah. Yah… karena menurut Seohyun, Kyuhyun bukanlah pria yang pelit. Tanpa pikir panjang, Seohyun mengambil sebuah headset berwarna putih dan berjalan menuju kasir di lantai tersebut.

Seohyun menghela napas lirih dan menunduk. Antriannya lumayan panjang, mau tak mau ia harus menunggu. Tapi tak apa, untuk sebuah headset di tangannya, ia rela. Lagipula saat membeli hadiah tadi ia tidak menghabiskan waktu yang lama, jadi ia bisa memanfaatkan waktu di sini.

Kepala Seohyun kembali terangkat ke depan. Baru saja ia mengangkat kepalanya, sosok yang baru saja selesai membayar di depannya tersebut membuat jantungnya seolah berhenti berdetak. Entah digerakkan oleh apa, Seohyun segera menjatuhkan headset dari tangannya dan berlari secepat mungkin dari sana. Ia sungguh tidak ingin lagi  melihat orang tersebut, ia sungguh tidak ingin melihat Heechul lagi saat ini.

Seohyun berlari menuju escalator, namun yang hanya bisa ia lakukan adalah mengumpat tertahan. Esacalator begitu penuh dengan orang, dan itu pasti akan menyulitkannya untuk bergerak cepat. Seohyun menoleh ke belakang, terlihat di sana Heechul berjalan santai sambil mengedarkan pandangannya. Jika Seohyun masih berdiri di sini, Heechul pasti dengan mudah menemukannya. Tak mau dirinya dipergoki Heechul, Seohyun segera berlari menuju tangga yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Tak peduli dengan besarnya barang yang ia bawa dan tingginya tangga tersebut, Seohyun lebih memilih menempuh jalan itu daripada harus bertemu dengan Heechul.

Langkah lari Seohyun menjadi pusat perhatian beberapa orang yang turut berjalan di tangga tersebut. Tatapan heran orang-orang itu sama sekali tak Seohyun hiraukan. Perhatiannya kali ini hanya satu, yaitu menemukan Kyuhyun dan mengajak pria itu untuk cepat menjauh ari sini. Sesekali, ia menoleh ke belakang hanya untuk memeriksa bahwa Heechul tidak ada di sana. Napasnya yang memburu, serta rasa takutnya yang teramat besar membuat langkah lari Seohyun semakin lama semakin tidak terkontrol. Mendekati lima anak tangga terakhir, kaki kanan Seohyun terkilir hingga membuat tubuhnya jatuh terjungkal ke depan. Secara bersamaan, tubuh dan kepalanya pun membentur lantai dengan cukup keras.

Seohyun memekik tertahan. Rasa sakit yang merambat cepat di kaki dan kepalanya sungguh luar biasa hingga membuatnya ingin menangis saat itu juga. Namun ketika beberapa orang membantu membangunkannya dari posisi tersebut, Seohyun hanya bisa mengaduh pelan.

“Astaga… kenapa bisa seperti ini, Nyonya?”

“Anda tak apa?”

“Nyonya, hidungmu berdarah.”

Suara gaduh dari orang-orang yang mengerumuninya sama sekali tak membuat rasa sakit Seohyun reda. Ia justru juga merasakan pening dan sakit yang luar biasa di pangkal hidungnya ketika ia bangun. Tak ada satu patah kata pun yang sanggup diucapkan Seohyun, ia hanya memegang erat kepala dengan kedua tangannya. Semua rasa sakit ini seperti akan mencabut nyawanya saja.

“Seohyun!”

Seohyun mengenal suara itu.

“Apa yang terjadi?”

Tangis Seohyun pecah saat sosok itu menghampirinya dengan raut khawatir. Ketakutan serta rasa sakit yang kini Seohyun rasakan bisa terluapkan begitu saja saat sosok itu menopang punggung Seohyun dengan tangannya.

“Kenapa bisa seperti ini?”

“Kyu….”

Seohyun memeluk Kyuhyun sekuat mungkin seolah-olah Kyuhyun lah satu-satunya pegangan baginya. Walaupun rasa sakit yang menderanya terasa bertubi-tubi, Seohyun merasakan kelegaan yang luar biasa saat menemukan Kyuhyun berada di sampingnya.

.

.

“Kita ke rumah sakit.”

“Tidak usah.”

“Kau gila? Lihat kakimu!”

Seohyun dengan cepat menunduk mendengar bentakan Kyuhyun yang lumayan keras. Hatinya tiba-tiba menciut. Sepasang matanya pun hanya bisa memperhatikan pergelangan kakinya yang ia selonjorkan di atas kursi. Dari luar, kaki Seohyun nampak baik-baik saja. Namun ketika wanita itu mencoba untuk berdiri, rasa nyeri yang ditimbulkan pergelangan kakinya terasa begitu kuat hingga mencapai ubun-ubunnya.

Setengah jam yang lalu, saat tangis Seohyun baru bisa benar-benar berhenti, Kyuhyun membawanya menuju restoran terbuka yang berada tepat di depan gedung toserba. Dengan hati-hati, Kyuhyun menggendong Seohyun untuk keluar masuk mobil. Walaupun cukup banyak pengunjung restoran maupun pejalan kaki yang melihat adegan Kyuhyun menggendong Seohyun dari toserba menuju parkiran, maupun dari mobil menuju salah satu bangku restoran itu, Seohyun memilih untuk tak menghiraukan mereka. Rasa sakit yang masih ia rasakan jauh lebih menyita perhatiannya.

Kyuhyun berjalan mendekat dan menyibakkan helaian rambut Seohyun yang menutupi kening. Seohyun seketika beku. Takut-takut ia mendongak untuk menatap Kyuhyun, namun pria itu tak berucap apa-apa. Matanya seolah-olah memastikan bahwa tidak ada darah sedikit pun di kening Seohyun.

Tangan Kyuhyun berpindah ke dagu Seohyun dan sedikit mengangkatnya ke atas. “Hidungmu masih sakit?” tanyanya datar.

Seohyun menggeleng pelan setelah Kyuhyun melepaskan tangan dari dagunya. Bohong. Sebenarnya masih tersisa rasa sakit di pangkal hidungnya, namun entah mengapa yang ia jawab hanya sebuah gelengan?

Sebuah dering singkat ponsel Kyuhyun membuat pria itu merogoh alat komunikasi tersebut dari dalam saku celananya. “Kita pulang,” ucapnya singkat seraya memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku celana.

“Dari Ibu?”

Kyuhyun hanya menatap Seohyun. Tanpa perlu Seohyun tanyakan pun, wanita itu paham jawaban Kyuhyun melalui sorot matanya. Dengan perlahan, Seohyun menurunkan kaki kanannya. Namun lagi-lagi rasa sakit yang didapatkannya sungguh luar biasa. Seohyun mengaduh tertahan. Wanita itu lebih memilih menggigit bibirnya kuat-kuat untuk melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan.

“Kau mau apa? Berjalan sendiri?”

Seohyun yang mencoba untuk berdiri pun hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan ‘ya’.

Kyuhyun menghembuskan napas kasarnya sebelum mendekati Seohyun. Dengan gerakan perlahan seperti sebelum-sebelumnya, Kyuhyun mengangkat tubuh Seohyun dan membawanya menuju mobil. Sedangkan Seohyun, dia hanya bisa menurut. Sebenarnya harus Seohyun akui bahwa dadanya bergemuruh setiap kali Kyuhyun menggendongnya, namun Seohyun lebih memilih untuk mengontrol perasaan itu dan meredakannya sendiri.

.

.

.

Sekali lagi, Taeyon menekan tombol merah di ponselnya seraya menghembuskan napas bosan. Berkali-kali ia mencoba mengubungi Kyuhyun, anak laki-lakinya tetap tak menjawab. Sebuah sms yang Taeyeon kirimkan tadi pun tidak Kyuhyun balas. Di dalam hati Taeyeon merasa cemas. Bukan pekara teman-teman arisannya yang sudah mejemputnya dari sepuluh menit tadi, melainkan anak laki-laki dan menantunya yang belum kembali dari mencari hadiah sejak tadi.

Dimana sih mereka mencari hadiahnya?

Eonni! Eonni, cepat kemari!!!”

Taeyon sedikit terlonjak saat mendengar teriakan itu. Victoria? Kenapa dia berteriak-teriak seperti itu?

Dengan segera Taeyeon meletakkan ponsel di atas meja makan dan berjalan ke ruang tamu. Begitu ia melihat seseorang yang tengah berjalan di depan pintu, Tayeon langsung menutup mulutnya.

“Astaga, Kyuhyun! Apa yang terjadi dengan istrimu?”

Kyuhyun tak langsung menjawab pertanyaan ibunya maupun tatapan terkejut dari teman-teman ibunya, melainkan terus berjalan menuju ruang tengah. Dengan perlahan, Kyuhyun meletakkan tubuh Seohyun di atas sofa ruang tengah.

“Aku hanya terkilir, Bu. Tak apa,” ucap Seohyun sambil tersenyum kecil, walaupun yang terlihat lebih mirip meringis menahan sakit.

“Terkilir? Bagaimana bisa?” Taeyeon mendudukkan tubuhnya di samping Seohyun. Jelas sekali wanita itu tidak percaya dengan perkataan menantunya.

“Seohyun terjatuh saat menuruni tangga.” Kali ini Kyuhyun yang langsung menyahut. “Dan kaki kanannya terkilir.”

Mulut Taeyeon terbuka mendengar perkataan Kyuhyun. Di samping Kyuhyun, Victoria hanya menggeleng-nggelengkan kepala.

“Bagaimana bisa?” tanya Taeyeon sambil menatap Seohyun penuh tanda tanya.

“Saat itu aku berlari, Bu.”

“Berlari? Apakah ada yang mengejarmu, Nak?”

Seohyun terdiam seketika, untuk beberapa saat tak tahu harus menjawab apa. “Aku…” Seohyun menyelipkan anak rambutnya sebelum melanjutkan kalimat. “Aku hanya tergesa-gesa. Saat turun dari tangga aku sama sekali tak memperhatikan langkahku.”

Taeyon menghela napas lirih. Dilihatnya kaki kanan Seohyun dengan iba.

“Oh ya, Bu, hadiah yang ibu pesan ada di mobil,” ucap Seohyun mengganti topik. “Di dalam bingkisannya ada sebuah kartu ucapan yang sengaja aku kosongi. Sebelum berangkat nanti, ibu bisa  ̶”

“Ibu tidak akan berangkat,” potong Taeyon cepat.

Baik Kyuhyun, Seohyun, dan Victoria hanya melihat Taeyon dengan terkejut.

“Lebih baik Ibu di rumah saja,” sambung Taeyon.

“Tapi bagaimana dengan pesta ulang tahun cucu teman Ibu?”

Taeyon menajamkan tatapannya. “Ibu tidak akan meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini, Seohyun!”

Seohyun terdiam.

“Kalau Kyuhyun kembali bekerja, siapa yang akan mengurusmu di sini?”

Di samping Taeyon, Kyuhyun berjalan mendekat. “Mana bisa aku meninggalkan istriku dalam keadaan seperti ini, Bu?”

Taeyon mendongak dan menatap Kyuhyun.

“Pergilah, ada aku yang akan menjaga Seohyun. Lagipula teman-teman Ibu sudah menunggu, bukan?”

Tak ada jawaban dari Taeyon. Wanita hampir setengah abad itu terlihat tengah memikirkan sesuatu.

“Ibu pergi saja,” ucap Seohyun seraya meremas pelan tangan ibu mertuanya. “Kyuhyun benar, masih ada dia yang menjagaku. Lagipula jangan sia-siakan hadiah yang sudah kubelikan, Bu.”

Remasan tangan Seohyun, serta senyum tulus wanita itu sedikit melegakan hati Taeyon. “Baiklah.”

.

.

Hampir lima belas menit sejak kepergian Teyeon dan teman-temannya, Seohyun tak melihat batang hidung Kyuhun sedikit pun di sekitar ruang tengah. Tadi sebelum benar-benar pergi, pria itu bilang bahwa ia akan mengantar ibunya sampai ke depan. Namun apakah sampai selama ini mengantarnya? Mau tak mau Seohyun merasa resah. Kemana perginya pria itu? Kalau pria itu pergi, siapa yang akan menemani dan mengurusnya di rumah ini? Ah… keadaan kakinya yang sekarang juga sangat menyulitkannya. Jika saja kecelakaan itu tak terjadi, Seohyun tak akan sebingung ini jika harus tinggal sendirian walau untuk beberapa hari.

Dering ponsel yang terdengar dari dalam tas yang berada di meja membuat Seohyun menoleh. Sebisa mungkin Seohyun berusaha menggapai tas tersebut, namun jangkauan tangannya tidak sampai. Dengan perlahan, Seohyun menggeser tubuhnya sedikit. Namun tak ada perubahan, tangan Seohyun tetap saja tak dapat meraih tasnya, hingga ia melihat sebuah tangan mendahului tangannya untuk meraih tas tersebut.

Seohyun mendongak, dan mendapati Kyuhyun yang ternyata mengambil tasnya.

“Sedikit lagi kau bergeser, tubuhmu bisa jatuh,” ucap Kyuhyun.

Kepala Seohyun menunduk untuk melihat jarak sofa dengan tubuhnya. Benar apa yang dikatakan Kyuhun, sedikit lagi ia banyak bergerak, bisa-bisa ia menambah rasa sakit di tubuhnya.

Kyuhyun menyerahkan tas Seohyun sebelum duduk di sofa yang juga di duduki Seohyun. Tangannya merogoh sebuah tas kantong kecil berwarna putih yang ia pegang.

“Kau… darimana?” Ketakutan Seohyun jelas terdengar dari nada suaranya.

Tak ada jawaban dari Kyuhyun. Pria itu lalu membuka sebuah botol kecil, dan melumuri tangannya dengan isi botol tersebut. Seohyun sempat memekik tertahan saat Kyuhyun tiba-tiba meraih kaki kanannya yang sedari tadi ia selonjorkan dan menaruhnya tepat di atas paha pria itu.

“Apa yang  ̶ Akh…”

Jeritan Seohyun keluar begitu saja saat Kyuhyun mulai memijat kakinya. Sakit yang ditimbulkan pijatan itu terasa hingga ke tulang belakangnya. Rasa sakitnya sama dengan rasa sakit yang dirasakan Seohyun saat baru saja terjatuh tadi.

“Itu sakit, hentikan!” pinta Seohyun tak kuasa menahan rasa sakit. “Kumohon. Akh…”

Kyuhyun tetap tak menghentikannya. Gerakan kaki Seohyun yang meronta tidak membuatnya berniat untuk berhenti barang sekejap, pun juga bahkan dengan isakan Seohyun yang mulai terdengar jelas. Hingga pada akhirnya, Seohyun benar-benar menangis saat proses pemijatan itu terus berjalan. Sesekali wanita itu menggigit bibirnya sendiri untuk menahan rasa sakit di kakinya, bahkan ia menjerit sejadi-jadinya saat merasakan sakit yang teramat sangat di sana.

“Kau beruntung aku tidak membawa pistol saat ini. Aku paling benci dengan wanita yang berisik,” ucap Kyuhun saat mulai membalut kaki Seohyun.

Walaupun bernada datar, perkataan Kyuhyun dengan cepat mendiamkan Seohyun. Untuk yang kesekian kalinya, wanita itu menggigit bibirnya kuat-kuat. Di dalam hatinya, rasa bencinya untuk Kyuhyun semakin bertambah besar. Ya Tuhan, seumur-umur ia tak pernah bertemu orang tak berperasaan seperti ini.

Saat selesai membalut kaki Seohyun, Kyuhyun memperhatikan wajah istri palsunya tersebut. Kedua mata Seohyun sembab, wajahnya sedikit terlihat pucat, terutama dari area mata. Dan bibirnya… Kyuhun memalingkan muka saat melihat bibir Seohyun yang terlihat bengkak dan memerah.

“Minum ini.”

Seohyun mengamati sesaat obat pemberian Kyuhyun sebelum mengambilnya.

Kyuhyun meletakkan kaki Seohyun di sofa dengan hati-hati sebelum berdiri. “Jika kakimu terasa sakit, cepat minum obat itu.”

Hanya isakan pelan yang keluar dari mulut Seohyun. Wanita itu masih tidak berani memandang Kyuhyun, bahkan saat pria itu mengangsurkan sebuah botol air mineral.

“Jika butuh aku, kau bisa menelepon. Aku ada urusan,” ucap Kyuhyun sambil meraih jaket hitamnya yang berada di atas meja.

Seohyun tak menjawab, ia hanya memalingkan muka. Kyuhyun meninggalkannya pun ia tak peduli. Toh jika pria itu berada di rumah, sama saja Seohyun akan merasa terus tersiksa. Jika beberapa saat yang lalu hatinya bertanya-tanya kemanakah pria itu pergi, kali ini ia sama sekali tak peduli kemana pria itu pergi dan sampai kapan. Namun ketika ia mendengar deru suara mobil Kyuhyun, tiba-tiba saja dirinya merasa sepi. Seohyun bahkan menoleh ke tempat dimana terakhir kali ia melihat punggung pria itu. Mengapa hatinya seperti ini, wanita itu bahkan tak tahu jawabannya sama sekali.

Menghela napas pelan, Seohyun menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Sebuah nada dering pesan masuk pun membuatnya menoleh ke arah sumber suara. Seakan teringat sesuatu, Seohyun segera merogoh tas nya dan mengambil sebuah ponsel dari dalam sana.

.

.

.

Matahari baru saja tenggelam beberap menit yang lalu saat Kyuhyun menepikan mobil di halaman rumahnya. Seusai mematikan mesin, pria itu diam untuk beberapa saat. Pikirannya mencerna apa yang baru saja ia alami beberapa jam terakhir ini.

Bukannya membuka pintu, Kyuhyun malah memilih menyandarkan punggung dan lehernya di kursi mobil. Pria itu memejamkan mata, dan mereka ulang semua kejadian saat gelap menyelimuti pandangannya.

.

.

“Aku ingin berhenti.”

Tiga kata itu dengan segera mengurungkan niat Shindong untuk menyesap kopinya.

Saat itu cuaca sedang terik-teriknya. Demi bertemu Shindong, Kyuhyun meninggalkan Seohyun di rumah sendirian dengan keadaan yang jauh dari kata baik. Sejujurnya Kyuhyun tak yakin meninggalkan wanita itu di sana. Namun bagaimana lagi, jika dirinya tidak menyelesaikan urusan dengan bosnya, sampai kapan urusan terpentingnya kali ini akan berakhir?

“Apa ini semacam salam selamat datang?” tanya Shindong seraya meletakkan cangkir kopinya. “Aku jauh-jauh datang ke Seoul, tapi ini yang kau ucapkan pertama kali padaku?”

Kyuhyun memalingkan muka, dan lebih memilih meperhatikan seorang ibu dan balita perempuannya yang sedang menyebrang jalan.

“Apa yang terjadi padamu, Kyu?”

Tetap tak ada tanggapan dari Kyuhyun.

“Kau sudah merasa takut dengan pekerjaan ini?”

Perlu menunggu beberapa detik sebelum Kyuhyun membuka mulutnya. “Aku hanya lelah,” jawab Kyuhyun sambil kembali memandang bosnya. “Dan aku tidak ingin nantinya semakin membuat Ibuku tersiksa.”

“Jadi hanya karena Ibumu?” tanya Shindong memastikan.

Diamnya Kyuhyun menandakan pria itu meng‘iya’kan pertanyaan Shindong.

“Tapi…” Shindong mengambil napas dalam sebelum mantap menatap Kyuhyun. “Entah kenapa aku tak merasa seperti itu.

Alis Kyuhyun berkerut samar. “Maksudmu?”

“Aku mengira ada alasan lain selain Ibumu. Sesuatu yang juga berarti bagimu. Apa aku benar?”

Raut wajah Kyuhyun terlihat memikirkan sesuatu.

“Seseorang mungkin?”

“Tidak ada,” jawab Kyuhyun cepat. Dan tatapan Kyuhyun kali ini mengisyaratkan bahwa ia tidak ingin hal ini terus dibahas.

Shindong menyandarkan punggungnya di kursi seraya menghela napas panjang. Ditatapnya Kyuhyun dalam-dalam. “Kau tahu persis hal ini tidak akan mudah, kan?” tanyanya.

Kyuhyun tak langsung menjawab, melainkan menundukkan kepala. “Aku berharap banyak padamu, Shindong,”  jawabnya sambil menatap Shindong kembali.

.

.

Ya, Kyuhyun memang berniat untuk berhenti. Benar-benar berhenti dari dunia hitam yang menyelimutinya selama ini. Pikirannya sudah terasa lelah dengan pekerjaan tak berperasaan seperti ini, dan batinnya semakin sesak saat memandang sepasang mata wanita yang sangat berarti baginya. Bagi Kyuhyun, apapun rela ia berikan demi Ibunya, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawanya sekalipun.

.

Saat baru saja membuka pintu rumah, hanya kegelapan yang menyambut Kyuhyun. Dari ruang tamu, Kyuhyun tak dapat sedikitpun melihat cahaya lampu yang menyala di rumahnya, baik itu di ruang tengah. Seusai menyalakan lampu di ruang tamu, Kyuhyun bergerak menuju ruang tengah, dan menyalakan juga lampu yang ada di sana.

Di atas sofa tersebut, sosok Seohyun tengah tidur terlentang dengan posisi kepala yang menoleh ke samping. Wanita itu terlihat begitu pulas di dalam tidurnya. Kyuhyun menoleh ke atas meja, terdapat sebuah botol kosong dan dua bungkus obat yang tergeletak begitu saja di sana. Kyuhyun membatin, pantas Seohyun tertidur sepulas ini, mengingat efek samping yang ditimbulkan obat pemberiannya tadi adalah rasa kantuk yang hebat.

Setelah membersihkan botol dan bungkus obat, Kyuhyun  berjalan menuju kamarnya, dan kembali dengan membawa sebuah selimut. Dengan perlahan, Kyuhyun menyelimuti tubuh Seohyun dengan selimut berwarna coklat tua tersebut. Setelah memastikan tak ada sisi yang tak tertutupi, Kyuhyun memundurkan langkahnya dan mengamati Seohyun agak jauh.

Rambut panjang Seohyun terlihat sedikit berantakan, kedua matanya pun kini terlihat sedikit bengkak. Dan bibirnya, Kyuhyun merasa sedikit lega karena bibir Seohyun tak sebengkak saat ia meninggalkan wanita itu tadi siang. Tepat di samping kepala Seohyun, Kyuhyun melihat ponsel milik wanita itu tergeletak di sana. Tak banyak berpikir lagi, Kyuhyun mengambil benda tersebut sebelum mendudukkan diri di salah satu sofa tepat di samping Seohyun. Sepanjang ia memberi Seohyun ponsel, tak pernah sedikitpun Kyuhyun mendapat panggilan atau pesan singkat dari wanita tersebut. Bahkan saat tadi Kyuhyun berpesan untuk menghubunginya jika terjadi apa-apa, Seohyun tetap tak pernah satu kalipun menghubunginya.

Kyuhyun memulai dengan membuka kunci ponsel layar datar tersebut. Ia mendengus geli saat melihat foto Seohyun yang sedang merangkul ibunya menjadi wallpaper ponsel Seohyun. Senyum Seohyun terlihat begitu lepas, begitu pula dengan ibunya. Otaknya tiba-tiba bertanya-tanya singkat kapankah foto tersebut di ambil.

Ibu jari Kyuhyun bergerak lagi dan membawanya pada galeri foto. Tanpa ragu, Kyuhyun membukanya, dan menemukan berbagai foto suatu tempat di sana. Tak jarang pula Kyuhyun melihat foto candid ibunya yang tengah beraktifitas, seperti memasak, berjalan, maupun menyiram bunga. Tanpa sadar, Kyuhyun mengembangkan senyumnya lebih lebar.

Ponsel Seohyun tiba-tiba bergetar. Dua pesan yang belum dibaca, serta nama Kim Kibum tertera di atas layarnya. Kyuhyun sedikit mengerutkan alisnya, dan tanpa ragu ia membuka pesan tersebut.

‘Apa kau ada di sana, Seohyun? Kenapa tidak membalas pesanku? Dua jam lebih aku menunggu balasan pesan darimu.’

Alis Kyuhyun semakin berkerut dalam. Ia pun segera membuka kotak pesan, dan hanya menemukan nama Kim Kibum di sana. Dengan perlahan, Kyuhyun menurunkan pandangan dari ponsel yang ia pegang dan menatap Seohyun sebagai gantinya. Tak ada hal apapun yang dilakukan Kyuhyun selain menatap wanita itu selama beberapa saat. Entah apa yang kini ada dalam pikirannya, namun perlahan, raut dingin terpancar jelas dari sana.

98 Tanggapan to “BLACK ROSE [CHAPTER 4]”

  1. hoir Mei 16, 2016 pada 3:48 pm #

    Kyu itu cemburuya sama kibum. Kenapa habis baca pesan itu langsung berubah jadi dibgin gitu wajahnya.
    Kasian banget seo eonnie hidupnya pasti gak akan tenang kalau gitu
    Nice

  2. Nisa Maret 15, 2016 pada 4:47 pm #

    Aaah~ Kyuhyun cemburu tuh pasti…😄

  3. Haznita Utami Februari 28, 2016 pada 5:48 pm #

    Cemburu !! kyuhyun mulai cemburu ?
    aduhhhh !! efek heenim bahaya bgt ya sama seohyun
    masih penasaran knpa kyu ngelakuin pekerjaan itu ya ??

  4. kyumaelf Juli 23, 2015 pada 2:45 pm #

    cemburu nih

  5. CieciePUAHAha Maret 28, 2015 pada 4:20 pm #

    Untung ngga ketemu heechul.. Kyuppa mulai suka seonnie yaa?? Lama2 ngeri juga sama sifat kyuppa.. Next

  6. Gyuuuu13 Maret 25, 2015 pada 4:17 pm #

    eonnn ayolah kapan di next aku sukaaaa banget ama ff ini aku aja ampe baca ada kali eonn lebih dari lima kali cepettt di nextttt eonnn

  7. kimhaera Februari 18, 2015 pada 1:06 pm #

    mamamamama ada yang cemburu kah? hehehehe

  8. Iyank EternalMagnae Januari 21, 2015 pada 9:00 am #

    kyuppa cmbru tuch kyknya!!
    smga kyuppa bnran brhenti dr pkerjaannya yg skrg!!
    n kyuppa nyri pkerjaan lain aj yg halal n g brbahaya!

  9. azruri Desember 26, 2014 pada 7:17 am #

    Hohoho
    Kyuhyun cemburu kah?
    Cie cie cie

  10. seokyu111209 Desember 24, 2014 pada 5:53 am #

    semoga kyuppa bener2 berhenti
    kyuppa cemburu ya hihi

  11. aista Desember 12, 2014 pada 8:28 am #

    smog kyupp emang bner* berhenti dri pkerjaan nya itu

  12. Yui November 20, 2014 pada 11:05 am #

    Makin seru, kyuhyun kayaknya udah mulai menunjukkan rasa nihhh

  13. CieciePuahaha Oktober 29, 2014 pada 2:45 am #

    Wah mulai ada rasa ni kyu ke seo. Waktu seo menghindar dari heechul ak jd ikut deg-degan. 1 kata buat author Daebak

  14. enykyuchj Oktober 16, 2014 pada 3:59 am #

    tiap minggu pasti lirik blog ini, ngarap chapter 5 nya nongol..
    ayo dunk author publizh next cepternya, ni ff paling gw tunggu.. ^^

  15. Aan's L-hope Oktober 16, 2014 pada 3:23 am #

    Asekkkkk seohyun jadi wanita k2 yg bikin kyu berhenti dri kerjaan nya!!
    next thor

  16. farkha_fauziyah Oktober 10, 2014 pada 1:04 pm #

    Cpettt dilanjut part 5 dong minnnn ? Pleaseee😀

  17. seobaby28 Oktober 10, 2014 pada 12:44 pm #

    Makin seruuu~ kyuhyun berenti aja, biar bisa barengan terus sama seo sama eomma kyu~ lanjut

  18. RukaChan Oktober 7, 2014 pada 3:29 pm #

    beuh kyu cemburu itu mah ..
    dan ukh sampai kapan seo dihantu hantui dgn sosok heechul ??
    dilanjut ya unn ffnya^^

  19. maharani Oktober 5, 2014 pada 6:17 pm #

    aku berharap kyu cemburu haha lanjut ya

  20. nae_lee Oktober 4, 2014 pada 10:08 am #

    Jujur ff nya KEREN bgt ><
    aku baca tadi siang n baru selesai skrg, n m'v jg baru koment,,
    btw SeoKyu udh bneran nikah d gereja kn ?? Aku sempat mengira klo mrk cuma pura” nikah tnpa ada acara sakral:-/
    Seo bneran masih mengharapkan kibum yhaa😦 bgtu pun kibum😥
    Heechul sungguh berbahaya, andai Kyu tw, pzti lah heechul udh lgsg d bnuh -_-
    aku shock bgt s't tw Seo jd wanita penggibur dr lulus SMA smpe umur 23 thn:-/ tp sykurlah dy gx sempat hamil sgla,, -_-
    Kyu pembunuh darah dingin, gx mgkin klo dy murah senyum apalagi sama Seo wanita yg tdk d kenal nya, tp nysek jg siih😥
    neeeexxxxttt d0oonx,, penasaran ini, apa yg bkal Kyu lkkn s't tw Seo ada komunikasi sama Kibum :-\
    bkal marah besar ato mlah mempertahankan hub nya dg Seo :-[

  21. wahyu Oktober 2, 2014 pada 11:38 pm #

    Aq penasaran bd ma crtnya dstiap chapter ny..ayo dong thor jfn klmaan hiatus ny…..cpet dlnjutin

  22. kyujoohyunnie September 17, 2014 pada 7:35 am #

    OMG, akhirnya ada update an dari ff ini. Please dilanjutkan yah authornim. kami para reader setia menanti lanjutan ff ini. Fighting.!!! ^_^

  23. dewik September 16, 2014 pada 1:39 pm #

    Wehehehe.. Kyuhyun udah mulai ada rasa yee sama Seohyun?🙂

    Ini ff yg udah cukup lama aku tunggu -_- aku kira eonnie udahberhenti buat nulis krn sering mampir tapi gak ada update.an ff lagi. Tapi waktu iseng maen ke wp ini, syukur alhamdulillah eonnie ngelanjutin ff favorit ini >__<

    Seohyun parno yaa sama Heechul sampe jatuh gitu :3 lalu Kibum? Berharap Kyuhyun gaklangsung neror Kibum wkt tau ternyata Seohyun lagi deket sama dia :3

    Eonnie!!!!
    Ayo update next partnya, FIGHTING!!!! (9^^)9

  24. ana September 4, 2014 pada 6:01 am #

    wuueehe apa kyu cemburu moga aja hehe. seo udh mulai da rasa ni ama kyu. oke dilanjut ya dtggu pokonya. fighting^_^

  25. rahma Agustus 29, 2014 pada 8:55 am #

    Lanjutannya belum ada kah
    G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ sabar pengen bacanya

  26. Ziada Agustus 28, 2014 pada 11:37 am #

    akhhhh… I Like it Seomuch….

  27. yaya zakaria Agustus 18, 2014 pada 4:25 pm #

    aduh gw takut kyu marah,diakan pnya naluri pembunuh,gw takut dia jeless truss nyakitin kibum

  28. dewiqitinkk Agustus 7, 2014 pada 2:51 pm #

    Annyeong mian baru coment aq reader baru slam knal

    Next ya thor crita’a seru

  29. Darellia azkha Agustus 2, 2014 pada 4:02 pm #

    Omo omo omo!! Mulai nih cemburunyaaa cieee. Ahayyy yaampun bkn greget. Ditunggu kelanjutannya!!

  30. linaseokyu Agustus 1, 2014 pada 3:42 pm #

    kyaaaaaaaaa kyu perhatian banget sama seo walau rada dingin dan gatau perhatiannya bohongan apa beneran… >.<
    dan eomma ku kasihan dia jadi kaya ngeliat malaikat maut kalo ngeliat heechul… mestinya eomma ngmg tuh sama kyu kali aja si heechul di bilangin gitu sama kyu biar ga ngancem seo lagi….
    uuuu kayaknya kyu mulai ada rasa nih sama seo buktinya kaya cemburu gitu pas baca sms dr kibum hihih😀
    ayoooo eonni dilanjut neeeeehh.. yang cepet postnyaaa *readers gasabaran* kekeke
    ditunggu hwaitinggg ^^

  31. dian alfi Juli 22, 2014 pada 6:55 am #

    hy thor , q readers baru salam kenal😀 . wah disini seoma jd kupu” malam ya , kasian seoma . kyupa jg , sikapx gk bisa nyantai dikit apa bikin gregetan ja . o iya thor untuk chap 1-3 maaf ya gk bisa komen , lg eror , sekali lagi maaf ya thor . next chapx ditunggu secepatnya ya , lagi penasaran gimana lanjutannya n kaya’nya kyupa cemburu tuh hihi…😀

  32. cho yurin Juli 21, 2014 pada 2:51 pm #

    Akhirrrrrrr’aaaa di post jga lanjutan’a..
    Ciee kyu cemburu kah?😀
    Seo jgan trlalu dket2 sma kibum ne..
    Next. Jgan lama2

  33. ita Juli 19, 2014 pada 4:28 pm #

    lanjut thor ^^

  34. sofia_sky11 Juli 14, 2014 pada 11:07 pm #

    Kasian seohyun eonnie selalu dibayang” oleh heechul >_<

    semoga kyuhyun oppa bener" dapat berhenti dari pekerjaan itu..

    Kyuhyun oppa kaya ny cemburu nih :3

    next jangan lama yah~😉

  35. Ajeng (@am_kyu) Juli 13, 2014 pada 10:12 am #

    kasihan seo dibayang2in heechul jd ketakutan dia huhu… dan semoga seokyu hubungan semakin membaik dan jd sweet&romantic. Please update soon authornim.. fighting^^❤

  36. T1k4_love_seokyu Juli 13, 2014 pada 9:21 am #

    Kyuppa dah mtuskn utk brhnti dri pkerjaan smpingannya🙂 Kshan ya seouni jdi kek d hantui gtuh ma heechul😦 aq smpat deg2an wktu seouni lari2 untg aj dy lgsg ktemu kyuppa wlw pda akhirnya dy cedera:/ Ihh kyuppa ga ad lmbut2nya dkit ngobati seouni mpe ngis n mnjrit2 gtuh pundy ga pduli aigooo bnar2 namja dngin😦 spertinya seouni mlai ad rsa ma kyuppa🙂 tgal kyuppany aj tpi yg d akhir bkin pnsaran🙂 Kpan nih ff d lnjut??? ayo dong d lnjut pnasaran bnget ma crta slnjutnya🙂 Suka bnget ma alurnya daebak😉 d tunggu klnjutannya Fighting🙂

  37. seokyuandata Juli 11, 2014 pada 8:16 am #

    Kasian seo bener2 tertekan sama kehadiran heechul. Semoga heechul ga berbuat jahat sama seo.
    Waahh kyu mau berenti nih dr pekerjaannya kayanya selain faktor ibunya sprtnya seo jg menyangkut nih Waahh kyu mau berenti nih dr pekerjaannya kayanya selain faktor ibunya sprtnya seo jg menyangkut nih Waahh kyu mau berenti nih dr pekerjaannya kayanya selain faktor ibunya sprtnya seo jg menyangkut nih Waahh kyu mau berenti nih dr pekerjaannya kayanya selain faktor ibunya sprtnya seo jg menyangkut nih hehe.
    Kyu cemburu kah? Sprtnya seo ada rasa sama kyu cuma msh

  38. tika Juli 10, 2014 pada 12:35 pm #

    eon kapan dipost lagi?penasarann…

  39. tika Juli 10, 2014 pada 12:33 pm #

    eon kapan dipost lagi?penasarann..

  40. AnnisaGyu Juli 7, 2014 pada 11:19 pm #

    Kok lama sih updatenya? :(:(:(
    Jangan lama lama dong chap selajutnya

  41. ari apriyanti Juli 6, 2014 pada 8:25 am #

    Lanjut author ,,, 😀

  42. enikyu Juli 4, 2014 pada 6:33 am #

    setelah sekian lama penantian untuk ne ff muncul ke peredaran,,
    selesai baca rasanya campur aduk,
    please author jangan lama2 ya post kelanjuntannya,,
    dipart ini masih banyak yg blum terungkap, kibum, heechul,shindong…
    next..

  43. @nayakim16 Juli 4, 2014 pada 4:43 am #

    This’s the first time i visited this site, n gw dapet kesan pertama yg baik. Ini cerita yg menarik menurut gw, gw suka karakter masing* tokoh, alurnya kece banget, god job!
    Next soon~

  44. NiarrChoHyun Juli 2, 2014 pada 7:30 am #

    Huahhh akhirnya di lanjut 😀 aku nangis bahagia,hwehehe,tepat di hari ultahku lagi di post nya :3 gomawo eonni😀 *bowbowbow

  45. inunufi Juli 1, 2014 pada 8:03 am #

    akhirnya muncul kelanjutan ceritanya~~ aku baru berkunjung lagi hehe
    jujur aja agak lupa sama cerita2 sebelumnya._. disini kyuhyunnya masih ttp dingin, tp agak mending sih mau ngurusin seohyun yg jatuh dr tangga.
    dan maksud dr raut dingin kyuhyun di akhir kalimat, apakah dia cemburu? hihi semoga hubungan mereka berlanjut membaik~
    semoga rentang waktu untuk next partnya gak terlalu lama ya~ fighting~

  46. Marissa haq Juni 29, 2014 pada 1:36 pm #

    Ya ampun akhir’y ff mu di lanjut …
    Selalu ngcek moga2 ada sequel love me hehehe ngarep….
    Lanjutkan…

  47. zandinka Juni 28, 2014 pada 12:03 pm #

    makasih thor akhirnya update ff ini juga
    momentnya kurang banyak dan greget, tapi bagus kok bisa meregakan kerinduan akan ff ini.
    ditunggu kelanjutan ff ini ya thor.
    please thor jangan lama2 updatenya #ngak tau diri🙂

  48. pucca Juni 24, 2014 pada 6:20 pm #

    Arrggghhhh… (Menangis terharu)
    Akhirnya kelanjutannya muncul juga..
    Makasih authorrr..

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: