BLACK ROSE [CHAPTER 7]

11 Feb

Title : Black Rose

Author : Cho Jihyun [ @Rivanawr ]

Cast : Cho Kyuhyun & Seo Joohyun

Other Cast : You’ll find it 

Length : 1 of ………

Rate : M (Mature/17+)

Genre : Romance/Angst/and little bit action

“BLACK ROSE”

Pantulan tubuh wanita yang mengenakan sebuah dress selutut tanpa lengan berwarna peach itu sanggup membuat Seohyun tersenyum puas dan senang. Wanita itu mendekatkan tubuhnya lagi ke cermin untuk membenarkan kerah bajunya yang sedikit tidak rapi. Menarik napas panjang, Seohyun mengatakan dengan lantang di hatinya bahwa ia siap untuk bertemu pria yang selama sebulan terakhir ini kembali mencuri perhatian dan pikirannya.

Kim Kibum.

.

.

Langkah kaki Seohyun terdengar hingga ke bawah. Taeyeon yang sedang mengaduk teh terpaksa menghentikan kegiatannya dan menatap ke sumber suara langkah ketukan sepatu yang terdengar seirama.

“Kau mau pergi, Seohyun?”

Seohyun tersenyum dan menghampiri Taeyeon. “Iya, Bu. Boleh kan?” tanya Seohyun sambil memeluk Taeyeon dari belakang.

Taeyon terkikik. “Kau ini! Sejak kapan aku melarangmu untuk pergi?”

Tangan Seohyun terlepas dari bahu Taeyon. Wanita itu berjalan dan berhenti tepat di depan Ibunya.

“Memangnya kau mau kemana? Cantik sekali.”

“Makan siang dengan temanku.”

“Teman?”

Seohyun mengangguk. “Sudah lama kami tidak bertemu. Aku sangat merindukannya.”

Taeyon terdiam, nampak berpikir sebelum menganggukkan kepalanya. “Hati-hati ya? Bila perlu bawalah payung. Cuaca dari pagi tadi tidak menentu.”

“Sudah ada di sini,” sahut Seohyun ceria seraya mengangkat tas jinjingnya.

“Mantel?”

“Di sini juga.”

Taeyon menghela napas. “Yasudah, sana berangkat!”

Seohyun tertawa lirih lalu mencium singkat pipi Taeyon. “Aku berangkat, Bu.”

“Hati-hati.”

.

Langkah kaki Seohyun semakin pelan saat ia baru saja keluar dari pintu rumah dan melihat sebuah mobil hitam memasuki pekarangan. Sungguh ia tidak ingin bertemu dulu dengan pemilik mobil itu saat ini. Seohyun pun berhenti saat ia melihat seorang pria yang baru keluar dari dalam sana, melepas kacamata hitam dan menatapnya.

“Mau kemana?”

Seohyun sempat bingung bagaimana harus menjawabnya. “Ma-makan siang.”

Pria di depan Seohyun masih memandangnya datar.

“Aku sudah ijin kepada Ibu, Kyuhyun,” sambung Seohyun untuk memperbaiki perkataan sebelumnya. “Dan Ibu juga mengijinkanku.”

“Dengan siapa?”

“Temanku,” sahut Seohyun cepat. Wanita itu kesusahan bahkan untuk menelan ludahnya sendiri. “Masuklah. Ibu sudah menunggumu untuk makan siang.”

Kyuhyun tak menyahut, dan Seohyun pun melanjutkan langkahnya yang tadi sempat terhenti. Saat melewati Kyuhyun, wanita itu menundukkan kepalanya dan terus berjalan tanpa menoleh lagi ke belakang. Namun sayang…

“Jangan pergi.”

…untuk yang kedua kalinya, langkah Seohyun harus kembali berhenti.

“Sore nanti Leeteuk pulang. Akan ada perayaan kecil dan makan malam di rumah Bibi Victoria. Kita harus datang.”

Seohyun membalikkan badannya dan memasang wajah penuh tanya. “Leeteuk?”

“Kakak Yesung.”

Oh benar, Seohyun ingat sekarang kalau Yesung memiliki seorang kakak. Tapi bukan itu yang mengganggu pikirannya kali ini, melainkan…

“Acaranya masih sore, kan? Aku hanya keluar untuk makan siang. Tidak sampai-”

“Kita juga harus mencari kado untuk Leeteuk,” potong Kyuhyun.

Mulut Seohyun terbuka, namun wanita itu tak jua mengeluarkan suaranya. “Aku…” Seohyun mulai kesulitan untuk berbicara. “Aku sudah ada janji makan siang, Kyuhyun.”

“Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun sambil mendekat. “Batalkan janjimu, kau harus ikut denganku.”

“A-apa?”

Kyuhyun berdiri tepat di depan Seohyun yang kini tengah menatap pria itu tak terima.

“Aku tidak mau membatalkan janjiku. Janji ini lebih dulu ada daripada ajakanmu,” ucap Seohyun tegas. Emosi wanita itu mulai terpancing naik sekarang.

“Dan aku tak menerima penolakan.”

Nada bicara serta raut wajah Kyuhyun yang datar semakin memancing emosi Seohyun. Tidak, ia tidak mau lagi-lagi dihalangi oleh Kyuhyun. “Kau egois,” desis Seohyun tepat di depan wajah Kyuhyun. Seohyun membalikkan badannya dan kembali berjalan menjauhi Kyuhyun. Ia tak peduli sekarang, rasa bencinya kepada Kyuhyun mengalahkan rasa takutnya pada pria itu untuk saat ini. Saat baru akan mencapai langkah keempat, Seohyun memekik pelan saat ia merasa seseorang menarik lengannya dan membalikkan tubuhnya dengan paksa.

Dalam jarak sedekat ini, Seohyun dapat melihat dengan jelas bagaimana rahang Kyuhyun mengeras dan membuat wajah pria itu terlihat kaku. Sepasang mata hitam tajamnya mengilatkan luapan emosi yang membuat keberanian Seohyun yang tadi sempat muncul, hilang secepat kedipan mata.

“Batalkan janjimu, dan ikut denganku,” ucap Kyuhyun lamat-lamat namun penuh dengan penekanan di setiap katanya.

Setetes air mata mengambang di masing-masing sudut mata Seohyun. Wanita itu benar-benar ketakutan sekarang. Seohyun tak mau melihat Kyuhyun yang seperti ini. Ia pun hanya bisa menunduk dan memejamkan kedua matanya rapat-rapat sambil sedikit terisak.

.

.

Lagi-lagi ia dikalahkan…

.

.

.

Benda persegi panjang itu Seohyun genggam erat-erat di tangannya hingga buku-buku jarinya terlihat memutih. Sedari tadi, wanita itu hanya menatap jalanan dari kaca mobil di sampingnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Tanpa menghubungi Kibum bahwa ia tidak bisa menemui pria itu, Seohyun memilih untuk mematikan ponselnya dan memendam kesedihan hatinya sendirian. Terlalu sakit rasanya jika ia harus menghubungi Kibum dan mendengar nada kecewa yang tidak ingin ia dengar lagi dari pria itu.

Seohyun memejamkan matanya rapat saat ia merasa air matanya mendorong keluar. Ujung tenggorokkannya terasa sakit, mungkin karena terlalu lama menahan tangis yang sebenarnya sedari tadi ingin ia keluarkan. Alhasil, wanita itu pun hanya bisa menghela napas yang cukup keras hingga membuat pria di sebelahnya menoleh.

Kyuhyun memperhatikan baik-baik wanita yang tak mau menatap matanya barang sedetik itu. Dari spion di atasnya, ia bisa melihat Seohyun sedang menutup mata sambil mencoba mengatur napasnya. Tak lama kemudian, setetes air mata turun begitu saja dari sudut mata wanita itu hingga membuat Kyuhyun tertegun untuk beberapa saat. Sepanjang perjalanan mencari hadiah untuk Leeteuk dan keluarga kecilnya, Seohyun tak pernah tahu jika Kyuhyun terus memperhatikannya.

.

.

.

Pintu rumah yang tertutup itu tiba-tiba terbuka dan menampilkan pria bermata sipit di dalamnya. “Oh… ternyata kalian,” ucapnya girang.

Taeyeon yang berada di barisan paling depan tersenyum. “Hai, Yesung.”

“Hai, Bi.” Yesung mengangkat kepalanya untuk menatap dua orang yang berdiri di belakang Taeyeon. “Halo, Seohyun. Malam ini kau cantik sekali.”

Seohyun hanya tersenyum kecil sambil melambaikan tangannya singkat.

“Jadi dimana kita harus meletakkan ini semua?” ucap Kyuhyun yang menatap Yesung datar.

Yesung tertawa. Pria itu melebarkan pintu rumahnya dan memberi ruang untuk ketiga orang tersebut agar masuk ke dalam.

“Apa yang kau bawa?” tanya Yesung saat giliran Kyuhyun untuk masuk.

“Yang pasti bukan untukmu,” sahut Kyuhyun singkat.

Keempat orang itu berjalan menuju bagian tengah rumah yang menurut Seohyun cukup besar dan nyaman. Bagi Seohyun yang baru pertama kali datang, aura kehangatan keluarga seketika menyeruak begitu ia melihat banyaknya foto yang terpasang di sana.

“Ah… kalian datang juga.”

Seohyun menoleh ke arah dapur dimana Victoria datang tergopoh-gopoh dan memeluknya.

“Menantumu ini selalu tampak cantik, Unnie,” ucap Victoria tanpa menatap Taeyeon.

Taeyeon tersenyum simpul, sedangkan Seohyun tak tahu harus menanggapi seperti apa selain hanya tersenyum kikuk.

“Dimana Leeteuk dan keluarga kecilnya?” tanya Taeyeon.

“Mereka masih di atas, masih membantu Taemin bersiap-siap. Sebentar lagi pasti turun,” jawab Victoria.

Yesung menghampiri Kyuhyun yang tengah membawa sebuah kotak besar dan membisikkan sesuatu. “Letakkan saja di dekat perapian. Kau kelihatan lelah.”

Kyuhyun mendengus dan melirik Yesung. Sedangkan Yesung hanya tersenyum simpul karena merasa menang.

Sedangkan Seohyun? Wanita itu hanya berdiam diri tanpa tertarik untuk memperhatikan orang-orang di sekelilingnya. Mood-nya benar-benar tak tersisa kali ini. Bahkan untuk tersenyum pun, ia merasa begitu sulit dan enggan. Ia lebih memilih untuk lanjut memperhatikan bingkai-bingkai foto yang berjajar di dekatnya.

“Itu mereka.”

Celetukan Taeyeon membuat Seohyun turut menoleh ke arah tangga. Nampak di sana seorang pria berjalan menuruni tangga dengan menuntun seorang balita laki-laki yang mungkin berusia tiga hingga empat tahun untuk berjalan di depannya. Di samping pria itu terdapat seorang wanita yang tengah menggendong bayi sambil sesekali tersenyum malu.

Tanpa sadar, Seohyun membayangkan bagaimana jika nantinya ia memiliki keluarga seperti mereka.

“Bibi, apa kabar?’’

Suara pria itu membangunkan Seohyun dari lamunannya. Ia melihat, Taeyeon berjalan mendekati pria itu dan memeluknya.

“Leeteuk…” Taeyeon sambil melepaskan pelukannya. “Kau terlihat semakin gagah.”

Pria bernama Leeteuk itu pun hanya tersenyum simpul.

“Halo, Min Ah,” sapa Taeyeon sambil memeluk wanita di samping Leeteuk dengan hati-hati.

“Halo, Bi.”

“Berapa umur Yoona sekarang?”

Min Ah tersenyum. “Sudah enam bulan.”

“Ah… dia lucu sekali.”

“Bisa jadi itu pertanda,” bisik Yesung tepat di samping Seohyun yang membuat wanita itu sedikit terlonjak.

“Apakah ini Taemin?” Kali ini Taeyeon membungkukkan badan dan mencium kedua pipi balita yang kini melihatnya dengan sedikit takut. “Berapa umurmu sekarang, Jagoan?”

Taemin sedikit memundurkan badannya saat Taeyeon terlihat akan menciumnya kembali. Dan hal itu memancing gelak tawa semua orang dewasa yang berkumpul di sana.

“Jangankan kau, Unnie. Dia saja takut kepadaku saat baru pertama datang tadi,” ucap Victoria.

Leeteuk menghentikan tawanya dan menatap Kyuhyun penuh arti. “Halo, Kyu.”

Sekali lagi, Seohyun melihat sebuah senyum tulus yang terukir di bibir Kyuhyun saat ia berinteraksi dengan keluarganya. Kyuhyun pun berjalan mendekat dan tak ragu untuk memeluk Leeteuk erat.

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik, Hyung.”

Leeteuk melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun penuh selidik. “Kudengar dari Ibu kau sudah menikah. Berani sekali kau tidak mengabarkannya padaku?”

Kyuhyun menahan senyumnya, lalu sedikit mundur untuk menarik pinggang Seohyun agar lebih dekat dengannya. Seohyun pun sempat terkejut namun bisa menguasai diri saat ia sudah berada dekat di depan Leeteuk. “Dia lah istriku,” ucap Kyuhyun.

Leeteuk tak langsung menyahut, melainkan menatap Seohyun dan nampak memikirkan sesuatu.

“Halo, Oppa,” sapa Seohyun terlebih dahulu sambil mengulurkan tangannya. Wanita itu berusaha untuk menampilkan senyum paksaan terbaiknya di depan pria yang menurutnya dihormati oleh Kyuhyun ini.

“Oh… Halo.” Leeteuk menjawabnya dengan sedikit tergagap sambil balas menjabat tangan Seohyun. “Senang bertemu denganmu malam ini.”

Seohyun tersenyum kecil. “Aku juga.”

“Jadi… inikah yang bernama Yuri itu, Kyuhyun?”

Semua pasang mata -terkecuali Taemin, tentu saja- menatap Min Ah dengan cepat. aura canggung dengan cepat menyebar di sana dan menyisakan keheningan yang cukup lama dirasakan oleh Seohyun.

“Bukan, Unnie,” jawab Kyuhyun memecah keheningan. “Namanya Seohyun.”

Min Ah nampak terkejut bukan main. Andai saja ia tidak menggendong bayi, mungkin wanita itu akan menutup mulut dengan kedua tangannya. “Oh… maafkan aku. Ya Tuhan… maafkan aku, kukira kau adalah teman Kyuhyun yang selalu diceritakan Yesung. Maafkan aku, Seohyun. Aku benar-benar tidak tahu.”

Seohyun tak tahu harus menanggapi seperti apa, untuk berkata ‘Tak apa’ pun terasa begitu sulit ia ucapkan hingga akhirnya ia hanya bisa menampilkan senyum kecilnya.

“Ini untukmu, Unnie,” ucap Seohyun seraya menyerahkan buket bunga yang sedari tadi dia genggam.

Min Ah masih merasa sangat canggung, bahkan ketika wanita beranak dua itu menerima bunga dari Seohyun. “Aku benar-benar minta maaf,” ucap Min Ah lagi dengan nada yang lebih lirih.

Seohyun tak suka pemandangan ini. Ia selalu tak suka ada orang yang merasa begitu bersalah padanya hingga membuatnya turut merasa kikuk juga. Alhasil, ia pun melebarkan senyumnya dan mengusap lengan Min Ah. “Sudah… tidak usah dipikirkan, Unnie. Aku tak marah, tak apa,” ucapnya masih dengan senyum manis yang lebar.

Raut wajah Min Ah sedikit terlihat lebih tenang sekarang. Sedangkan Seohyun? Sepanjang acara di tempat yang baru baginya,  wanita itu mencoba sebisa mungkin untuk tetap terlihat ramah, baik hati dan seorang istri yang mencintai suaminya meskipun hati dan mood-nya telah terporak-porandakan oleh suaminya pula.

.

.

Kyuhyun yang sedang merokok di halaman samping ruang keluarga setelah makan malam usai, memperhatikan lekat-lekat bagaimana sorot mata Leeteuk terus mengikuti gerak-gerik Seohyun yang tengah membereskan sisa makan malam bersama para wanita. Leeteuk terlihat seolah-olah ingin mengajak Seohyun bicara, namun urung karena keraguan yang terpancar besar di sana. Membuang putung rokoknya yang tinggal sedikit di tanah dan menginjaknya, Kyuhyun masuk ke dalam dan mengampiri Leeteuk yang duduk di sofa seraya menggendong Yoona.

Hyung?”

Leeteuk sedikit terkejut, namun pria itu bisa menguasai diri. “Oh, hai. Ada apa?” tanya Leeteuk.

Senyum simpul Kyuhyun terukir tipis. “Tak apa.” sahut Kyuhyun. “Memang apa yang kau lakukan?”

“Kau benar-benar tidak tahu apa yang kulakukan sekarang?”

Kyuhyun dan menunduk dan melihat keponakannya. “Bukan, aku tau kau sedang menidurkan Yoona. Maksudku… sedari tadi kau nampak melamun, ada yang kau pikirkan?”

Giliran Leeteuk yang tersenyum. “Selalu,” ucapnya. “Dari dulu kau selalu peka dengan apa yang kulakukan.”

Tak ada jawaban dari Kyuhyun, melainkan dengusan singkat sambil membuang muka.

“Em… Seohyun. Aku penasaran dengannya.”

Kyuhyun menoleh.

“Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?”

“Tempat kerja kami dekat.”

“Oh ya? Memangnya dimana dia bekerja?”

“Restauran dekat tempatku bekerja.”

“Benar dia bekerja di restauran?”

“Kenapa memangnya?”

Leeteuk menahan napas. Pria itu menghindari tatapan Kyuhyun dan membuang napasnya pelan-pelan. Dari sini Kyuhyun mulai paham apa yang dipikirkan kakak sepupunya.

“Tidak,” jawab Leeteuk. “Tidak ada apa-apa, aku hanya bertanya.”

“Kau pernah bertemu Seohyun sebelumnya?”

Leeteuk kembali menoleh Kyuhyun. Pria itu menggeleng. “Tidak, aku tidak pernah bertemu dengannya. Hanya saja… wajahnya terlihat familiar.”

Kyuhyun terdiam sejenak. “Dimana?”

“Di ponsel Heechul.”

Kening Kyuhyun berkerut. “Heechul?”

“Kim Heechul, teman baik Yesung. Kau tahu, kan?”

Kyuhyun tak menjawab. Pria itu mencoba mengingat-ingat siapa Kim Heechul itu.

“Tapi… sepertinya itu sama sekali tidak benar,” ucap Leeteuk seraya menahan senyumnya.

“Mengapa?”

Leeteuk menolehkan kepala dan memandang Kyuhyun dengan kedua alis yang terangkat. “Kita semua tahu Heechul pria yang seperti apa, dan kita juga pasti tahu wanita-wanita yang berurusan dengannya adalah wanita seperti apa. Kau paham maksudku?”

Kyuhyun mengangguk.

“Lagipula kau juga pasti akan selektif dalam memlih seorang wanita,” ucap Leeteuk sambil mengusap pipi anak perempuannya yang sedang menutup mata. “Dan juga, bagi Bibi yang terpenting adalah martabat keluarga, kan?”

Kali ini Kyuhyun tak mengangguk. Pria itu tak bereaksi apa-apa ketika Leeteuk menatapnya lekat-lekat. Bertahun-tahun mengenal pria itu, baru kali ini Kyuhyun kesulitan menafsirkan apa yang dipikirkan Leeteuk lewat raut wajahnya. Perlahan, Kyuhyun pun menurunkan kepalanya dan memandang lantai kayu di bawahnya.

.

.

Berada di halaman belakang rumah ini sungguh nyaman. Angin yang berhembus, udara yang tidak terlalu dingin, serta taburan bintang di atas sana menjadi alasan bagi Seohyun untuk berlama-lama di sini. Setelah memastikan keadaan dapur benar-benar bersih, Seohyun memilih untuk memisahkan diri dari para wanita dengan alasan mencari angin, dan berada sendirian di sini.

Suara pintu kaca yang digeser seseorang dari ruang keluarga membuatnya menoleh ke belakang. Halaman belakang rumah ini dan ruang keluarga memang dihubungkan oleh pintu kaca yang besar. Apapun yang dilakukan seseorang dari dalam akan dengan mudah terlihat dari luar, begitu pula sebaliknya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun seraya mendekat.

Seohyun menghela nafas mengetahui orang yang menghampirinya adalah orang yang ingin ia hindari untuk saat ini.

“Mencari udara segar.” Seohyun kembali memperhatikan bintang saat Kyuhyun berdiri tepat di sampingnya.

Suatu gerakan dari Kyuhyun membuat Seohyun hampir mundur selangkah saat itu juga. Sepasang mata Seohyun mengamati baik-baik bagaimana tangan Kyuhyun bergerak untuk memindahkan sebagian rambut wanita itu ke belakang.

“Sepertinya Leeteuk mengenalmu,” ucap Kyuhyun yang langsung membuat Seohyun membelalakkan mata. Kyuhyun menatapnya dalam-dalam. “Kau sama sekali tidak asing baginya.”

Sekujur tubuh Seohyun menegang sekaligus bergetar pada saat yang bersamaan. “La ̶ lalu?”

“Dia ada di dalam, jangan ditoleh.”

Seohyun mengangguk, mencoba sebisa mungkin untuk tetap tenang seperti pria yang ada di depannya. Dari belakang punggung Kyuhyun, Seohyun dapat melihat seluruh keluarga berbincang di ruang tengah dan tertawa saat Yesung berbicara. Namun memang dapat Seohyun rasakan, walaupun turut tertawa, Leeteuk sedikit banyak menoleh ke arahnya dan juga Kyuhyun.

Seakan terlihat tengah mengawasi Seohyun dan Kyuhyn dari dalam.

“Kurasa mulai hari ini dia akan lebih sering memperhatikan kita.” Tangan Kyuhyun kembali terangkat, namun kali ini bukan untuk memindahkan rambut Seohyun lagi, melainkan membelai lembut pipi wanita itu. “Tidak masalah jika dia memang benar mengenalmu. Yang terpenting sekarang adalah meyakinkan dirinya bahwa kau sudah bukan wanita seperti dulu.”

Belum sempat Seohyun menyahut, Kyuhyun menarik tubuhnya ke depan hingga sekarang hidungnya sejajar dengan bahu pria itu. Kyuhyun memeluknya, masing-masing tangan pria tersebut melingkari punggung dan pinggulnya erat.

“Bantu aku meyakinkan ibu dan keluargaku,” bisik Kyuhyun tepat di telinga Seohyun. “Setidaknya, untuk Leeteuk juga saat ini.”

Seohyun memilih untuk memejamkan mata saat merasa desiran aneh di dalam perutnya kala Kyuhyun membisikinya. Wanita itu bingung harus bagaimana, fokus dengan perkataan Kyuhyun ataukah terbawa desiran aneh tersbeut. Ia pun susah payah mengangguk dalam kondisi seperti ini. Wanita itu dengan susah payah mengangguk untuk menanggapi perkataan Kyuhyun.

“Balas pelukanku.”

Bisikkan Kyuhyun yang tepat di samping telinganya membuat Seohyun meremang. Perlahan, ia mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan Kyuhyun dengan mengusap-usap punggung lebar pria itu.

Lama mereka berpelukan, saling mengusap tanpa saling paham perasaan satu sama lain. Nafas Kyuhyun yang menerpa leher Seohyun membuatnya takut jika ia terbawa lebih jauh. Seohyun hanya memejamkan matanya rapat-rapat seiring tubuhnya yang semakin lama semakin menegang. Ditambah lagi dengan bisikkan Kyuhyun yang terakhir.

“Ada yang ingin kutanyakan padamu di rumah nanti.”

.

.

“Siapa Kim Heechul?”

Tangan Seohyun yang tengah menyisir rambut terhenti begitu saja. Ia jelas tahu bahwa wajahnya menegang karena pantulan tubuhnya di cermin telah memberitahunya. Pelan-pelan Seohyun menurunkan tangannya dan menoleh Kyuyun yang berdiri di balkon kamar seraya menghisap rokok.

Jadi ini yang ditanyakannya? Lalu aku harus menjawab bagaimana?

“Dia… pelangganku.”

Walaupun lirih, Kyuhyun tetap bisa mendengarnya.

“Ada apa? Mengapa kau menanyakannya?”

Kyuhyun membuang muka seraya menghembuskan asap rokoknya. Pria itu mungkin tak tahu bahwa Seohyun kini benar-benar penasaran walaupun ketakutan lebih dominan terpancar dari wajahnya.

“Apa kau pernah bertemu dengannya di sini?” tanya Kyuhyun.

Seohyun mengangguk ragu, semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. “Dua kali.”

Kyuhyun mendengus sinis. Pria itu menginjak rokoknya yang sudah menipis sebelum berjalan masuk ke dalam kamar seraya melepas kemeja biru gelapnya. “Lalu? Apa kau menciumnya sebagai salam pertemuan? Atau mungkin sekarang dia kembali menjadi pelangganmu?”

Seohyun sontak berdiri dan menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sangat berbeda dengan beberapa saat yang lalu. “Jaga mulutmu,” desis Seohyun penuh penekanan.

Tubuh Kyuhyun berbalik menghadap Seohyun. Aura sinis belum sepenuhnya hilang dari wajah pria itu.

“Kami hanya bertemu, tidak lebih-”

“Kau yakin dia tak ingin tidur denganmu lagi seperti dulu?” Raut wajah Kyuhyun kini mengeras. Sepasang mata pria itu terlihat semakin gelap.

Seohyun merasa terpojok sekarang. Kyuhyun yang menyelanya dan sorot mata tajam pria itu yang sialnya harus lagi-lagi ia lihat, membuatnya kesulitan untuk melakukan pembelaan.

Kyuhyun mendekat dengan seluruh kancing kemejanya yang tak lagi menaut. Pria itu berjalan dengan tatapan tajamnya yang semakin membuat Seohyun terpuruk. Susah payah Seohyun mempertahankan matanya untuk menatap mata Kyuhyun saat pria itu tepat berada di depannya, apalagi saat sebelah tangan Kyuhyun terangkat dan menarik belakang kepalanya hingga menabrak pundak pria yang menariknya.

“Kau memang membantuku dalam hal ini. Tapi jika kau salah langkah, aku juga tak akan segan menganggapmu sebagai pengacau.”

Air mata Seohyun siap berlinang saat Kyuhyun membisik pelan seperti itu. Itu ancaman, Seohyun tahu itu. Dan hal yang paling ia hindari di dunia ini adalah ancaman. Ia begitu takut saat dirinya terancam seperti ini. Seakan-akan terdapat ribuan tombak yang mengelilingi seluruh bagian tubuhnya dan siap menembus kulit dan tubuhnya ketika ia bernafas sedikit saja.

“Jauhi Kim Heechul. Jangan pernah menemuinya lagi.”

“Aku tak pernah-”

“Sekali kulihat kau dengannya, kau tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi setelahnya.”

Linangan air mata itu terbentuk juga. Seohyun tak lagi dapat menahan tangisnya dalam jeratan dada dan lengan suaminya. Walau tak bersuara, getaran pundaknya mewakili bahwa wanita itu tengah berada dalam kondisi menyerah.

.

.

.

Dan getaran pundak yang begitu pilu itu Kyuhyun rasakan membekas di tubuhnya bahkan hingga pria itu berlalu dari sana.

32 Tanggapan to “BLACK ROSE [CHAPTER 7]”

  1. inunufi Mei 29, 2016 pada 4:43 pm #

    Akhirnyaaaaaaaaa
    akhirnya part 7 muncul ~~~
    perasaan kyuhyun dan seohyunnya masih belum jelas ya. suka banget pokoknya setiap adegan mereka udah cuma berdua doang haha
    penasaran, kim heechul ini apakah akan membawa masalah besar bagi mereka atau cuma masalah selingan yang bisa diselesaikan dg cepat:/
    semangat ya, author-nim, semoga bisa rutin update kelanjutan partnya hihi

  2. hoir Mei 16, 2016 pada 4:53 pm #

    Seo eonnie itu pasti tertekan batinnya. Kyu coba peka dong. Jangan ngancem seo eonnie kayak gitu. Dia udah di ancam sama heechul nah ini makin di tambah. Yang sabar seo eonnie
    Nice

  3. caramelokia11 April 17, 2016 pada 2:30 pm #

    Wah wah wah sepertinya telat berkunjung ke blog ini lagi. Ah, kau benar-benar bisa membuat perasaan ini campur aduk. Setelah sekian lama menghilang akhirnya ada lanjutannya lagi, terimakasih banyak. Dan berharap ff ini terus berlanjut, cukup penasaran dengan kelanjutan hubungan seohyun dan kyuhyun. Dan cukup kesusahan juga untuk menemukan kelanjutan ff2 seokyu yang lain, banyak para penulis yang hiatus untuk waktu yang belum ditentukan. Dari 2011 sampai saat ini masih berharap seokyu confirmed. Hehe. Semangaaaat author-nim, aku menunggumu 😊

  4. dewingga April 9, 2016 pada 2:00 am #

    Ooooo jadi itu salah satu alasan kenapa waktu pertama kali Yesung ketemu Seohyun itu agak-agak gimana gituuu~ hmmm..

  5. Nisa Maret 15, 2016 pada 5:21 pm #

    Jujur, ini keren banget…
    Makin sini makin keliatan kalau Kyu mulai khawatir sama keadaan Seo…
    Jangan dingin-dingin dong Kyu, nanti Seo nya makin salah paham…😄😄😄
    Ditunggu banget kelanjutannya… Fighting… ^.^

  6. kenzi Maret 12, 2016 pada 1:02 pm #

    Next chapter please😱

  7. pika Maret 9, 2016 pada 12:27 am #

    next chapt unnie…
    kasian seo unnie. kyu kok gtu bgt siihhh…. ga mkirin perasaan seonnie y ?? please update soon unnie… penasaran..

  8. Tania Maret 8, 2016 pada 12:18 pm #

    Mauu next chap🙆

  9. Dini Apriliani Maret 6, 2016 pada 12:33 am #

    akhirnya di lanjut lgi eonni ff ini,makin seru aja,kasian seo eonni selalu tertekan,mereka udh saling menyukai kali ya,udh ada cinta di antara seokyu tapi mereka blm begitu menyadarinya…jangan galak2 dong kyu oppa kasian seo eonni,kasian jg klo nnti seo eonni ketauan masa lalunya,makin penasaran ,ditunggu kelanjutannya ya eonni,gomawo

  10. Anya Maret 2, 2016 pada 12:32 pm #

    Kapan seo punya anak😂

  11. Haznita Utami Februari 29, 2016 pada 3:11 pm #

    Duhhhhh ~ ini nih yg buat aku deg degan masalah heenim .. takut bgt keluarga cho tau seohyun gimana dlunya, gk kebayang deh gimana taeyeon nya … tp kasihan jg seohyunnya!
    kyuhyun sebenarnya gimana sih ? satu sisi keliatan syg seohyun tp satu sisi dia kejam sama seohyun ?
    penasaran bgt hbgn kyu sama yuri itu gimana .. next ya thor ^^

  12. suciip Februari 28, 2016 pada 3:08 pm #

    Kapan dilanjut eon?
    Ceritanya semakin kesini makin bagus,
    Aku selalu menanti ff ini thour,
    Semangat ngelanjutin authour

  13. sk Februari 24, 2016 pada 1:11 am #

    euaa finally.blang aja cemburu lol aduh knapa kyu suka betul buat seo nangis dan ketakutan knapa seo sekali2 melawan untuk mbuktikan kbenarannya supaya hati kyu itu ga dingin lagi.ntar seonya mnyerah ama kmu kyu gimana..mngkin diam2 pergi #eh slalu pnasaran ama cerita ff ini tpi syang sih updatenya lama hiks..

  14. Anya Februari 22, 2016 pada 2:12 pm #

    Aaaaa suka bangetttt💞

  15. GamegaGyu Februari 22, 2016 pada 9:50 am #

    Kyuhyun kapan kamu lembutnyaaaa?! Kesian tetehku diancem ancem gitu, dipaksa akting, halus dikit apa susahnya sih-,- Ketemu Kibum dilarang, tuh gara2 kamu ajak ke pertemuan keluarga Leeteuk jadi curiga & ngamatin si teteh mulu:( Jangan kasar2 ah nanti kalo ditinggalin baru kerasa deh sakit atinya. Ayo kyuhyun melunak senengin hati istri biar dapet pahala :* Makin luvv lah sama ff ini meskipun update nyaris setahun sekali gak bosen nunggu. Still wait nih. Semangat buat authornya, semoga ide nya gak mampet dan nulis selancar jalan tol, semoga update nya diseringin. Fighting!!!❤

  16. Fairynes Februari 20, 2016 pada 2:54 pm #

    Kyu dingin banget sih…serem, udh maksa seo akting trus ssuka hatinya sndiri klo ngomong deh.. Kapan dia sadar klo dia sbnrnya itu cm jelly aj klo seo pergi sm cowo lain.
    Thks ffnya dilanjut lagi, makin pnasaran nih.. Daebak.. ^^

  17. aista Februari 18, 2016 pada 4:53 am #

    akhirnya d lnjut juga🙂

    kyuppa serem bnget jadi suami, kasian seoni nya jdi tertekan gtu..

  18. fisakurakyu Februari 17, 2016 pada 1:35 pm #

    tu si oppa g tw unnie paling g mw bertemu lagi ma si chul si biang bw masalah

  19. zakhiya19 Februari 16, 2016 pada 8:49 am #

    Akhirnya ff ini dilanjutin . Pensaran banget dengan kelanjutannya . Seokyu kapan ada benih2 cinta
    Kyu perawakan suami yang ngeri wkwkwkw 😆

  20. ismiewhy Februari 15, 2016 pada 3:06 pm #

    yeaaiiiii akhirnya ff yg ku tunggu2 publïish juga 😂😂😂
    btw koment dulu sblm baca 😂

  21. Gyuuuu13 Februari 15, 2016 pada 12:56 am #

    fixxxx baper kyuhyun jahat bangettttt disiniii sedihhhh ahhh :(( stay strong seo ama kyuuuuu :’)

  22. blue94 Februari 14, 2016 pada 2:18 pm #

    hiks kok masih dingin2 aja authornim? tapi seneng ff nya dilanjut, ditunggu next nya🙂

  23. neanra Februari 14, 2016 pada 1:54 pm #

    wooww, suka suka sukaaa
    pelan2 Kyu mulai sensitif sama perasaanya sendiri … Part 8 juseyoo

  24. Anonymous Februari 14, 2016 pada 1:58 am #

    Aaaaak akhirnya dilanjut juga T__T makin seru aja, seohyun kasian bgt ketakutan gitu hmmz:< chapter 8 jgn lama2 yaaa u,u

  25. lusi Februari 13, 2016 pada 7:07 pm #

    unn kenapa si lama banget? lumutan nungguinnya:(((( cepet cepet bikin part 8 nya ya unn, jangan lama lama:(((( sekali kali kek kyuhyun tulus sama seohyun

  26. risaderlian Februari 13, 2016 pada 3:19 am #

    omg, setelah sekian lama, skhirnyaaaaa dilanjut juga
    konfliknya makin seru nihhhh, next chapt asap ya eon

  27. batubara lee Februari 12, 2016 pada 1:01 pm #

    Yaampuuun ini ff kok makin daebak ya…..keren banget…..critanya slalu bikin deg deg.an…hah penasaran gimana kelanjutan kisah seokyu….lanjut ya chingu…

  28. ZTA Februari 12, 2016 pada 3:39 am #

    ya allah makin seru aja thor 😍
    tapi chapter yg ini lebih pendek dari biasanya, namun tetap bagus kok
    keep writing thor 😙

  29. Risty Elf Februari 12, 2016 pada 2:18 am #

    kyuhyun jgn marah2 dong kasian seohyun.cepat di lanjut ya thor jgn lama lama.

  30. chohyunni11 Februari 11, 2016 pada 12:13 pm #

    Ya ampun eonnie..
    Akhirnya setelah sekian lamaaa…
    dilanjutin jugaaa..
    Rasanya kayak mimpi..

    Ffnya makin seru lhoo..
    Ini sebenernya mreka juga udah mulai ada rasa kan cuma belum pada sadar ajja..
    Tapi kenapa sih seohyun harus ketemu kibum lagi??
    Please donk seo jangan buat kyuhyun marah2 terus..
    Serem ihh..
    Bener banget yang kyuhyun bilang kamu gak akan tau apa yg akan terjadi nanti kalau kamu tetep bertemu kibum maupun heechul..

    Yg masih bikin aku penasaran emang seo bener2 wanita seperti itu ya??
    Aku koq masih ragu ya..

  31. Rara Februari 11, 2016 pada 11:49 am #

    Sekian lamaa~ akhirnyaaaa~ di tunggu lanjutannya chingu~

  32. fauziyahfarkha Februari 11, 2016 pada 9:27 am #

    Yeyyy ahirnya dilanjuttt
    Nah kan kyuhyun cembukor
    Itu seohyun peka nga si kalo kyuhyun udah ada benih2 cinta sama dia

Kasih Comment ya ;) Gomawo

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: